Seputar Bursa, Pajak dan 8 Mata Uang Kripto Asli Indonesia

Ada banyak orang yang berpikir bahwa cryptocurrency alias mata uang kripto itu adalah Bitcoin (BTC). Padahal faktanya, Bitcoin cuma satu dari sekian ratus hingga ribuan aset kripto di sunia ini. Bahkan tak hanya di luar negeri, ternyata ada juga lho sejumlah mata uang kripto asli Indonesia. Hanya saja mungkin popularitasnya tidak se-booming Bitcoin.

Jangankan dengan mata uang kripto asli Indonesia, posisi Bitcoin di kancah mata uang virtual memang sangat superior. Cryptocurrency yang diluncurkan pada 3 Januari 2009 ini bahkan seolah tak tersentuh oleh aset-aset kripto lainnya. Sekadar informasi, Coindesk melaporkan pada hari Sabtu (26/6), nilai Bitcoin mencapai US$31.953,75 (sekitar Rp461,9 juta).

Sementara itu pesaing terdekat Bitcoin yakni Ether (ETH) dari jaringan blockchain Ethereum ada di posisi US$1.824,16 (sekitar Rp26,3 juta), Litecoin (LTC) dengan nilai tukar US$127,53 (sekitar Rp1,8 juta) hingga ADA coin dari Ardano memiliki nilai tukar sebesar US$1,26 (sekitar Rp18.158) saja. Sangan jauh berbeda bukan nilanya? Membuat posisi Bitcoin sulit digoyahkan.

Baca juga: Cara Membeli Crypto di Indodax, TokoCrypto, Rekeningku dan Binance

Hal ini pula yang akhirnya membuat Bitcoin masih jadi satu-satunya cryptocurrency yang sudah mengubah statusnya dari sekadar aset digital, menjadi instrumen investasi global. Bersyukur pada pencapaian Bitcoin, industri kripto pun berkembang hingga munculnya berbagai mata uang kripto asli Indonesia.

Pertanyaannya, apakah mata uang kripto asli Indonesia ini juga memiliki peluang menjanjikan selayaknya Bitcoin atau setidaknya seperti Ether, ADA coin hingga BNB (Binance coin)? Kami akan membahasnya secara lengkap hanya untuk Anda berikut ini.

Potensi Pasar Cryptocurrency di Indonesia

mata uang kripto luar negeri
© CNN

Sebagai negara yang berkedaulatan, Indonesia memutuskan menggunakan mata uang fiat resmi bernama Rupiah. Hingga tahun 2021 ini, hanya Rupiah yang diakui sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Sementara itu cryptocurrency, masih belum memperoleh izin sebagai alat transaksi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BI (Bank Indonesia) sampai sekarang.

Namun, Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sudah memberikan izin kepada mata uang kripto sebagai produk komoditi yang secara sah bisa diperjual belikan di bursa berjangka Indonesia. Perizinan ini sudah dikeluarkan oleh Bappebti sejak tahun 2019, terutama untuk Bitcoin, sehingga memperdagangkan cryptocurrency di Indonesia sudah legal.

Lantaran merupakan produk komoditi, sejumlah mata uang kripto itu berlaku selayaknya kopi, karet, tekstil dan lain-lain. Hanya saja tidak semua cryptocurrency yang beredar di luar negeri bisa memperoleh izin trading di Tanah Air, karena Bappebti hingga akhir tahun 2020 lalu baru memberikan izin kepada setidaknya 229 mata uang kripto.

