Mengenal Manajemen Resiko Dalam Bisnis dan Langkah-langkahnya

Selalu ada resiko dalam semua bisnis, apapun jenisnya, sekecil atau sebesar apapun ukurannya. Oleh karena itu yang bisa di lakukan oleh seorang pengusaha adalah mengelola resiko yang ada atau biasa di sebut dengan manajemen resiko. Tujuannya bisa bermacam-macam, Apalagi jika Anda pemula, pastinya penting untuk tahu bagaimana cara mengukur resiko bisnis Anda sendiri.

Sebelum melakukan langkah antisipasi, kita perlu tahu dulu apa saja sih resiko yang mungkin terjadi dalam bisnis yang kita jalankan. Maka dari itu ada baiknya kita mengenal tentang manajemen resiko dalam bisnis dan bagaimana cara mengukurnya.

Jika Anda tertarik mempelajari manajemen resiko dalam bisnis, yuk baca artikelnya sampai selesai. Karena ada poin-poin penting yang mungkin perlu Anda pertimbangkan dalam ketika menghadapi resiko dalam berbisnis. Kita akan memulainya dengan memahami jenis-jenis resiko utama yang akan di hadapi oleh sebuah bisnis.

Jenis Resiko Dalam Bisnis

jenis Resiko Dalam Bisnis

Sebagai pemilik bisnis kita memang perlu memiliki jiwa yang optimis, namun kali ini kita akan memilikirkan kemungkinan buruk yang terjadi agar bisa menghadapinya lebih baik sespesifik mungkin.

Secara umum, setidaknya ada 5 jenis resiko utama yang yang akan di hadapi sebuah bisnis yakni : Resiko strategi, kepatuhan, operasional, finansial dan juga reputasional. Apa itu?

Resiko Strategi

Pertama ada yang namanya resiko strategi. Setiap bisnis pasti di jalankan dengan suatu strategi bukan? Nah resiko ini adalah resiko yang di akibatkan oleh kurang matangnya strategi dalam menjalankan bisnis.

Resiko ini adalah jenis resiko yang umum di hadapi oleh para pengusaha, apalagi jika masih pemula dan sedang masa-masanya mengembangkan produk. Nah untuk mengindetifikasinya, Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut!

  • Bagaimana jika terjadi lonjakan harga bahan baku hingga 2x lipat?
  • Apa yang terjadi kalau kompetitor memulai persaingan harga yang cukup ketat?
  • Apakah bisnis ini dijalankan dengan kebergantungan yang tinggi terhadap suatu teknologi atau pihak tertentu?
  • Apa para pelanggan atau calon pelanggan bisa tetap mengkonsumsi produk sejenis tanpa produk dari bisnis yang kita jalankan?
  • Apakah ada suatu inovasi yang di jadikan kesempatan untuk lebih maju kita dan apakah kita sudah memiliki rencana untuk mewujudkan serta menyesuaikan diri?

Resiko Kepatuhan

Resiko lainnya yang harus di pertimbangkan adalah resiko kepatuhan. Mirip seperti namanya, resiko bisnis yang satu ini adalah resiko yang di sebabkan oleh ketidakpatuhan kita terhadap regulasi pemerintah.

Resiko ketidakpatuhan ini bisa jadi dampaknya tidak sebesar resiko strategi pada batas tertentu. Namun resiko ini bisa menyebabkan kerugian dari segi finansial, misalnya kita harus membayar denda atas ketidakpatuhan terhadap suatu aturan.

Untuk menyiapkan penyikapan pada resiko ini, coba cari tahu tentang adanya resiko ketidakpatuhan pada bisnis Anda dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti :

  • Apa yang membuat kita bisa yakin bahwa bisnis yang kita jalankan sedang tidak melanggar suatu regulasi tertentu?
  • Jika kita tidak sengaja melanggar suatu aturan dan harus membayar denda, apa yang akan kita lakukan & sejauh apa persiapannya?
  • Apakah kita sedang melakukan perluasan kepada target pasar baru yang ternyata mengharuskan kita beradaptasi dengan suatu regulasi baru?
  • Ketika menambah tenaga kerja lebih banyak, siapkah kita menghadapi aturan ketenagakerjaan yang melingkupinya?

Resiko Operasional

Selanjutnya ada resiko operasional. Resiko ini adalah sebuah resiko bisnis yang biasanya terjadi dalam aktifitas bisnis yang di lakukan sehari-hari yang bersifat teknis. Misalnya saja kerusakan alat, kondisi alam atau yang di sebabkan oleh karyawan.

