8 Tips Menentukan Produk Bisnis Apa Yang Cocok Saat Ini

Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat berat bagi banyak orang. Tidak sedikit masyarakat yang terkena dampak sosial dari pandemi yang sudah berlangsung lebih dari setengah tahun ini. Diantara kita mungkin sedang putar otak untuk tetap berpenghasilan, salah satunya adalah dengan memulai bisnis sendiri.

Seiring berkembangnya teknologi, ditambah lagi dengan pandemik yang cenderung membuat orang tetap berada di rumah, memulai bisnis rasanya patut dipertimbangkan.

Tapi karena masih pemula, wajar jika kita memiliki kekhawatiran untuk memulai dan bingung dalam menentukan produk atau jasa yang hendak di jual. Ya betul. Sebelum memulai bisnis pertanyaan ini sangat penting kita tanyakan pada diri kita sendiri. “Mau bisnis apa?”

Pertanyaan singkat, namun cukup tricky untuk menjawabnya. Misalnya saja, jika kita punya bakat dan kemampuan serta wawasan pasar yang lumayan untuk menjalankan bisnis A tapi tidak ada keminatan, mana mungkin kita punya ketahanan untuk menguliknya. Kita pasti cepat bosan dan menyerah.

Tapi jika kita minat tapi, punya bakat dan kemampuan tapi tidak tahu apa-apa tentang pasar, maka bisnis akan sulit diterima dan berkembang.

Jadi jika ingin berhasil dalam berbisnis, tentunya kita tidak bisa asal-asalan menentukan produk/ jasa untuk usaha. Apalagi jika modal finansial dan tenaga masih terbatas. Pemilihan produk yang tepat bisa menjadi salah satu landasan.

Oleh karenanya penting untuk mencari tahu dan mempertimbangkan produk atau jasa apa yang cocok untuk kita jadikan bisnis.

Agar pemilihan produk atau jasa untuk berbisnis Anda lebih terarah, Anda bisa mempertimbangkan beberapa tips berikut ini!

1. Pertimbangkan Minat Anda

Mempertimbangkan minat dalam bisnis

Untuk menentukan produk/ jasa apa yang ingin kita jual, minat pribadi menjadi hal yang sangat penting dalam perkembangan suatu bisnis. Tanpa minat, bisnis akan sulit bertahan.

Karena minat seseorang akan menjadi pendorongnya dalam mempertahankan dan mencari solusi ketika bisnis di hadapkan dengan berbagai masalah. Jika tidak ada minat sama sekali, siap-siap saja kita akan mudah menyerah saat ada kesulitan.

Mulai sekarang coba tanyakan pada diri Anda sendiri, hal apa yang Anda sukai. Buatlah daftar hal-hal yang paling Anda sukai sampai dengan yang kadarnya sedang-sedang saja. Karena saat Anda harus membuat keputusan terbaik dilapangan, bisa saja kita dihadapkan dengan kondisi yang tidak ideal.

Oleh karena itu, jika tidak bisa memilih bidang bisnis yang sangat kita minati, paling tidak kita tidak membenci bidang bisnis yang kita kerjakan.

Bagaimana bisnis akan berkembang kalau kita saja sebagai founder ingin menghidarinya? Hal ini akan berbeda jika kita memulai bisnis dengan minat dengan kadar sedang, karena minat masih mungkin bisa kita tumbuhkan seiring pencapaian-pencapaian yang kita lakukan.

2. Pahami Kemampuan Diri

Selain minat, coba perhatikan juga kemampuan diri atau skill yang berkaitan dengan bidang produk/ jasa yang diminati saat memulai suatu bisnis. Anda perlu menilai dengan seobjektif mungkin tentang bagaimana kualitas kemampuan yang Anda miliki saat ini, terutama pada skill-skill inti yang di perlukan.

Konsekwensinya, Anda memang perlu memahami terlebih dahulu skill-skill apa yang sangat penting untuk menjalankan bisnis yang Anda minati tersebut.

Misalnya saja Anda ingin membuat bisnis pada bidang content creator melalui media online, maka setidaknya kemampuan berpikir kreatif dan analitis serta teknik kepenulisan sudah Anda miliki sebagai dasarnya. Selain itu, wawasan mengenai media online juga penting untuk Anda tahu.

Baca juga : 5 Peluang Usaha Baru yang Masih Belum Banyak Pesaing

Atau misalnya Anda ingin berbisnis di bidang fashion, maka Anda setidaknya memiliki kemampuan memahami estetika pakaian dan membuat produk. Apalagi pada masa-masa awal belum memiliki karyawan, maka Anda harus bisa membuat produknya fashion sendiri.

3. Cari Tahu Tentang Ketersediaan Bahan Baku atau Sumber Daya

Jika sudah mulai tergambar hal apa yang ingin Anda jadikan produk/ jasa untuk membangun bisnis, selanjutnya dalam menentukan produk/ jasa Anda juga perlu mempertimbangkan juga mengenai ketersediaan bahan baku atau sumber daya.

Hindari memilih bidang bisnis yang bahan baku dan sumber dayanya cukup langka pada awal terjun dalam dunia bisnis. Sebab konsumen akan sulit datang jika Anda tidak memiliki produk/ jasa yang tidak bisa di beli.

Jadi sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan bahwa bahan baku ataupun sumber daya tersedia dan cukup mudah Anda dapatkan.

Anda perlu membuat daftar bahan-bahan baku atau sumber daya apa saja yang Anda butuhkan. Contohnya Anda ingin membuat bisnis pisang goreng. Tentunya Anda harus mencari supplier pisang yang tepat yakni terpercaya mampu menyediakan pisang sesuai dengan jenis pisang yang Anda butuhkan secara kontinu.

Lalu, usahakan juga memilih supplier yang menjual bahan baku/ produk dengan harga yang tidak kemahalanan agar Anda bisa menyesuaikan dengan harga jual yang realistis.

Begitupun dengan bisnis di bidang jasa. Kita pakai contoh bisnis di bidang IT, maka “bahan-bahan baku” yang berkaitan perlu kita pastikan ketersediannya. Bedanya, bisnis di bidang jasa mungkin sangat erat kaitannya dengan SDM.

Seperti tersedianya sdm yang memiliki skill mumpuni, komputer/laptop, jaringan internet yang lancar dll . Dengan begitu menentukan produk/ jasabarulah bisnis IT realistis untuk dijalankan.

4. Pahami Kondisi Pasar Secara Mendalam

Memahami kondisi pasar dalam berbisnis

Wawasan mengenai pasar juga mutlak Anda miliki. Sebenarnya hampir tidak bisnis yang tidak memiliki pasar asalkan itu masih berkaitan dengan kebutuhan manusia.

Namun pemahaman yang terlalu umum mengenai pasar akan membuat arah bisnis menjadi kabur alias tidak jelas. Hal ini akan berbeda jika kita benar-benar tahu untuk siapa produk atau jasa ini kita buat.

Apalagi pemasaran online bisa sangat efektif apabila kita benar-benar mengenal siapa audiens yang kita bidik. Dalam hal ini ada berbagai hal yang perlu kita pahami.

Mulai dari masalah yang di alami oleh pasar misalnya. Ketepatan membaca masalah akan membuat produk/ jasa Anda nantinya bisa memiliki nilai bagi mereka sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, range usia pasar juga harus kita tentukan secara jelas. Hal ini berkaitan tentang fungsi produk/ jasa nya itu sendiri dan juga siapa yang memiliki sumber daya untuk membelinya. Apakah produk/ jasa yang di buat di fungsikan untuk anak-anak, remaja, dewasa atau orangtua.

Dalam perkembangannya, karakteristik setiap generasi juga perlu di pertimbangkan. Misalnya saja perbedaan karakter pasar generasi X dan generasi millenial.

Kebutuhan akan solusi, nilai-nilai atau kecenderung pola pikir mereka punya kekhasan tersendiri. Jadi jika Anda merasa masih kekuarangan wawasan mengenai pasar Anda, sebaiknya Anda mulai melakukan riset secara berkala.

Saking pentingnya memahami pelanggan, Jeff Benzos (Founder Amazon) pernah mengatakan, “Tetaplah menjaga saingan kita sibuk dengan kita, sementara kita sibuk dengan melayani pelanggan”. Hal ini tentu juga penting dalam proses menentukan produk/ jasa.

5. Pahami Cara Kerja Bidang Bisnis Anda

Setiap bidang bisnis pasti memiliki cara kerja. Pada awal berbisnis, idealnya Anda menjadi orang yang cukup tahu bagaimana bidang bisnis Anda bekerja sebelum akhirnya mengajak orang menjadi karyawan Anda.

Hal ini agar kedepan Anda punya bekal dalam melakukan evaluasi dan improvisasi serta mengurangi potensi pengambilan keputusan yang fatal ataupun penipuan.

Belajar cara kerja bidang bisnis Anda sendiri memang perlu waktu. Jadi bersabarlah. Namun, jika cara kerjanya sudah mulai tergambar oleh Anda sendiri maka kedepannya bisnis Anda bisa berjalan lebih mudah dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada.

6. Buat Tester Untuk Menguji Respon Pasar

Feedback adalah hal yang sangat penting dalam berbisnis. Suatu bisnis perlu terus berinovasi untuk bisa berkembang. Lewat feedback, kita jadi tahu bagaimana respon pasar terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan.

Tujuannya adalah selain memahami minat pasar, juga sebagai bahan evaluasi produk/ jasa agar lebih baik lagi kedepannya.

Dalam pemasaran online, feedback juga cukup berperan dalam menarik pasar. Karena pelanggan online biasanya mencari review produk/ jasa yang diminati sebelum yakni untuk membelinya. Maka jangan sepelekan soal feedback.

Untuk masa awal berbisnis, coba buatlah tester dengan skala yang minim untuk menguji respon pasar. Jika produk/ jasa disukai pelanggan maka mereka akan melakukan pembelian ulang (purchase).

Namun feedback tidak selamanya positif, pelanggan bisa saja tidak suka, maka cobalah mencari tahu alasannya dan membuat formula yang berbeda.

7. Memperhatikan Kompetitor Tapi Jangan Meniru

Dalam berbisnis, mungkin saja ada yang memulai lebih dulu dalam bidang yang Anda pilih. Ini tidak masalah. Justru jika kompetitor sudah dalam tahapan yang bisa dikatakan maju maka Anda bisa belajar darinya.

Namun yang perlu di garis bawahi adalah, jangan pernah menjiplak kompetitor. Baik dalam hal produk atau simbol lainnya. Apalagi jika branding kompetitor sudah kuat.

Produk Anda mungkin akan booming, tapi hal itu tidak akan bertahan lama. Karena Anda kalah secara proses branding kompetitor yang lebih dulu sudah sangat kuat di masyarakat.

Baca juga : 10 Daftar Waralaba Minuman Terlaris Menjelang 2021

Alih-alih brand Anda naik, justru Anda menjadi dongkrak bagi kompetitor untuk semakin menguatkan namanya. Istilahnya, “Brand yang kualitasnya bagus pasti ditiru”. Jadi belajarlah prinsip-prinsip dasar bagaimana mereka bisa berkembang tapi tetaplah menjadi orisinal.

8. Cari Tahu Keunikan Produk/ Jasa

Cari tahu keunikan produk jasa yang di jual

Keunikan adalah aspek penting untuk menarik dan mengembangkan pasar. Tidak masalah jika Anda belum melihat letak keunikan dari bisnis kita. Karena terkadang perlu waktu untuk menemukan keunikan produk/ jasa dari bisnis kita sendiri.

Namun seiring berjalannya waktu kita akan mulai menyadarinya. Asalkan Anda tidak berhenti berproses mencari letak keunikan yang potensial dikenal oleh konsumen.

Mungkin pada dasarnya produk yang kita buat sama secara fungsi karena memang idenya terinspirasi dari kebutuhan yang sama. Rasanya tidak mungkin menjadi satu-satunya pihak yang bergerak pada bisnis tertentu.

Baca juga : 7 Tips Membuat Nama Brand/MerekĀ 

Keunikan bisa berasal dari kualitas produk, packaging, komitmen dll. Anda bisa mencari inspirasi keunikan produk lewat masalah yang mungkin jarang orang sadari, dari alam, interaksi sosial dan dari mana saja. Untuk itu Anda perlu menjadi kreatif.

Penutup

Nah itu lah 8 tips yang bisa Anda pertimbangkan dalam menentukan produk / jasa untuk memulai bisnis. Setelah membuatnya, menjaga kualitas atau layanan juga merupakan hal yang menantang bagi pebisnis agar pelanggan tidak kabur. Bagaimana, Anda sudah punya ide-ide bisnis yang terlintas? Coba catat, supaya tidak lupa sambil memperhatikan aspek-aspek yang telah di bahas di atas. Baiklah, selamat bereksplorasi dan memulai bisnis Anda sendiri!

Bagikan ;

Tinggalkan komentar