Kelola Uang Bebas Hutang Ala The Total Money Makeover

Siapa sih yang tidak ingin hidup tenang dan aman secara finansial? Bebas dari hutang adalah langkah awalnya. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengelola uang bebas hutang dari master keuangan Dave Ramsey melalui bukunya yang berjudul The Total Money Makeover.

Bagi yang belum tahu, sekitar lebih 25 tahun yang lalu Dave Ramsey tengah dihadapkan dengan kebangkrutan dan bergelut dengan hutang jutaan dollar. Dalam buku ini, Anda tidak akan di ajarkan cara cepat untuk bebas dari hutang. Tapi justru di ajarkan cara yang sudah terbukti bisa membantu keluar dari lingkaran hutang menuju kehidupan finansial yang sehat.

Kesalahan keuangan biasanya terjadi salah satunya karena kita membeli barang-barang yang sebenarnya kurang kita butuhkan. Dalam bukunya Dave menuliskan 7 langkah (baby steps) supaya kita bisa mencapai kondisi keuangan yang kita impikan.

Penasaran bagaimana cara mengelola uang bebas hutang ala buku The Total Money Makeover? Yuk ikuti pembahasannya!

1. Mengenal Mitos Hutang yang Berbahaya

mengelola uang bebas hutang Mengenal Mitos Hutang yang Berbahaya
Sumber gambar : unsplash.com/ Daniel Thomas

Nah, katanya ada mitos yang mengatakan kalau hutang itu digunakan sebagai alat untuk menciptakan kekayaan. Anggapan ini mungkin berkaca jika kita ingin suatu bisnis tertentu atau membeli rumah, mobil dll. Hal ini karena tanpa di cicil rasanya tidak mungkin bisa terwujud.

Di sisi lain negara dengan ekonomi yang dikenal lebih maju seperti Amerika juga terbiasa kartu kredit. Padahal faktanya :

  • Sebanyak 88% orang Amerika sudah memiliki kartu kredit sebelum mereka bekerja
  • 60% orang Amerika tidak membayar tagihan kartu kredit mereka
  • 40% keluarga di Amerika tidak bisa bertahan bahkan dalam kurun waktu kurang dari sebulan jika mereka kehilangan setengah pendapatan mereka

Hal ini justru menunjukan kalah banyak sekali orang tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik.

Baca juga, 6 Pertimbangan Sebelum Menambah Kartu Kredit Baru Anda

Sebenarnya orang kaya tidak berhutang sesering yang kita bayangkan. Banyak orang yang berhutang karena tidak punya uang. Ketika kita punya hutang maka kita tidak akan bebas menggunakan pendapatan kita sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Berdasarkan suatu penelitian, sebanyak 47% baby boomers biasanya memiliki hutang KPR, lalu 41% memiliki hutang kartu kredit, 13% nya memiliki cicilan sekolah dan 36% memiliki cicilan kendaraan seperti mobil. Di butuhkan kemauan dan disiplin yang tinggi untuk bisa bebas dari jeratan hutang.

Manajemen Resiko Dalam Berhutang

Dave menceritakan bahwa ia termasuk orang yang memulai karirnya dengan mindset yang salah. Pada awal berbisnis jual beli properti, Dave memahami kalau : “Berhutang itu diperlukan jika ingin memiliki sesuatu. Entah itu memulai bisnis, membeli rumah, mobil dll”.

Padahal banyak orang lupa kalau segala sesuatu memiliki konsekwensinya. Termasuk hutang yang bisa di ibaratkan pedang bermata dua. Bisa memberikan manfaat tapi juga bisa melukai diri sendiri. Oleh karena itu penting sekali untuk melakukan manajemen resiko ketika kita berhutang.

Dave lupa soal ini. Hingga akhirnya bisnis propertinya bangkrut lalu meninggalkan banyak sekali hutang yang harus di bayar. Dari kejadian ini Dave pun sadar kalau caranya memandang hutang itu salah dan sangat berbahaya.

Baca juga, 10 Tips Cara Cepat Bebas Hutang Agar Hidup Tenang

Hubungan Manusia dengan Hutang

Jika kita meminjamkan uang kepada saudara maupun teman, maka sebenarnya akan tercipta beberapa dampak. Misalnya saja adanya hubungan master & slave. Dimana master adalah sang pemberi hutang dan slave adalah penerima hutang. Di kasus lainnya bahkan si penerima hutang justru yang lebih galak dibanding si pemberi hutang.

