Tips Membuat Budget-Plan Sebelum Kerja Diluar Negeri

Tidak sedikit orang yang rela keluar dari zona nyaman dengan cara kerja diluar negeri. Bukan hanya gaji yang lebih besar, bekerja di luar negeri juga di nilai bisa lebih menantang. Hal ini karena sistem kerja, bahas, musim dan budaya di negara lain akan memberikan pengalaman dan membuat kita bisa belajar banyak hal baru.

Nah jika Anda juga berminat bekerja dan tinggal di luar negeri, jangan lupa persiapkan dengan baik segala sesuatunya. Termasuk soal budget-plan saat persiapan tinggal di negara tujuan.

Sebab setiap negara punya standar living cost rata-rata yang berbeda. Selain itu, sebelum benar-benar pindah, ada banyak hal yang perlu kita persiapkan dan tidak jarang memerlukan uang.

Jadi agar kita tidak terlalu shock secara finansial, yuk ikuti beberapa tips membuat budget-plan sebelum kerja diluar negeri berikut ini!

1. Cek dengan Teliti Apa Saja yang di Dapatkan Dari Perusahaan

Cek Dengan Teliti Apa Saja Yang Di Dapatkan Dari Perusahaan
gambar : unsplash.com/ Leon Seibert

Hal pertama yang harus di lakukan sebelum kerja diluar negeri adalah cek semua fasilitas yang di dapatkan dari perusahaan. Mulai dari besaran gaji dan potensi bonus yang bisa di dapatkan.

Kemudian yang paling umum adalah tempat tinggal. Apakah di sediakan oleh perusahaan, menyewa sendiri atuakah perusahaan menanggung sebagian biasanya tempat tinggal. Setiap perusahaan sistemnya berbeda-beda jadi sebaiknya di awal, tidak langsung di sama ratakan ya.

Selanjutnya, tentang biaya pemberangkatan dan kepulangan (jika kontrak habis dan tidak di perpanjang). Apakah perusahaan menanggung seluruhnya, sebagian ataukah tidak di tanggung sama sekali?

Jika tidak biaya pemberangkatan kerja keluar negeri di tanggung pribadi, adakah fasilitas pinjaman?

Lalu apakah ada fasilitas belajar bahasa dari perusahaan? Mengingat kita pasti harus menggunakan bahasa dari negeri tujuan untuk bisa bekerja dan tinggal dengan baik. Jika perusahaan tidak mengharuskan bisa berbahasa negeri asal biasanya setidaknya kita harus fasih berbahasa inggris (bahasa internasional).

Hal ini sangat penting kita pastikan karena tentunya akan berpengaruh pada kehidupan kita pada saat bekerja diluar negeri nanti. Apalagi jika hendak membawa anak, istri atau suami, memastikan fasilitas atau hak yang di dapatkan adalah sebuah kewajiban.

2. Hitung Biaya-biaya Administrasi yang di Perlukan

Yang kedua, sebelum kerja diluar negeri hitung semua biaya-biaya administrasi yang sekiranya akan diperlukan. Misalnya yang paling umum yakni untuk pembuatan paspor dan visa.

Saat ini paspor ada yang berbentuk elektronik dan fisik. Biaya yang perlu Anda siapkan yakni sekitar Rp 350 ribu sampai dengan Rp 650 ribu.

Sementara untuk visa sendiri biasanya kita langsung menggunakan visa kerja. Soal biaya pembuatannya bisa berbeda-beda tiap negaranya. Tapi sebagai estimasi, Anda bisa menyiapkan uang minimal Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta untuk pembuatan visa.

Oh ya jangan lupa fotocopy paspor Anda untuk berjaga-jaga. Siapa tahu saat berada di luar negeri paspor Anda hilang. Dengan adanya fotocopy, kita mengurus SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) ke KBBI sehingga tetap bisa kembali ke Indonesia meskipun paspor kita hilang.

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk bisa kerja diluar negeri tentunya masih banyak. Ada yang memerlukan biaya ada juga yang bisa di urus secara gratis.

Tapi yang pasti, siapkan juga budget untuk transportasi, fotocopy dan proses lainnya selama mengurus dokumen-dokumen ini ya. Jadi usahakan Anda sudah punya budget khusu untuk mengusus proses administrasi sebelum kerja diluar negeri.

