7 Langkah Mengelola Keuangan Keluarga Selama Wabah Virus Corona

Ternyata virus corona bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik saja, tapi juga kesehatan keuangan keluarga. Semenjak pengumuman resmi Presiden Jokowi tentang adanya 2 warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona beberapa waktu lalu, banyak orang yang panik walaupun sudah di himbau untuk menghadapi masalah virus corona dengan bijak.

Kepanikan tersebut akhirnya membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan dan memborong berbagai bahan makanan, kebutuhan pokok lain, masker serta hand sanitizer untuk menghindari virus corona. Pertanyaannya, apakah kita perlu sampai seperti itu?

Pemerintah sudah menghimbau tentang bagaimana cara pencegahan corona yang baik dan benar melalui berbagai media. Cukup dengan tetap menjaga kesehatan tubuh dan juga menjaga kebersihan tangan serta di anjurkan untuk tidak melakukan kontak fisik bila tidak terlalu perlu.

Jika penyikapan virus corona ini tidak di lakukan dengan pikiran jernih tentu saja akan membawa dampak negatif di masa depan, salah satunya adalah pada kondisi keuangan keluarga. Hal ini karena penimbunan bahan pokok menyebabkan harga-harga semakin naik dan orang yang benar-benar membutuhkan alat kesehatan seperti masker tidak bisa mengaksesnya.

Selain itu, virus corona juga berdampak pada perputaran ekonomi. Ada sebagian pekerjaan yang terdampak virus corona sehingga membuat penghasilan sebagian masyarakat berada dalam ketidak pastian dan bahkan menurun. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga di belahan dunia lainnya.

Oleh karena itu, walaupun berada di tengah ketidak pastian ekonomi akibat virus corona jangan sampai kepanikan membuat keuangan keluarga menjadi masalah baru yang harus di hadapi. Lalu bagaimanakah cara agar kita tetap waspada tetapi tidak panik sehingga bisa menghindari kekacauan kondisi keuangan keluarga dalam menghadapi wabah virus corona? Mari kita bahas!

1. Mengevaluasi Sumber Penghasilan

mengelola-keuangan-selama-wabah-corona

Langkah pertama yang harus di lakukan adalah mengevaluasi sumber penghasilan keluarga baik yang berasal dari Anda, pasangan ataupun anggota keluarga lain yang ikut berkontribusi dalam jalannya kas keluarga.

Memang tidak semua pekerjaan terdampak wabah virus corona, tetapi jika perusahaan tempat Anda bekerja menjadi salah satu perusahaan yang terdampak wabah virus corona, maka Anda harus melakukan evaluasi keuangan dan melakukan penyesuaian.

Evaluasi ini di maksudkan untuk menilai ulang apakah penghasilan kita cukup untuk memenuhi anggaran bulanan seperti biasanya ataukah tidak. Jika sumber penghasilan kita tidak terdampak virus corona, maka kita bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya. Tapi apabila sumber penghasilan kita terganggu akibat virus corona ini, maka sebaiknya segeralah lakukan penyesuaian anggaran bulanan.

Hal ini agar Anda bisa bersiap menghadapi situasi waspada dan terhindar dari wabah corona sekalipun kondisi keuangan berubah. Anda bisa lebih tepat dalam mengalokasikan dana pada pos-pos yang dianggap prioritas selama wabah virus corona ini berlangsung. Anda juga bisa menghitung apakah pencairan aset butuh di lakukan ataukah tidak.

Tujuan kedua dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui apakah dana darurat yang Anda siapkan cukup untuk menghadapi kondisi waspada wabah corona ataukah tidak. Dana darurat memang di siapkan untuk menghadapi situasi darurat contohnya seperti kondisi waspada corona seperti saat ini, sehingga hal ini penting untuk di tinjau ulang. Jangan sampai keuangan keluarga menjadi kacau akibat tidak siap dengan dana darurat.

Tetapi perlu di ingat, penggunaan dana darurat pun harus di lakukan dengan bijak agar Anda benar-benar bisa menghadapi situasi sulit dengan lebih mudah. Hal ini karena kepanikan bisa mengaburkan keputusan seseorang dengan tujuan supaaya terhindar dari virus corona, seperti yang sudah terjadi sebelumnya. Sebaiknya Anda mencoba membuat aturan/prinsip penggunaan dana darurat ini agar penggunaannya tepat sasaran dan Anda bisa lebih cermat menilai situasi.

