Inspiratif! Ini Deretan Kisah Bisnis yang Lahir Dari Dampak Pandemi

Pandemi memang menyisakan banyak masalah. Apalagi kini Indonesia mengalami resesi ekonomi seperti yang sudah di prediksikan sebelumnya. Kondisi ekonomi yang terpuruk selama berbulan-bulan membuat masyarakat terpukul seakan sulit mencari solusi, bagaimana tetap bisa menghidupi anak istri.

Hal tersebut memang wajar, tapi di tengah sulitnya ekonomi ternyata masih ada mereka-mereka yang bisa berhasil menghadapi pandemi dengan membangun bisnis yang sangat inspiratif.

Mereka tidak tenggelam dan berputus asa, namun tetap berusaha memutarbalikan situasi dengan kreatifitasnya. Bisnis yang di lakukan sebagai akibat dari pandemi juga unik dan menarik bahkan ada yang bermula dengan hampir tanpa modal atau modal yang sangat minim.

Sebenarnya banyak sekali yang kisah bisnis inspiratif, tapi kali ini kita akan membahas sebagian dari kisah mereka. Semoga bisa mendorong Anda menemukan celah bisnis di tengah pandemi ya!

1. Bisnis Bumbu Dapur Cak Blangkon

Bisnis Bumbu dapur Cak Blangkon

Berawal dari warung kuliner yang sudah ramai di dirikan selama 3 tahun, lalu tiba-tiba mengalami penurunan omzet dan terpaksa bubar karena covid 19, bisnis bumbu instant bermerek Cak Blangkon ini akhirnya di dirikan.

Bumbu basah instant seperti bumbu untuk membuat rawon, soto, atau nasi goreng sebenarnya bukanlah bisnis yang benar-benar baru. Bumbu instant biasanya bisa kita beli di super market bahkan di warung sayur rumahan.

Dengan modal awal Rp. 3,7 juta Pak Robi memutuskan untuk memberdayakan karyawan lama dan tetangganya yang terkena PHK untuk membuat 350 botol bumbu dapur instan Cak Blangkon.

Baru 1 minggu saja berdiri, 350 botol bumbu dapur ludes terjual dengan harga Rp. 18.000-Rp. 20.000/botol. Pak Robi mengaku sangat terpukul karena bisnis yang dirintisnya dari nol dan omzetnya mulai berkembang harus di tutup total. Namun kini Pak Robi dan karyawannya bisa survive dan mulai bangkit kembali di tengah pandemi.

Baca juga : Intip 8 Kunci Sukses Bill Gates Dalam Membangun Bisnis

Bagaimana, apakah Anda tertarik berbisnis bumbu dapur instant juga?

2. Dari Hobi Masak Jadilah Bisnis Kuliner Online

bisnis kuliner online dari hobi masak

Selanjutnya, ada bisnis inspiratif lain yang berasal dari seorang freelancer. Saat PSBB beberapa bulan lalu, akses terhadap pekerjaan bagi Ibu Cassandra menjadi semakin kecil.

Ia terpaksa harus tetap berada di dalam rumah sementara simpanan untuk operasional sehari-hari semakin menipis. Apalagi untuk para freelancer, penghasilan sangat tergantung dari proyek-proyek yang bisa di kerjakan. Jika proyek sepi, artinya sepi juga penghasilannya.

Untuk bisa bertahan akhirnya ia melahirkan bisnis kuliner online. Hal ini karena memasak adalah hobinya. Sebelum pandemi, ia sering mengirimkan hasil masakannya pada teman-teman atau klien, dan mereka memuji bahkan ingin membeli masakan Bu Cassandra.

Ketika pandemi, ia terpaksa diam di rumah dan menjadi lebih sering memasak. Nah dari sinilah ide bisnisnya bermula.

Sekarang, Bu Cassandra membuat 4 produk yang di jual secara online. Mulai dari chiken cheesy, cookies, banofi, dan kopi jeli. Menu-menu ini di pilih karena termasuk produk yang paling mudah di buat.

Untuk masalah bahan-bahan, karena kurang pengalaman bisnis di bilang kuliner ini awalnya ia membeli ke supermarket. Namun kini sudah memiliki supplier yang sebagian besar online dengan harga yang lebih murah.

Baca juga : Inspiratif! 6 Perempuan Indonesia ini Jadi Miliarder Berkat Bisnis Kecantikan

Respon dari pasar pun sangat positif. Bu Cassandra menjualnya dengan cara pemasaran online lewat instagram dan pre-order H-1. Wah, menarik ya? Adakah diantara Anda yang juga hobi memasak dan punya inspirasi bisnis kuliner online seperti Bu Casaandra?

3. Bisnis Wastafel Portable Berjamaah

bisnis inspiratif wastafel portable

Menjadi korban PHK secara riba-tiba karena pandemi covid19 tentu menjadi pukulan yang sangat berat. Namun belasan pemuda yang berasal dari Sleman, Yogyakarta ini sangat jeli melihat peluang dan tidak pantang menyerah. Mereka memutuskan untuk berbisnis wastafel portable bersama-sama. Hasilnya? kini mereka kebanjiran pesanan!

Mereka bukan hanya mendapatkan orderan dari dalam kota tapi juga dari daerah-daerah lain bahkan tembus keluar pulau. Seperti misalnya ke Jakarta, Makasar dan juga Palembang.

Uniknya, wastafel portable yang di produksi oleh Nurul Amin dan kawan-kawan di operasikan dengan menggunakan pedal kaki. Biasanya mereka memproduksi 10-15 unit wastafel portabel setiap harinya.

Bukan hanya tetap bisa mencari rezeki yang halal di kala pandemi, produk dari para pemuda ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat saat ini.

Baca juga : Inspiratif! Inilah 5 Ibu Rumah Tangga yang Sukses Jadi Pebisnis Kaya

Nah, jika Anda tidak memungkinkan berbisnis wastafel portable, Anda juga bisa memikirkan produk apa lagi yang memiliki prinsip yang sama dengan yang di lakukan Nurul Iman dan kawan-kawan. Menghasilkan dan tetap bernilai manfaat yang tinggi.

4. Selamat dari Kebangkrutan Karena Lele dan Ember

bisnis inspiratif budi daya lele

Ikan lele biasanya di anggap sebagai makanan pinggiran jalan. Namun di saat-saat sulit seperti inii, siapa sangka lele bisa menjadi penyelamat seorang wirausahawan yang bangkrut karena pandemi?

Walaupun belum lama, berkat budi daya lele Pak Nana yang sempat terpukul karena bisnis bonekanya hampir bangkrut bisa bertahan. Pak Nana mengalami tekanan yang luar biasa karena bisnisnya meredup secara tiba-tiba.

Pak Nana berpikir, jika terus menerus tenggelam dalam tekanan dan tidak melakukan apa-apa, nantinya ia akan sakit. Akhirnya Pak Nana menggali hobinya yakni budi daya lele dengan menjual barang kesayangannya.

Saat itu Pak Nana dan keluarga benar-benar harus berhemat karena sama sekali tidak ada pendapatan. Dengan bermodalkan Rp. 450 ribu, ia membeli 3 ember dan 350 ikan lele.

Ia belajar bagaimana cara budi daya ikan lele dengan baik lewat youtube dan memodifikasi ember untuk bercocok tanam. Esok harinya seorang teman mengunjungi Pak Nana dan tertarik membeli ember nya seharga Rp. 300 ribu.

Hingga saat ini ember modifikasi dari Pak Nana sudah terjual 75 ember seharga Rp 300 ribu/embernya. Bukan hanya sampai di situ, dari budi daya lele, ia juga berhasil membuka resto yang bernama “ghost kitchen” dengan memberdayakan istri.

Tidak ada tempat makan seperti resto pada umumnya, namun pelanggan bisa memesan berbagai varian kuliner lele disana.

5. Usaha Dari Limbah Kayu

bisnis dari limbah kayu

Kalau Pak Nana banting setir ke bisnis kuliner, kali ini seorang pengusaha kuliner justri banting setir menjadi pengusaha rak kayu yang berasal dari limbah kayu. Pandemi ini memang benar-benar membuat kejutan-kejutan yang tak terduga ya?

Seorang warga Kediri harsu menelan pahitnya gulung tikar dari bisnis kulinernya di karnakan isu pandemi ini. Namun kini ia bisa menghasilkan jutaan rupiah karena bisnis barunya yang berasal dari limbah. Ya, betul. Limbah kayu yang biasanya tidak terlalu di nilai sebagai sesuatu yang berharga di sulap menjadi rak buku dan lemari baju bernilai jutaan rupiah.

Namun sebagai kepala keluarga, Pak Lingga harus memutar otak untuk tetap menghidupi keluarga. Di tengah kebingungannya ia mencoba merubah limbah kayu menjadi barang yang bernilai jual.

Lewat produk rak buku dan lemari yang terus di poles akhirnya ia berhasil menarik pelanggan. Sebelum membuat produk, bahan limbah kayu di bakar supaya bisa bernilai jual dan juga seni yang cukup tinggi.

