10 Kiat Ampuh Bisnis Tidak Ambruk dan Tetap Cuan Saat Corona

Hingga Minggu (5/4) siang, pandemi Covid-19 sudah menjangkiti lebih dari 1,2 juta manusia di 181 negara sejak awal 2020 ini. Dengan total kematian di seluruh dunia menyentuh 64.753 orang, tentu Covid-19 bukanlah penyakit yang bisa diremehkan lagi. Berbagai negara kini pun saling berlomba dengan waktu demi menghentikan laju penyakit yang berasal dari Wuhan, China itu.

Negara-negara di benua Eropa seperti Italia, Spanyol, Prancis dan Inggris kini memimpin jumlah kematian akibat Covid-19 yang membuat pemimpin mereka mulai mengajukan kebijakan lockdown. Lewat lockdown, terjadi pelarangan arus keluar dan masuk sebuah negara demi memutuskan rantai penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 itu.

Berbeda dengan beberapa negara yang mengambil langkah tegas lewat lockdown, Presiden Jokowi memilih opsi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mengatasi situasi darurat di Indonesia. Sekadar informasi, hingga Sabtu (4/4) sore kemarin sudah ada 2.092 kasus positif Covid-19 di Indonesia dengan 191 di antaranya meninggal dunia dan 150 orang sembuh.

Baca juga: Stay at Home Diperpanjang, 10 Hobi Ini Bisa Dijadikan Penghasilan

Dengan adanya PSBB, aktivitas masyarakat Indonesia pun benar-benar terbatas dan banyak dilakukan di dalam rumah. Kondisi ini jelas langsung memberikan pengaruh ke perekonomian karena banyak pusat-pusat perbelanjaan dan pusat keramaian terpaksa tutup, lantaran tidak boleh ada penumpukan massa. Tak heran kalau pandemi Covid-19 benar-benar memukul dunia usaha Tanah Air, di mana banyak pebisnis mengaku merugi.

Hampir seluruh sektor bisnis merasakan krisis ekonomi karena pandemi Covid-19. Belum lagi terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS semakin memperburuk kondisi. Banyak pemilik usaha terpaksa harus merumahkan karyawannya dan menderita kerugian lantaran proses produksi berhenti, serta penjualan anjlok. Anda tentu tak ingin mengalami kondisi seperti itu bukan? Untuk itulah harus mengetahui kiat-kiat ampuh bertahan di tengah serbuan virus corona ini.

10 Kiat Ampuh Bisnis Tetap Cuan dan Bertahan dalam Pandemi Covid-19

1. Maksimalkan Teknologi Saat WFH

teknologi saat WFH
© Amazonaws

Salah satu upaya yang dianjurkan pemerintah Indonesia untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah Work From Home (WFH) alias kerja dari rumah. Tentunya bagi pebisnis, kondisi ini akan cukup sulit apalagi jika sektor usaha yang digeluti adalah produksi di pabrik. Namun jika bisnis Anda memungkinkan untuk melakukan skema WFH, maksimalkan penggunaan teknologi.

Gunakan seluruh saluran komunikasi mulai dari email, konferensi video, rapat online hingga group chat agar Anda tetap bisa memantau kinerja karyawan. Jangan lupa untuk memberikan akses karyawan ke teknologi yang diperlukan seperti kuota data internet, sehingga bisnis tetap berjalan. Jika perlu, gunakan perangkat lunak alias software manajemen proyek agar target bisnis tidak terpengaruh pandemi Covid-19.

Ingat, meskipun akhirnya kantor berjalan secara online, Anda tetap harus menetapkan jadwal secara disiplin sama seperti jam masuk dan pulang kantor. Dengan begitu karyawan tentu memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga Anda tidak akan merugi.

2. Ikuti Trend Pasar

tren pasar
© New York Times

Pandemi Covid-19 memang membuat permintaan pasar berubah. Jika tanpa adanya wabah corona, masyarakat Indonesia bakal belanja persiapan Ramadhan dan Idul Fitri, maka kehadiran Covid-19 mengubah segalanya. Sejak bulan Februari 2020 kemarin, kebutuhan akan produk-produk kesehatan seperti masker, hand-sanitizer, alkohol, vitamin C hingga disinfektan sangatlah tinggi. Sehingga membuat tren dan perkembangan pasar berubah.

Supaya bisnis tetap bisa berjalan, ada baiknya kalau Anda mengikuti perkembangan pasar. Cari tahu apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen dan lakukan penyesuaian terhadap bisnis. Misalkan saja jika Anda adalah pelaku bisnis fashion dan omzet menurun drastis saat pandemi, ada baiknya beralih memproduksi masker kain. Tunjukkan ciri khas bisnis melalui produk masker kain, tapi tetap menonjolkan faktor kesehatan sehingga bisnis tidak akan mati.