Penasaran? Berikut 229 cryptocurrency yang sudah mengantongi izin Bappebti dan boleh diperjual belikan di Indonesia:

  • Bitcoin, Ether (Ethereum), Tether, XRP (Ripple), Bitcoin cash, BNB, Polkadot, Chainlink, Lightcoin, Bitcoin sv, Litecoin, Crypto.com coin, USD coin, Eos, Tron, ADA coin (Cardano), Tezos, Stellar, Neo, Nem
  • Cosmos, Wrapped Bitcoin, Iota, Vechain, Dash, Ehtereum classic, Yearn.finance, Theta, Binance USD, Omg network, Maker, Ontology, Synthetix network token, Uma, Uniswap, Dai, Dogecoin, Algorand, True usd, Bittorrent
  • Compound, 0x, Basic attention token, Kusama, Ok blockchain, Waves, Digibyte, Icon, Qtum, Paxos, standard, Ren protocol, Loopring Ampleforth, Zilliqa, Kyber network, Augur, Lisk, Decred, Bitshares, Bitcoin gold
  • Aragon, Elrond, Enjin coin, Band protocol, Terra, Balancer, Nano, Swipe, Solana, Bitcoin diamond, Dfi.money, Decentraland, Avalanche, Numeraire, Golem, Quant, Bytom, Serum, Iexec rlc, Just. Verge, Pax gold, Matic network, Kava, Komodo, Steem, Aelf, Fantom, Horizen, Ardor, Hive, Enigma, V. Systems, Z coin, Wax, Stratis, Ankr, Ark, Syscoin, Power ledger
  • Stasis euro, Harmony, Pundi x, Solve.care, Gxchain, Coti, Origin protokol, Xinfin network, Btu protocol, Dad, Orion protocol, Cortex Sandbox, Hash gard, Bora, Waltonchain, Wazirx, Polymath, Request, Pivx Coti, Fusion, Dent, Airswap, Civic, Metal, Standard token protokol, Mainframe, 12ships, Lambda, Function x, Cred, Ignis, Adex, Moviebloc, Groestlcoin, Factom, Nexus, Lbry credits, Gemini dollar
  • Einsteinium, Vidycoin, Nkn, Go chain, Cream finance, Medibloc, Fio protocol, Nxt, Aergo, High performance blockchain, Cartesi, Tenx, Siacoin, Raven coin, Status, Storj, Electroneum (etn), Aurora, Orbs, Loom network
  • Storm, Vertcoin, Ttc, Metadium, Pumapay, Nav coin, Dmarket, Spendcoin, Tael, Burst, Gifto, Sentinel protocol, Quantum resistant ledger, Digix gold token, Blocknet, District0x, Propy, Eminer, Ost, Steamdollar
  • Particl, Data, Sirinlabs, Tokenomy, Digitalnote, Abyss token, Cake, Veriblock, Hydro, Viberate, Rupiah token, Vexanium, Global social chain, Ambrosus, Refereum, Crown, Daex, Cryptaur, Spacechain, Expanse. Sumokoin, Honest, Auroracoin, Vodi x, Smartshare, Exclusive, Cosmo coin, Aidcoin, Adtoken, Play game, Lunacoin, Staker, Klaytn, Flamingo, Wing, Bella protocol, Mil.k, Bakery token, Lyfe, Ionomy limited
  • Smart chain solution, Kryptovit, Eautocoin, Quantum, Bankex, Chaincoin, Hara coin, Venus protocol, Alpha finance

Dalam menetapkan 229 cryptocurrency itu, Bappebti jelas tidak memutuskannya secara sembrono. Kompas melansir bahwa ada dua pendekatan yang dilakukan Bappebti dalam memberikan penilaian apakah mata uang kripto itu boleh diperjual belikan di Tanah Air atau tidak. Pendekatan pertama adalah secara yuridis dengan melihatnya dalam daftar 500 CMC (Coin Market Cap).

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin di Tahun 2022, Tertarik Beli?

Lalu pendekatan kedua pada penilaian AHP (Analisis Hierarki Proses). Di mana Bappebti melakukan penilaian dan pertimbangan sebuah mata uang kripto dari aspek keamanan, profil dan anggota tim pengembang, tata kelola dan skalabilitas pada sistem blockchain hingga roadmap rencana pengembangan sistem blockchain mereka. Di mana nilai standar minimalnya adalah 6.5.

Lantaran ada standar penilaian itulah, dari lebih dari 1.000 cryptocurrency yang beredar secara global, hingga sejauh ini Bappebti baru memberi pengakuan dan perizinan pada setidaknya 229 aset. Anda bisa melakukan trading dan investasi pada 229 aset ini di 13 perusahaan kripto atau exchange resmi yang diakui Bappebti supaya lebih nyaman dan terjamin seluruh transaksinya.

Total Transaksi Cryptocurrency Capai Rp370 Triliun

Tak berlebihan rasanya jika disebutkan bahwa pandemi Covid-19 sedikit banyak membuat popularitas cryptocurrency meroket. Yap, mata uang virtual yang sebelumnya dipandang sebelah mata oleh komunitas global, justru menoreh nilai luar biasa fantastis ketika dunia dihantam oleh wabah corona tak berkesudahan ini.

Seperti yang Anda tahu, virus SARS-CoV-2 yang menerjang Bumi sejak tahun 2020 memang membuat banyak aset keuangan remuk redam. Saham, reksadana, obligasi, properti, forex sampai deposito termasuk yang terkena imbas inflasi. Bahkan emas yang dianggap sebagai aset safe haven dan sempat menembus Rp1 juta per gram pada 2020, kini justru di kisaran Rp900 ribu.

Banyaknya pengangguran, daya beli anjlok sampai inflasi yang melambung akhirnya menggiring banyak negara ke jurang resesi ekonomi, termasuk Indonesia. Namun dalam situasi perekonomian tak bersahabat, cryptocurrency justru mampu stabil dan melambung. Puncaknya di bulan April-Mei 2021 kemarin, mata uang kripto bikin geger dunia keuangan global.

Tentunya peristiwa ini ’dipimpin’ oleh Bitcoin yang berhasil mencapai nilai tukar paling fantastis sepanjang masa. Mata uang virtual ciptaan Satoshi Nakamoto ini bahkan menyentuh level Rp900 juta per ’keping’! Meskipun kini nilai Bitcoin tinggal menyisakah setengahnya, tetap saja Bitcoin masih ada di level yang fantastis.

Pencapaian Bitcoin akhirnya membuat minat akan cryptocurrency langsung meningkat termasuk di Indonesia. Kemendag (Kementerian Perdagangan) melansir data yang menyebutkan lebih dari 6,5 juta orang di Indonesia melakukan aksi jual-beli mata uang kripto pada bulan Januari-Mei 2021 dengan total volume transaksi menembus Rp370 triliun!

Volume transaksi ini bahkan melambung sebesar 470% dari posisi sebelumnya yang ’hanya’ sekitar Rp65 triliun pada bulan Desember 2020. Yang cukup menakjubkan, jumlah investor cryptocurrency ini bahkan jauh lebih besar dari jumlah investor pasar modal yang dicatat BEI (Bursa Efek Indonesia) per bulan Maret 2021, yakni sebanyak 2,2 juta orang.

Atas hal ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun tak menampik kalau pertumbuhan ekonomi kripto sangatlah signifikan. Dengan jumlah trader yang terus meningkat lebih dari 50% dalam beberapa bulan saja, menunjukkan kalau antusias masyarakat Indonesia terhadap cryptocurrency sangat tinggi sehingga kehadiran mata uang kripto asli Indonesia layak dinantikan.

Rencana Kehadiran Bursa Kripto di Indonesia

bitcoin dan bursa kripto
© Currency

Lantaran jumlah transaksi kripto di Tanah Air mencapai raihan yang luar biasa, pemerintah sepertinya tidak akan tinggal diam. Seperti BEI yang merupakan pasar modal sekaligus bursa saham resmi di Tanah Air, tampaknya wacana untuk menghadirkan bursa kripto resmi milik pemerintah dan menawarkan berbagai mata uang digital bukanlah sekadar isapan jempol semata.

Rencana ini bahkan pernah diungkapkan Sidharta Utama selaku Ketua Bappebti kepada CNBC Indonesia pada bulan April 2021 kemarin. “Nantinya bursa kripto ini akan fokus memberikan perlindungan bagi seluruh pelaku usaha, agar hubungan semua pihak bisa berjalan lancar, baik antara pedagang (trader), investor dan lembaga lain. Sehingga akhirnya perdagangan mata uang virtual lebih aman dan jelas.”