Proses pembuatan hingga akhirnya bisa mendapat respon pasar yang positif memang membutuhkan wkatu. Baru setelah 3 bulan menjalankan bisnis,

Pak Lingga akhirnya mendapatkan pelanggan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Jadi bagi Anda yang sedang berjuang dengan bisnisnya, tetap bersabar dan teruslah berinovasi.

6. Selamatkan Bisnis Fashion Dengan Hidroponik

Ada lagi pengusaha yang mulai beralih ke bidang usaha yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini giliran pengusaha fashion asal Blitar yang hampir bangkrut karena sepinya pelanggan di saat pandemi melakukan perubahan untuk bertahan.

Untuk menyelamatkan tokonya yang sudah di ujung tanduk, pengusaha yang satu ini mengubah lantai atas toko fashionnya menjadi lahan kebun hidroponik.

Dengan modal sisa dari tabungan sebesar Rp. 500.000 Pak David menggunakannya untuk bertani hidriponik di atas lahan atap toko seluas 10 meter persegi.

Awalnya, Pak David hanya memasarkan hasilnya ke teman-teman dekat saja. Namun kini pesanan juga datang dari luar kota. Bahkan omzet dari pertanian hidroponik ini bisa membantu menggaji 9 orang karyawannya.

Keberhasilan Pak David memberdayakan sumber daya dalam hal ini lahan yang tidak di fungsikan sebelumnya sangat inspiratif ya? Coba sekarang pikirkan, sumber daya apa yang Anda miliki namun belum berfungsi secara maksimal dan memiliki potensi untuk di kembangkan.

7. Mie Ayam Online

Terakhir, ada pengusaha mie ayam yang tidak kalah menarik dan mnejadi salah satu bisnis inspiratif. Mie ayam yang bernama “Panglima Mie” ini sudah berdiri 2 tahun lamanya yakni sejak 2018 yang lalu. Perjalanan Panglima Mie hingga menjadi bisnis mie ayam online cukup berliku.

Sebelum pandemi, foundernya Pak Ade berhasil membuka 7 kios mie ayam offline. Namun kondisinya sepi dan bahkan sempat ingin berhenti karena modal yang di keluarkan sudah banyak namun tidak sebanding dengan pemasukan.

Berkat dorongan dari sahabatnya, Pak Ade akhirnya meneruskan usahanya ini karena menurut teman-temannya rasa mie ayam yang di jual Pak ini enak. Jadi akan sangat mungkin bisa lari.

Setelah menunggu, akhirnya benar saja, mie ayam Pak Ade mulai ramai. Tapi masalahnya, hal tidak diduga datang yakni pandemi. Pak Ade harus kehilangan pelanggannya lagi. Ia bingung harus bagaimana lagi, namun seorang sahabat menyarankan untuk menjual mie ayam online, semacam seperti frozen food.

Ternyata cara ini cukup berhasil. Ditambah lagi cara penjualan yang paketan yang lebih cepat laris. Tidak sampai disitu, pak Ade juga rajin menabah ilmu markeing onlinenya. Hingga saat ini pak Ade sudah menjual mie ayam dengan membuat cara pemasaran online seperti di instagram dan bahkan website.

Baca juga : Belajar Bisnis Sukses ala Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK yang Kini Jadi Mendikbud

Jadi, bagi Anda yang masih menyepelekan online marketing,sudah saatnya merubah mindset. Karena saat ini mie ayam abang-abang yang hanya bisa di temui secara offline sudah bisa online yang menyebabkan perkembangan omzetnya jauh berbeda dari sebelumnya. Apa lagi ya kira-kira modal dan cara bisnis uyang inspiratif?

Penutup

Momen ini Resesi ekonomi bisa kita lewati bersama asalkan tidak berhenti berusaha dan berdo’a. Jika kita kekurangan modal, maka kita bisa mengandalkan modal yang ada. Jika kita kekurangan ilmu, kuota dan smartphone dapat menyediakannya. Saat ini banyak juga webinar-webinar gratis yang bisa kita manfaatkan. Sebenarnya yang perlu lebih kita khawatirkan adalah jika kita kekurangan mentalitas untuk bertahan dan bangkit.

Sekian dulu cerita tentang kisah bisnis inspiratif yang lahir dari dampak pandemi. Semoga Anda semakin kreatif dalam menghadapi situasi sulit ini dan menjadi pebisnis inspiratif selanjutnya!

Bagikan ;

Tinggalkan komentar