Memahami Value investing, Filosofi Investasi ala Benjamin Graham

Memahami value investing sangatlah penting bagi seorang investor. Karena filosofi ini merupakan salah satu yang paling terkenal di dunia investasi. Sehingga Anda perlu memahaminya jika ingin menjadi seorang investor.

Mungkin Anda sudah memahami bahwa ada banyak filosofi, cara pandang ataupun strategi di dalam dunia investasi. Filosofi atau strategi ini akan menentukan bagaimana cara seorang investor dalam memilih instrumen investasi.

Tanpa adanya suatu strategi, Anda akan kesulitan mendapatkan keuntungan dari investasi. Sebab Anda akan kebingungan dalam menyikapi setiap kondisi dan perubahan harga dari beragam instrumen investasi.

Terlebih jika Anda berniat untuk menjadi investor saham. Sebab saham diketahui sebagai instrumen investasi dengan tingkat risiko yang sangat tinggi. Jika keliru, Anda hanya akan menghabiskan uang tanpa memperoleh keuntungan.

Memahami Value investing Serta Kelebihannya

Memahami Value investing, Filosofi Investasi ala Benjamin Graham/unsplash

Seperti kami sebutkan sebelumnya bahwa ada banyak filosofi atau strategi dalam melakukan investasi. Salah satu yang paling terkenal di dunia adalah value investing yang diperkenalkan oleh Benjamin Graham.

Pada dasarnya, value investing adalah membeli suatu saham yang memiliki harga lebih rendah dari seharusnya. Setelah itu saham dijual kembali ketika harganya sudah kembali ke harga normal.

Harga rendah yang dimaksud dalam value investing bukan sebatas membicarakan angka atau nominal semata. Melainkan perbandingan antara harga di bursa dengan nilai dari perusahaan tersebut.

Sehingga dalam melakukan value investing, investor bukan sebatas mencari saham dengan harga murah. Melainkan mencari saham yang ‘salah harga’. Artinya bahwa seharusnya harga saham tersebut lebih tinggi.

Dengan memahami value investing, Anda akan mendapatkan keuntungan yang tinggi. Karena pasti pada akhirnya pasar akan sadar bahwa saham yang Anda beli seharusnya memiliki nilai lebih tinggi.

Karena tidak bisa diungkiri bahwa harga saham sebuah perusahaan pasti akan sebanding dengan nilai perusahaan tersebut. Suatu perusahaan dengan nilai baik pasti akan memiliki harga saham yang tinggi.

Namun karena Anda telah membeli saat harga saham rendah, keuntungan yang didapat akan lebih tinggi. Selain itu Anda juga lebih minim mengalami risiko kerugian jika menggunakan filosofi ini.

Kecuali terjadi suatu kasus yang sangat besar atau terjadi kesalahan dalam penilaian perusahaan tersebut. Oleh karena itu, melakukan value investing tetap memerlukan kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi.

Tokoh Dunia yang Menggunakan Filosofi Value investing

Tokoh Dunia yang Menggunakan Filosofi Value investing/unsplash

Kami berani mengatakan bahwa dengan memahami value investing akan memberikan keuntungan tinggi pada Anda karena sudah terdapat bukti nyata. Sebab beberapa investor terkenal di dunia juga menggunakan filosofi ini.

Sebagai seorang yang hendak menjalankan karir di dunia investasi, sudah sepatutnya Anda belajar dari para ahlinya. Berikut adalah beberapa tokoh ternama dalam dunia investasi yang menggunakan value investing.

  • Benjamin Graham

Tokoh pertama yang menggunakan filosofi value investing tentu saja adalah Benjamin Graham. Sebab ialah sosok yang memperkenalkan serta mempopulerkan filosofi value investing di dunia investasi.

Benjamin Graham merupakan seorang ekonom sekaligus investor legenda di dunia. Ia merupakan penulis buku The Intelligent Investor yang sering dianggap sebagai “Kitab Suci Investasi” oleh banyak orang.

  • Warren Buffet

Berbicara mengenai investasi saham pasti tidak lepas dari sosok Warren Buffet. Warren Buffet sendiri memahami value investing dari gurunya, Benjamin Graham. Filosofi ini juga yang membuat ia mendapat kesuksesan.

Warren Buffet diakui sebagai salah satu investor paling sukses di dunia. Cara pikir serta strategi investasi yang dimiliki oleh Warren Buffet sering dijadikan sebagai pembelajaran oleh investor lain.