Walaupun bersifat teknis, resiko ini bisa saja berbahaya dan merusak nama baik perusahaan. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa memulai dengan menjawab pertanyaan speerti di bawah ini!

  • Apakah sistem dan teknologi yang digunakan dalam menjalankan bisnis bisa di andalkan? Berapa sering terjadi kegagalan
  • Apa yang akan terjadi jika kita kehilangan sumber daya listrik selama lebih dari 24 jam? Apakah kita sudah memiliki persiapan jika hal tersebut terjadi?
  • Apa ada kemungkinan terjadi bencana alam di lokasi kita? Seberapa besar kemungkinannya dan apa yang kita lakukan jika hal itu terjadi?
  • Mungkinkah masalah yang serius akan terjadi jika kita kehilangan karyawan inti?

Resiko Finansial

Resiko bisnis yang ke empat yakni resiko finansial. Dari penyebutan namanya sudah jelas bahwa resiko jenis ini berkaitan dengan hal-hal yang berbau dengan finansial/ keuangan bisnis. Resiko ini terjadi ketika adanya biaya tambahan yang menyebabkan kerugian pada perusahaan.

Misalnya pengeluaran yang kita lakukan lebih besar dibanding pemasukan dan biasanya hutang menjadi penyebab munculnya resiko semacam ini.

Untuk mengatasi resiko finansial salah satu bentuk pengendalian yang bisa kita lakukan adalah dimulai dari pencatatan keuangan yang sehat.

Baca yuk, Strategi Membangun Sumber-sumber Penghasilan Sejak Usia 20-an

Saat ini sudah banyak software akuntansi maupun aplikasi pembukuan yang bisa di akses sehingga keuangan bisnis bisa lebih mudah, jelas dan tentunya akurat. Namun untuk menyikapi resiko ini ada beberapa jenis pertanyaan yang bisa di ajukan.

  • Bagaimana jika klien terbesar kita bangkrut dan tidak dapat membayar tagihan terakhirnya?
  • Apakah bisnis memiliki hutang? Berapa bunganya dan seberapa tinggi di banding aset yang dimiliki?
  • Bagaimana dengan kemampuan membayar utang ketika bunga naik secara drastis?
  • Jika bisnis dilakukan atau akan maju di ranah global, seberapa pengaruhnya nilai tukar mata uang terhadap bisnis?
  • Apakah ada klien yang masih memiliki hutang, apa yang terjadi jika mereka terlambat membayar dan apa yang perlu kita lakukan?

Resiko Reputasional

Terakhir, ada resiko reputasional yang kemungkinan bisa di alami oleh sebuah bisnis. Apa itu resiko resputasional?

Resiko reputasional berkaitan dengan nama baik bisnis atau perusahaan. Jika nama baik perusahaan tercoreng bahkan hancur karena suatu hal maka bisa berakibat kerugian yang cukup besar.

Misalnya kehilangan pelanggan, distributor bahan baku, atau bahkan para investor menarik kembali dana investasinya karna kehilangan kepercayaan pada bisnis kita. Untuk mempersiapkan kemungkinan dari adanaya resiko reputasional Anda bisa mulai menganalisanya melalui pertanyaan seperti berikut ini!

Baca yuk, 7 Sumber Penghasilan Cepat Kaya yang Wajib Anda Miliki

  • Apa saja yang membuat kita yakin bahwa nama baik perusahaan terjaga?
  • Mungkinkah kita mendapatkan review bernada negatif dari media online atau offline berpengaruh? Apa yang akan terjadi?
  • Bagaimana jika ada karyawan yang melakukan tindakan melanggar hukum?
  • Apakah kita sudah memiliki staf humas dan sejenisnya yang mampu menangani krisis?

Proses Melakukan Manajemen Resiko Bisnis

Proses Melakukan Manajemen Resiko Bisnis

Jika sudah memahami jenis-jenis resiko yang mungkin bisa terjadi dalam bisnis selanjutnya kita akan membahas bagaimana proses melakukan manajemen resiko.

1. Analisis Lingkungan Internal

Langkah pertama adalah melakukan pengamatan dan analisis yang berkaitan dengan lingkungan internal perusahaan. Mulai dari nilai-nilai etika bisnis yang di anut, struktur organisasi, sistem pendelegasian dll.

Apakah ada yang berpotensi menimbulkan resiko-resiko yang telah di sebutkan di atas?

2. Menentukan Sasaran

Selanjutnya, Anda perlu menentukan sasaran yang hendak di capai dalam kegiatan manajemen resiko yang hendak dilakukan. Kita bisa membagi sasaran tersebut menjadi dua.

