Panduan KUR BRI Terbaru 2019 (Bunga dan Syaratnya)

Bukan hanya calon pengusaha baru, modal juga sering menjadi masalah pemilik usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya. Keinginan meningkatkan omzet lagi-lagi harus ditunda lantaran modal usaha belum terkumpul sesuai harapan. Apakah ini artinya menjadi pengusaha hanya sekadar mimpi? Anda tak perlu bingung, karena pemerintah memiliki solusi yang sangat handal yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca juga: 10 Pinjaman Modal Usaha Terbaik 2019 (Bunga dan Syaratnya)

Merupakan program pemerintah berupa pinjaman modal usaha untuk masyarakat yang produktif, salah satu bank pelaksana KUR yang selalu jadi pilihan adalah BRI. Telah diluncurkan sejak tahun 2017, KUR diharapkan jadi solusi untuk mereka yang ingin memulai atau mengembangkan usaha tapi terbatas modal. Melalui KUR, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama ini tidak bisa mengambil kredit ke bank, bisa sangat terbantu.

Jenis-Jenis KUR BRI 2019

Berdasarkan Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, plafon KUR pada tahun 2019 ini menyentuh Rp 140 triliun! Nilainya naik dari plafon tahun 2018 yang sebesar Rp 123,8 triliun. Dari laporan itu, 60% alokasi KUR mengalir pada sektor pertanian, perikanan, industri, konstruksi dan jasa-jasa. Demi mempercepat penyaluran kredit, Komite Kebijakan pun membagi beberapa jenis KUR BRI sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penjelasan produk KUR BRI

Ketiga jenis KUR yang ditawarkan BRI itu adalah KUR Mikro, KUR Ritel dan KUR TKI. Untuk KUR Mikro dan KUR Ritel, tujuannya sama-sama kepada pelaku usaha kecil atau koperasi yang produktif. Hanya saja yang membedakan, plafon kredit untuk KUR Ritel lebih besar daripada KUR Mikro, sehingga artinya bidang usaha yang dimiliki harus lebih punya penghasilan besar.

Sementara itu untuk KUR TKI, ditujukan kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Produk ini diberikan kepada para TKI sebagai bentuk uang pinjaman berangkat bekerja ke luar negeri. Dengan jenis yang berbeda-beda, KUR diharapkan menjadi pembiayaan berbunga rendah sehingga masyarakat tidak perlu menggunakan layanan pinjaman yang berbunga tinggi dari pihak lainnya.

Syarat Umum dan Bunga KUR BRI 2019

1. KUR Mikro BRI

KUR Mikro adalah produk keuangan dari BRI yang ditujukan kepada pelaku usaha berupa kredit modal kerja dan investasi. Berikut ketentuannya produknya:

  • Batas maksimal kredit setiap debitur adalah Rp 25 juta
  • Ada dua jenis kredit KUR Mikro BRI yakni Kredit Modal Kerja (KMK) dengan jangka waktu tenor maksimal tiga tahun dan Kredit Investas (KI) dengan jangka waktu tenor maksimal lima tahun
  • Suku bunga yang berlaku 7% efektif per tahun atau setara 0,41% flat per bulan
  • Tidak ada biaya administrasi dan provisi
Contoh perhitungan plafon dan tenor pinjaman KUR

Syarat KUR Mikro BRI:

  • Individu atau perorangan yang memiliki usaha produktif dan layak
  • Usaha/bisnis yang berjalan haruslah telah aktif minimal enam bulan
  • Tidak memiliki tanggungan kredit dari perbankan lain kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB dan Kartu Kredit
  • Wajib memenuhi persyaratan dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Surat Ijin Usaha (SIU)

2. KUR Ritel BRI

Tidak berbeda jauh dengan KUR Mikro, produk KUR Ritel juga ditawarkan oleh BRI kepada pelaku usaha. Hanya saja perbedaan utama produk KUR Mikro dan KUR Ritel ada pada besaran plafon kredit yang diajukan. Di mana KUR Ritel punya nilai pinjaman lebih besar. Berikut ketentuannya:

  • Besar plafon kredit yang bisa diajukan dan disetujui Rp 25 juta – Rp 500 juta
  • Ada dua jenis kredit yang ditawarkan KUR Ritel BRI yakni KMK dengan jangka waktu tenor maksimal empat tahun dan KI dengan jangka waktu pinjaman maksimal lima tahun
  • Suku bunga efektif yang berlaku 7% per tahun
  • Tidak ada biaya administrasi dan provisi
Contoh penerima KUR BRI

Syarat KUR Ritel BRI:

  • Memiliki serta menjalankan usaha produktif dan layak
  • Usaha/bisnis yang berjalan haruslah telah aktif minimal enam bulan
  • Tidak memiliki tanggungan kredit dari perbankan lain kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB dan Kartu Kredit
  • Melengkapi identitas diri calon nasabah seperti KTP, SIM dan KK
  • Mempunyai Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin usaha lainnya yang sejenis dan bisa dipersamakan. Biasanya termasuk Tanda Daftar Perusahaan (TDP), SK Domisili sampai legalitas usaha seperti Akta Pendirian atau Akta Perubahan
  • Menyertakan catatan pembukuan atau laporan keuangan
  • Wajib mengajukan agunan/jaminan sesuai ketentuan bank seperti sertifikat tanah atau Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB)

3. KUR TKI BRI

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jika produk KUR tidaklah semata bisa dinikmati oleh para pengusaha kecil dan menengah. BRI juga memiliki produk keuangan yang ditujukan kepada para buruh migran alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI) lewat KUR TKI BRI. Inilah ketentuannya:

Baca juga: 8 Kesalahan yang Terjadi Saat Bisnis Franchise, Jangan Sampai Dilakukan

  • Besaran plafon kredit maksimal Rp 25 juta per debitur atau sesuai dengan Cost Structure yang ditetapkan pemerintah
  • Suku bunga efektif yang berlaku ialah 7% per tahun atau flat 0,41% per bulan
  • Tidak ada biaya provisi dan administrasi
  • Jangka waktu tenor pinjaman maksimal tiga tahun atau sesuai kontrak kerja
  • Hanya diberikan untuk TKI dengan tujuan penempatan kerja di Singapura, Hongkong, Taiwan, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia

Syarat KUR TKI BRI:

  • Individu atau perorangan calon TKI yang akan berangkat kerja ke negara penempatan
  • Wajib melengkapi persyaratan administrasi KTP dan KK
  • Menyertakan perjanjian penempatan kerja di negara yang sudah ditetapkan
  • Ada bukti perjanjian kerja dengan calon pengguna jasa TKI
  • Paspor dan VISA
  • Persyaratan lain sesuai dengan ketentuan yang dapat menyusul tergantung situasi

Panduan Cara Mengajukan KUR BRI 2019

Kantor Cabang bank BRI

Setelah mengetahui penjelasan produk mulai dari bunga dan syarat-syarat yang diminta oleh BRI, maka Anda bisa memilih salah satu produk pinjaman KUR sesuai dengan kebutuhan. Kalau sudah menentukan produk KUR sesuai dengan kebutuhan, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengajukan KUR BRI:

  1. Supaya bisa mengajukan produk KUR BRI, Anda sebagai calon debitur harus mendatangai salah satu kantor bank BRI terdekat
  2. Calon debitur akan diminta untuk mengisi form aplikasi dan berkas kredit yang diperlukan. Sertakan juga berbagai dokumen pribadi yang diminta sesuai dengan syarat masing-masing produk KUR BRI
  3. Jika diminta oleh pihak bank untuk menyertakan jaminan pada produk KUR tertentu sesuai kebijakan BRI, Anda wajib menyiapkan BPKB hingga sertifikat tanah atau rumah
  4. BRI akan memproses pengajuan KUR Anda dengan melakukan uji kelayakan usaha calon debitur lewat survey ke lapangan. Jika usaha yang dijalankan sesuai dengan uji kelayakan, maka pengajuan KUR akan disetujui oleh BRI
  5. BRI akan menghubungi Anda untuk pencairan produk KUR yang biasanya langsung dikirimkan ke rekening debitur
  6. Jika Anda sudah menerima pinjaman, maka pergunakan dana itu dengan sebaik-baiknya. Setelah itu, Anda harus melakukan kewajiban yakni membayar angsuran setiap bulan dengan nilai pokok angsuran dan bunga sesuai ketentuan yang sudah disepakati di awal perjanjian
  7. Secara umum, proses pencairan KUR BRI membutuhkan waktu 7-14 hari kerja sejak pihak BRI melakukan survei

Baca juga : Cara mudah mendaftar Inetrnet Banking BRI

Bagaimana? Ternyata tidak sulit bukan dalam mengajukan KUR di BRI? Asalkan Anda memenuhi seluruh syarat yang ditentukan, dana pinjaman KUR pun bisa cair secepatnya. Jangan lupa, pertimbangkan dengan matang terlebih dulu baik dari segi finansial pribadi dan usaha, sebelum mengajukan KUR. Semoga sukses!

Scroll to Top