Keuntungan Investasi Properti Bagi Pemula, Jenis dan Tipsnya

Siapapun pasti ingin punya passive income yang bisa meringankan kita dari lelahnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Nah investasi properti (real asset) adalah salah satu cara untuk bisa menghasilkan passive income baik melalui hasil sewa, ataupun capital gain dengan penjualan kembali. Dengan begitu disisi lain jika suatu saat bisnis Anda sedang tidak baik-baik saja, properti juga bisa menjadi “asuransi” untuk menyelamatkan kehidupan Anda.

Bagi Anda yang masih pemula mungkin bertanya-tanya, bagaimana sih cara memulai investasi properti? Apa properti pertama yang sebaiknya di beli? Rumah, tanah, ruko, apartemen?

Tapi tunggu dulu, sebelum memulainya ada baiknya kita tahu seluk beluk properti lebih dalam. Sebab sebuah investasi pasti mengandung resiko, begitupun properti. Maka dari itu selain keuntungannya, Anda juga perlu paham beberapa asumsi penting terkait properti agar bisa memproyeksikan dan mengantisipasi resiko yang ada. Sehingga tentunya bisa memilih dan mengelola properti pertama dengan tepat.

Keuntungan Investasi Properti, Jenis-jenis dan Kekurangannya

Sekarang kita masuk pada pembahasan lebih spesifik mengenai investasi properti. Biasanya investor pemula memiliki pertanyaan : “Apa ya properti pertama yang sebaiknya di beli?”

Karena memang ada beberapa jenis properti yang bisa Anda pilih speerti rumah, tanah, apartemen dan juga ruko. Tapi sebelum menjawab pertanyaan itu, kita perlu tahu dulu bagaimana seluk beluk dari masing-masing instrumen investasi properti tersebut. Benarkah investasi properti itu selalu bisa menjadi “asuransi”? Benarkah investasi investasi itu cenderung lebih likuid? Benarkah harganya lebih stabil?

Berikut adalah keuntungan, resiko serta hal apa saja yang penting di perhatikan yang wajib Anda tahu sebelum terjun dalam investasi properti!

1. Rumah

Rumah merupakan kebutuhan primer manusia, setiap orang pasti membutuhkan rumah untuk tempat berlindung. Apalagi jika sudah berkeluarga dan memiliki anak, biasanya rumah akan menjadi kebutuhan yang di prioritaskan. Sehingga rumah pasti selalu di butuhkan, bisa menghasilkan income dari sewa dan capital gain dengan potensi penjualan yang tinggi.

Jika tujuan Anda dalam membeli rumah adalah untuk berinvestasi, maka carilah rumah yang memiliki harga dibawah pasar. Misalnya saja dengan memilih rumah yang memang sudah tidak di huni dan cenderung terbengkalai namun berada di lokasi strategis.

Harga rumah tersebut biasanya lebih murah di bandingkan dengan rumah-rumah yang sudah di renovasi dan sudah siap huni. Namun karena tujuan kita adalah investasi, maka kita bisa melakukan renovasi yang pada rumah yang letaknya strategis tersebut sehingga nantinya memiliki nilai jual/sewa yang lebih tinggi.

Hal lain yang dapat menjadi faktor penjualan rumah di bawah harga pasar adalah karena pemiliknya akan pindah atau karena pemiliknya sedang dalam kondisi membutuhkan uang cash. Biasanya rumahnya pun masih dalam kondisi bagus.

Nah untuk menemukan aset-aset seperti itu memang tidak mudah. Kejelian kita dalam menggali informasi sangat dibutuhkan. Jadi jika kita hendak berinvestasi properti dalam bentuk rumah bisa memperhatikan ketiga faktor di atas : kondisi rumah kurang baik namun strategis, pemilik pindah rumah, atau pemilik sedang membutuhkan uang.

Resiko dan Kekurangan Investasi Rumah

Investasi rumah pun memiliki resikonya tersendiri yakni depresiasi nilai rumah jika rumah tidak terawat dengan baik. Misalnya ketika kita membeli rumah dan merenovasinya lalu hendak di jual lagi. Tapi kenyataanya di lapangan, rumah tersebut sepi peminat. Disisi lain kita juga harus melakukan maintanance agar rumah tetap terjaga kualitasnya.

Sehingga investasi rumah juga perlu memperhitungkan momentum dan likuiditasnya. Karena jika penjualannya tidak cepat, maka kita akan mengeluarkan biaya maintanance terus menerus dan akhirnya biaya semakin membengkak. Oleh karena itu lokasi yang strategis sangatlah penting.

Selain itu hal ini juga bisa terjadi jika kita bertemu dengan penyewa yang tidak bertanggung jawab. Dimana biaya renovasi kerusakan rumah yang disebabkan oleh penyewa tersebut malah justru lebih besar dibandingkan biasa sewanya. Ini juga bisa membuat kita rugi, tapi bisa di siati dengan adanya ketentuan deposit awal yang harus di bayar penyewa kepada pemilik properti sebagai jaminan.

2. Tanah

Jenis investasi properti selanjutnya adalah tanah. Berinvestasi dalam bentuk tanah memiliki beberapa kelebihan di bandingkan dengan investasi lainnya. Pertama tentang capital gain yang tinggi di masa depan dan yang kedua perawatan yang lebih simple (tidak serumit rumah).

Misalnya kita memiliki sejumlah dana lalu membeli tanah yang letaknya strategis, secara legalitas pun jelas dan aman. Kemudian menyimpannya dalam jangka waktu tertentu maka besar kemungkinan akan memperoleh capital gain yang cukup tinggi. Bagaimana cara kita melihat nilai suatu tanah?

Caranya dengan melihat NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari PBB. Dengan mengetahui NJOP-nya kita tahu apakah harga tanah yang ditawarkan masih wajar atau tidak.

Lalu soal perawatannya, tanah akan jauh lebih murah dan mudah. Misalnya hanya butuh menyewa penjaga, atau di tanami tumbuh-tumbuhan (sayur, buah) atau di sewakan sebagai lapak jika ingin tanahnya juga menghasilkan untuk menutupi biaya perawatan.

Resiko dan Kekurangan Investasi Tanah

Salah satu hal yang wajib di perhatikan saat membeli tanah adalah soal legalitas. Karena kasus tanah yang bermasalah seringkali terjadi. Dalam hal ini yang perlu kita pertanyakan adalah apakah status dan legalitas dari tanah tersebut jelas dan aman?

Jika legalitasnya belum jelas, sebaiknya tahan dulu atau justru hindari untuk membeli tanah tersebut. Karena jika tanahnya ternyata masih dalam status sengketa misalnya, tentu akan merugikan kita sebagai investor. Untuk itu Anda bisa memeriksa legalitas tanah yang hendak Anda beli dengan bantuan notaris atau BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Selanjutnya tentang investasi tanah adalah pembayaran pajak setiap tahunnya. Jika Anda memiliki tanah, maka Anda juga tentu harus membayar PBB. Namun Anda bisa menutupi biaya ini dan juga perawatannya dengan pemasukan yang berasal dari pengelolaan tanah seperti yang sudah di bahas sebelumnya.

3. Apartemen

Saat ini banyak sekali apartemen yang berada ditengah kota. Apartemen ini memang cenderung di tujukan untuk mengakomodasi gaya hidup modern. Kelebihan apartemen yang paling menonjol adalah soal harganya yang jauh lebih murah dari pada rumah tapak dan letaknya sangat strategis. Inilah yang memang di cari oleh orang-orang untuk menunjang gaya hidupnya.

Sehingga jika tertarik berinvestasi pada apartemen, carilah apartemen yang letaknya strategis dan terintegrasi dengan fasilitas di pusat keramaian (bisnis, transportasi dll).

Selain itu apartemen juga bisa mendatangkan income dari sewa yang lumayan. Saat ini sudah banyak platform online yang bisa memasarkan apartemen kepada orang-orang yang hendak menyewa. Sehingga Anda tidak perlu repot memikirkan bagaimana cara memasarkannya.