Baca juga, Mau Makin Kaya di Luar Negeri? Ini 7 Ide Bisnis Sampingan Untuk TKI

3. Hunting Biaya Tempat Tinggal

Tips Kerja Diluar Negeri Hunting Biaya Tempat Tinggal.png
gambar : unsplash.com/ sigmund

Tips yang ketiga sebelum kerja diluar negeri yakni hunting biaya tempat tinggal. Khususnya jika tempat kita berkerja nanti tidak menyediakan tempat tinggal.

Biasanya harga pasaran tempat tinggal di suatu negara bisa berbeda-beda. Tergantung kota dan kawasannya. Semakin mengarah ke pusat kota biasanya harga tempat tinggal semakin mahal.

Oh ya, cari tahu juga jenis tempat tinggal yang umumnya di sewakan, agar kita lebih siap beradaptasi nantinya. Misalnya saja di Jepang, umumnya orang-orang lebih banyak menyewa tempat tinggal di apartemen di bandingkan rumah tapak.

Untuk ukuran apartemen yang sederhana di Jepang, harganya mulai dari 20.000 yen (setara Rp 2,3 juta), 35.000 yen (setara Rp 4,2 juta), 60.000 yen (setara Rp 7 juta), dan seterusnya.

Selain itu, meski bisa saja berbeda Anda wajib mencari tahu berapa biaya untuk listrik, gas, air, wifi setiap bulannya. Ini sebagai gambaran dan estimasi saja.

Saat ini sudah banyak youtuber-youtuber asal Indonesia yang kerja di luar negeri dan membahas berapa living cost mereka selama tinggal di negara tertentu. Anda mungkin bisa menjadikannya referensi.

Sebelum memutuskan kerja diluar negeri, tentunya Anda sudah mempertimbangkan bahwa living costnya akan jauh lebih tinggi di banding di Indonesia. Namun agar Anda bisa tetap menabung, pastikan Anda siap dengan budget-plan khususnya dalam hal tempat tinggal. Karena tempat tinggal biasanya menjadi salah satu pengeluaran terbesar.

4. Cari Tahu Tentang Jenis dan Biaya Transportasi

Kalau di Indonesia Anda biasanya menyiapkan anggaran transportasi untuk service motor dan membeli bensin, saat kerja diluar negeri nanti bisa jadi berbeda.

Biasanya negara-negara dengan public transportation yang sudah maju, memberlakukan tarif parkir bensin dan pajak kendaraan pribadi yang cukup tinggi. Konsekwensinya, masyarakat banyak menggunakan tansportasi umum seperti KRL, MRT, LRT, dan bus.

Cari tahu berapa sistem pembelian tiket dan biaya transportasi di sekitar tempat tinggal Anda agar bisa memilih transportasi yang pas serta mendapatkan gambaran biaya perbulannya.

Agar lebih mudah, kita ambil contoh negara Jepang lagi ya.

Di Jepang, ada 7 jenis tiket kereta yang bisa kita beli. Mulai dari tiket reguler kereta jarak dekat yang harganya sekitar 20 yen/ kilometer dan kereta jarak jauh sekitar 10 yen/ kilometer.

Ada juga IC Card (pra-bayar) yang bisa di beli lewat mesin atau loket di setiap stasiun kereta. Deposit awalnya sekitar 500 yen (Rp 60 eibuan dan saldo awal minimal 1500 yen (Rp 175 ribu).

Selain kedua jenis ticketing yang sudah disebutkan ada juga yang namanya Japan Rail Pass. JR Tokyo Wide Pass, Subway Pass dan juga Special Pass.

5. Cari Info Tentang Biaya Makan dan Kebutuhan Pokok Lain

Cari Info Tentang Biaya Makan Dan Kebutuhan Pokok Lain
gambar : unsplash.com/ tara clark

Selanjutnya, cari juga info tentang biaya makan dan kebutuhan pokok lain seperti internet mobile, alat dan bahan kebersihan rumah, bodycare dan masih banyak lagi.

Khusus internet mobile sebenarnya cukup di sarankan meski di rumah sudah menggunakan wifi. Apalagi jika bahasa yang di gunakan di area publik adalah bahasa negara asal (selain bahasa inggris).

Karena sebagai warga negara asing, kita pasti perlu beradaptasi dengan negara tempat kita bekerja. Perlu tahu di mana letak stasiun, supermarket, kantor polisi dan sebagainya.

Untuk biaya makan, sebenarnya setiap orang bisa berbeda. Apakah akan banyak memasak atau membeli makanan siap makan. Namun tidak ada salahnya untuk mulai meriset pengeluaran orang Indonesia yang sedang atau pernah tinggal disana sebagai gambaran.

Baca juga, Informasi Lengkap Bagaimana Cara Membeli Barang dari Luar Negeri

6. Perhatikan Perubahan Musim dan Kebutuhannya

Tips keenam untuk membuat budget-plan sebelum kerja diluar negeri yakni perhatikan perubahan musim. Di Indonesia yang merupakan negara tropis kita tidak terlalu merasakan perbedaannya, karena hanya 2 musim yakni musim hujan dan musim kemarau.

Namun di luar negeri, bisa berbeda lagi.

Anda harus siap dengan perubahan musim yang mengharuskan kita beradaptasi. Mulai dari pakaian, kebutuhan rumah, pemakaian listrik, gas, perawatan tubuh dan lainnya.

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum berangkat ke negara tujuan tempat bekerja nanti pastikan Anda tahu ada berapa musim dalam setahun. Selain itu, cari tahu juga apa saja perubahan yang butuh di siapkan dan berapa budget yang di butuhkan.

Dengan mengetahui hal ini Anda bisa bersiap lebih baik. Misalnya Anda mungkin bisa membeli pakaian musim dingin pada musim panas sehingga mendapatkan harga diskon besar-besaran dan juga sebaliknya.

7. Mulai Perkirakan Biaya Hangout

Tips Kerja Diluar Negeri Mulai Perkirakan Biaya Hangout
gambar : unsplash.com/ Rendy Novantino

Hangout adalah kebutuhan setiap orang entah bagaimana cara masing-masing orang melakukannya. Hal ini sepertinya sudah tidak perlu di perdebatkan.

Apalagi ditengah tuntutan pekerjaan nanti, hangout bisa menjadi salah satu cara me-recharge energy. Jika di Indonesia Anda sudah tahu kisaran biaya hangout yang biasa Anda lakukan, lain lagi di luar negeri.

Bisa jadi Anda juga ingin mencoba cara lain yang tidak ada di Indonesia.

Meski di butuhkan, kita tetap perlu membuat batasan. Jangan sampai gaji kita bekerja di luar negeri malah habis untuk sekedar hangout. Padahal, tujuan awal bekerja disana adalah untuk menyiapkan modal untuk masa depan.

Jadi coba pertimbangkan hal ini dengan baik. Kira-kira berapa persen dari gaji sih yang akan di keluarkan untuk hangout?

8. Jangan Lupakan Dana Darurat dan Sinking Fund

Terakhir, jangan pernah lupakan dana darurat. Meski persiapan sudah cukup matang, tapi kita tidak benar-benar bisa menghidari hal di luar dugaan yang memerlukan biaya besar. Misalnya tiba-tiba kita sakit sesaat tiba diluar negeri. Sementara asuransi belum di urus.

Oleh karena itu, pastikan dana darurat Anda di simpan pada instrumen yang mudah di cairkan terutama pada saat menjelang keberangkatan dan bekerja di negara tujuan.

Akan lebih baik lagi jika Anda menyiapkan sinking fund juga untuk menanggulangi biaya-biaya yang terjanya lebih besar dari yang kita duga. Sehingga kita pun bisa lebih tenang, karena kelebihan biaya bisa kita bayar tanpa mengganggu pos keuangan lainnya.

Baca juga, Manfaat, Rumus dan 7 Tips Mengumpulkan Sinking Fund

Penutup

Bekerja diluar negeri memang bukan perkara yang simple. Namun semua tantangan akan bisa di lewati jika tekad sudah kuat dan perencanaan dibuat dengan sebaik mungkin.

Dan salah satu yang terpenting adalah kesiapan secara finansial dengan melakukan budget-plan. Agar keberangkatan bisa berjalan sesuai harapan dan sesampainya di negera tujuan kita bisa lebih mudah beradaptasi, baik di lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan.

Itulah beberapa hal yang cukup penting di persiapkan jika ingin membuat budget-plan ketika Anda berencana kerja diluar negeri. Bagaimana dengan perisiapan Anda?

Semoga dengan tips diatas Anda bisa meminimalisir over-budgeting dan juga lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar