Manfaat dan Ide Menabung Jangka Pendek Tahun 2021

Bagi banyak orang, investasi memang selalu dianggap sebagai cara terbaik untuk memiliki finansial lebih sejahtera di masa depan. Berbondong-bondong orang memilih instrumen investasi pilihan, dengan harapan menengguk cuan besar. Namun apakah Anda pernah mempertimbangkan yang namanya menabung jangka pendek?

Yap, menabung jangka pendek rupanya juga menjadi salah satu pilihan untuk mempunyai finansial lebih baik, tanpa perlu menunggu waktu lama. Bicara soal menabung, kegiatan ini memang seringkali dianggap sama seperti investasi, yakni bertujuan untuk mengumpulkan pundi-pundi Rupiah seperti kata pepatah, ’sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit’.

Baca juga: 7+ Rahasia Keuangan Bagi yang Punya Banyak Hutang

Bahkan salah satu kegiatan menabung yakni deposito alias tabungan berjangka, dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan. Namun tahukah Anda, sebetulnya investasi dan menabung itu merupakan dua hal yang berbeda. Begitu pula menabung jangka pendek yang dipandang punya keunggulan lebih baik.

Seperti apa? Yuk simak ulasannya dari kami berikut ini.

Perbedaan Menabung dan Investasi

beda menabung dan investasi
© Experian

Sebelum membeberkan mengenai sederet manfaat menabung jangka pendek, mungkin ada baiknya kalau Anda memahami apa sih perbedaan menabung dan berinvestasi. Kendati tujuannya sama yakni ’mengumpulkan harta’, kedua stategi keuangan ini punya perbedaan. Anda tentu bisa memilih salah satu di antaranya yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Tingkat Risiko

Menabung seperti yang sudah diketahui banyak orang, adalah kegiatan menyisihkan sebagian penghasilan. Sementara investasi, Anda menggunakan sebagian penghasilan itu ke sebuah produk keuangan, supaya nilainya bertambah secara jangka panjang. Agar lebih jelas, berikut ulasan perbedaannya:

Perbedaan pertama dari kegiatan menabung dan investasi adalah ada pada tingkat risiko. Yap, investasi jelas jauh berisiko karena Anda menempatkan dana pada sebuah produk keuangan yang nilainya fluktuatif, sesuai dengan kondisi perekonomian dunia.

Saham misalnya, sebagai instrumen investasi paling menguntungkan, juga punya tingkat risiko tertinggi karena Anda bisa merugi cepat saat pasar modal tumbang di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tak berbeda jauh dengan saham, reksadana hingga obligasi juga bisa saja tumbang ketika dunia mengalami inflasi sangat tinggi yang memicu resesi.

Kalaupun ada investasi yang risikonya cukup minim, mungkin adalah emas. Si logam mulia ini bahkan mencatat nilai tukar terbesar yakni Rp1 juta per gram pada pertengahan 2020 lalu. Berbeda dengan sejumlah instrumen investasi, menabung jelas punya risiko sangat kecil. Anda bisa memilih menabung di bank demi merasakan keamanan maksimal pada dana yang disisihkan.

Tetapi jika enggan memperoleh potongan biaya administrasi dari pihak bank. Anda bisa menabung secara tradisional di celengan babi. Kecuali celengan itu dicuri atau dipecahkan oleh orang lain, dana yang Anda miliki di dalam celengan akan tetap dan sangat aman. Sehingga bisa Anda ambil ketika benar-benar membutuhkannya.

2. Fleksibilitas

Perbedaan paling menonjol dari menabung dan berinvestasi adalah dari segi fleksibilitas. Maksudnya adalah perihal pengambilan dana. Tak perlu banyak dijelaskan, Anda tentu tahu bahwa menabung sangat fleksibel karena siapapun bisa menyisihkan penghasilan dan mengambilnya kapan saja tanpa terikat waktu.

Contohnya, Anda baru saja menerima transferan gajian bulan ini sebesar Rp3 juta. Anggap saja Anda sisihkan sebesar Rp1 juta di rekening bank lainnya. Namun seminggu kemudian, ada kebutuhan keuangan mendesak dan karena penghasilan sudah ludes, Anda bebas mengambil uang yang sudah disisihkan tersebut.

Namun investasi jelas tidak se-fleksibel tabungan. Anda tak bisa menarik dana investasi sesuka hati. Terutama kalau instrumen yang Anda pilih seperti saham, obligasi, reksadana, properti hingga emas sekalipun. Bahkan emas pun jika ingin memperoleh uang tunai, Anda harus menjualnya terlebih dulu. Memang ada Tabungan Emas, tapi tetap saja harus dikonversikan ke uang.

Tentu ada saja beberapa instrumen investasi yang bisa langsung ditarik dananya begitu saja seperti trading forex, mata uang kripto hingga saham. Hanya saja, pasti akan ada sejumlah aturan yang ditetapkan oleh pihak broker atau exchange, sehingga bisa saja membuat jumlah dana yang disisihkan untuk investasi jadi berkuran, karena buru-buru ditarik kembali.

Baca juga: 7+ Tips Atur Keuangan Tetap Sehat Saat PPKM Darurat

3. Keuntungan Imbal Hasil

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, investasi adalah kegiatan menyisihkan penghasilan untuk membeli sebuah produk keuangan, dengan harapan nilai bertambah. Hal inilah yang membuat keuntungan imbal hasil pada investasi lebih besar dari sekadar menabung biasa. Apalagi kalau menabung di celengan kaleng yang diletakkan di kamar, nilainya tak berubah.

Beberapa tahun lalu ada ajakan untuk menyisihkan uang Rp20 ribu setiap kali mendapatkannya. Jika dilakukan secara rutin tiap hari sekali selama satu bulan penuh, Anda setidaknya sudah memperoleh uang Rp600 ribu sesuai dengan perhitungan awal. Namun kalau uang Rp600 ribu itu Anda gunakan untuk membeli reksadana, bisa saja dalam satu tahun akan berlipat ganda.

Namun Anda bisa mencoba alternatif menabung di bank, jika ingin memperoleh keuntungan imbal hasil lebih besar. Dengan menabung pada sebuah institusi perbankan, Anda tentu akan memperoleh bunga yang akhirnya meningkatkan saldo tabungan. Hanya saja, tingkat bunga produk tabungan reguler, masih kalah dari investasi, termasuk deposito sekalipun.

Manfaat Luar Biasa Menabung Jangka Pendek

manfaat menabung jangka pendek
© Financial Express

Nah, sudah tahu kan perbedaan menabung dan berinvestasi? Maka hal berikutnya yang akan dibahas adalah mengenai manfaat menabung jangka pendek. Seperti namanya, menabung jenis ini jelas punya waktu singkat dan tak perlu menunggu hingga lebih dari satu tahun. Asalkan Anda sudah memiliki tujuan menabung, tentu akan memperoleh manfaatnya.

Apa saja? Berikut beberapa manfaat yang ditawarkan oleh kebiasaan menabung jangka pendek:

1. Belajar Disiplin

Manfaat pertama dari menabung jangka pendek adalah bisa membuat Anda jadi lebih disiplin, terutama soal keuangan. Apalagi kalau Anda sudah punya tujuan tersendiri saat menabung, sehingga mau tak mau memaksa diri untuk rutin dan berkomitmen menyisihkan penghasilan, supaya keinginan itu terwujud sesuai dengan tenggat waktu yang telah direncanakan.

2. Hidup Hemat

Pernah dengar pepatah ’hemat pangkal kaya’? Ini sangat sesuai dengan kebiasaan menabung. Karena saat Anda sudah berkomitmen menyisihkan penghasilan sebesar 10% selama empat bulan berturut-turut, mau tak mau Anda harus berusaha hidup hemat dengan mengontrol pengeluaran. Supaya Anda tetap bisa menabung sesuai dengan rencana.

3. Cegah Hutang

Mungkin tak banyak yang sadar bahwa kebiasaan menabung jangka pendek akan mencegah Anda dari berhutang. Kok bisa? Karena Anda akan selalu memiliki dana cadangan yang bisa diambil sewaktu-waktu, sehingga tak perlu berhutang alias meminjam uang ke sahabat, saudara atau bahkan rekan kerja yang malah bisa bikin canggung.

4. Menjaga Aset

Masih berkaitan dengan manfaat sebelumnya, karena Anda punya dana cadangan berkat rajin menabung, tak perlu repot-repot pula harus menjual aset yang dimiliki. Ada kalanya seseorang mengalami musibah dan ketika tak ada tabungan, terpaksa menjual rumah atau kendaraan bermotor, sehingga aset tersebut lenyap. Namun saat rajin menabung, Anda bisa menggunakan dana yang sudah disisihkan itu untuk kebutuhan urgent.

Baca juga: Panduan Mengelola Keuangan Jika Baru Pertama Bekerja

5. Pintar Kelola Finansial

Kendati hanya dalam waktu singkat, entah tiga atau enam bulan lamanya, menabung jangka pendek akan membuat Anda makin pintar mengelola finansial. Meskipun penghasilan yang diperoleh pas-pasan dan masih dalam batas UMR (Upah Minimum Regional), ketika keinginan untuk menabung itu kuat, Anda akan berjuang untuk bisa menyisihkannya.

6 Ide Menabung Jangka Pendek yang Bisa Dicoba

ide menabung jangka pendek
© Tabasuri DT Sacco

Nah, setelah tahu apa sih manfaat menabung jangka pendek, sekarang saatnya Anda untuk menetapkan tujuan tersebut. Tenang saja, tahun 2021 masihlah berjalan selama tujuh bulan, sehingga setidaknya Anda punya lima bulan tersisa untuk bisa menutup tahun ini dengan cukup menggembirakan secara finansial.

Memang, kondisi pandemi Covid-19 di Tanah Air yang makin mengerikan harus membuat diri kita hidup dalam kecemasan. Namun melihat perekonomian yang bisa saja makin terpuruk, ini saatnya untuk menetapkan tujuan menabung jangka pendek yang tepat. Tak punya ide? Berikut akan kami berikan beberapa ide yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Liburan Akhir Tahun

Meskipun masih dalam ancaman wabah corona, tak ada salahnya untuk tetap merencanakan liburan akhir tahun. Apalagi kalau Anda sudah memperoleh vaksin penuh, bisa saja pergi ke luar negeri. Masih ada lima bulan tersisa di 2021, Anda dapat mulai mengumpulkan rencana kisaran akomodasi supaya dapat menabung sesuai target.

2. Smartphone Baru

Smartphone adalah salah satu gawai yang berkembang dengan sangat pesat. Hingga bulan Juli ini saja, produsen-produsen ponsel saling berlomba merilis produk unggulan. Tak ada yang menyalahkan kalau Anda ingin ganti smartphone. Daripada menggunakan kartu kredit, lebih baik sisihkan tabungan tiap bulan dan kemudian beli ponsel baru dalam waktu 3-4 bulan saja.

3. Ganti Laptop

Seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 membuat siapapun harus membatasi kegiatan di luar ruangan. Ada banyak perkantoran menerapkan WFH (Work From Home), begitu pula sekolah-sekolah dan kampus yang memilih PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Supaya aktivitas online dapat berjalan lancar, diperlukan yang namanya laptop.

Karena kegiatan online yang makin sering, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk membeli laptop baru sebagai ide menabung jangka pendek. Pilih laptop yang diinginkan lalu pasang target dan nominal yang harus disisihkan dari gaji tiap bulan. Jika dilakukan rutin, laptop impian bakal digenggam.

Baca juga: Panduan Lengkap Menabung dan Trik Traveling dengan Gaji Minim

4. Rutinitas MCU

Dalam waktu beberapa bulan saja, wabah corona menyerang seluruh lapisan masyarakat. Selain tetap menerapkan protokol kesehatan dan aktif terlibat dalam program vaksinasi, ada baiknya Anda untuk melakukan MCU (Medical Check-Up) secara rutin. Memang, biaya untuk MCU cukup besar, tapi justru ini bisa menjadi alasan ampuh untuk menabung jangka pendek.

Tak hanya untuk diri sendiri, Anda bisa membuat rencana MCU bagi orangtua, pasangan dan seluruh anggota keluarga. Sisihkan penghasilan secara rutin setiap bulannya, dan kemudian lakukan MCU demi melindungi diri dan keluarga dari ganasnya penyakit Covid-19.

5. Kado Natal

Memasuki semester kedua dari tahun 2021, tentu pemeluk agama Kristen akan siap menyambut Natal. Jika Anda merayakan atau mempunyai teman yang menyambut Natal, ada baiknya melakukan persiapan untuk kado Natal lewat cara menabung. Bisa dilakukan 1-2 bulan jelang bulan Desember, Anda dapat menentukan kado sesuai dengan uang tabungan yang dimiliki.

6. Kursus Online

Tak ada yang bisa menebak kapan pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir. Meskipun besar harapan kalau di tahun 2021 ini sudah mampu terkendali, tapi faktanya hingga pekan ketiga Juli 2021, kasus harian bahkan terus menggila. Dalam pembatasan kegiatan sosial ini, Anda bisa membuat waktu lebih produktif dengan cara mengikuti kursus online.

Ada banyak sekali penyedia kursus online yang memberikan potongan harga di masa pandemi entah bahasa asing, belajar coding sampai desain hingga menulis skenario. Tentu tarif tiap-tiap kelas online beragam dan Anda harus mempersiapkan budget tersendiri. Cobalah menyisihkan penghasilan selama 2-3 bulan, baru kemudian daftar ke kursus online yang dikehendaki.

Sebetulnya masih ada banyak sekali pilihan menabung jangka pendek lainnya. Anda tentu bisa menentukan sendiri sepert ingin beli set gamis terbaru, sepatu atau tas baru, hingga kado perhiasan untuk ulang tahun orangtua. Asalkan ada ide dan tujuannya secara jelas, kegiatan menabung bisa berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.

Tinggalkan komentar