Meskipun belum jelas kapan wacana ini bakal mulai diterapkan, rencana bursa mata uang kripto ini sudah memperoleh lampu hijau dari Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sehingga setidaknya dua institusi Kementerian utama yang mengawasi cryptocurrency yakni Kemendag dan Kemenkeu, mendukung industri kripto.

Menurut Wamendag Jerry, adanya bursa kripto ini sangat penting sebagai piranti regulasi dari lembaga-lembaga yang menaungi cryptocurrency, supaya tidak ketinggalan perkembangan industri kripto yang luar biasa cepat. Jika kedua Wakil Menteri ini sudah saling berdiskusi, tentu kehadiran bursa kripto resmi Indonesia tinggal menunggu persetujuan OJK dan BI saja.

Baca juga: Cara Beli dan Jual (Trading) Ethereum yang Aman dan Terpercaya

Regulasi Cryptocurrency Dikebut, Bakal Dikenai Pajak?

Dengan sudah diperbolehkannya aset kripto diperjual belikan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah investor, tampaknya tren ini menarik perhatian Kemenkeu. Melalui DJP (Direktorat Jenderal Pajak), Kemenkeu cukup serius memberlakukan rencana pajak ke transaksi cryptocurrency di Tanah Air seiring dengan semakin populernya aset kripto.

Neilmaldrin Noor selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP pun angkat bicara soal wacana ini. “Hingga sejauh ini DJP masih melakukan kajian dan pembahasan dengan berbagai pihak serta stakeholder terkait, baik lembaga pemerintah atau non pemerintah mengenai penerapan pajak pada transaksi kripto,”

Pernyataan ini sesuai dengan apa yang sudah diungkapkan oleh Suryo Utomo selaku Dirjen Pajak Kemenkeu. Dilansir CNBC Indonesia, Suryo membenarkan kalau pihaknya memang tengah menyusun aturan perpajakan untuk transaksi kripto. Apalagi dengan fakta cryptocurrency merupakan aset keuangan yang relatif baru, pihak DJP memang membutuhkan pemahaman terlebih dulu.

Menanggapi kepastian transaksi kripto yang bakal dikenai pajak, dua exchange kripto terbesar di Tanah Air yakni Indodax dan TokoCrypto pun angkat bicara. Teguh Kurniawan Harmanda selaku COO TokoCrypto sekaligus Ketua Umum Aspakrindo (Asosisasi Pedagang Aset Kripto Indonesia), berharap kalau penetapan pajak industri kripto ada kelebihan dan kekurangannya sendiri.

“Di satu sisi bagus ya. Artinya industri kripto ini makin berkembang karena bisa memberikan kontribusi pada negara lewat pajak. Tapi jangan dibuat terlalu menyulitkan karena nanti investor atau trader malah memilih bergabung di exchange luar negeri. Apalagi industri cryptocurrency ini relatif baru. Sejauh ini kami mengajukan PPh final 0,05% ke Bappebti,” papar Teguh.

Berbeda dengan Teguh, Oscar Darmawan selaku CEO Indodax berpendapat bahwa pajak ideal untuk transaksi kripto adalah 0,1% final, sama seperti PPh di pasar saham atau bahkan lebih rendah. Menurut Oscar, pola transaksi aset kripto dan pasar saham tidak berbeda jauh sehingga seharusnya penerapan pajak tak terlalu beda juga.

Sebagai exchange kripto pertama sekaligus mempunyai anggota terbesar di Indonesia, Indodax pun mengaku kalau peningkatan transaksi cryptocurrency mereka memang tumbuh cukup tinggi. Bahkan untuk tahun 2021 ini saja, rata-rata transaksi harian di Indodax menembus Rp500 miliar yang tentunya merupakan jumlah luar biasa fantastis.

Ambisi BI Ciptakan Mata Uang Digital Resmi di Indonesia

ilustrasi koin kripto
© Pixabay

Sebelum membahas mengenai daftar mata uang kripto asli Indonesia yang ternyata menarik untuk dipertimbangkan sebagai investasi, Anda harus tahu bahwa BI rupanya juga sudah merumuskan rencana membuat mata uang digital. Proyek bernama CBDC (Central Bank Digital Currency) ini kabarnya akan melahirkan produk Rupiah Digital.