Pertama yakni strategic objective yang fokus berpusat pada pelaksanaan visi misi perusahaan dan juga activity objective yang fokus utamanya berkaitan degnan aktifitas operasional, pelaporan maupun kompilasi.

Penentuan tujuan ini sangat penting supaya resiko-resiko yang ada bisa kita identifikasi serta dikelola sesuai dengan fokus dari masing-maisng tujuan tersebut.

3. Identifikasi Potensi Peristiwa

Setelah selesai dengan analisis internal dan penentuan sasaran, langkah ketiga adalah mengidentifikasi potensi peristiwa yang memiliki keterkaitan dengan strategi dan juga pencapaian tujuan perusahaan. Apakah peristiwa tersebut akan berdampak positif ataukan justru menjadi resiko yang mengancam perusahaan.

4. Penilaian Resiko

Jika sudah mengidentifikasi potensi-potensi yang kemungkinan berpengaruh, langkah berikutnya adalah menilai resiko tersebut.

Dalam menilainya, kita bisa menggunakan 2 perspektif yakni perspektif kecenderungan dan juga konskwensi. Kita bisa membuat range untuk menilai kecenderungan ini, misalnya :

  • Sangat tidak sering
  • Agak tidak sering
  • Kadang – kadang
  • Cukup sering
  • Sangat sering

Intinya adalah memberikan ukuran frekuensi atau ranking pada setiap resiko. Atau Anda juga bisa menggunakan angka untuk menggambarkannya.

Hal ini mungkin terlihat sederhana namun sebenarnya perlu ketelitian dalam menganalisis serta memberikan penilaian yang sesuai.

Anda juga bisa melakukan hal yang sama dalam melihat dampaknya. Contohnya dengan memberikan 5 dimensi penilaian, mulai dari dampak paling minimum, rendah, medium, tinggi dan juga berbahaya. Atau menggunakan poin sperti yang telah di jelaskan sebelumnya.

5. Penentuan Tanggapan/ Penyikapan Terhadap Resiko

Sekarang Anda sudah tahu resiko apa yang kemungkinan bisa terjadi beserta kadarnya. Selanjutnya, setiap organisasi atau perusahaan yang menghapi hal tersebut mesti menentukan penyikapan sesuai dengan resiko yang di hadapinya. Apakah itu menghindari, mengurangi, memindahkan atau dan menerima resiko tersebut.

6. Pengendalian Resiko / Controling

Langkah manajemen resiko yang selanjutnya adalah melakukan pengendalian resiko (controling). Aktifitas pengendalian ini berkaitan dengan kebijakan ataupun prosedur yang di buat untuk menjamin bahwa penyikapan atau respon terhadap resiko yang ada bisa terlaksana dengan baik.

Misalnya tentang keamanan aset perusahaan, pendelegasian, supervisi dll.

7. Memperhatikan Penyampaian Informasi dan Komunikasi

Salah satu langkah penting dalam manajemen resiko yang tidak boleh di lewatkan adalah soal penyampaian informasi dan komunikasi. Setiap data dan aksi yang hendak dilakukan perlu di sampaikan secara jelas.

Oleh karena itu kita perlu memperhatikan juga secara jelas tentang kualitas informasinya, mempersiapkan bagaimana cara dan alur penyampaian informasi.

8. Monitoring

Langkah terakhir dalam melakukan manajemen resiko adalah monitoring (pemantauan). Ketika resiko dan sistem sudah terbentuk, kita tetap wajib melakukan monitoring baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jangan lupa perhatikan juga laporan yang disampaikan, apakah terjadi bias, kurang data atau tidak relevan. Karena resiko tersebut pasti ada dalam proses pelaporan. Dengan laporan yang berkualitas kita juga bisa mengambil tindakan yang lebih tepat.

Yuk baca juga, Ini Cara Mengelola Keuangan Bisnis Untuk Pemula, Yuk di Catat!

Kesimpulan

Mengenali sejumlah resiko bisnis secara mendetail adalah langkah bijak untuk mempersiapkan diri agar bisa menghadapi kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Dengan begitu harapannya dampak yang di timbulkan tidak menjadi semakin memburuk.

Bagaimana dengan Anda? Sudah mulai tahu apa kemungkinan resiko yang terjadi dengan usaha yang sedang Anda jalankan? Semoga penjelasan diatas bisa membantu Anda mengidentifikasi resiko-resiko bisnis dan mempersiapkan cara terbaik yang bisa di lakukan untuk menyikapinya.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar