3 Langkah Mengelompokkan Tujuan Keuangan Agar Lebih Terukur dan Mudah Dicapai

Memiliki keuangan yang sehat dan hidup sejahtera adalah jelas menjadi keinginan setiap orang. Apalagi saat ini, harga-harga kebutuhan terus meningkat, sehingga kemampuan finansial wajib semakin kuat. Tentu kalau bicara kebutuhan keuangan setiap orang, jelas berbeda. Bahkan dalam satu keluarga, memiliki kebutuhan sehari-hari yang tak sama sehingga anggarannya pun berbeda.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Memiliki Anak

Namun meskipun berbeda, setiap orang jelas wajib memiliki tujuan keuangan yang jelas. Dengan tujuan keuangan, maka Anda bisa menjalani pekerjaan dan kewajiban secara terarah. Seperti yang sudah disebut di atas, tujuan keuangan bisa bersifat sangat pribadi dan memiliki cara tersendiri untuk mencapainya. Banyak cerita orang-orang yang meskipun berpenghasilan besar, selalu merasa kesusahan karena tujuan keuangan yang kacau.

Tujuan keuangan yang tidak terkontrol akan membuat kondisi finansial Anda tidaklah sehat dan malah bikin banyak masalah keuangan. Tentu tidak mau, bukan? Untuk itulah Anda wajib memiliki tujuan keuangan yang terarah dan strategi untuk mewujudkannya. Tidak sulit kok, ada beberapa langkah kecil yang bisa Anda lakukan supaya finansial priadi lebih terukur.

Inilah Tiga Cara Mengelompokkan Tujuan Keuangan Supaya Lebih Sejahtera

1. Menyusun Daftar Seluruh Tujuan Keuangan

Daftar rencana tujuan keuangan

Memiliki kondisi finansial yang sehat dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah keinginan setiap orang. Untuk hidup sejahtera itulah akhirnya manusia mencari pekerjaan. Tak ada salahnya memang memiliki keinginan untuk hidup bergelimang harta di usia tua atau merencanakan pensiun dini. Hanya saja untuk mencapai hal-hal tersebut, Anda harus terlebih dulu memiliki tujuan keuangan yang jelas.

Karena keinginan ini adalah gambaran masa depan, sudah pasti kalau tujuan keuangan yang ingin ditempuh tidaklah jangka pendek. Beberapa tujuan jangka panjang yang selalu jadi keinginan banyak orang adalah memiliki dana pensiun, rumah pribadi, mobil pribadi hingga rencana pendidikan anak sampai rencana travelling ke luar negeri bersama keluarga tercinta. Seperti ini contohnya:

TUJUAN KEUANGANANGGARAN
Dana hari tua2.000.000.000
Biaya liburan ke luar negeri100.000.000
Investasi warisan500.000.000
Biaya pendidikan anak200.000.000
Rumah pribadi500.000.000
Mobil pribadi300.000.000

Enggan menulis daftar tujuan keinginan? Sebaiknya Anda pertimbangkan lagi. Karena jika tidak Anda tulis, dikhawatirkan tujuan-tujuan tersebut akan kurang memiliki motivasi untuk bisa diwujudkan. Dengan menuliskan daftar tujuan keuangan, ini adalah langkah awal jika memang ingin memiliki kondisi finansial yang lebih terukur dan tentunya mudah dicapai. Tidak ada kata terlambat untuk membuat daftar rencana tujuan keuangan, karena semua memang berfungsi membuat finansial Anda lebih sehat dan terjamin.

2. Tetapkan Jangka Waktu Target Tujuan Keuangan

Target - jangka waktu tujuan keuangan

Setelah melewati langkah pertama membuat daftar tujuan keuangan, maka Anda tentu sudah tahu apa-apa saja kebutuhan yang ingin Anda capai di masa depan. Namun daftar tersebut belumlah lengkap jika Anda tidak menetapkan jangka waktu tertentu. Kenapa harus ada jangka waktu? Ini adalah hal penting karena jika tidak ditetapkan target waktunya, seluruh daftar tujuan tersebut bakal sia-sia karena tak terkontrol.

TUJUAN KEUANGANANGGARANJANGKA WAKTU
Dana hari tua2.000.000.00030 tahun
Biaya liburan ke luar negeri100.000.0005 tahun
Investasi warisan500.000.00010 tahun
Biaya pendidikan anak200.000.0006 tahun
Rumah pribadi500.000.0002 tahun
Mobil pribadi300.000.0004 tahun

Bagaimana cara menetapkan jangka waktu dari masing-masing rencana tujuan keuangan? Biasanya berdasarkan golongan kebutuhannya. Misalkan untuk urusan rumah dan mobil, kedua benda itu sangat dibutuhkan dalam keseharian terutama rumah sehingga ditetapkan jangka waktu terpendek atas mobil dan rumah.

Baca juga: 6 Manfaat dan Keunggulan Tabungan Emas Sebagai Investasi Anak Muda

Tentu jangka waktu memiliki mobil dan rumah berbeda dengan biaya liburan ke luar negeri atau investasi warisan. Untuk keperluan travelling keluarga dan investasi demi warisan anak-cucu, jelas merupakan tujuan jangka panjang sehingga waktu menabung dan mencapainya lebih panjang. Nah, supaya bisa tahu mana yang wajib dipenuhi lebih cepat, Anda harus merevisi daftar tujuan itu menjadi berikut ini:

Dari daftar yang sudah direvisi, Anda akhirnya bisa mengetahui pos-pos mana saja yang harus dicapai secepatnya, dan mana yang bisa menunggu. Semakin lama waktu yang diperlukan, seharusnya keperluan itu memiliki fungsi menyeimbangkan kebutuhan finansial Anda di masa depan. Misalkan dalam contoh di atas, ada dua tujuan keuangan jangka panjang yang wajib dimiliki yakni investasi warisan dan dana hari tua.

Kedua tujuan itu jika digabungkan mengambil porsi pengeluaran yang paling besar. Namun jangan jadikan hal ini beban, karena itu merupakan tabungan yang akan menjamin kehidupan finansial Anda saat sudah tidak produktif. Sekalipun Anda masih muda, wajib memiliki rencana tujuan yang lengkap baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

TUJUAN KEUANGANANGGARANJANGKA WAKTUKATEGORI
Rumah pribadi500.000.0002 tahunJangka pendek
Mobil pribadi300.000.0004 tahunJangka pendek
Biaya liburan100.000.0005 tahunJangka menengah
Pendidikan anak200.000.0006 tahunJangka menengah
Investasi warisan500.000.00010 tahunJangka panjang
Dana hari tua2.000.000.00030 tahunJangka panjang

Tentu daftar rencana tujuan di atas tidak bisa disamaratakan. Mereka dengan penghasilan pas-pasan bahkan mungkin di bawah UMR, harus melakukan penyesuaian dengan rencana tujuan di atas terutama dalam hal nominal yang dibutuhkan. Namun Anda harus ingat, semakin banyak daftar rencana tujuan yang dimiliki, penghasilan Anda pun harus semakin meningkat. Namun dengan rencana tujuan yang bertambah, porsi investasi jelas bakal berkurang.

3. Melakukan Skala Prioritas Tujuan Keuangan

Skala prioritas tujuan keuangan

Setelah memiliki daftar rencana tujuan lengkap dengan jangka waktu dan kategori, maka hal berikutnya adalah Anda harus bisa bersikap layaknya financial planner. Maksudnya, Anda harus menemukan cara untuk memperoleh penghasilan supaya target-target keuangan yang sudah direncanakan bisa terwujud. Selain penghasilan yang didapat dari pekerjaan, Anda juga harus mempertimbangkan investasi.

Investasi adalah hal yang sangat penting bagi finansial seseorang, tapi banyak yang belum mempertimbangkan hal tersebut. Apalagi jika masih berusia produktif dan melajang, generasi muda kerap meremehkan instrumen investasi. Padahal, dengan mengalokasikan dana pada produk investasi tertentu, Anda bisa memenuhi tujuan-tujuan keuangan terutama yang jangka panjang.

Baca juga: Jenis Investasi Masa Depan? Inilah 7 Fakta Soal Bitcoin yang Harus Dipahami!

Di sinilah letak pentingnya memilah tujuan keuangan mulai dari jangka panjang, jangka pendek atau jangka menengah. Lakukan skala prioritas, kebutuhan-kebutuhan mana yang wajib dipenuhi segera dan jadikan tujuan keuangan harian. Melalui skala prioritas pula, Anda tak perlu direpotkan dengan keinginan-keinginan kurang penting sehingga aspek finansial dalam kehidupan jauh lebih terkontrol. Pastikan pula untuk tidak menambah tujuan-tujuan baru lainnya yang dirasa kurang urgent, supaya tidak membebani keuangan dan Anda bisa lebih fokus pada tujuan utama yang sudah direncanakan.

Meskipun mungkin terbilang cukup sulit, dengan rencana keuangan yang tepat Anda bisa lebih sejahtera. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan akan lebih terkontrol dan mudah diatur. Anda masih bisa hidup bahagia setiap hari, tapi tetap bisa menabung untuk menghadapi masa tua di kala sudah tidak mampu bekerja lagi. Tentu lebih menyenangkan bukan jika punya rencana tujuan keuangan yang tepat sejak muda daripada harus bingung saat lansia nanti? Untuk itulah, buat rencana tujuan keuangan Anda sekarang juga.

Loading...