4 Logam Mulia yang Paling Menguntungkan Sebagai Investasi, Tertarik?

Investasi logam mulia

Kalau bicara mengenai uang, siapapun tentu wajib memiliki perhitungan dengan bijak. Memang, setiap manusia memiliki sifat konsumtif yang jika dibiarkan akan membuat penghasilan mereka ludes sehingga tak mampu menabung. Padahal sejak dari kecil tentu siapapun diajarkan pada pepatah, rajin menabung pangkal kaya. Namun dalam bidang ekonomi, menabung bukanlah satu-satunya cara untuk memperoleh kesejahteraan finansial.

Salah satu hal yang banyak dipilih untuk mempersiapkan keuangan di masa depan adalah melalui investasi. Meskipun memang menabung menjadi bagian dari investasi yakni dalam bentuk deposito, ada salah satu investasi yang bahkan bisa dibilang lebih menguntungkan daripada tabungan berjangka yakni investasi logam mulia. Disebut logam mulia karena logam-logam ini tahan terhadap oksidasi atau korosi sehingga memiliki nilai jual sangat tinggi.

Baca juga: Mana yang Terbaik? Memilih Antara Trading Emas Atau Trading Forex

Dan kalau bicara soal investasi logam mulia, emas memang menjadi primadona banyak orang baik dulu atau sekarang. Membeli dan menyimpan emas batangan adalah cara termudah untuk menyimpan kekayaan. Bahkan sejak masih peradaban kuno, manusia sudah gemar menyimpan emas dan menjualnya kembali saat membutuhkan uang tunai. Zaman terus berkembang membuat investasi emas berubah modern seperti salah satunya adalah trading emas di pasar forex, dengan keuntungan lebih modern.

Namun tahukah Anda, kalau sebetulnya bukan hanya emas saja sebagai logam mulia yang bisa dijadikan investasi. Ternyata, sebelum adanya uang kertas sebagai alat transaksi, ada beberapa logam mulia yang sengaja diburu dan disimpan sebagai aset berharga. Hingga saat inipun, logam-logam mulia tersebut masih memiliki nilai jual tinggi sehingga layak menjadi investasi. Apa saja? Intip ulasannya berikut ini yang pasti bisa Anda pertimbangkan nanti.

Inilah 4 Logam Mulia Terbaik yang Bisa Jadi Investasi Menjanjikan

1. Perak

Investasi perak

Sudah sejak lama dianggap bahwa perak (Argentum = Ag), adalah logam mulia yang mampu bersanding dengan emas dalam hal nilai jual. Dengan jumlah yang lebih melimpah daripada emas, perak merupakan alat traksaksi yang berharga di masa peradaban kuno. Sebagai salah satu logam mulia investasi, perak memiliki harga yang cenderung lebih stabil dibandingkan emas, tetapi nilainya lebih murah.

Sampai Rabu (2/10) hari ini, harga perak terpantau di kisaran Rp7.879 per gram. Sangat murah? Memang apalagi jika dibandingkan dengan emas, sehingga ini merupakan waktu yang tepat untuk berburu perak. Karena siapa tahu saja beberapa tahun ke depan, harga jual perak bisa melambung menyentuh ratusan ribu rupiah per gram seperti emas. Dalam bidang investasi sendiri, koin perak dan bullion alias perak batangan murni menjadi bentuk konvensional yang dipilih banyak orang. Sementara di pasar saham, biasanya perak yang dijadikan trading bisa dilihat lewat Reksa Dana ETF (Exchange-Traded Fund).

Baca juga : 10 Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia Beserta Harganya

2. Paladium

Investasi paladium

Selain emas dan perak, salah satu logam mulia yang kerap menjadi bahan perhiasan terutama jika digunakan oleh laki-laki adalah paladium (Pd). Ya, banyak pria yang memilih cincin pertunangan atau pernikahan untuk mereka berbahan paladium karena memang tidak mudah rusak karena korosi atau oksidasi. Bahkan sejak tahun 1939, paladium kerap menjadi alternatif pengganti platina sebagai bahan pembuatan emas putih. Hal ini yang membuat harga paladium sempat meroket tajam pada tahun 2004 silam.

Namun pada tahun 2016, harga paladium sempat anjlok dan mencapai sekitar Rp237.688 per gram. Tetapi hal ini tak membuat para investor kehilangan kepercayaan mereka terhadap paladium. Dilaporkan pada kuartal pertama tahun 2019, harga paladium kembali meningkat seiring dengan persediannya yang makin terbatas. Kontan menyebutkan jika pada pengiriman Juni 2019, harga paladium ditutup menguat 15% menjadi USD1.365,70 per ons troi. Sementara untuk kontrak pengiriman September 2019, menembus USD1.536,80 per ons troi (naik 31,84%).

Apalagi saat ini permintaan atas paladium melonjak di Eropa lantaran standar emisi kendaraan mereka. Di mana untuk memenuhi Standar Euro, paladium dianggap sebagai bahan yang mampu mengurangi polusi mesin kendaraan bermotor. Hal ini yang membuat banyak pabrik kendaraan bermotor ramai-ramai menarik produk mereka yang berjumlah ratusan ribu di pasaran demi mengganti catalytic converter dengan campuran paladium. Dengan potensi bullish yang sangat terbuka, investasi paladium tentu bisa menjadi salah satu hal yang Anda pertimbangkan. Dalam bentuk perhiasan, harga cincin paladium bahkan lebih mahal daripada perak. Di mana sekitar Mei 2019, paladium 50% menyentuh Rp480 ribu per gram.

Baca juga: 6 Manfaat dan Keunggulan Tabungan Emas Sebagai Investasi Anak Muda

3. Platina

Investasi platina

Sebagai salah satu unsur langka di kerak bumi, platina (Pt) juga menjadi pilihan untuk perhiasan seperti paladium. Hanya saja keunggulan utama platina jika menjadi perhiasan adalah lebih berkilau. Bahkan tanpa lapisan apapun, secara alamiah platina sudah berkilau. Tercatat pada medio 2002-2008, platina begitu diidolakan menjadi investasi menjanjikan lantaran harganya menyentuh USD70 per gram dari USD13 per gram. Namun ternyata platina sempat kehilangan kilaunya ketika harga jualnya terjun bebas ke posisi USD26 per gram.

Kendati begitu, dalam beberapa tahun terakhir ini harga jual platina mulai menanjak kembali sehingga permintaannya di pasar forex tetap aman. Untuk bulionnya, platina memakai kode mata uang ISO XPT yang bisa diperdagangkan. Dengan harga yang lebih volatil daripada emas, platina masih menjadi primadona dalam industri arloji global, terutama untuk brand kelas satu seperti Rolex, Vacheron Constantin, Patek Philippe dan Breitling dalam memproduksi edisi terbatas mereka. Tak heran kalau produk-produk arloji mewah yang disepuh dengan platina itu memiliki harga jual yang sangat fantastis, menembus ratusan juta rupiah.

4. Emas

Investasi emas

Nah inilah primadona dalam logam mulia. Ya, emas (Aurum = Au), sejak dulu hingga saat ini memang menjadi instrumen investasi yang paling menjanjikan. Dibandingkan logam-logam mulia lainnya, harga emas adalah yang paling mahal. Dengan harga yang cenderung naik, prospek investasi emas masih tetap menjanjikan. Untuk harga per gramnya pada hari Selasa (1/10) kemarin, emas tercatat di angka Rp712 ribu.

Yang menarik, ketika mata uang Rupiah melemah dan suku bunga acuan Bank Indonesia dipangkas, permintaan akan emas justru meningkat lantaran harganya menurun. Sehingga bagi Anda yang ingin melakukan investasi emas, kondisi perekonomian global yang saat ini tengah menurun bisa menjadi momen yang tepat. Untuk investasinya di Indonesia, emas secara fisik dibedakan menjadi dua yakni emas batangan dan emas dinar yang diproduksi PT Aneka Tambang (ANTAM).

Baca juga: Inilah Keunggulan dan Kelemahan Trading Emas Online di Pasar Forex

Seluruh bentuk fisik emas keluaran ANTAM memiliki sertifikat resmi sehingga sangat likuid dan mudah dipedagangkan dalam lingkup global. Namun jika Anda merasa emas fisik terlalu ribet dan khawatir akan keamanannya, Anda bisa mulai berinvestasi emas secara trading online selayaknya perdagangan valas (valuta asing) di pasar forex. Biasanya dalam trading emas, logam mulia yang sangat berharga ini dipasangkan dengan Dolar AS yakni XAU/USD. Hanya saja untuk memperoleh keuntungan trading emas di pasar forex, dibutuhkan skill, pengetahuan dan pengalaman yang lebih kompleks daripada investasi emas batangan.

Scroll to Top