10 Kredit Pinjaman UMKM Online Program Pemerintah dan Bunganya

Salah satu aspek penting dalam berbisnis adalah masalah modal. Seringkali suntikan modal memang kita butuhkan agar bisnis bisa berjalan lebih baik, bahkan terkadang untuk menyelamatkan bisnis itu sendiri.

Apalagi saat menghadapi masa pandemi, banyak sekali UMKM yang terpaksa gulung tikar, sementara yang lainnya tinggal menunggu giliran. Untuk Anda para pelaku UMKM, jangan khawatir karena saat ini ada banyak sekali kredit pinjaman UMKM yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi situasi tersebut.

Namun sebelum meminjam kredit pinjaman UMKM, Anda harus memahami terlebih dahulu bagaimana karakteristik program pinjaman yang akan Anda ambil.

Karena tidak semuanya sama, ada berbagai jenis kredit pinjaman yang memiliki aturan dan kekhasannya tersendiri. Mulai dari pihak yang di fokuskan dalam pinjaman, syarat, sistem pinjaman dan lain sebagainya.

Sekilas Tentang UMKM di Indonesia

UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia tidak bisa di pandang sebelah mata. Jenis usaha yang satu ini bisa di katakan telah menjadi tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada tahun 2018 saja jumlahnya ada sekitar 64 juta pelakuUMKM.

Namun meskipun jumlahnya banyak sekali, tapi secara pengembangan usaha masih banyak sekali tantangan UMKM yang harus di lewati agar semakin berdaya. Salah satunya adalah persoalan pinjaman modal. Apalagi saat menghadapi pandemi covid 19 yang telah membawa dampak krisis ekonomi untuk Indonesia dan juga dunia.

Masalah modal, merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi pemberdayaan UMKM. Nah terkait pemberdayaannya sendiri kita bisa mengacu pada UU No 20 Tahun 2008.

Sementara mengenai pelaksanaan terkait UMKM di atur dalam PP Republik Indonesia Tahun 2013 yang di dalamnya mengatur tentang pengembangan usaha, kemitraan, perizinan, serta koordinasi dan pengendalian UMKM.

Jika Anda juga masih bingung apakah bisnis Anda masih masuk dalam kategori salah satu UMKM atau bukan, Anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Walaupun UMKM secara umum di miliki oleh perseorangan dan/atau badan usaha perseorangan tapi dalam undang-undang, UMKM memiliki kriteria masing-masing yang dilihat dari segi kepemilikan aset dan juga jumlah omzetnya. Diantaranya :

  • Usaha Mikro
    Adalah aset maksimal yang di miliki hanya sebatas Rp 50 juta (diluar properti seperti tanah dan bangunan tempat usaha) dengan omzet maksimal setidaknya Rp 300 juta per tahun.
  • Usaha Kecil
    Sementara itu, usaha kecil levelnya berada di atas usaha mikro yakni usaha yang memiliki aset lebih dari Rp 50 juta, dengan maksimal kepemilikan aset Rp 500 juta (diluar properti seperti tanah dan bangunan tempat usaha). Selain itu suatu usaha di sebut sebagai usaha kecil jika memiliki omzet mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar per tahunnya.
  • Usaha Menengah
    Usaha setingkat lagi di atas usaha kecil, yang pasti suatu usaha di sebut sebagai usaha tingkat menengah jika usaha tersebut bukanlah cabang ataupun bagian dari unit usaha induknya. Usaha menengah biasanya memiliki aset lebih dari Rp 500 juta- Rp 10 miliar (diluar properti seperti tanah dan bangunan tempat usaha). Omzetnya sudah bisa mencapai lebih dari Rp 2,5 miliar sampai Rp 50 miliar per tahun.
  • Usaha Besar
    Terakhir, ada usaha yang tidak termasuk dalam UMKM yakni usaha besar. Usaha yang dapat digolongkan sebagai usaha besar pastinya memiliki jumlah aset lebih dari UMKM atau lebih dari Rp 10 miliar (diluar properti seperti tanah dan bangunan tempat usaha). Sementara itu, omzetnya sendiri sudah melebihi Rp 50 miliar per tahun.

Dari penjelasan diatas, apakah Anda sudah tahu dimana letak kategori usaha Anda?

Seperti yang telah di sebutkan, bahwa salah satu kendala UMKM di Indonesia saat ini adalah persoalan pinjaman modal. Menurut OJK, hal ini banyak di sebabkan oleh masalah administratif dan pengeolaan keuangan dalam bisnis yang masih di kerjakan secara manual. Akhirnya berpengaruh pada proses kredit peminjaman modal untuk UMKM.

Ada beberapa jenis pinjaman yang bisa di ajukan UMKM untuk tujuan pemodalan. Berikut penjelasan dan daftar programnya!

Jenis Pinjaman UMKM

1. KUR (Kredit Usaha Rakyat)

pinjaman umkm KUR

KUR merupakan program salah satu program pemeritah dalam pemberian pinjaman yang di ditujukan untuk usaha. Biasanya suku bunga kredit KUR sangat rendah karena mendapat subsidi pemerintah. KUR disalurkan melalui beberapa bank dan yang terbesar adalah KUR BRI.

KUR BRI ini terbagi menjadi KUR Mikro, Ritel dan TKI. Sudah pernah dengar atau familiar dengan 3 jenis KUR tersebut?

KUR Mikro

Adalah program kredit untuk modal kerja ataupun investasi. Jumlah plafonnya bisa mencapai 25 juta, dengan ketentuan :

  • Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit investasi (KI)
  • Waktu Tenor : Maksimal 3 tahun (KMK) dan maksimal 5 tahun (KI)
  • Suku Bunga : 7% pa atau 0,41%/ bulan (flat)
  • Tidak ada biaya administrasi dan provisi

Untuk bisa mendapatkan pinjaman KUR Mikro syaratnya :

  • Memiliki usaha produktif yang dikatakan layak dan telah menjalankannya minimal selama 6 bulan
  • Memiliki KTP, Surat Ijin Usaha dan kartu keluarga
  • Tidak sedang dalam proses penerimaan bantuan kredit dari bank lain kecuali kredit yang bersifat konsumtif. Misalnya KPR atau kartu kredit

KUR Ritel

KUR Ritel memiliki peruntukan yang sama dengan KUR Mikro. Naun dengan batas plafon yang lebih tinggi yakni Rp. 25 juta hingga Rp. 500 juta, dengan ketentuan :

  • Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit investasi (KI)
  • Waktu Tenor : Maksimal 4 tahun (KMK) dan maksimal 5 tahun (KI)
  • Suku Bunga : 7% pa
  • Tidak ada biaya administrasi, provisi dan agunan

Syarat mendapatkan KUR Ritel

  • Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit investasi (KI)
  • Waktu Tenor : Maksimal 3 tahun (KMK) dan maksimal 5 tahun (KI)
  • Suku Bunga : 7% pa atau 0,41%/ bulan (flat)
  • Tidak ada biaya administrasi dan provisi

Untuk bisa mendapatkan pinjaman KUR Mikro syaratnya :

  • Memiliki usaha produktif yang dikatakan layak dan telah menjalankannya minimal selama 6 bulan
  • Memiliki Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat sejenis
  • Tidak sedang dalam proses penerimaan bantuan kredit dari bank lain kecuali kredit yang bersifat konsumtif. Misalnya KPR atau kartu kredit

KUR TKI

Seperti namanya, KUR TKI ditujukan untuk membiayai calon Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri. KUR TKI mmeiliki plafon maksimal sebesar Rp 25 juta dengan ketentuan :

  • Tujuan Penempatan : Hongkong, Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia
  • Waktu Tenor : Maksimal 3 tahun atau sesuai perjanjian dala kontrak kerja
  • Suku Bunga : 7% pa atau 0,41%/ bulan (flat)
  • Tidak ada biaya administrasi dan provisi