2. Memperbesar Dana Darurat

memperbesar dana darurat

Langkah selanjutnya adalah dengan memperbesar dana darurat. Walaupun dana darurat yang Anda miliki sudah cukup, tetapi lebih baik lagi jika Anda memperbesar pos untuk menabung untuk dana darurat. Mengapa demikian?

Dalam kondisi waspada seperti ini, kesiapan dalam segi keuangan sangat diperlukan. Dana darurat ini bisa di gunakan jika Anda memerlukan perawatan medis yang tidak tercover oleh BPJS, membantu keluarga yang terkena musibah dan lain sebagainya. Kita memang tidak mengharapkan hal buruk terjadi, tetapi dengan bersiap-siap, maka kondisi tersebut bisa lebih mudah di hadapi.

Idealnya, Anda bisa tambahan anggaran dana darurat adalah 3x pengeluaran bulanan keluarga Anda. Misalnya pengeluaran bulanan keluarga Anda Rp. 6.000.000/bulan, maka Anda tinggal mengalikannya 3 kali lipat yakni menjadi Rp. 24.000.000. Dana darurat ini tidak perlu berupa uang cash, Anda juga bisa menyimpannya dalam bentuk aset asalkan aset tersebut mudah di cairkan misalnya seperti reksadana pasar uang dan deposito.

3. Menambah Anggaran Kesehatan

Menambah Anggaran Kesehatan

Saat virus corona di umumkan mulai mewabah di China, korban meninggal akibat virus ini terus berjatuhan dengan waktu yang relatif cepat. Inilah yang menjadi sebab terjadinya kepanikan di masyarakat apalagi setelah 2 orang warga negara Indonesia secara resmi dinyatakan positif terkena virus corona. Untuk menghindari kekacauan keuangan keluarga, sebaiknya Anda juga menambah anggaran kesehatan keluarga untuk melakukan pencegahan virus corona.

Setelah melakukan berbagai riset terkait virus corona, pemerintah secara masif mengsosialisasikan cara pencegahan virus corona dengan benar, yakni dengan menjaga kesehatan tubuh, menjaga kebersihan tangan dan juga hindari bersentuhan dengan orang lain jika tidak benar-benar di perlukan. Masker hanya di anjurkan untuk orang yang sakit. Sementara orang yang sehat tidak perlu memakai masker dikarenakan penyebaran virus corona bukanlah melalui udara melainkan cairan.

Sehingga di banding memborong masker, ataupun hand sanitizer Anda bisa menggunakan anggaran kesehatan untuk membeli buah-buahan, sayuran, vitamin dan kebutuhan lainnya agar imunitas Anda beserta keluarga bertambah kuat dan terhindar dari berbagai virus dan bakteri.

Tapi ingat, tidak di anjurkan untuk menimbun bahan makanan tersebut. Belilah buah-buahan, sayuran dan multivitamin secukupnya supaya kandungan vitamin di dalamnya tetap terjaga dengan baik dan bisa di konsumsi dengan maksimal.

4. Membeli Kebutuhan Bulanan Secukupnya

Rencana keuangan bulanan

Begitupun dengan kebutuhan bulanan yang biasa Anda beli. Menimbun bahan pokok bulanan hanya membuat harga-harga semakin naik karena terjadi kelangkaan barang.

Selain itu, hal ini juga akan keuangan keluarga Anda menjadi kacau. Masalahnya, pembelian kebutuhan bulanan dalam jumlah banyak pasti membutuhkan dana tambahan. Lalu dari mana sumber uang untuk membayar semua pembelanjaan tersebut? Tentu saja, jika dana darurat tidak cukup, maka akan mengorbankan dana lainnya atau bahkan melakukan pinjaman.

Sebelum melakukan itu, Anda perlu mempertimbangkan fungsionalitasnya. Karena bahan pokok yang tidak terpakai nantinya akan menumpuk di rumah. Selain itu Anda juga harus memperhatikan dampaknya pada arus kas keuangan keluarga. Dengan begitu Anda bisa lebih mengendalikan kepanikan dan bisa lebih tenang dalam menilai apakah aksi borong kebutuhan pokok bulanan benar-benar di perlukan ataukah tidak.

Baca juga : Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Memiliki Anak

Sebagai saran, belilah kebutuhan bulanan keluarga Anda secukupnya. Anda dan keluarga akan tetap aman jika tetap berusaha semaksimal mungkin mengikuti petunjuk pencegahan corona yang benar dari lembaga resmi yang kompeten di bidang kesehatan seperti WHO ataupun lembaga pemerintahan terkait dan melakukan pemeriksaan kesehatan secepatnya jika mengalami sakit.

5. Hindari Pinjaman Untuk Biaya Konsumtif

Hindari Pinjaman Untuk Biaya Konsumtif

Dalam kondisi panik, orang-orang bisa melakukan berbagai cara untuk membeli kebutuhan pokok, masker, hand sanitizer sebanyak-banyaknya, termasuk dengan meminjam uang.

Sebenarnya pinjaman untuk biaya konsumtif seperti ini tidak di sarankan, karena akan menambah beban utang padahal Anda perlu fokus melindungi diri dan keluarga dengan cara yang efektif dari virus corona. Konsentrasi Anda akan terpecah untuk hal yang dipandang tidak terlalu perlu di lakukan dalam kondisi waspada corona.

Sebaiknya dalam kondisi waspada seperti ini, Anda tidak menambah beban pikiran dengan utang konsumtif lain. Cukuplah hutang konsumtif seperti rumah saja yang Anda pikirkan.

Sisanya bisa di gunakan untuk menambah dana darurat dan membeli bahan makanan serta suplemen agar tubuh Anda dan keluarga tetap sehat. Jadi, jangan sampai kepanikan yang mengakibatkan Anda ingin memborong kebutuhan bulanan tidak didukung oleh arus keuangan yang lancar.

6. Membeli Alat Kesehatan Sesuai Anjuran WHO

Masker kesehatan

Belakangan sempat ramai di bicarakan adanya penimbunan masker yang mengakibatkan keberadaan masker menjadi langka dan harganya naik berkali lipat.

Padahal masker tidak di wajibkan pada orang yang sehat karena seperti yang telah di bahas sebelumnnya, penularan virus corona bukanlah melalui udara. Sehingga masker hanya di wajib kan untuk orang yang sakit untuk menghindari cairan tubuh menempel pada orang yang sehat dan meningkatkan resiko tertular virus corona.

Anda juga tidak perlu membeli hand sanitizer ataupun sabun pencuci tangan secara berlebihan karena saat ini pemerintah sudah memperbanyak akses sabun pencuci tangan di tempat-tempat umum. Jadi, belilah sabun pencuci tangan dan hand sanitizer sesuai kebutuhan.

Jika Anda ingin menyimpan stock masker untuk berjaga-jaga jika seandainya Anda ataupun anggota keluarga terkena sakit, beli lah masker secukupnya. Dengan begitu, orang-orang sakit yang membutuhkan bisa tetap mendapatkan masker dan keuangan keluarga pun tetap terkendali.

7. Tidak Terburu-buru Mencairkan Aset

Tidak Terburu-buru Mencairkan Aset

Virus corona memang menyebabkan permasalahan ekonomi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Tapi, apakah hal itu berarti Anda harus buru-buru mencairkan berbagai investasi/asetr yang sudah Anda tanam sebelumnya? Tunggu dulu, sebelum hal itu Anda lakukan sebaiknya mempertimbangkan hal ini!

Pertama, Anda perlu mempertimbangkan tujuan kepemilikan dam jangka waktu investasi/aset misalnya untuk dana pendidikan anak. Kedua, sebelum Anda mencairkan aset perhatikan juga prospek instrumen investasi/aset tersebut. Apakah perusahaan tempat Anda berinvestasi terdampak parah wabah virus corona yang mengakibatkan penurunan nilai aset secara signifikan, ataukah tidak.

Terakhir, pertimbangkan pula apakah perushaan investasi mudah mengembalikan imbal hasil ataukah tidak dan rekam jejak pengelolaan dananya. Jika prospek investasi kedepannya bagus dan tidak benar-benar di gunakan dalam waktu dekat maka sebaiknya tidak terburu-buru di cairkan.

Jangan sampai kepanikan membuat Anda kurang pertimbangan dan akhirnya terlalu cepat mencairkan aset, padahal memegang dana tunai sebenarnya belum mendesak dibutuhkan.

Semoga kepanikan tidak membuat arus kas keluarga menjadi kacau dan menyebabkan masalah baru. Sebaliknya, Anda bisa tetap waspada dan lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga selama wabah virus corona dengan melakukan 7 tips di atas.

SEKURITAS

INFO

5/5
  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

4.5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex