Jangan Menyerah, Ini Penyebab dan Solusi Omzet Penjualan Anjlok

Yang namanya berbisnis, memang tidak selamanya indah. Ada kalanya kita terpuruk seperti saat omzet penjualan anjlok, sehingga membuat penghasilan jadi kacau. Bahkan kalau kondisi seperti ini dibiarkan terus-menerus, bukan tak mungkin kalau Anda bakal terus merugi yang berakhir pada bangkrutnya bisnis yang dijalani. Hal ini jelas akan membuat siapapun merasa patah semangat.

Terutama bagi mereka kalangan muda yang baru saja menjadi seorang wirausaha, kegagalan dalam berbisnis bisa membuat dunia runtuh seketika. Apalagi jika bisnis itu digeluti dengan menggunakan seluruh tabungan yang dimiliki, sehingga saat terjadi kebangkrutan maka artinya penopang hidup lenyap dan yang datang kemudian hanyalah stres berkepanjangan.

Tak ada yang ingin rugi sebetulnya dalam berbisnis. Hanya saja ketika omzet penjualan anjlok dengan berbagai hal terjadi, tugas kita sebagai pebisnis haruslah mencari solusi secepatnya. Masalah dalam setiap bisnis tidaklah bisa dibiarkan dan cuma mengharap keberuntungan agar selesai. Karena bisnis sudah sepatutnya dijalankan dengan profesional, sehingga membutuhkan penyelesaian yang solutif.

Baca juga: Temukan Supplier Untuk Bisnis Dropshipper Dengan Cara Ini!

Nah, supaya tetap bisa berpikir logis saat omzet penjualan ajlok, ada beberapa hal yang wajib Anda pelajari. Hal-hal yang bakal kami ulas ini berkaitan dengan sejumlah penyebab sekaligus solusi ketika usaha yang dijalankan tengah bermasalah. Fokus kepada pengusaha-pengusaha pemula, berikut yang wajib Anda perhatikan:

1. Pelayanan Buruk

Pelayanan yang kurang memuaskan juga menjadi salah satu penyebab omzet menurun. Walau terlihat sepele, namun pelayanan menjadi kunci utama yang perlu dilakukan penjual terhadap pembeli. Ketika pelayanan yang diberikan buruk seperti tidak sopan, menyinggung hati dan sebagainya, maka customer tidak akan kembali belanja lagi.

Segeralah sadari keburukan pelayanan yang selama ini membuat pelanggan menjadi resah. Cobalah untuk bersikap baik dan sopan kepada pelanggan. Walau memiliki masalah pribadi di luar pekerjaan, tetaplah bersikap profesional dan jadikan pelanggan itu raja yang harus dilayani sehingga merasa puas dan ada keinginan untuk datang lagi.

2. Lokasi Jualan

Lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat bisnis juga sangat berpengaruh terhadap omzet. Bila bisnis yang dijalankan berlokasi yang kurang strategis atau tidak tepat, maka tidak dapat dipungkiri omzet yang didapat akan semakin menurun dari waktu ke waktu.

Sebelum memutuskan lokasi yang akan dijadikan sebagai toko, sebaiknya lakukan survei terlebih dahulu. Pilihlah lokasi yang tempatnya strategis, yaitu sekitar lingkungan daerah tersebut ramai sehingga akan banyak orang yang melihat dan kemungkinan orang akan datang berkunjung dan berbelanja memiliki peluang besar.

3. Kualitas Produk Buruk

Penyebab omzet penjualan anjlok yang berikutnya adalah kualitas produk yang buruk. Yap, hal ini biasanya dialami oleh para pengusaha muda, lantaran yang ada di benak mereka adalah sebisa mungkin harus mendapatkan untung yang tinggi, lewat modal yang minimalis.

Apakah hal ini mungkin?

Tidak.

Karena dalam sebuah bisnis, besar-kecilnya modal yang dikeluarkan akan mempengaruhi kualitas produk. Semakin rendah kualitas bahan baku yang Anda gunakan demi menekan modal produksi, maka tidak akan bisa memperoleh hasil produk yang memuaskan. Produk yang kualitasnya buruk jelas akan membuat pembeli kecewa dan akhirnya membuat omzet penjualan anjlok.

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya Anda benar-benar teliti dalam menentukan bahan baku. Terapkan standar produksi untuk bahan baku yang dibutuhkan, cari penyedia bahan baku sebanyak mungkin sehingga Anda bisa membandingkan harga. Coba berpikir soal alternatif bahan baku serupa tapi dengan harga lebih murah, tanpa harus mengorbankan kualitasnya.