Persyaratan KUR TKI :

  • Merupakan calon Tenaga Kerja Indonesia yang akan berangkat bekerja ke negara penempatan
  • Memiliki KTP dan KK
  • Memiliki bukti perjanjian kerja dengan calon pengguna jasa TKI
  • Memiliki Paspor dan Visa

2. Kredit Mikro

Jenis pinjaman lainnya yakni kredit mikro. Kredit mikro adalah jenis pinjaan yang di tujukan untuk usaha yang plafonnya termasuk kecil. Sebenarnya saat ini ada berbagai pihak yang menawarkan kredit mikro, seperti contohnya :

Kredit Mikro Bank Sinarmas

Bank Sinarmas menawarkan pinjaman kredit mikro untuk kalangan usaha kecil dan menengah. Kredit mikro ini bisa di gunakan untuk tujuan modal kerja maupun investasi seperti membuka cabang baru, mesin, kendaraan dan sebagainya, dengan ketentuan :

  • Pinjaman SIMAS KUK : Plafon Rp. 50 juta- Rp. 500 juta, tenor 6-60 bulan, suku bunga 0,9%-1.25% per bulan
  • Pinjaman SIMAS UKM : Plafon Rp. 500 juta- 2 Milyar, tenor 6-84 bulan, suku bunga 15 %-17% per bulan
  • Terdapat biaya provisi 1%, biaya admin Rp. 200 ribu- Rp 2 juta

3. KTA Bisnis dari Bank

KTA (Kredit Tanpa Agunan) biasanya di keluarkan oleh beberapa bank. KTA bisnis ini prosesnya cepat, tanpa perlu menyediakan jaminan. Sehingga cocok untuk para pelaku UMKM baru yang sedang terbatas secara modal. Anda bisa mencari KTA bisnis dari beberapa bank, contohnya :

Standard Chartered KTA Bisnis

SCB memiliki program pinjaman untuk Anda yang memiliki usaha berusia minimal 3 tahun dan juga memiliki kelengkapan dokumen izin usaha. Plafon pinjaman KTA bisnis SCB yang bisa di ambil bisa sampai Rp 1,5 miliar dengan jangka wkatu tenor 1-3 tahun.

4. Fintech P2P

pinjaman umkm Investree

Pernah dengan tentang Peer to Peer lending? Nah, sebagai pengusaha, Anda bisa mengajukan peminjaman modal lewat invoice. Salah satunya seperti Investree, yakni platform fintech online yang dapat memberikan pinjaman modal secara konvensional maupun syariah. Sama seperti KTA, invoice fintech P2P tidak memerlukan jaminan apapun.

Investree

Jika Anda berminat mengajukan kredit pinjaman di Investree, ada baiknya Anda perhatikan hal-hal berikut :

  • Investree bisa membantu pemodalan berdasarkan dari 80% nilai invoice
  • Tenor pinjaman selama 1-3 bulan

5. Pinjaman UMKM dari Rekening Koran

Pinjaman rekening koran (PRK) merupakan pinjaman kredit untuk pembiayaan modal kerja. Cara kerja dari PRK yakni, selama dalam masa kredit, kita hanya perlu membayar bunga kreditnya saja.

Semnetara hutang pokoknya bisa di bayar saat masa kredit akan berakhir. PRK bisa di ajukan oleh perorangan, CV ataupun PT.

Dimana bisa mengajukan PRK? Jawabannya, di hampir semua bank. Kenttuan umumnya sebagai berikut :

  • Tenor 12 bulan (bisa di perpanjang/renewable)
  • Pinjaman berbentuk saldo minus dari jumlah plafon yang di berikan
  • Anda tidak perlu menghubungi pihak bank jika ingin menarik dana menggunakan cek atau bilyet giro

6. Kredit Multiguna

Pinjaman yang bisa di ajukan UMKM selanjutnya adalah kredit multiguna. Selain untuk usaha,pinjaman ini bisa di gunakan untuk berbagai keperluan lain. Biasanya jaminan yang dapat di terima berupa tanah/bangunan dan juga kendaraan bermotor (tergantung pula pada plafon pinjaman).

Hanya saja kekurangan dari jenis kredit ini adalah bunganya yang biasanya lebih tinggi di banding pinjaman lainnya. Hampir semua bank memiliki program kredit multi guna.

7. Kredit Modal Kerja

Kredit modal kerja (KMK) merupakan pinjaman yang bisa di gunakan untuk pemodalan bisnis. Model pembiayaannya juga bisa di sesuaikan dengan kebutuhan.

Ada banyak sekali KMK yang di kelola oleh bank, salah satunya adalah BCA Pinjaman Modal dengan beberapa skema, diantaranya :

  • Kredit Lokal, yakni pembiayaan usaha yang sifatnya liquid
  • Installment Loan, adalah pembiayaan modal kerja yang bisa ditarik secara bertahap
  • Kredit Ekspor, yakni pembiayaan untuk produksi, pengumpulan maupun penyiapan barang-barang untuk ekspor

8. Pinjaman Pegadaian

Anda pasti sudah tidak asing dengan Pegadaian. Ternyata Pegadaian juga memiliki program kredit untuk UKM dengan jaminan BPKP motor/ mobil dan mengangsur tiap bulannya.

Pinjaman dari Pegadaian ini cukup cocok untuk UMKM karena jaminannya pun cukup simpel. Berikut adalah ketentuan pinjaman dari Pegadaian :

  • Minimal memiliki usaha selama 1 tahun
  • Memiliki dokumen izin usaha
  • Plafonnya mulai dari Rp. 1 juta hingga 400 juta dengan tenor 12,18, 24, 36 dan 48 bulan.
  • Untuk meminjam modal di Pegadaian Anda akan di kenakan biaya admin 1 % dari jumlah pinjaman.

9. Pinjaman UMKM Melalui Marketplace

PINJAMAN SHOPEE

Selain Bank atau Fintech ternyata marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee juga mempunyai program pinjaman.

Berbeda dengan Bukalapak dan tokopedia yang mana pengajuan pinjaman hanya bisa dilakukan oleh mitra/ merchant di marketplace, pinjaman shopee bisa dilakukan walaupun Anda hanya aktif sebagai pembeli. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk pemodalan UMKM.

Shopee (SPinjam)

Anda bisa mengajukan pinjaman dengan cepat dengan mengaktivasi akun menggunakan KTP. Lalu ajukan pinjaman sesuai limit. Untuk sistem pembayarannya, Anda bisa menyicilnya dengan tanggal jatuh tempo yang sama. Namun suku bunganya cukup besar yakni 2,45%- 3% per bulan.

Baca juga : Ingin Bisnis UMKM Sukses? Terapkan 6 Langkah Manajemen SDM Ini!

Selain itu, Anda akan di kenakan denda 5% jika terlambat membayar. Mengingat suku bunganya yang cukup besar, SPinjam ini mungkin lebih cocok jika Anda membutuhkan dana liquid dalam waktu cepat namun bisa segera mungkin melunasinya.

10. BLT (Bantuan Langsung Tunai)

Nah, kalau BLT ini sebenaranya bukanlah pinjaman melainkan bantuan dari pemerintah. Program ini sebenarnya sudah ada sejka lama, namun selama pandemi ini program BLT lebih di peruntukan untuk mengurangi bebn ekonomi akibat dari dampak pandemi.

Sejauh ini jumlah BLT sekitar Rp. 2,4 juta. Anda bisa mengajukannya lewat Dinas Koperasi dan UMKM (sesuai domisi Anda). Selain untuk keperluan konsumtif, BLT bisa Anda gunakan untuk membantu pemodalan UMKM Anda. Dengan begitu BLT Anda menjadi lebih produktif.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar

XM Trading Forex dan Saham, Bonus 15 sampai 500$
Daftar sekarang