  • Lo Heng Khong

Indonesia memiliki seorang investor dengan kesuksesan sangat besar yaitu Lo Heng Khong. Bahkan Lo Heng Khong sering disebut sebagai Warren Buffet-nya Indonesia karena strategi investasi yang mirip.

Lo Heng Khong sendiri sebenarnya berasal dari keluarga yang tidak berada. Namun karena kegigihan serta kerja keras yang dilakukannya, ia bisa menjadi seorang miliarder melalui investasi saham.

Cara Menggunakan Strategi Value investing

Cara Menggunakan Strategi Value investing/unsplash

Banyak investor memahami value investing sebagai filosofi tau strategi investasi yang akan mengantarkan mereka kepada kesuksesan. Namun tidak banyak investor yang tahu cara menggunakan strategi ini.

Sebab meski terlihat mudah, value investing memerlukan ketelitian dan kecakapan yang tinggi. Karena dalam menggunakan strategi ini, Anda bukan sebatas melihat harga saham sebuah perusahaan.

Anda juga harus mampu menilai nilai yang dimiliki oleh perusahaan tersebut apakah sesuai dengan harga sahamnya atau tidak. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam value investing.

  • Tentukan Metode Analisis

Saat ini ada banyak perusahaan yang terdaftar di dalam IHSG. Sehingga Anda akan kesulitan jika harus menganalisa perusahaan tersebut satu per satu. Menentukan metode analisis akan membantu Anda memilih perusahaan

Anda bisa menggunakan metode bottom-up atau top-down sebagai metode analisis. Metode top-down adalah metode untuk menganalisa kondisi ekonomi makro hingga mengerucut pada satu saham tertentu.

Sebaliknya, metode bottom-up adalah menganalisis fundamental suatu saham yang dilanjutkan dengan keadaan ekonomi makro. Dengan kedua metode tersebut, Anda akan lebih mudah memahami value investing.

  • Memantau Tren Perkembangan Saham

Tidak bisa diungkiri bahwa dalam dunia saham juga berlaku tren. Dengan memantau perkembangan tren di dalam dunia saham, akan memudahkan Anda dalam memilih saham yang memiliki nilai tinggi.

Tren saham biasanya terletak pada sektor tertentu. Sektor yang sedang tren biasanya akan lebih dinamis dan bisa mengalami peningkatan harga tinggi. Dengan begitu keuntungan yang didapat juga akan lebih besar.

  • Analisis Fundamental Perusahaan

Value investing sangat erat kaitannya dengan teknik analisis fundamental. Sebab memang dalam filosofi ini, nilai suatu saham bukan diukur berdasarkan grafik semata. Melainkan melalui nilai fundamental sebuah perusahaan.

Untuk mengetahui nilai fundamental perusahaan, Anda bisa menganalisis melalui laporan keuangan perusahaan. Perusahaan yang listing di bursa efek pasti akan menerbitkan laporan keuangan yang bisa diakses oleh publik.

Menilai Value Sebuah Perusahaan

Menilai Value Sebuah Perusahaan/unsplash

Bagian terpenting dalam memahami value investing adalah bagaimana Anda bisa menilai sebuah perusahaan dengan tepat. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan.

Meski begitu, terdapat banyak informasi di dalam laporan keuangan. Jika Anda baru pertama kali mencoba menilai sebuah perusahaan, pasti akan merasa kesulitan saat melakukannya. Simak tips berikut untuk mempermudah Anda.

  • Perhatikan Price to Earning Ratio (PER)

Salah satu indikator untuk menilai sebuah perusahaan adalah membandingkan lembar saham dengan laba bersih perusahaan per lembar. Sehingga pertama Anda perlu membagi keuntungan bersih perusahaan dengan jumlah lembar saham beredar.

Sebagai contoh jika sebuah perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar Rp 100.000.000 dengan jumlah saham beredar sebanyak 1 juta lembar. Maka akan didapatkan laba bersih per lembar adalah 100.

Setelah itu Anda cukup membagi harga saham per lembar dengan laba bersih per lembar. Contoh jika harga saham adalah Rp 2.000 maka PER adalah Rp 2.000 / 100 = 20.

Maka diketahui bahwa perusahaan di atas memiliki PER sebanyak 20. Untuk mencari saham perusahaan dengan harga murah, pilihlah perusahaan yang memiliki PER kurang dari atau sama dengan 10.