Resiko dan Kekurangan Investasi Apartemen

Salah satu kekurangan yang perlu di pertimbangkan ketika berinvestasi apartemen adalah jika apartemen kosong (tidak ada penyewa) dan akhirnya di diamkan saja. Kita tidak bisa berharap dari keuntungan capital gainnya karena biaya perawatannya jauh lebih mahal. Harus tetap membayar biaya listrik, air, belum lagi biaya IPL (untuk gaji karyawan, keamanan, asuransi, kebersihan).

Selain itu, biasanya apartemen kosongan lebih sulit di sewakan di banding yang sudah full furnish. Hal ini mengingat biasanya target pasar dari penyewa apartemen biasanya menginginkan yang instan dan mudah. Oleh karena itu kita harus keluar modal untuk furnish jika ingin menyewakannya.

4. Ruko

Ruko (Rumah dan Toko) biasanya sangat diminati oleh para pebisnis karena sangat efisien. Para pebisnis bisa tinggal di ruko sekaligus mengurus bisnisnya dalam satu tempat yang sama. Soal prospektus, ruko termasuk jenis investasi properti yang memiliki nilai capital gain dan sewa yang tinggi serta lebih likuid (jika membeli di harga wajar). Tapi memang biasanya harga ruko sangat mahal sekali.

Jika Anda berminat membeli ruko, di sarankan untuk mencari lokasi-lokasi ruko yang strategis dan cukup prestige. Ini adalah salah satu kunci penting dalam berinvestasi ruko.

Selain itu jangan lupa untuk memeriksa kelengkapan surat dan legalitasnya (termasuk kesesuaian IMB/ Izin Mendirikan Bangunan). Jangan sampai setelah membeli ruko ada masalah dengan IMB, misalnya IMB nya hanya satu lantai, atau malah belum terbit.

Resiko dan Kekurangan Investasi Ruko

Jika kita membeli ruko di pasar sekunder (sudah jadi) biasanya harga ruko sangat mahal dan tidak terjangkau. Selain itu ada juga resiko tentang likuiditasnya. Misalnya karena kita sudah terlanjur membeli ruko di harga yang mahal maka potensi tidak likuidnya juga tinggi karena harga belinya saja sudah di atas rata-rata.

Tips Memulai Investasi Properti

Properti bisa jadi jalan untuk meningkatkan kondisi keuangan kita secara jangka panjang. Sebagai pemula, wajar jika bingung apa yang sebaiknya di lakukan terlebih dahulu untuk memulai investasi ini. Apa saja yang harus di lakukan agar investasi properti kita bisa menguntungan di masa depan?

Nah berikut ini adalah beberapa tips untuk memulai investasi properti yang bisa di pertimbangkan para pemula!

1. Sebaiknya Tidak Membeli Properti Pertama Untuk Tempat Tinggal

Tips pertama ini berbicara mengenai tujuan investasi properti pertama. Bagi para pemula, di sarankan agar tidak membeli properti pertama untuk tempat tinggal. Mengapa? Bukankah tempat tinggal itu kebutuhan mendasar?

Ya betul, tapi khususnya untuk di masa awal tempat tinggal bisa di adakan dengan berbagai cara (tidak harus di miliki). Bisa dengan ngekost atau pun tinggal bersama orang tua jika masih memungkinkan. Kita perlu kembali lagi kepada identitas aset. Karena terkadang labelnya saja aset, tapi ternyata itu adalah beban.

Biasanya kita punya kebutuhan dan keinginan dalam membeli properti, katakanlah bentuk propertinya rumah. Umumnya, ketika membeli properti pertama kita yang berprofesi sebagai karyawan belum bisa langsung mewujudkan tempat tinggal yang di inginkan. Kita inginnya rumah dekat dengan kantor, nyaman, luas dan lingkungannya aman. Adapun yang sesuai dengan keinginan dan harganya realistis di beli tapi jaraknya jauh dengan kantor.