Melalui media sosial yakni akun Instagram resmi BI, dijelaskan kalau CBDC merupakan jawaban atas teknologi perekonomian masa kini serta konteks digitalisasi yang memang sedang didorong pertumbuhannya oleh BI. Nantinya Rupiah Digital ini akan menjadi perwakilan mata uang digital resmi yang jadi simbol kedaulatan negara (sovereign country), lantaran diterbitkan oleh BI sebagai bank sentral di Indonesia.

Berbeda dengan Bitcoin, Ether, ADA coin atau bahkan Dogecoin yang seluruhnya berjalan di sistem blockchain yang terdesentralisasi sehingga tak punya bank sentral, Rupiah Digital kabarnya akan tetap sama memiliki sifat seperti mata uang fiat Rupiah, hanya saja berbentuk uang digital. Sehingga penerbit dan pengendalinya tetap BI.

Lantaran tetap dikendalikan oleh BI, bank sentral memiliki wewenang penuh untuk menambah atau mengurangi pasokan Rupiah Digital termasuk menentukan nilainya kelak. Rupiah Digital sendiri dihadirkan lewat pertimbangan kebutuhan mata uang digital sah di Indonesia, serta mendukung pelaksanaan kebijakan moneter, makroprudensial, dan instrumen pembayaran berbasis teknologi.

Kendati kehadiran proyek CBDC ini masih harus menunggu, BI tampaknya sangat serius mengembangkan Rupiah Digital. Bahkan kabarnya, mata uang digital ini bakal dilindungi oleh firewall rumit agar terlindung dari serangan siber baik preventif maupun resolution, sebelum akhirnya resmi diterbitkan untuk masyarakat Indonesia.

Dilansir detikfinance, kajian CBDC ini meskipun terdengar sangat serius, rupanya belum masuk ke dalam BPPU (Blueprint Pengembangan Pasar Uang) 2025. Donny Hutabarat selaku Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI menjelaskan, BPPU sejauh ini masih sampai tiga pilar dan belum sampai ke konsep CBDC.

Informasi ini dibenarkan pula oleh Erwin Haryono selaku Kepala Departemen Komunikasi BI, bahwa BPPU 2025 lebih fokus pada penguatan infrastruktur pasar uang, alih-alih mengembangkan CBDC. Menurut Erwin, penerbitan Rupiah Digital tidak memiliki urgensi meskipun beberapa negara sudah banyak mengizinkan cryptocurrency sebagai alat pembayaran, karena kebiasaan memegang uang cash alias uang tunai cukup rendah.

Lantaran masih dalam bentuk kajian, pihak BI memang masih harus merancang seperti apa infrastruktur pasar uang dan sistem pembayaran yang tepat supaya Rupiah Digital ini bisa digunakan. Termasuk di dalamnya dengan pemilihan teknologi apakah blockchain, DLT (Distribution Ledger Technoloy) atau stable coin.

Jika nanti memang Rupiah Digital ini bakal menjadi mata uang kripto resmi dari Indonesia, maka artinya negeri ini mengikuti jejak Inggris, China, Jepang, India hingga beberapa negara Uni Eropa yang tengah melakukan kajian serius untuk ’melahirkan’ mata uang virtual resmi milik mereka yang tentunya dikontrol oleh bank sentral.

Baca juga: Review Binance Coin (BNB): Pesaing Bitcoin dari Bursa Kripto Terbesar

Inilah 8 Mata Uang Kripto Asli Indonesia

Nah, setelah Anda memahami wacana bursa kripto dan pajak untuk transaksi kripto, tentu sepakat kalau cryptocurrency sepertinya akan makin diterima di Tanah Air. Hal ini pun seiring dengan munculnya mata uang kripto asli Indonesia yang kehadirannya tak bisa diremehkan. Meskipun nilainya mungkin tak sebanding dengan Bitcoin, tak ada salahnya jika Anda pertimbangkan.

Agar makin tahu, berikut akan kami bahas 10 mata uang kripto asli Indonesia:

1. BBX Coin

Mata uang kripto asli Indonesia yang pertama dimiliki oleh platform exchange Rekeningku. Sama seperti kebanyakan cryptocurrency lokal yang dibangun dengan smart contract di blockchain Ethereum, begitu pula BBX Coin ini. BBX Coin meluncur pertama kali pada 2 Juli 2018 ketika Rekeningku melakukan ICO dengan harga jualnya sebesar Rp14.000 per ’keping’.

Ketika pertama kali dirilis, mata uang virtual yang digagas oleh Ronald Kumalaputra ini dipasok sebanyak 19,99 juta koin. Hanya saja pebisnis yang lama bergelur di bidang ritel, properti, teknologi dan media itu memutuskan bahwa BBX Coin cuma disalurkan ke publik sebanyak empat juta koin, atau sekitar 20% dari pasokan total.

Lantas ke mana pergi sisa pasokan BBX Coin? Rupanya diperuntukan kepada peserta program Loyalty Points dengan total 80%. Dari informasi yang di website resmi mereka yakni bbxcoins.com, nilai tukar BBX Coin pada hari Sabtu (26/6) petang dilaporkan sebesar Rp4.260.

2. Cyronium

ilustrasi koin Cyronium
© Jawapos

Kalau boleh dibandingkan dengan mata uang kripto asli Indonesia lainnya dalam daftar ini, Cyronium (CYRO) bisa dibilang yang paling stabil dan memenuhi diri sebagai aset digital. Diciptakan oleh Mardigu Wowiek pada Desember 2018, Cyronium dibangun dengan jenis teknologi blockchain yang sama dengan Bitcoin serta Ethereum.

Setidaknya ada tiga sumber keuntungan yang ditawarkan oleh CYRO. Pertama adalah fluktuasi harga yang cukup dinamis lantaran CYRO memang tergantung dengan permintaan dan penawaran di pasar. Hal inilah yang membuat Cyronium seringkali disebut sebagai Bitcoin-nya Indonesia. Lalu kedua merupakan imbal hasil dalam bentuk CYRO Rewards.

CYRO Rewards sendiri bisa ditukarkan ke dalam bentuk hadiah atau diuangkan ke mata uang fiat Rupiah. Sementara untuk keuntungan ketiga, Cyronium menawarkan program affiliate. Di mana kalau Anda mengajak orang lain untuk membeli CYRO, Anda bakal memperoleh komisi hasil penjualan sebesar dua sampai tiga persen.

Ketika pertama kali dikenalkan ke pasar pada Juli 2018, Cyronium memiliki nilai Rp25 juta dengan jumlah pasokan 10 ribu CYRO. Sama seperti Bitcoin, Anda bisa membeli Cyronium dengan satuan terkecil yakni per 0,001 CYRO sehingga membuat aset digital yang satu ini diklaim bisa dibeli oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Baca juga: Review Bitcoin, Calon Mata Uang dan Aset Investasi Masa Depan

3. XAU

Mata uang kripto asli Indonesia berikutnya yang sangat menarik untuk dibahas adalah XAU. Tak seperti cryptocurrency lain dalam daftar, aset kripto keluaran Xaurius ini menjadikan emas Antam sebagai aset dasar. Dengan konsep stable coin, nilai XAU sama dengan nilai satu gram emas Antam sehingga membuatnya sangat dipengaruhi oleh aset nyata.

Menurut Nicco D Lawrence selaku Direktur Xaurius, XAU memang diciptakan dengan tujuan besar mengubah industri emas menjadi infrastruktur blockchain. Sehingga dengan begitu transaksi jual beli emas yang berlangsung di blockchain ini bisa menjadi lebih aman, transparan serta tentunya terjadi dalam hitungan detik.

Nicco juga menegaskan kalau semua emas XAU sudah disertifikasi Antam. Sementara untuk emas fisiknya, disimpan di brankas Xaurius yang diaudit pihak independen setiap tiga bulan sekali. Untuk bisa membeli token XAU, Anda harus melakukan transaksi di website resmi Xaurius meskipun ke depannya XAU akan di-listing di beberapa exchange Tanah Air.

4. Tokenomy Market (TEN)

Berstatus sebagai platform exchange kripto dengan anggota terbesar, adalah hal yang tak mungkin jika Indodax tak memiliki mata uang virtual sendiri. Hal inilah yang dilakukan oleh sang CEO yakni Oscar Darmawan. Dalam ajang ICO (Initial Coin Offering) yang dilakukan pada 15 Januari 2018, Indodax mengenalkan mata uang digital mereka yakni TEN.

Sesuai dengan kepanjangannya yakni Tokenomy Market, TEN ini mewakili dua kata utama dalam industri cryptocurrency yakni token dan ekonomi. Di mana menurut Oscar, TEN adalah desain mata uang kripto dengan aturan ekosistem ekonomi yang mudah dan aman, sehingga cocok digunakan oleh para investor atau trader di platform Indodax.

Dengan total suplai sebanyak 200 juta TEN, CoinMarketCap menginformasikan kalau nilai TEN pada hari Sabtu (26/6) sore ada di level Rp1.110,23, alias melemah 6,51%. Sementara kapitalisasi pasarnya menyentuh Rp222 miliar. Dilaporkan pula kalau TEN ini berbasis ERC-20 serta dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum.

5. Toko Token (TKO)

Sama seperti Indodax, TokoCrypto adalah exchange terbesar di Tanah Air. Apalagi TokoCrypto sampai memperoleh investasi dari Binance, salah satu broker sekaligus bursa kripto terbesar di dunia. Hal inilah yang membuat TokoCrypto melahirkan mata uang kripto asli Indonesia versi mereka sendiri pada Maret 2021 bernama Toko Token (TKO).

Yang menarik TKO adalah mata uang virtual pertama di Indonesia dengan model token hibrid yakni utilitas CeFi (Centralized Finance) dan DeFi (Decentralized Finance). Dalam platform CeFi, TKO bisa digunakan untuk program tabungan seperti TKO Deposit, TKO Rebate, TKO Savings hingga TKO Cashback.

Sedangkan untuk platform DeFi, TKO dapat Anda pakai dalam kebutuhan farming pools dan lending. Lantaran TokoCrypto memperoleh investasi dari Binance, tak heran jika TKO dibangun di atas jaringan BEP-20 seperti standrar token BSC (Binance Smart Chain). Sehingga dengan demikian, TKO bisa melakukan transaksi yang sangat cepat dan biaya sangat rendah bak BNB.

Menurut TokoCrypto, sejauh ini mereka memiliki pasokan 500 juta TKO. Sedangkan CoinMarketCap melaporkan kalau nilai TKO pada hari Sabtu (26/6) sore, mencapai RP18.519,58. Nilai ini membuat TKO jauh lebih ’berharga’ dibandingkan TEN dan mempunyai kapitalisasi pasar menembus dua triliun Rupiah.

Baca juga: Review ADA (Cardano), Mata Uang Kripto Pesaing Bitcoin dan Ethereum

6. ANA Coin

Rekeningku sepertinya tidak hanya berhenti pada BBX Coin sebagai mata uang kripto yang mereka rilis. Karena rupanya exchange tersebut juga melakukan ICO untuk ANA Coin pada 1 Juli 2018. Saat pertama kali dirilis, pasokan ANA Coin yang bisa dibeli oleh konsumen sebesar 200 juta koin dengan 40% di antaranya atau sebanyak 80 juta ANA Coin dijual ke publik.

Seperti halnya mayoritas mata uang virtual lokal, ANA Coin dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum berbasis ERC-20. ANA Coin hadir sebagai mata uang digital yang memudahkan seluruh transaksi di platform Rekeningku mulai dari pencairan dana ke rekening, biaya transaksi dan lain-lainnya karena memperoleh diskon yang meringankan pengguna.