Nah, saran Dave berkaitan dengan hal ini : berikanlah uang sebagai hadiah dan jangan mau untuk di jadikan penjamin jika orang lain berhutang.

Secara stratistik, ketika seseorang seseorang membutuhkan penjamin maka kemungkinan besar orang tersebut tidak akan membayar hutangnya. Pelajarannya di sini adalah, sebaiknya kita tidak mencampur adukkan hutang dengan hubungan. Karena hutang cukup berperan dalam menghancurkan hubungan kita dengan orang lain.

2. Menyadari Latte Effect dan Mulai Cicil Hutang

Pernah mendengar tentang latte effect?

Latte effect ini adalah pemborosan yang terjadi dikarenakan kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari. Misalnya membeli kopi sebelum pergi ke kantor, saat di kantor bahkan saat pulang, merokok dll. Coba sekarang Anda hitung dan jumlahkan berapa kira-kira berapa yang harus Anda keluarkan tiap bulannya hanya untuk itu semua. Anda mungkin akan kaget.

Nah, menyadari akan latte effect yang kita miliki adalah langkah yang bisa merubah pola keuangan kita menjadi bebas hutang. Kita bisa melakukan penghematan besar jika tahu bahwa kebiasaan tersebut tidak harus di lakukan atau bisa digantikan dengan hal lainnya.

Jika uang sudah terkumpul, mulailah cicil semua hutang yang Anda miliki satu persatu. Anda bisa membuat list hutang menggunakan metode seperti bola salju. Mulai dari saldo hutang yang terbesar hingga yang paling kecil. Lunasi mulai dari yang paling kecil dengan pembayaran full.

Memang, lama atau tidaknya tergantung seberapa banyak hutang yang Anda miliki. Tapi kabar baiknya dengan bola salju pembayaran hutang ini akan lebih mempercepat Anda melunasi hutang. Dengan begitu sedikit demi sedikit Anda akan mulai lebih bisa mengontrol hidup Anda sendiri karena tidak di kejar-kejar hutang.

3. Wajib Punya Dana Darurat

Wajib Punya Dana Darurat
Sumber Gambar : unsplash.com/ Travis Essinger

Dana darurat adalah langkah utama yang perlu di persiapkan dalam memulai financial secure. Ini adalah langkah kecil yang wajib di lakukan selain melunasi hutang. Ibaratnya kita sedang membangun sebuah rumah, kita tidak mungkin langsung membangunnya sekaligus bukan?

Tapi kita perlu membangunnya secara perlahan, dari satu bagian ke bagian yang lain. Nah begitupun dengan keamanan keuangan. Kita tidak mungkin langsung membangunnya langsung di seluruh area, namun harus mulai dari suatu sudut. Dalam hal ini dana daruratlah yang utama perlu di wujudkan. Jadi Anda bisa memulainya dari sini.

Kenapa?

Menurut Money Magazine, 78% dari kita pasti akan mengalami kejadian paling buruk dalam hidup setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun. Misanya mengalami PHK, kerusakan kendaraan yang cukup parah, kecelakaan, sakit parah, terkena bencana alam dll. Oleh karena itu kita harus bersiap jika hal ini terjadi.

Berapa dana darurat yang harus di siapkan?

Besaran dana darurat tergantung profil resiko dari profesi Anda. Semakin tinggi resiko yang dimiliki maka dana darurat yang harus di siapkan pun juga semakin besar.

Idealnya kita bisa menyiapkan dana darurat sebesar 3-6 kali pengeluaran rutin bulanan. Itu untuk Anda yang berprofesi sebagai karyawan yang mendapatkan gaji bulanan. Namun jika Anda merupakan seorang freelancer, pekerjaan berdasarkan komisi ataupun pengusaha, minimal dana darurat yang perlu dimiliki adalah sebesar 12x pengeluaran rutin bulanan.

Ingat bahwa tidak ada yang benar-benar bisa memprediksi masa depan. Seperti halnya pandemik pada Januari 2020 lalu yang terjadi hingga saat ini berdampak sangat besar bagi kehidupan kita. Mulai dari kesehatan fisik, mental hingga keuangan terdampak oleh pandemik covid 19 ini.

Jika kita tidak memiliki dana darurat, bayangkan apa yang akan terjadi saat musibah-musibah tersebut datang menghampiri? Yang paling mungkin adalah dengan berhutang. Hutang tentu perlu di bayar ditambah dengan bunganya. Namun jika kita sendiri saja belum mendapat incom, lalu dari mana sumber dananya?

Oh ya, perlu di catat bahwa dana darurat itu bukanlah investasi. Jadi media menyimpan dana darurat ini wajib liquid atau mudah di cairkan.

4. Berinvestasi Untuk Masa Tua

Dalam mengelola keuangan sebenarnya erat sekali dengan psikologis kita sebagai manusia. Kita harus fokus membentuk kebiasaan baru yang positif dan mulai langkah demi langkah untuk membentuk habits yang baik dalam keuangan. Baru setelah itu pikirkan soal dana pensiun.

Banyak orang yang menjadi khawatir saat masa pensiun, apakah masih bisa hidup nyaman padahal tubuh semakin melemah?

Jawabannya bisa, hanya jika kita mempersiapkannya dengan baik. Di Indonesia sendiri, menyiapkan dana pensiun mungkin masih belum menjadi reflek. Budaya bergantung pada anak ketika tua menjadi sesuatu yang sangat biasa. Inilah yang membuat fenomena generasi sandwich terus terjadi.

Baca juga, 7 Tips Keuangan Untuk Generasi Sandwich

Dalam hal ini, Dave menyarankan agar kita menyisihkan 15% dari dana pendapatan kita untuk tabungan pensiun nanti. Keberhasilan tabungan dana pensiun ini tidak hanya di tentukan oleh seberapa besar dana yang bisa kita sisihkan melainkan juga seberapa awal kita memulainya.

Jadi semakin awal kita mampu membangun kebiasaan baik dalam keuangan, maka makin cepat juga bisa memulai tabungan dana pensiun ini. Bahkan bisa meninggalkan warisan untuk anak-cucu kelak.

5. Membangun Passive Income

bebas utang Membangun Passive Income
Sumber gambar : Pixabay.com/ mohamed_hassan

Apa lagi yang perlu di lakukan selain hidup bebas hutang untuk mencapai financial secure?

Bukan hanya menyiapkan dana pensiun saja, ketika kita bebas hutang maka kita juga bisa mulai membangun kekayaan. Sebab kita sudah mampu menggunakan uang dengan tepat, kita juga terbiasa menjalani gaya hidup sesuai kemampuan. Saat itulah kita siap berinvestasi untuk membangun sumber kekayaan yang akan menjadi passive income kita nanati.

Jika kita sudah berada di tahap ini, maka bisa dikatakan bahwa kita sudah cukup kuat secara keuangan. Uang bisa membeli kebahagiaan ketika return dari investasi kita lebih besar dibanding penghasilan bulanan/ regular. Karena dengan begitu kita lebih bisa punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang ingin dilakukan. Disini, uang akan bekerja untuk kita, bukan sebaliknya.

Menurut Dave, uang bukanlah tujuan. Pada dasarnya, uang adalah alat yang digunakan untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan. Seperti hidup nyaman dan membantu sesama.

Baca juga, 9 Buku Keuangan Keren, Bikin Kita Makin Melek Finansial!

Penutup

Jadi bagaimana, siapkah mulai belajar mengelola uang bebas hutang?

Demi mencapai financial secure, mulai dengan tidak berhutang apalagi membiasakan diri menjalankan gaya hidup di luar batas kemampuan. Lalu memiliki dana darurat hingga pada akhirnya memiliki passive income sendiri.

Semoga beberapa pelajaran dari buku The Money Makeover ini bisa semakin menambah wawasan kita untuk mencapai kehidupan finansial yang lebih sehat. Bagi Anda yang sudah pernah membaca buku ini, apakah ada hal lainnya bisa dipelajari namun belum di sebutkan?Selamat mencoba mengaplikasikan tips-tips diatas.

Tinggalkan komentar