Misalnya Anda punya gaji sebesra Rp 5 juta/ bulan. Lalu 40% nya yakni Rp 2 juta di gunakan untuk mencicil properti pertama. Hanya saja ada perbedaan tujuan dan strateginya berbeda, Coba hitung kembali mana yang lebih baik dari skenario berikut :

  • Tinggal di kost dekat kantor dengan sewa Rp 800 ribu/ bulan dan mencicil Rp 1,2 juta untuk properti lalu properti kembali di sewakan. Setelah itu uang sewanya digunakan menambah cicilan agar lebih cepat lunas, kemudian mengambil langkah lain untuk membeli aset selanjutnya. Ataukah,
  • Memaksakan langsung tinggal di properti pertama, dengan membayar cicilan Rp 2 juta mengeluarkan tenaga, waktu dan pastinya biaya yang lebih tinggi.

Terkadang, kita merasa enggan untuk membayar dalam bentuk biaya. “Sudah membayar cicilan tapi tetap harus menyewa”. Kira-kira begitulah pemikiran yang umumnya di pikirkan banyak orang. Tapi cobalah ubah sudut pandang kita terhadap aset aset. Jangan-jangan aset tersebut akan lebih produktif jika tidak dijadikan sebagai aset yang digunakan untuk diri kita di masa-masa awal.

Nah jika pemula melakukan pola yang sama 2-3 kali, maka sangat memungkinkan active incomenya bisa tertutupi oleh passive income yang mengalir dari aset-aset yang sudah di milikinya. Dengan begitu Anda pun memiliki lebih banyak waktu luang yang lebih fleksibel untuk mengembangkan hal lainnya.

2. Bisa Mulai Dengan Investasi Tanah

Seperti yang Anda tahu bahwa ada beberapa jenis instrumen investasi yang bisa di pilih. Untuk pemula, nampaknya tanah merupakan jenis instrumen investasi properti yang cukup relevan. Mengapa?

Pada penjelasan sebelumnya di sebutkan bahwa investasi tanah memiliki beberapa kelebihan diantaranya harganya yang cenderung naik dan biaya maintanance yang kecil. Berbeda dengan bangunan. Namun yang membuat investasi tanah ini relevan untuk pemula adalah fleksibilitasnya.

Biasanya para pemula belum punya rencana yang jelas. Nah dengan memiliki tanah yang di biarkan saja, kita akan mendapat untung dari capital gain. Di samping itu kita bisa sambil memikirkan apa yang akan kita lakukan dengan tanah tersebut agar lebih menguntungkan.

Tidak perlu khawatir jika membeli tanah di tempat yang terpencil misalnya di ring 3 dengan budget yang murah. Karena penduduk itu bertambah sehingga wilayah akan berkembang. Sehingga entah di beli ganti untung untuk suatu proyek (tol misalnya) atau orang-orang yang menabung tanah akhirnya bisa membuat perumahan.

3. Jangan Dulu Berharap Passive Income, Fokuslah Mengembangkan Properti

Sebenarnya poin terakhir ini masih berhubungan dengan poin yang pertama. Pada saat memiliki properti pertama, lebih baik tidak mengharapkan passive income terlebih dahulu. Fokuslah untuk mengembangkan jumlah dan produktifitas properti yang di miliki.

Misalnya Anda sudah bisa mendapatkan income sewa dari properti pertama. Jangan berhenti sampai disitu. Fikirkan bagaimana langkah selanjutnya untuk memiliki properti lainnya dengan menggunakan income dari properti pertama Anda. Lalu ulangi pola yang sama. Jika semakin banyak dan produktif properti yang Anda miliki maka impian untuk mendapatkan pasif income akan semakin nyata.

Cara Menabung Untuk Investasi Properti Pertama

Tips memulai investasi properti di atas bisa di praktikan jika Anda sudah punya modal untuk memulai investasi. Namun bagaimana jika Anda belum punya modal? Apakah milenial dan gen Z bisa punya investasi properti?

Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus berusaha dan juga mencari jalan yang tepat. Pada pembahasan sebelumnya kita tahu bahwa tanah adalah jenis investasi yang cukup relevan bagi pemula. Namun jika Anda lebih memilih investasi yang lainnya maka itu pilihan Anda.

Baiklah, yuk simak cara menabung untuk investasi properti pertama!

1. Lakukan Riset Properti

Walaupun tidak akan membeli properti saat ini, namun riset sangatlah di butuhkan. Karena dengan meriset, kita jadi tahu berapa kemungkinan jumlah dana yang harus kita kumpulkan. Riset ini tidak hanya tentang harga tapi juga lokasi, detail properti (misalnya tanah/ rumah/ ruko/ apartemen) hingga sertifikatnya.

Jangan lupa sadari tujuan Anda membeli properti pertama ini dan masukan dalam pertimbangan standart properti yang ingin dibeli. Pada pembahasan sebelumnya, di sarankan agar tujuan pertama dalam membeli properti pertama adalah bukan untuk tempat tinggal. Apalagi bagi Anda para milenial yang masih single dan belum berkeluarga, hal ini sangat memungkinkan. Jadi carilah yang masih realistis Anda beli bukan yang ingin Anda beli namun nyatanya belums sesuai kemampuan.

2. Cari Tahu Berapa Total yang Harus di Kumpulkan dan Buat Target

Selain harga properti incaran Anda, Anda juga perlu memahami biaya-biaya yang diperlukan saat membeli properti pertama. Jadi selain kisaran harga pokok, hitung pula dengan biaya-biaya lainnya seperti notaris, cek sertifikat, biaya broker dll.

Jika sudah di perhitungkan, totalkan semuanya. Setelah itu tentukan jangka waktu menabungnya dengan beberapa skenario. Skenario pertama mulai dari perhitungan gaji Anda saat ini. Coba hitung cicilan menabung untuk membeli properti pertama tidak boleh lebih dari 30% dari pemasukan Anda. Kira-kira berapa lama Anda bisa menabung untuk mengumpulkan total dana yang dibutuhkan untuk membeli properti pertama?

Skenario kedua, buatlah berdasarkan tenor yang Anda harapkan namun masih realistis. Tenor ini mungkin lebih cepat dan memerlukan usaha tambahan untuk bisa menambah income Anda. Inilah yang dimaksud dengan realistis, apakah masih mungkin Anda mengusahankan untuk mendapatkan tambahan untuk memperpendek wkatu menabung? Pikirkan juga dari mana sumber-sumbernya.

3. Pikirkan Metode Cicilan Atau Cash

Umumnya ada 2 pilihan dalam membeli properti cash (cash keras/ cash bertahap) ataukah dengan cara kredit (bisa menggunakan KPR atau pinjaman uang ke Bank). Jadi poin 2 yang membahas tetang menghitung total yang perlu di kumpulkan dan juga tenornya belum berbicara tentang metode pembayarannya.

Jika Anda memilih metode kredit, artinya Anda cukup menyiapkan uang untuk DP-nya saja. Namun jika Anda memilih membeli properti pertama secara cash, maka total dana yang perlu di siapkan adalah keseluruhannya. Tentang metode membeli properti secara cash atau cicilan sudah di bahas di artikel terpisah yang bisa Anda baca setelah ini.

Dalam memilih metode pembayaran properti pertama, setiap orang memiliki konteks khususnya masing-masing. Jika memungkinkan, disarankan untuk membeli secara cash. Mengingat harga dan berbagai keuntungan yang bisa di dapatkan jika menggunakan metode cash. Jadi, manakah yang paling realistis bagi Anda? Coba pikirkan baik-baik.

4. Menyisihkan Sebagian Dari Pendapatan Untuk 1 Properti

Apakah Anda adalah generasi milenial atau gen Z yang ingin berinvestasi di aset properti, dan belum punya dana untuk membeli properti pertama? Itu tidak masalah. Mulailah dari berapapun yang bisa Anda sisihkan dari income saat ini. Karena memiliki aset properti bukanlah soal berapa income yang kita miliki.

Banyak orang-orang yang punya income besar dan sudah bertahun-tahun bekerja namun tidak memiliki aset apapun. Uangnya habis untuk gaya hidup saja. Jadi jika income Anda sekarang masih kecil, tidak apa-apa, yang penting niat Anda jangan kecil. Fokuslah untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk 1 properti dulu.

5. Perbesar Income Dari Berbagai Sumber

Jika niat Anda sangat kuat untuk membeli properti pertama dan membebaskan pikiran dari pesimisme, maka hal ini akan mengarahkan bagaimana perilaku Anda. Anda akan mencari cara untuk bisa membeli atau mempercepat pelunasan properti pertama. Salah satunya dengan mencoba membuka sumber-sumber penghasilan lain.

Orang-orang sukses yang memulai usahanya dari nol, biasanya memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Mereka mengerahkan waktu dan energi untuk investasi di masa depan. Misalnya Anda memiliki kemampuan design, Anda bisa membuka jasa freelance design selepas jam kerja misalnya. Atau bisa juga dengan membuka opportunity lainnya.

6. Tempatkan Dana di Instrumen Keuangan yang Tepat dan Aman

Ketika kita berbicara tentang pengumpulan dana untuk membeli properti pertama, mau tidak mau kita juga akan berbicara kira-kira dimana tempat kita mengumpulkannya. Saat ini, terlalu beresiko dan juga tidak efisien jika mengumpulkan uang puluhan bahkan ratusan juga di rumah/ tempat tinggal kita. Oleh karena itu, pilihlah instrumen keuangan yang tepat dan aman.

Saat ini ada banyak instrumen keuangan yang dipilih. Jika Anda tipe orang yang sulit menabung, Anda bisa menggunakan fitur autodebet yang dimiliki oleh Bank pilihan Anda. Namun perhatikan juga tenor atau target menabung Anda yang sudah di buat sebelumnya.

Misalnya Anda memperhitungkan untuk membeli properti pertama dalam 10 tahun kedepan, maka Anda bisa menggunakan instrumen saham yang returnnya lebih tinggi di jangka panjang. Namun jika rencana Anda sekitar 3-5 tahunan saja, maka Anda bisa memilih jenis instrumen keuangan yang lebih rendah resiko walaupun returnnya lebih rendah. Misalnya seperti reksadana pasar uang, campuran atau obligasi.

Hal yang tidak boleh di lupakan saat memilih instrumen keuangan, pelajari terlebih dahulu bagaimana cara kerjanya ya. Jangan asal menaruh uang di suatu instrumen investasi karena katanya bisa memberikan retun yang tinggi.

7. Konsisten dan Sabar

Kunci dari kesuksesan menabung untuk membeli properti pertama adalah konsistensi dan kesabaran. Jadi walaupun Anda punya income yang besar namun tidak konsisten dalam prosesnya, maka tujuan untuk memiliki aset properti pertama tidak akan pernah terlaksana. Jika Anda masih tergoda dengan diskonan, manajemen keuangan pribadi yang acak-acakan, maka impian membeli properti pertama akan semakin sulit.

Platform Online Investasi Properti

Selain berinvestasi properti dengan menjadi pemiliknya secara langsung, di era digital ini ada pula platform-platform online yang menawarkan investasi di aset properti yang sudah berizin OJK. Platform ini juga di sebut sebagai Equity Crowdfunding karena menjadi penghubung antara investor dengan pemilik proyek bisnis dan properti yang membutuhkan dana dengan konsep urunan.

Uniknya, dengan modal mulai dari Rp 1 juta-an saja sudah bisa ikut dalam investasi ini. Mau tahu apa saja nama platformnya? Ini dia!

Crowdana

Crowdana adalah salah satu platform yang memfasilitasi investasi di aset properti dengan konsep gotong royong. Jadi cara kerjanya, Crowdana inilah yang menghubungkan investor dan pemilik usaha properti. Jadi kita bisa berinvestasi ke proyek-proyek bisnis yang ditawarkan dengan memiliki aset berbentuk saham. Nilai keuntungan bisa kita dapat dari dividen yield & capital gain sekitar 15% – 25% per tahun*

Melalui Crowdana, Anda bisa berinvestasi properti dengan modal Rp 1 jutaan. Bagi Anda yang masih ragu dan ingin mencari tahu lebih banyak tentang investasi ini, Crowdana juga memiliki fasilitas forum diskusi dan komunitas di telegram dan nomor whatsapp. Soal keamanan Anda tidak perlu khawatir, karena Crowdana sudah mendapat izin dan di awasi OJK.

LandX

Platform equity crowdfunding selanjutnya adalah LandX yang di dirikan oleh PT Numex Teknologi Indonesia. Penggalangan dana tidak dilakukan melalui pinjaman (debt-based) tetapi dengan penawaran saham (equity-based). Sehingga tidak membebani arus kas dan perusahaan tidak perlu membayar bunga dan pokok pinjaman.