7. Zipmex Token (ZMT)

ilustrasi ZMT

Exchange resmi berikutnya yang juga mempunyai mata uang kripto asli Indonesia adalah Zipmex lewat ZMT. Dalam website resminya, ZMT merupakan token ERC-20 sama seperti TEN yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum. ZMT sendiri merupakan aset digital native pada platform Zipmex yang menawarkan berbagai keunggulan.

Beberapa keuntungan yang bakal Anda peroleh saat menggunakan ZMT dalam akun simpanan berbunga dan diskon adalah penawaran bunga yang lebih besar. Dengan fakta bahwa Zipmex merupakan exchange yang beroperasi di Singapura, Australia dan Thailand, tentu ZMT bisa menjadi salah satu mata uang kripto asli Indonesia yang cukup menguntungkan.

Pada hari Sabtu (26/6) sore, CoinMarketCap melaporkan kalau nilai ZMT mencapai Rp28.136,43. Satu hal yang menarik dari ZMT adalah, koin digital ini awalnya diciptakan untuk kepentingan promosi Zipmex dan keuntungan bagi anggotanya. Namun kini pemilik ZMT bisa melakukan staking dan memperoleh imbalan ZipUp yang meningkatkan cashback pemakaian ZipPay.

8. Agricoin

Jika mayoritas mata uang kripto asli Indonesia dalam daftar ini berasal dari platform exchange cryptocurrency, tidak dengan Agricoin. Agricoin adalah mata uang virtual yang dibesut oleh Riski Yudistira. Sekadar informasi, Riski adalah CEO sekaligus developer dari AGC Fund. Agricoin sendiri dikenalkan lewat ICO pada November 2017 dengan total pasokan 12 juta ’keping’.

Yang menarik, Agricoin merupakan cryptocurrency berbasis P2P (Peer-to-Peer) Lending dan digunakan khusus dalam bisnis-bisnis di sektor pertanian mulai dari lini produksi, distribusi sampai penjualan. Setelah mengenalkan Agricoin, setahun kemudian yakni pada Desember 2018, AGC Fund meluncurkan platform pembiayaan berbasis kripto bagi para petani Indonesia.

Menurut Riski, konsep pembiayaan AGC Fund ini sama seperti P2P lainnya. Di mana pendanaan yang diterima petani tetap dalam bentuk mata uang fiat yakni Rupiah, tetapi para investor yang hendak memberikan pinjaman harus masuk ke platform dan membeli Agricoin di pasar.

Calon investor tinggal memilih proyek yang ingin didanai lalu pihak AGC Fund akan mengonversikannya kepada Agricoin. Dilansir CoinGecko pada Sabtu (26/6) petang, nilai tukar Agricoin sebesar US$0,056950 (sekitar Rp823).

Baca juga: Review Ethereum dan Prediksi Harga Lima Tahun ke Depan

Kesimpulan

Tentunya membaca ulasan mata uang kripto asli Indonesia, membuktikan bahwa teknologi keuangan di Tanah Air bisa juga cukup menjanjikan dalam membuat industri kripto. Apalagi dengan pangsa pasar cryptocurrency yang semakin meningkat lantaran tingginya peminat, membuat jumlah transaksi kripto bahkan mengalahkan pasar modal.

Meskipun begitu, meningkatnya antusiasme publik Indonesia terhadap cryptocurrency juga diikuti oleh regulasi yang akan mengaturnya. Termasuk wacana Kementerian Keuangan bakal menerapkan pajak pada setiap transaksi kripto. Belum lagi BI yang berhasrat menciptakan mata uang digital resmi bagi Indonesia, akan cukup mewarna industri kripto di Tanah Air.

Dengan terus naik-turunnya nilai cryptocurrency adalah bukti bahwa mencoba melakukan investasi atau trading jangka pendek dengan mata uang kripto asli Indonesia, merupakan salah satu kegiatan yang layak dipertimbangkan. Namun tetap, Anda harus tahu bahwa aset kripto sangatlah volatil sehingga diperlukan pemahaman teknikal dan mental baja agar bisa cuan dan sabar.

Tinggalkan komentar