  • Perhatikan Price to Book Value (PBV)

Dalam memahami value investing Anda juga akan bertemu dengan istilah price to book value (PBV). PBV juga merupakan indikator atau metrik untuk mengukur nilai suatu perusahaan.

Hanya saja pada PBV Anda membandingkan harga saham dengan nilai buku per lembar yang dimiliki perusahaan. Untuk mendapatkan nilai buku tersebut, Anda perlu membagi total ekuitas dengan jumlah saham beredar.

Contoh jika perusahaan memiliki nilai buku per lembar 1.000 dengan harga saham Rp. 1.000 berarti memiliki PBV = 1. Perusahaan dikatakan murah jika PBV kurang dari atau sama dengan satu.

Prinsip Dalam Memahami Value investing

Dengan menggunakan strategi value investing, Anda berkemungkinan besar mendapatkan saham-saham murah. Sehingga ketika pasar mulai sadar akan nilai sebenarnya dari saham tersebut, Anda bisa menjualnya untuk mendapat keuntungan.

Meski begitu menjalankan strategi ini cukup sulit bagi sebagian orang. Berikut ini adalah beberapa prinsip yang perlu Anda miliki ketika hendak menggunakan filosofi atau strategi value investing.

  • Cermat

Seperti telah kami singgung sebelumnya bahwa dalam menggunakan strategi value investing sangat dibutuhkan ketelitian. Sebab investasi Anda sangat bergantung pada penilaian fundamental dari suatu perusahaan.

Jika Anda tidak teliti atau cermat dalam melakukannya, Anda justru bisa terjebak pada saham dengan harga rendah. Sehingga bukannya mendapatkan keuntungan, Anda justru akan mengalami kerugian.

  • Kesabaran

Menggunakan dan memahami value investing memerlukan kesabaran tinggi. Karena hasil dalam menggunakan strategi ini tidak akan langsung bisa dirasakan dalam semalam. Setidaknya hasil baru bisa Anda dapatkan setelah beberapa tahun.

Oleh karena itu kesabaran sangat diperlukan dalam menjalankan strategi value investing. Sehingga Anda tidak tergoda untuk cepat-cepat membeli atau menjual saham yang justru memberikan kerugian.

  • Keyakinan

Seseorang dengan filosofi value investing harus memiliki keyakinan yang tinggi pada diri mereka. Sebab investasi yang mereka lakukan berdasar pada hasil analisis yang dilakukan oleh diri sendiri.

Tanpa adanya keyakinan, Anda akan mudah terpengaruh oleh hal lain. Sehingga hasil analisis fundamental terhadap suatu saham yang telah Anda kerjakan menjadi sia-sia dan tidak ada artinya.

Faktor Fundamental di Luar Laporan Keuangan

Faktor Fundamental di Luar Laporan Keuangan/unsplash

Dengan memahami value investing Anda akan menyadari bahwa saham bukan sebatas angka ataupun grafik. Di balik sebuah saham terdapat perusahaan yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu.

Oleh karena itu penilaian fundamental sangatlah penting dalam value investing. Selain menilai dari laporan keuangan, ada beberapa faktor lain yang bisa membantu Anda dalam melakukan analisis fundamental.

  • Visi Perusahaan

Visi perusahaan memiliki peranan yang sangat penting. Visi juga akan menentukan arah gerak dari sebuah perusahaan. Hal ini juga tentu akan berpengaruh pada bagaimana harga saham perusahaan di bursa.

Anda perlu berhati-hati pada perusahaan yang tidak memiliki visi jelas. Karena meski laporan keuangan menunjukkan penilaian yang bagus, tanpa adanya visi, perusahaan tersebut akan sulit bertahan di masa mendatang.

  • Pemimpin Perusahaan

Seorang pemimpin hebat dapat membuat perusahaan yang berada di ambang kehancuran menuju masa kejayaan. Oleh karena itu Anda juga perlu melihat jajaran pemimpin dalam perusahaan.

Investasi saham adalah salah satu jalan untuk bisa mencapai kekayaan. Namun dengan syarat Anda melakukannya dengan tepat. Seperti salah satunya dengan menggunakan filosofi value investing.

Baca juga yuk terkait, 10 Saham Blue Chip Terbaik Indonesia

Banyak investor hebat yang telah menunjukkan bagaimana values investing membawa mereka pada kesuksesan. Maka selanjutnya adalah giliran Anda yang sekarang telah memahami value investing untuk mulai mencapai kesuksesan.

Anggraini Munanda Effani: Hai, saya Anggraini Munanda Effani penulis di Folder Bisnis