Saat ini LandX sudah memiliki sekitar 43.911 investor yang bergabung menyalurkan dananya. LandX menyalurkan modal dana untuk pengembangan bisnis bagi pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan usaha rintisan (startup). Minimum investasi di LandX juga bisa di mulai dengan Rp 1 juta-an. Saat ini aplikasi LandX sudah tersedia untuk pengguna android maupun iOS. Tertarik berinventasi di LandX?

Provesty

Provesty adalah platform fintech di bidang investasi properti milik PT. Provesty Global Nusantara. Jika LandX juga mengakomodasi pemilik proyek bisnis selain properti, namun di Provesty hanya fokus pada Investasi jangka pendek Flipping properti saja. Flipping ini merujuk pada pembelian, renovasi, dan juga penjualan.

Ada dua skema investasi di Provesty yakni skema pinjaman dan skema bagi hasil (profit sharing). Apa itu?

Skema fix margin ini terbagi menjadi skema jual beli (Murabahah) atau sewa (Ijarah). Jika skemanya jual beli, dengan menggunakan skema crowdfunding nantinya Anda sebagai investor membeli propertinya dulu dimana kepemilikan akan dikuasakan lewat badan hukum Provesty.

Untuk skema sewa, unitnya disewakan kepada flipper. Setelah itu, ketika rumah terjual keseluruhan pokok akan dibayarkan beserta marginnya. Skema fix margin ini umumnya memiliki jangka waktu 6 sampai dengan 1 tahun.

Sementara skema bagi hasil yaitu investor dan Flipper nantinya mengumpulkan dana untuk membeli suatu properti kemudian merenovasinya dan menjualnya kembali. Jika sudah terjual maka maka keuntungan yang didapat akan dibagi sesuai persetujuan yang sudah disepakati oleh investor dan Flipper.

Saat ini Provesty sudah memiliki 5686 investor yang terdaftar. Provesty juga sudah memiliki aplikasi yang bisa di unduh di hp android maupun iOS.

InvesProperti

Terakhir, ada platform digital bernama InvesProperti. Dari namanya saja Anda pasti sudah tahu bahwa platform ini bergerak di bidang investasi properti. Tapi uniknya InvesProperti memperkenalkan diri sebagai crowdfunding syariah di Indonesia.

InvesProperti di dirikan oleh PT. Berkah Inovasi Nusantara 2021 yang kantornya berada di Working Space Menara Bandung Digital Valley Lantai 4, Jalan Gegerkalong Hilir No.47 Kota Bandung. Walaupun tergolong baru, namun fintech yang satu ini sudah berizin OJK dan sudah memiliki 856 investor yang terdaftar. Untuk berinvestasi di InvesProperti Anda, Anda bisa mendaftarkan akun melalui website resminya dan mulai dengan modal Rp jutaan.

Baca yuk, 10 Jenis Investasi Terbaik Bagi Anak Muda

Kesimpulan

Properti dapat menjadi instrumen investasi dan suatu saat juga bisa menjadi semacam “asuransi” ketika bisnis kita sedang tidak bagus ataupun saat kita berada dalam kondisi keuangan yang kurang baik. Di sisi lain kita juga perlu memperhatikan keuntungan dan resiko masing-masing jenis properti, yang ternyata investasi tanah menurut banyak pebisnis properti cukup relevan untuk pemula. Namun keputusan tetap berada di tangan Anda..

Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah mulai tahu jenis properti pertama yang ingin di miliki ataukah ingin mencoba berinvestasi melalui crowdfunding?

Apapun pilihan Anda, ingatlah bahwa investasi selalui memiliki resikonya tersendiri. Sehingga telitilah terlebih dahulu aset yang Anda minati. Pastikan juga transaksi berjalan dengan aman. Semoga impian Anda mendapatkan passive income lewat investasi properti segera tercapai dari manapun Anda memulai langkah pertama.

Yulinda Nurlisdiana: Hai, saya Yulinda Nurlisdiana, penulis di folderbisnis