3. Lakukan Analisa Strategi

analisa strategi bisnis
© Pawoon

Bagi seorang pebisnis tulen, tentu pilihan #DiRumahAja bukanlah untuk bermalas-masalan. Jadikan momen WFH ini untuk melakukan sesuatu yang produktif seperti menganalisa strategi bisnis. Misalkan saja Anda menggeluti bisnis produksi sambal botolan dan mengeluarkan modal Rp20 juta untuk promosi empat bulan terakhir, perhatikan ada berapa besar peningkatan omzet yang terjadi.

Jika omzet tidak meningkat atau bahkan menurun, maka ada yang salah dengan cara promosinya. Untuk itulah di waktu WFH, coba ubah strategi bisnis menjadi lebih efektif. Pertimbangkan pula mengenai kondisi pandemi Covid-19, sehingga Anda bisa memperkirakan omzet yang bakal diperoleh pada pertengahan 2020 ini. Jika perlu, perbanyak baca buku soal bisnis sehingga Anda akan memiliki strategi baru.

Baca juga: 8 Tips Tetap Produktif Saat Work From Home Karena Corona

4. Perkuat Relasi

Sebagai seorang pebisnis, mitra alias relasi adalah pihak penting yang akan ikut mengembangkan bisnis. Ketika kondisi serba tidak memungkinkan seperti saat ini, Anda tidak boleh kehilangan semangat dan optimisme. Tetap bangun hubungan yang baik dan kuat dengan para mitra serta investor. Tetap berikan laporan perkembangan bisnis secara jujur dan informasikan strategi Anda yang baru.

Kalau memang omzet dan produksi menurun, sampaikan pula inovasi yang bakal Anda lakukan. Lewat hubungan yang semakin kuat, tentu para mitra dan investor akan tetap percaya pada bisnis yang Anda kelola. Dengan begitu proses produksi dan layanan jasa yang ditawarkan masih bisa dinikmati konsumen.

5. Perkuat Komitmen ke Pelanggan

Tidak bisa dipungkiri kalau serangan virus corona saat ini membuat banyak orang cemas. Tentu keselamatan diri dan keluarga adalah hal yang paling dipikirkan oleh setiap orang. Karena itulah Anda tidak bisa memaksakan konsumen untuk melakukan pembelian produk, di mana hal itu malah membuat mereka kehilangan minat. Agar tetap diperhatikan, tunjukan komitmen kepada pelanggan di tengah pandemi Covid-19.

Misalnya, tetap ingatkan agar seluruh konsumen menjaga kebersihan dan kesehatan diri mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakan makanan bergizi dan vitamin hingga menggunakan masker. Dengan komitmen agar seluruh konsumen senantiasa sehat dan tidak terjangkit virus corona, tentu bisnis Anda bakal memiliki nilai lebih.

Jika perlu, berikan informasi pula bahwa seluruh karyawan yang ada juga tetap memperhatikan kebersihan. Sehingga konsumen yang membeli produk, bisa merasa nyaman dan tenang. Bukan tak mungkin kalau akhirnya melalui tindakan ini, bisnis Anda bisa menarik perhatian calon konsumen baru.

6. Jalin Komunikasi dengan Konsumen

komunikasi media sosial
© Digiads

Ada yang bilang bahwa konsumen adalah raja. Memang benar adanya sehingga sebagai pelaku bisnis, Anda haruslah mencoba memahami mereka. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah tetap memberikan informasi kepada konsumen. Misalkan saja kalau sebelumnya jadwal layanan pelanggan mulai pukul 09.00-19.00, maka di saat pandemi Covid-19 ada perubahan jadi pukul 09.00-15.00 yang harus segera diinformasikan kepada konsumen.

Padahami kalau konsumen bukan hanya pihak yang membeli produk, tapi mereka juga berdampak penting pada kelangsungan bisnis. Tetap terima seluruh saran dan kritik dari konsumen, sebagai bukti kalau bisnis Anda tumbuh kembang bersama para pelanggan setia. Jika perlu, manfaatkan media sosial untuk bisa berkomunikasi langsung dengan konsumen.

Baca juga: 10 Tips Sukses Investasi Emas di Tengah Krisis Global

7. Gunakan Bahan Baku Lokal

Bukan hanya karena virus corona, krisis ekonomi yang melanda pelaku bisnis Tanah Air juga diperburuk dengan melemahnya nilai tukar Rupiah. Bagi pebisnis yang menggunakan bahan baku impor, kondisi ini jelas membuat bisnis makin limbung karena biaya produksi meningkat sementara pemasukan menurun karena daya beli masyarakat berkurang.

Agar tetap bertahan lantaran tidak mungkin juga menaikkan harga jual, ada baiknya Anda mempertimbangkan penggunaan bahan baku lokal. Contohnya kalau biasanya Anda menggunakan gula impor dari Thailand atau India, coba pertimbangkan menggunakan gula lokal produksi PTPN. Lantaran produk lokal, harganya jauh lebih murah sehingga produksi tetap bisa berlangsung tanpa membebankan biaya perusahaan.

8. Lakukan Inovasi Bisnis

inovasi bisnis
© ACT Consulting

Banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan dan bisnis mereka saat pandemi Covid-19 adalah bukti kalau krisis ekonomi memang di depan mata. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal itu Anda alami adalah melakukan inovasi bisnis. Apalagi jika Anda memiliki bisnis restoran sementara pemerintah melarang menerima konsumen makan di tempat, mau tak mau Anda harus memikirkan inovasi yang terbaik.

Tak perlu menggerutu atau menyalahkan kondisi, manfaatkan teknologi internet untuk tetap bisa berjualan. Bikin akun media sosial untuk restoran Anda dan daftarkan ke layanan pengantaran online. Informasikan kepada seluruh pelanggan setia bahwa restoran tetap buka sekalipun pandemi Covid-19, tapi pemesanan dilakukan secara online. Anda bisa menyediakan kurir sendiri atau bekerjasama dengan penyedia transportasi online, sehingga restoran tetap bisa berjalan dan omzet tidak berkurang.

9. Optimalkan Kinerja Pegawai

kinerja karyawan
© Liputan6

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, upaya terbaik untuk memutus rantai virus corona adalah dengan memberlakukan social dan physical distancing. Untuk Anda yang bisnisnya tidak memungkinkan WFH, cobalah mengatur lagi jadwal kerja para pegawai. Jika biasanya ada 10 karyawan dalam sembilan jam kerja, berlakukan jadwal shift karyawan misalkan shift pagi dengan lima karyawan dan shift sore dengan lima karyawan pula.

Atau mungkin juga dengan menerapkan proses produksi dengan lima karyawan per hari, di mana para pekerja akan memperoleh jadwal masuk beberapa kali dalam seminggu, alih-alih masuk terus selama enam hari. Tentunya penyesuaian jadwal ini akan berimbas pada penghasilan karyawan, tapi Anda tidak perlu memilih opsi merumahkan mereka tanpa gaji. Sehingga bisnis tetap bisa berjalan dengan optimal, kesehatan karyawan tetap terjaga, sekaligus Anda mengikuti aturan pemerintah.

10. Hemat Pengeluaran

hemat pengeluaran
© Koinworks

Nah, hal terakhir yang wajib dilakukan pebisnis supaya bisa bertahan dalam kondisi virus corona adalah dengan menghemat pengeluaran. Yap, jika biasanya pengeluaran sebulan mencapai Rp10 juta, coba breakdown lagi pos-pos pengeluaran supaya lebih efektif. Misalkan saja lakukan promosi yang lebih segmented, sehingga biayanya tidak sebesar sebelumnya.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp16 Ribu/Dolar, Ini 7 Strategi yang Harus Dilakukan UMKM

Karena memang tidak dipungkiri kalau pandemi Covid-19 benar-benar menurunkan daya beli masyarakat, sehingga kas perusahaan akan terimbas omzet menurun. Supaya kas itu tetap seimbang dan tidak jadi selisih, Anda harus mulai menghitung lagi soal pengeluaran dengan menghapuskan kebutuhan yang tidak bersifat darurat.

Nah, tidak terlalu sulit bukan sebetulnya untuk mempertahankan bisnis di tengah virus corona? Memang diperlukan semangat yang lebih kuat dan mental baja, lantaran ada banyak sekali pelaku bisnis yang tumbang. Percayalah, komitmen dan profesionalisme yang Anda tunjukkan, akan membuat bisnis tetap diperhitungkan oleh masyarakat. Bahkan sekalipun banyak orang memilih di rumah, mereka tetap akan membutuhkan bisnis Anda untuk menemani masa-masa PSBB.

Bagikan ;

SEKURITAS

INFO

  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex

5/5
  • 50% Bonus deposit

  • $ 50 Deposit Awal

  • Trading Forex, CFD

  • Komoditas dan indeks Saham

5/5