Milenial, Pilih Rumah atau Apartemen? Ini Tips Beli Properti Pertama!

Siapa orang yang tidak ingin memiliki properti? Milenial yang terkenal sebagai generasi yang terbiasa dengan sewa menyewa pun ternyata tetap ingin punya properti sendiri.

Banyak milenial yang bingung memilih mana yang terbaik antara membeli rumah tapak atau apartemen sebagai properti pertama mereka. Ingin membeli rumah tapak tetapi jauh dengan kantor, ingin membeli apartemen yang fasilitasnya lengkap tapi pendapatan masih belum kuat membayar biaya hidupnya. Jadi lebih baik pilih yang mana?

Harga apartemen dipandang terlalu tinggi untuk ukuran kantong penghasilan milenial, sehingga membuat milenial maju mundur untuk melakukan pembelian apartemen baik itu langsung maupun pengajuan KPA.

Tapi developer tidak kehilangan cara, demi membidik pasar milenial yang dikabarkan merupakan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia saat ini mulai banyak juga apartemen yang disesuaikan dengan kebutuhan para milenial.

Tentu yang mencolok adalah soal harga, apartemen milenial bisa di katakan lebih murah dan menawarkan promo cicilan/dp yang rendah dengan fasilitas yang tidak jauh berbeda dengan apartemen yang sudah ada pada umumnya.

Meskipun demikian secara psikologis keberadaan rumah tapak yang sudah lebih dulu menjadi bentuk rumah tinggal yang di pilih masyarakat Indonesia juga tetap dipandang lebih aman di banding apartemen.

Developer rumah tapak juga banyak mengembangkan rumah dengan harga yang cukup terjangkau oleh milenial, ukuran lahannya biasanya 60-72 meter dengan harga mulai dari 200 juta rupiah. Sehingga pilihan antara membeli rumah tapak atau apartemen saat ini mungkin menjadi hal yang cukup membingungkan bagi banyak generasi milenial.

Nah, daripada kita hanya menduga-duga mana yang lebih baik antara membeli rumah tinggal ataukah apartemen, kita bisa mempertimbangkan hal-hal dibawah ini.

Karena membeli properti berupa rumah tapak atau apartemen memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan perlu di sesuaikan dengan konteks kita secara pribadi sehingga perlu pertimbangan yang matang.

Oleh karena itu, mari kita bahas satu persatu mulai dari plus minus rumah tapak dan juga apartemen dengan melihat beberapa aspek di bawah ini hingga pertimbangan lainnya yang perlu di perhatikan dalam membeli properti pertama bagi milenial !

1. Pahami Kelebihan Rumah Tapak Dibanding Apartemen

Lahan dan Bangunan Properti Miliki Sendiri

Jika Anda membeli rumah tapak, artinya Anda bukan hanya membeli bangunannya saja tapi juga sekaligus dengan lahannya. Seperti yang kita ketahui, nilai dan harga tanah setiap tahun cenderung selalu mengalami kenaikan.

Baca juga : KPR Syariah Terbaik BRI Syariah, BNI dan BCA Syariah

Apalagi jika lokasi rumah Anda strategis atau minimal berpotensi besar menjadi daerah yang berkembang. Membeli rumah menjadi investasi yang cukup menjanjikan, karena saat Anda ingin menjualnya kembali nilainya akan jauh lebih tinggi dari pada saat Anda membelinya yakni bisa mencapai 10 kali lipat dari harga awal membeli.

Sedangkan jika Anda membeli Apartemen, Anda hanya membeli bangunannya saja. Oleh karenanya luas bangunan yang Anda miliki tidak bisa berubah. Misalnya Anda membeli Apartemen dengan ukuran 20-30 meter, maka selamanya luas bangunan tersebut hanya sekian.

Kecuali jika Anda memiliki rezeki lebih suatu hari dan bangunan apartmen sebelah dijual Anda bisa memperluasnya, atau pilihan lainnya adalah langsung membeli apartemen yang lebih luas. Berbeda dengan rumah tapak, jika Anda membeli rumah dengan luas tanah yang kecil Anda bisa mengakalinya dengan membangun rumah lantai 2 atau 3.

Kebebasan Mendesign Properti

Jika Anda memiliki rumah tapak, Anda bisa membangun kembali bangunan sesuai bentuk yang Anda inginkan di luas tanah yang di miliki baik itu secara vertikal maupun horizontal. Semakin bagus dan fasilitas bangunan rumah lengkap maka harga jualnya juga pasti semakin tinggi. Jika luas tanah masih tersisa anda bisa membuat taman pribadi atau hal lainnya yang Anda inginkan.

