Keuntungan Gadai, Jenis dan Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui

Ada kalanya kita membutuhkan dana tunai dalam waktu singkat. Ketika tabungan tak ada dan penghasilan belum didapat, gadai mungkin jadi satu-satunya solusi. Dibandingkan harus menjual aset, keuntungan gadai memang lebih banyak karena Anda tak perlu cemas saat barang berpindah kepemilikan. Sehingga dengan begitu, Anda bisa mengambilnya lagi saat dana sudah ada.

Lewat gadai pula, Anda bisa terhindar dari peluang pengajuan pinjaman atau kredit ke perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Karena seperti yang Anda ketahui, ada beberapa orang di dunia ini yang menolak berhutang dalam kondisi terjepit, lantaran merasa canggung hingga tak mau terjerat bunga kredit yang begitu besar.

Berbagai alasan inilah yang akhirnya membuat gadai menjadi salah satu solusi memperoleh dana dalam waktu singkat yang cukup diminati masyarakat. Demi memenuhi kebutuhan pula, pertumbuhan perusahaan gadai pun begitu pesat di Indonesia. Mungkin salah satunya adalah Pegadaian yang merupakan perusahaan milik pemerintah.

Baca juga: 10 Bank Digital di Indonesia Terpopuler, Pilih yang Mana?

Namun faktanya, layanan gadai tidak hanya disediakan oleh Pegadaian saja. Kini bahkan orang-perorang bisa menerima gadai meskipun dalam situasi non-formal. Hanya saja meskipun ada banyak sekali keuntungan gadai, Anda tetap haruslah waspada dalam melakukannya. Tetap diperlukan pengelolaan uang yang tepat supaya aset yang digadaikan bisa kembali jadi milik Anda.

Hukum dan Jenis Gadai di Indonesia

hukum jenis gadai
© Vecteezy/eamesbot

Tentu saja agar memperoleh keuntungan gadai secara maksimal sekaligus merasa tenang, ada baiknya Anda menggunakan layanan gadai resmi. Seperti yang Anda tahu, gadai adalah proses memperoleh dana tunai lewat memberikan benda berharga atau aset sebagai jaminan kepada si pemberi dana, dalam kurun waktu tertentu.

Sehingga jika Anda memilih melakukan gadai pada pihak non resmi seperti orang-perorang yang tak memiliki kekuatan hukum, bisa saja barang berharga atau aset yang Anda jaminkan bakal melayang. Namun jika Anda menggadaikan di layanan resmi, pemerintah Indonesia sudah mengaturnya dalam Pasal 1150 KUHP yang di dalamnya terdapat beberapa hal penting seperti:

  • Aturan mengenai hak yang diperoleh pemberi dana (kreditur), atas benda atau aset berharga yang dijaminkan penerima dana (debitur)
  • Aturan mengenai syarat dan kondisi aset yang dijaminkan calon debitur
  • Tata cara penyerahan aset jaminan yang merupakan jaminan atas hutang debitur
  • Hak pihak kreditur untuk melakukan lelang atas aset jaminan, jika debitur gagal mengembalikan dana sesuai tenggat waktu dan aturan yang sudah disepakati bersama
  • Adanya biaya lelang serta biaya pemeliharaan barang jaminan yang wajib dilunasi terlebih dulu oleh debitur, sebelum pelunasan piutang diperhitungkan
  • Kewajiban debitur untuk melakukan peluanasan dana atas aset yang dijaminkan

Tentu bisa disimpulkan bahwa lembaga gadai resmi yang mengikuti aturan pemerintah akan mampu memberikan kenyamanan bagi setiap debitur. Tak perlu cemas kalau barang tiba-tiba hilang, asalkan Anda bisa membayar kewajibab dengan tepat, aset bakal tetap aman. Nah, demi menyesuaikan dengan kebutuhan gadai tiap-tiap konsumen, gadai di Indonesia pun berkembang menjadi dua jenis.

Jenis yang pertama adalah Gadai Konvensional

Sesuai dengan namanya, gadai konvensional adalah jenis gadai yang pertama kali muncul di Indonesia dan banyak digunakan oleh masyarakat. Di mana dalam gadai konvensional, benda yang dijaminkan harus diserahkan oleh calon debitur untuk kemudian ditaksir harganya oleh pihak kreditur. Jika proses ini selesai, barulah dibuat kesepakatan mengenai besar tagihan, bunga hingga waktu pinjaman dana.

