Inilah 6 Keuntungan yang Hanya Bisa Ditemukan di Asuransi Syariah! Tertarik?

Sebagai negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di Indonesia, perekonomian Islam di Tanah Air memang semakin berkembang. Setidaknya sejak tahun 1990, industri keuangan syariah mulai berdenyut di Nusantara yang artinya sudah hampir 30 tahun lamanya. Sepanjang itu pula, produk keuangan Islami telah melayani masyarakat.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Memiliki Anak

Ada banyak sekali jenisnya yang tentu sudah dikenal masyarakat termasuk salah satunya adalah asuransi syariah. Menurut DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia), asuransi syariah adalah suatu usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk iuran kewajiban alias Tabarru’. Meski inti bisnisnya masih sama seperti asuransi konvensional yakni proteksi risiko, prinsip asuransi syariah berjalan sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam penerapannya, pembagian keuntungan asuransi syariah lebih adil karena tidak ada pihak yang menerima lebih besar. Kalau asuransi konvensional menggunakan kontrak jual beli (Tabaduli), asuransi syariah menerapkan kontrak Tafakuli alias tolong-menolong. Karena hal inilah, asuransi syariah dirasa lebih menguntungkan. Tak hanya orang Islam saja, mereka yang beragama lain pun memiliki hak untuk memilih asuransi syariah dan menikmati berbagai keuntungannya.

6 Keuntungan yang Hanya Dimiliki Oleh Asuransi Syariah, Tertarik?

1. Prinsip Asuransi Syariah adalah Gotong Royong

Tolong menolong dalam asuransi syariah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, konsep asuransi syariah adalah tolong-menolong sehingga jelas menggunakan prinsip gotong royong. Ketika seorang nasabah mengalami musibah, nasabah lain bisa membantu lewat perantara dana Tabarru‘.

Selayaknya satu keluarga yang bersama-sama memasukkan uang ke celengan dan kemudian dipecahkan saat si ayah sakit, seperti itulah sistem asuransi syariah. Hal ini juga berlaku saat si ‘penolong’ mendapatkan musibah, klaim nasabah lain juga bisa membantu sehingga produk asuransi syariah tetap berjalan aman dan halal.

2. Satu Polis untuk Banyak Orang

Mengisi polis asuransi

Merasa dirugikan asuransi konvensional karena satu polis hanya melindungi satu orang saja? Tenang, hal itu tidak terjadi pada asuransi syariah. Adanya keunggulan double claim ini jelas membuat nasabah lebih tenang ketika menghadapi musibah. Double claim bisa dilakukan seperti contohnya biaya rumah sakit pada satu polis dimanfaatkan seluruh anggota keluarga.

Karena adanya fitur double claim, premi asuransi syariah bisa dibilang lebih terjangkau daripada asuransi konvensional yang cuma melindungi satu orang saja. Makin diuntungkan karena saat ini berbagai produk asuransi syariah sudah cashless, sehingga cukup bawa kartu asuransi, bisa langsung memperoleh manfaat saat mendapat musibah.

3. Tanpa Riba, Asuransi Syariah Sangat Diawasi

Keluarga Muslim pilih asuransi syariah

Dalam seluruh transaksi yang mereka lakukan, agama Islam memang jelas-jelas melarang riba. Hal inilah yang mungkin membuat sebagian umat Muslim masih cemas memilih berbagai produk keuangan di Indonesia, yang tentu tidak bisa mengedepankan kepentingan Muslim semata. Beberapa hal yang diharamkan oleh agama Islam dalam transaksi seperti riba, gharar (dana tidak jelas) dan maisir (judi).

Baca juga: Cara Memilih Asuransi Pendidikan Terbaik Bagi Anak

Hal-hal yang diharamkan itu kadang masih ada dalam perekonomian konvensional dan menimbulkan perdebatan di kalangan umat Islam. Namun jika Anda masih bingung, asuransi syariah jelas bisa jadi solusinya. Sebagai produk keuangan yang sudah pasti terhindar dari riba, akad dalam asuransi syariah adalah Mudharabah di mana nasabah menyediakan 100% modal, lalu dikelola perusahaan asuransi sembari menentukan kontrak bagi hasil nantinya.

Tak usah khawatir dengan jaminan halalnya, karena produk asuransi syariah sudah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang terdiri dari pakar-pakar dan ulama Islam terhormat. Bahkan setiap produk yang dikeluarkan, harus disetujui dulu oleh DPS. Hal ini menjadi fakta bahwa perusahaan asuransi syariah wajib mengikuti aturan halal dari DPS dan syariat Islam. Jika ada perusahaan yang melanggar, izin operasi perusahaan asuransi itu bisa dicabut.

4. Asuransi Syariah tidak Hanya untuk Muslim

Asuransi syariah untuk semua pemeluk agama

Dengan berbagi konsep agama Islam yang digunakan, mungkin pertanyaan terbesar adalah apakah asuransi syariah cuma bisa berlaku pada pemeluk agama Islam? Bagaimana jika ada umat agama lain yang tertarik, apalagi Indonesia bukanlah negara Islam? Jawabannya adalah bisa dan tak usah khawatir karena asuransi syariah memiliki sifat yang universal.

Mau Anda Islam atau dari kalangan non-muslim, semua bisa menggunakan asuransi syariah asalkan bersedia tunduk pada aturan syariat Islam dalam mekanismenya pengelolaannya. Anda yang bukan beragama Islam pun bisa bertanya mengenai berbagai istilah ke petugas asuransi syariah, supaya benar-benar paham dan tidak merasa kecewa setelah menjalankan akad transaksi nantinya.

5. Premi tidak Hangus, Tak Ada yang Merugi

Konsep menabung di asuransi syariah

Inilah keuntungan yang paling membuat asuransi syariah unggul adalah tak perlu khawatir dengan premi yang hangus. Tidak seperti asuransi konvensional, Anda bahkan bisa memperoleh dana bahkan sebelum jatuh tempo, terutama saat kondisi darurat tanpa dipersulit. Bahkan sekalipun Anda terlambat membayar dana yang sudah disetorkan, tidak usah khawatir hangus karena konsep asuransi syariah adalah titipan alias Wadiah.

Jika Anda hendak mengajukan klaim dan lupa membayar iuran asuransi, maka hanya dibebankan biaya administrasi sesuai aturan perusahaan. Mengenai konsep Wadiah sendiri, biaya operasional ditanggung oleh nasabah yang besarnya cuma di kisaran 30% dari premi. Karena hal ini, dalam tahun pertama saja para nasabah asuransi syariah bisa cepat membentuk nilai tunai.

Baca juga: Tahukah Anda? Ternyata 6 Hobi ini Bisa Jadi Bisnis yang Bikin Cepat Kaya!

Fakta ini jelas menguatkan kembali konsep asuransi syariah di mana menginginkan semua pihak memperoleh keuntungan dan tidak merugi. Supaya calon nasabah makin yakin, petugas asuransi syariah wajib menjelaskan semua produknya secara mendetail. Nasabah pun memiliki hak melihat tata cara pengelolaan premi supaya tidak ada kecurigaan kalau ajaran Islam bakal disalahgunakan.

6. Perhitungan Asuransi Syariah Lebih Terbuka

Asuransi perlindungan menyeluruh

Adanya perhitungan dana tidak jelas biasanya membuat Muslim cukup khawatir dalam memilih sebuah produk keuangan. Namun lagi-lagi, hal seperti ini tidak akan terjadi dalam asuransi syariah, di mana pengelolaan dananya menggunakan konsep pembagian yang sangat jelas. Bahkan sejak perjanjian dimulai, nasabah tahu berapa porsi pengelolaan dana dan berapa porsi risiko untuk para pemegang polis.

Contohnya jika sebuah produk asuransi syariah menetapkan 72% untuk Tabarru’, maka sisanya sebesar 28% untuk Ujroh alias biaya sewa. Perhitungan ini jelas berbeda dengan asuransi konvensional di mana 100% uang nasabah jadi hak milik perusahaan. Perhitungan ini membuktikan jika asuransi syariah memakai konsep risk sharing, alih-alih risk transfer seperti perusahaan asuransi pada umumnya yang tak mau rugi.

Melihat enam keuntungan yang dijabarkan, memang seolah membuktikan kalau asuransi syariah adalah jawaban atas proteksi perlindungan setiap jiwa dengan perhitungan yang lebih adil. Anda yang beragama Islam pun bisa bebas menggunakan produk asuransi syariah karena sudah pasti tidak akan melanggar kaidah-kaidah syariat Islam.

Namun tetap, jangan sembrono dalam memilih perusahaan yang menyediakan asuransi syariah karena tentunya setiap perusahaan punya kebijakan dan metode perhitungan yang tidak sama. Sebagai calon nasabah, ada baiknya jika Anda melakukan riset dan mencari informasi sedalam-dalamnya sebelum akhirnya memilih satu perusahaan terbaik yang menawarkan produk asuransi syariah unggulan. Bagaimana? Lebih tenang dalam kehidupan berkat memilih produk asuransi yang tepat, bukan? Untuk itulah, yuk berasuransi sejak dini!

Loading...