Tapi jika membeli apartemen, sama seperti yang telah di sebut pada poin pertama Anda tidak bisa mendesign bangunan dengan memperluasnya kecuali membeli apartemen yang lebih luas atau membeli unit apartemen sebelah.

Anda mungkin akan kesulitan membuat taman pribadi atau design lainnya karena terikat kontrak dengan developer. Sebenarnya Anda masih bisa mendesign apartemen tapi hanya sebatas bangunan di dalam seperti tata letak, warna dan furnitur.

Tagihan Wajib Bulanan yang Lebih Murah

Ada hal yang pastinya akan di hadapi jika kita membeli rumah tapak maupun apartemen yakni tagihan wajib bulanan. Biasanya tagihan tersebut seperti biaya kebersihan, listrik, air, keamanan dll.

Tagihan rumah tapak biasanya lebih murah karena tidak perlu membayar fasilitas mewah komunitas seperti di apartemen. Jadi jika pertimbangannya adalah soal pendapatan bulanan, rumah tapak cocok untuk para milenial yang secara penghasilan masih belum kuat dengan pembayaran tagihan bulan yang tinggi.

2. Pahami Kelebihan Apartemen Dibanding Rumah Tapak

Pilih Rumah atau Apartemen?

Fasilitas Lengkap & Terjamin

Apartemen dilengkapi dengan fasilitas umum yang lengkap dan terjamin untuk menjaga kenyaman penghuni. Mulai dari pemeliharaan kebersihan, kolam renang, gym, working space, pusat perbelanjaan, cctv dan keamanan 24 jam. Jika Anda menerima tamu, bisa langsung menggunakan fasilitas tersebut. Memang masalah fasilitas tergantung cluster komplek perumahannya, tetapi jika kita berbicara komplek perumahan yang harganya berkisar 200 jutaan, pasti fasilitasnya tidak selengkap apartemen.

Kita harus keluar komplek/daerah rumah untuk menjangkau fasilitas-fasilitas tersebut. Apalagi jika Anda membeli rumah subsidi/non subsidi murah yang biasanya letaknya agak jauh dari pusat kota.

Baca juga : 10 Tips Agar Lolos KPR Rumah dan Disetujui Bank

Lokasi Biasanya Strategis

Lokasi apartemen juga kebanyakan merupakan lokasi yang strategi di pusat kota yang dekat dengan area perkantoran dan fasilitas umum seperti rumah sakit dan transportasi.

Jika Anda tidak memiliki/menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa dengan mudah menjangkau fasilitas transportasi umum dengan mudah seperti LRT, MRT, busway dll. Karenanya, apartemen biasanya dipilih oleh mereka yang ingin lebih dekat dengan lokasi kantor dan mudah menjangkau fasilitas urgent dan modern.

Meskipun tidak semua rumah murah lokasinya jauh dari pusat kota, tapi biasanya lokasi rumah subsidi atau non subsidi yang murah bukanlah di kota yang sudah banyak ramai dengan pembangunan.

Konsekwensinya adalah pada akses Anda kepusat keramaian seperti tempat hiburan, rumah sakit, tempat pendidikan yang agak jauh. Belum lagi jika Anda bekerja di perusahaan yang letaknya di pusat kota. Anda perlu mempertimbangkan hal ini sebelum memutuskan membeli properti pertama.

Cocok Untuk Lifestyle Praktis & Lebih Private

Apartemen menyuguhkan berbagai fasilitas komunitas yang lengkap di dalam area gedung dan lokasi yang strategis di tengah kota. Ini membuat para milenal yang memiliki lifestyle praktis dan menyukai lokasi lebih private akan merasa betah dan nyaman.

Berbeda dengan rumah tapak yang biasanya kadar dalam sosialisasi cenderung lebih besar dengan para tetangga. Apalagi jika lokasi rumah berada atau dekat dengan perkampungan.

3. Pertimbangkan Tujuan dan Kebutuhan Utama

Pilihan terbaik antara membeli properti berupa rumah atau apartemen baik dengan cara cash atau mencicil tergantung pula pada tujuannya. Coba identifikasi apakah tujuan dalam membeli properti pertama.

Apakah untuk rumah tinggal ataukah untuk berinvestasi jangka panjang. Jika dilihat dari segi investasi, rumah merupakan pilihan yang bagus apalagi jika rumah tersebut dekat dengan pembangunan seperti tol.

Tetapi saran dari konsultan keuangan Melvin Mumpuni dan juga konsultan properti Rubi Herman bagi milenial yang hendak membeli properti pertama yakni untuk membeli properti baik berupa rumah dan apartemen sesuai kebutuhan terlebih dahulu yang biasanya adalah rumah tinggal.

Hal ini karena di masa-masa awal karir income milenial mungkin masih kecil. Tapi nilai properti cenderung akan terus naik sehingga minimal dengan income tersebut milenial sudah mampu membeli sebuah properti lebih dini untuk memenuhi kebutuhan utama, misalnya mendapatkan tempat tinggal yang dekat dengan kantor.

Properti yang sudah di beli nilainya akan meningkat dan ini akan menjadi investasi milenial yang bisa di petik hasilnya dimasa mendatang.

Tentu saja pilihan antara apartemen ataupun rumah tapak yang sesuai dengan kebutuhan harus mempertimbangkan kemampuan dalam hal pembayaran DP, cicilan, dan biaya pemeliharaan properti.

Jangan sampai kita membeli properti tetapi hanya mempertimbangkan diskon saja, sebaiknya milenial juga mempertimbangkan biaya-biaya tersebut karena apartemen dan rumah memiliki perbedaan. Barulah setelah income meningkat Anda bisa membeli properti sesuai dengan keinginan.

4. Cari Tahu Proses dan Biaya Pemeliharaan Properti

Terdapat perbedaan dalam proses dan biaya pemeliharaan rumah tapak dan apartemen. JIka pemeliharan rumah tapak bisa kita lakukan secara mandiri baik itu menyewa ART, tukang atau di lakukan sendiri, apartemen memiliki sistem pemeliharaan bangunan yang di atur oleh developer.

Oleh karenanya tentu biaya-biaya pemeliharaannya lebih banyak dan lebih mahal. Misalnya seperti biaya listrik yang lebih mahal dari rumahtapak karena kWh-nya terhitung komersil. Biasanya ada 10 biaya yang harus di siapkan jika kita membeli properti berupa apartemen seperti :

  • Biaya provisi, biaya PPN
  • Biaya BPHTB (Bea Perolehan Harga Tanah dan Bangunan)
  • PPnBM (Pajak Pertambahan nilai Barang Mewah),
  • Biaya akta jual beli pertelaan dan Bea Balik Nama (BBN)
  • Pajak Bummi dan Bangunan (PBB)
  • Biaya service bulanan
  • Biaya bulanan dalam penggunaan listrik, air, gas dll
  • Biaya parkir
  • Biaya renovasi

5. Pahami Mengenai Status dan Hak Milik Properti, serta Pengalaman Developer

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah tapak atau apartemenAda 2 jenis sertifikat terkait kepemilikan properti dalam bentuk rumah tapak dan apartemen :

  • Sertifikat Hak Milik (SHM). Bisa di bilang bahwa sertifikat ini memiliki bukti terkuat karena SHM yang merupakan bukti kepemilikan dan hak penuh atas lahan atau tanah si pemegang sertifikat.
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Yaitu jenis sertifikat yang sifatnya pemberian izin memanfaatkan lahan tersebut untuk mendirikan bangunan atau keperluan lain dalam kurun waktu tertentu. biasanya 20 sampai 30 tahun lalu bisa dipernjang kemudian, sementara kepemilikan lahannya dipegang oleh negara.

JIka Anda membeli rumah, maka Anda bisa mendapatkan keduanya (SHM dan SHGB). Untuk apartemen, status kepemilikan SHMNya lebih rumit. Karena lahan yang di gunakan diatas bangunan apartemen digunakan bersama. Tanah tersebut bisa merupakan milik developer ataupun milik negara.

Baca : KPR Tenor Pendek vs KPR Tenor Panjang

Jika tanah tersebut milik negara, artinya developer hanya punya SHGB. Mengenai sertifikat jika Anda nanti adalah pemilik sebuah apartemen, status kepemilikannya adalah Satuan Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), dimana unit secara penuh dimiliki atau tidak hal ini akan tergantung status kepemilikan lahan developer.

Jadi lebih aman jika Anda memilih apartemen yang tanahnya merupakan hak milik developer. Jangan lupa pastikan juga memilih developer berpengalaman, dengan mencari tahu dulu produk-produk yang telah di hasilkan. Karena untuk pembelian properti pertama, memilih developer baru terlalu beresiko.

Penutup

Memiliki tempat tinggal yang nyaman dan sesuai harapan pasti menjadi idaman banyak orang. Gambaran tempat tinggal masa kini bukan hanya melulu berbentuk rumah tapak saja.

Ternyata banyak juga milenial yang kini lebih melirik apartemen dari pada rumah tapak karena lifestyle yang dinilai lebih bisa dipenuhi oleh apartemen terutama di kota-kota besar atau daerah perkantoran disamping rumah tapak yang bisa dijadikan investasi menjanjikan. Dengan 7 tips diatas, semoga Anda bisa memutuskan properti pertama mana yang terbaik untuk Anda!

Bagikan ;