Jika debitur ingin memperoleh kembali benda berharga yang sudah dia jaminkan, maka harus melunasi seluruh dana pinjaman saat jatuh tempo. Dalam pelunasannya ini, termasuk di dalamnya adalah biaya-biaya tambahan seperti bunga gadai. Salah satu keuntungan gadai jenis ini adalah bisa ditemukan secara mudah baik kota-kota besar maupun pelosok, salah satunya adalah Pegadaian.

Jenis yang kedua adalah Gadai Syariah

Dari namanya Anda tentu tahu bahwa gadai syariah adalah jenis gadai yang sesuai dengan hukum-hukum Islami. Karena sesuatu aturan agama Islam itulah, gadai syariah tunduk pada pedoman hukum fiqih Islam kontemporer. Di mana dalam hukum itu, ada empat rukun gadai yakni sighat, orang yang melakukan akad, Al Marhun dan Al Marhubih.

Baca juga: Cara Kredit Shopee, Cicilan Belanja Online Tanpa Kartu Kredit

Berbeda dengan gadai konvensional yang menetapkan bunga, gadai syariah menghindarinya karena itu adalah bentuk riba. Sehingga dalam gadai syariah, uang yang dikembalikan debitur sesuai dengan jumlah uang yang sudah dipinjamkan oleh kreditur. Dengan begitu, Anda tak perlu membayar lagi berbagai biaya tambahan seperti bunga yang ada dalam gadai konvensional.

Barang-Barang yang Bisa Digadaikan Untuk Dapat Uang

barang gadai
© Vecteezy/Юлия Гапеенко

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dalam proses gadai ada sebuah benda yang dijaminkan. Tentu bukan benda biasa, karena itu haruslah aset berharga. Sebuah benda disebut aset berharga saat benda tersebut memiliki nilai jual beli, entah benda bergerak atau benda tidak bergerak. Supaya tidak salah memberikan jaminan, berikut beberapa barang yang bisa Anda pilih untuk digadaikan:

1. Emas

Sebagai logam mulia, emas memang memiliki nilai jual beli sehingga sangat cocok dijadikan alat gadai. Emas yang digadaikan pun bisa berupa emas batangan murni 24K yang sudah pasti punya harga taksiran tertinggi, maupun perhiasan emas dalam bentuk kalung, cincin atau gelang. Bahkan perhiasan mewah seperti berlian dengan sentuhan emas pun dapat digadaikan untuk memperoleh uang tunai.

2. Sertifikat Berkekuatan Hukum

Disebut sertifikat berkekuatan hukum karena memang punya nilai jual beli seperti sertifikat tanah hingga sertifikat rumah. Biasanya pihak kreditur melakukan taksiran atas sertifikat tersebut sesuai dengan nilai PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), maupun posisi aset. Dibandingkan barang yang bisa digadaikan lainnya, sertifikat tanah dan bangunan punya nilai paling tinggi.

3. Kendaraan Bermotor

Berbeda jika Anda mengajukan kredit ke bank dan meminta jaminan BPKB kendaraan bermotor, menggadaikan kendaraan bermotor biasanya membuat mobil atau sepeda motor tersebut ’disita’ oleh pihak gadai. Supaya nilai taksiran jadi makin efektif, calon debitur biasanya diminta untuk menyiapkan dokumen pendukung seperti STNK hingga faktur pembelian kendaraan bermotor.

4. Barang Elektronik

Merupakan aset gadai masa kini, barang elektronik ternyata juga diterima sejumlah instansi gadai asalkan memang benar-benar berharga dan masih layak pakai. Beberapa barang elektronik yang laku digadaikan seperti TV, smartphone, kulkas, laptop, komputer hingga kamera. Tentunya Anda wajib menyertakan bukti pembelian dan kondisi barang elektronik haruslah masih bernilai jual beli tinggi.

Baca juga: Cara Menggunakan Aplikasi m-BCA Untuk Transaksi

7 Keuntungan Gadai yang Layak Dipertimbangkan

Jika sudah tahu kekuatan hukum, jenis hingga barang-barang yang bisa digadaikan, maka hal berikutnya yang wajib diketahui adalah soal keuntungan gadai itu sendiri. Beberapa orang masih menilai kalau gadai sangatlah ribet dan memperoleh uang tunai tidak sebanyak pengajuan kredit, apakah benar seperti itu? Tentu saja tidak! Anda bisa ,emperoleh uang sesuai kebutuhan, lewat taksiran yang tepat.

Daripada banyak khawatir, berikut beberapa keuntungan gadai yang layak dipertimbangkan:

1. Cicilan Lebih Ringan

gadai cicilan ringan
© iStock Photo/Ojogabonitoo

Inilah keuntungan gadai yang membuat cara memperoleh uang tunai satu ini lebih baik daripada pengajuan kredit perbankan, hingga pinjol sekalipun. Jika kredit resmi perbankan atau pinjol, Anda harus tunduk pada besar tagihan yang jadi kewajiban bulanan. Namun dalam gadai, Anda bahkan bisa menentukan besar cicilan sesuai dengan kemampuan.

Tentu penyesuaian besar cicilan ini dilakukan dengan prosedur yang tepat, serta Anda harus menghubungi pihak kreditur langsung. Biasanya ketika besar cicilan gadai ini berubah, akan disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan.

2. Barang Tidak Berpindah Kepemilikan

Bisa dibilang ini merupakan keuntungan gadai yang membuatnya lebih unggul daripada jual barang sekalipun. Anggap saja Anda butuh uang Rp10 juta dalam waktu cepat dan cuma punya aset sepeda motor. Namun Anda tak ingin sepeda motor itu dijual dan berpindah kepemilikan, maka gadai bisa jadi pilihan tepat. Lewat gadai, sepeda motor hanya akan disimpan oleh kreditur sebagai jaminan saja.

3. Jatuh Tempo Bisa Diperpanjang

Berkaitan dengan keuntungan gadai yang pertama, Anda berpeluang memperpanjang masa jatuh tempo. Misalkan saja Anda menggadaikan perhiasan emas dan harus dilunasi dalam waktu 10 bulan. Mendadak karena beberapa kali menunggak, Anda masih belum bisa melunasi Tenang saja, Anda bisa mengajukan perpanjangan jatuh tempo ke kreditur asalkan membayar bunga pokok.

4. Pemanfaatan Benda Sehari-Hari

Seperti yang sudah diulas sebelumnya, ada banyak sekali benda yang bisa digadaikan. Artinya, Anda tak perlu harus memiliki rumah terlebih dulu untuk memperoleh dana tunai. Lewat laptop hingga smartphone yang digunakan sehari-hari saja, Anda dapat memperoleh dana tunai setelah menggadaikannya. Tentu makin bagus kondisi barang, makin besar nilai taksiran dan dana pinjamannya.

Baca juga: Pengertian Cryptocurrency: Apa Manfaat, Jenis, Return, Risiko, Cara Beli

5. Lebih Cepat Dapat Uang Tunai

gadai cepat dapat uang
© fiverr/saparito

Tak banyak yang menyadari kalau keuntungan gadai berikutnya adalah proses yang lebih cepat dalam memperoleh uang tunai. Bandingkan dengan pengajuan kredit perbankan, biasanya proses survei saja  butuh minimal satu minggu dan berbagai dokumen pendukung lain. Namun dalam gadai, Anda tinggal bawa barang yang dijaminkan, ditaksir, lalu memperoleh uang tunai begitu saja.

6. Siapapun Bisa Gadai

Jika mengajukan kredit ke perbankan, biasanya dokumen yang dibutuhkan sangatlah banyak. Setidaknya Anda harus punya slip gaji sebagai bukti memperoleh penghasilan. Namun dalam kegiatan gadai, itu semua tidak diperlukan. Anda yang pengangguran asalkan memiliki barang berharga dengan nilai jual beli, maka bisa melakukan gadai.

Namun pastikan terlebih dulu kalau Anda memang benar-benar mampu membayar tagihan alias cicilan gadai sesuai aturan. Dengan begitu, Anda tak perlu cemas saat aset yang dimiliki terpaksa dilelang karena ketidak mampuan Anda sebagai debitur.

7. Umat Islam tak Perlu Cemas

Dan inilah keuntungai gadai terakhir yang tentu bisa membuat umat Islam lebih tenang. Status Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, membuat gadai syariah sebagai salah satu pilihan memperoleh uang tunai dengan cepat. Seperti ulasan di atas, gadai syariah menjalankan bisnisnya sesuai aturan Islam sehingga Anda tak perlu cemas terjerat riba.

Karena bagaimanapun juga bagi umat Islam, riba adalah salah satu kegiatan yang dilarang dan wajib dihindari. Sedangkan lewat gadai syariah, tak akan ada perhitungan bunga yang membuat Anda tentunya lebih tenang dan terhindar dosa. Tak heran kalau lewat berbagai keuntungan gadai yang ditawarkan, kegiatan memperoleh uang tunai satu ini begitu diminati masyarakat.

Tinggalkan komentar