4. Produk Tak Kreatif

Terbatasnya kreativitas dalam menciptakan produk yang akan dijual tentu menjadi hambatan terbesar datangnya peluang laris manis di pasaran. Misalnya saja, dari awal berbisnis hanya menjual produk yang itu-itu saja. Hal tersebut membuat masyarakat atau customer bosan dan akhirnya tidak ingin membeli produk lagi.

Bila ingin bisnis yang dijalankan mendapatkan omzet yang banyak, sebagai pebisnis haruslah cerdas dalam melihat peluang pasar. Salah satunya dengan menyediakan barang atau jasa yang sedang dibutuhkan masyarakat atau bisa juga disebut dengan mengikuti tren. Asahlah kreativitas dan lakukan inovasi baru disetiap produk dan jasa yang ditawarkan ke masyarakat.

Baca juga: 8 Cara Menghasilkan Uang dari Blog Paling Mudah

5. Harga Jual Tinggi

Hal berikutnya yang membuat omzet penjualan anjlok adalah Anda menjual produk dengan harga terlalu tinggi. Bagaimanapun juga, harga memang menjadi sesuatu yang sangat sensitif, terutama saat kondisi perekonomian tengah kacau di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. JIka Anda menetapkan harga jual yang terlalu melambung, bukan tak mungkin calon pembeli kabur.

Untuk bisa menetapkan harga secara tepat, ada baiknya Anda merumuskan terlebih dulu seluruh biaya produksi. Baru kemudian Anda bisa menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh, lewat pedoman harga pasar. Jika semua ditetapkan secara tepat, maka Anda bisa memutuskan harga jual yang tentunya masih logis, bisa bersaing di pasar dan sesuai dengan kualitas produk.

6. Tak Paham Media Sosial

Mengunggah foto produk yang dijual di sosial media memang menjadi peluang pembeli lebih luas lagi. Tapi kalau hanya keseringan mengunggah saja tak membuat pelanggan makin meningkat, yang ada pelanggan bisa saja menurun. Ini dinamakan kurangnya memaksimalkan penggunaan media sosial dalam penjualan.

Maksimalkan sosial media dengan melakukan pemasaran yang tepat. Selain dengan mengunggah foto produk yang menarik, tak ada salahnya adakan promo-promo menarik sehingga banyak pelanggan yang berdatangan. Manfaatkan momen-momen besar sebagai wadah yang tepat untuk mengadakan sebuah promo, misalnya memperingati Hari Pahlawan adakan promo potongan 10% di setiap pembelian dan sebagainya.

7. Remehkan Kompetitor

Beberapa penyebab di atas dapat diabaikan jika perusahaan Anda tidak memiliki pesaing. Sayangnya, semua bisnis pasti memiliki kompetitor, baik dalam skala besar maupun skala kecil, misal UMKM. Sebagai pebisnis, menganggap remeh kompetitor dapat menjadi batu sandungan yang fatal jika kompetitor tersebut tak pantang menyerah dan melihat kelemahan dalam bisnis Anda.

Oleh karena itu, jika tiba-tiba omzet penjualan menurun saat Anda merasa semua faktor di atas sudah dijaga dengan baik, Anda harus hati-hati dengan kompetitor.

8. Strategi Pemasaran Keliru

Selain produk, tingkat pemasaran juga harus berkembang seiring berkembangnya waktu dan teknologi agar pelanggan mencapai konversi. Bahkan, ketika Anda menggunakan media sosial yang populer, Anda harus menentukan strategi pemasaran yang kreatif. Pemilihan platform pemasaran yang tepat, misal Instagram, Facebook, dan sebagainya akan kurang meningkatkan penjualan jika konten pemasaran tidak kreatif.

Pelanggan dan calon pelanggan bisa jadi tertarik dengan produk Anda meskipun mereka belum membutuhkannya saat itu berkat konten pemasaran yang unik dan berkesan.

Baca juga: Minim Risiko, Ini Trik Sukses Jalani Bisnis Bareng Keluarga

Tentu jika melihat sejumlah masalah di atas, sebetulnya terdengar cukup sederhana dan tidak rumit untuk menyelesaikannya. Hanya saja ketika kita menjadi seorang pebisnis, kita tak bisa berpikir pada hal-hal yang akan terjadi saat ini saja, tapi juga bagaimana dampaknya dalam jangka panjang. Kondisi inilah yang kadang dilewatkan oleh pebisnis pemula lantaran mereka ingin menyelesaikan masalah secepat mungkin.

Nah, jika Anda sudah cukup paham dengan beberapa penyebab sekaligus alasan kenapa omzet penjualan anjlok, maka saat dihadapkan pada situasi serupa, tidak akan mudah bingung. Anda bisa menjadi seorang pengusaha yang ‘tahan banting’, tidak pernah pantang menyerah dan tetap mampu berpikir profesional. Dengan begitu masalah apapun yang menghadang, keyakinan mampu mengatasi adalah utama. Semangat!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar