Panduan Lengkap Menabung dan Trik Traveling dengan Gaji Minim

Siapapun butuh liburan, tidak peduli gaji masih minim atau di bawah UMR. Liburan adalah aktifitas produktif untuk mengembalikan energi setelah lelah bekerja dan bergumul dengan rutinitas.

Namun karena masalah income yang masih pas-pasan banyak orang akhirnya mengurungkan niat untuk traveling, katanya menunggu gajinya cukup.

Hm… sebenarnya Anda tetap bisa kok menabung untuk traveling dengan gaji dan budget minim sekalipun, asal tahu caranya.

Nah untuk itu kali ini kita akan membahas panduan lengkap menabung untuk traveling yang realistis. Mulai dari identifikasi tipe traveling yang cocok untuk Anda, tips menabung untuk traveling hingga mendapatkan tiket pesawat serta hotel yang murah.

Sehingga berapapun gaji Anda, Anda tetap bisa berlibur dan kembali dengan pikiran dan hati yang lebih fresh untuk menghadapi tantangan dan rutinitas. Sudah siap? Yuk langsung saja kita mulai pembahasannya!

Tipe-tipe Traveling Untuk Traveller Minim Budget

Tipe-tipe Traveling Untuk Traveller Minim Budget

Mungkin Anda berfikir :”Kalau budget minim sudahlah jangan neko-neko. Pakai saja dana yang ada dan ya, terima saja fasilitas yang minim dan tidak ideal”. Hm, sebenarnya ada cara agar kita lebih bisa menikmati liburan meskipun dengan budget minim.

Sebelum pergi traveling ada baiknya Anda mengenali dulu bagaimana sih tipe traveling yang cocok untuk Anda. Hal ini agar liburan yang Anda jalani nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal dan lebih bahagia tentunya karena di sesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing (yang bisa jadi berbeda). Memangnya ada tipe traveling seperti apa saja yang bisa di lakukan oleh traveller berbudget minim?

Tipe Backpacker

Tipe traveller yang pertama adalah “Backpacker”. Yaitu orang-orang yang punya minim tapi penasaran untuk mengunjungi tempat-tempat baru.

Biasanya mereka sadar tentang biaya yang cukup besar ketika ingin mengunjungi suatu pulau, kota bahkan negara tertentu dan ingin meng-explore berbagai tempat di dalamnya.

Namun, traveling ala backpacker ini biasanya mampu memangkas biaya hingga 30% – 40% dari biaya traveling yang seharusnya.

Kok bisa?

Biasanya traveling ala backpacker ini mencoba memikirkan bagaimana caranya dapat megunjungi tempat-tempat baru dengan biaya yang minim.

Mulai dari memilih makanan, penginapan hingga lokasi tujuan yang minim budget bahkan kalau bisa gratis. Para backpacker tidak keberatan dengan dengan fasilitas yang minim yang di lakukan dengan solo traveling ataupun ikut group trip, asalkan biayanya murah. Oleh karena itu mereka tetap happy, luwes dan lebih bisa menikmati travelingnya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tipe traveller backpacker? Tunggu dulu, jika belum yakin coba baca tipe-tipe traveller yang lainnya.

Tipe Cultural Explorer

Selanjutnya ada tipe traveller Cultural explorer. Mirip dengan backpacker, mereka suka menjelajah ke tempat yang baru dengan budget terbatas.

Bedanya, mereka lebih berminat mengunjungi tempat-tempat yang mengadung nilai historis dan budaya yang tinggi dari asal daerah yang di kunjungi.

Uniknya lagi selain hemat, traveller tipe ini adalah seorang yang memiliki daya ingat yang tajam. Sehingga bisa dengan lebih mudah untuk berkunjung dari tempat ke tempat lainnya.

Untuk berhemat mereka juga menerapkan trik-trik khusus misalnya mencari tiket pesawat dan akomodasi yang murah. Mereka juga senang mengabadikan tripnya di media sosial dan menceritakan berbagai informasi yang sudah di gali sampai detail karena kemampuan ingatannya yang kuat.

Tipe Traveling Gratisan

Tipe traveller ketiga yang masih mirip dengan backpacker adalah tipe traveling gratisan. Memang bisa traveling gratis?

Sebenarnya, tidak benar-benr gratis karena mungkin tetap harus menyediakan budget untuk tiket pesawat atau kereta. Namun budget yang di keluarkan oleh traveller ini lebih minim lagi daripada para backpacker.

Traveling gratisan ini cocok untuk para solo traveller yang suka jalan-jalan sendirian. Anda bisa memanfaatkan aplikasi/ website Couchsurfing untuk mencari tempat tinggal gratis.

Sebab selain di isi oleh para penggemar traveling di dalam aplikasi/ situs tersebut ada orang-orang yang siap menjadi host family selama Anda berlibur di daerah mereka.

Tipe Traveller Anti Ribet

Walaupun budget minim, boleh dong kalau kita juga tidak suka keribetan dalam traveling?

Nah, bagi Anda yang tidak mau ribet dalam membeli tiket transportasi, hotel/penginapan dan destinasi wisata yang akan dikunjungi bisa coba memakai jasa travel agency.

Walaupun biaya liburan menggunakan travel agency mungkin akan lebih mahal di banding ketiga tipe traveling sebelumnya, namun Anda juga bisa memanfaatkan promo.

Anda juga bisa mengajukan complain jika traveling yang di lakukan di lapangan tidak sesuai dengan yang di tawarkan di awal.

Biasanya ada travel-travel agency yang sedang mengadakan promo tertentu. Jika budget Anda terbatas, maka bisa berburu promo-promo dari travel agency.

Biasanya jika membeli paket travel beramai-ramai maka biayanya akan jauh lebih murah. Oleh karena itu traveling dengan travel agency juga cocok untuk mengajak teman-teman atau keluarga.

Tipe Open Trip

Open trip juga tipe traveling yang mirip dengan backpacker. Namun perbedaannya ada pada jumlahnya dan siapa yang di ajak. Biasanya open trip berjumlah lebih banyak kira-kira sekitar 10-20 orang per-trip. Dengan begitu biayanya akan bisa di pangkas lebih hemat lagi.

Dalam traveling ala open trip Anda bisa saja mengajak orang tidak di kenal tapi berminat mengikuti open trip. Jadi selain lebih hemat, Anda juga berkesampatan mendapatkan teman baru selama perjalanan dan mengumpulkan orang-orang yang memiliki minat yang sama.

Tipe Spontan Traveller

Terakhir, ada tipe spontan traveller yang lebih suka berpergian secara tiba-tiba alias spontan tanpa planning yang matang.

Umumnya, para traveller mungkin lebih cenderung melakukan perencanaan yang matang untuk pergi traveling. Mulai dari transportasi, penginapan, konsumsi hingga pembelian oleh-oleh selama liburan. Nah, kalau spontan traveller hampir sebaliknya.

Walaupun terkesan random dan tidak matang, spontan traveling juga bisa dilakukan dengan budget minim. Mereka yang punya budget terbatas namun cenderung merupakan spotan traveller akan berusaha berhemat selama perjalanan.

Misalnya dengan menginap di rumah teman, atau mencari penginapan yang murah.

Cara Menabung Untuk Traveling dengan Budget Minim

Cara Menabung Untuk Traveling dengan Budget Minim

Baiklah, setelah mengetahui bahwa ada macam-macam tipe traveling yang bisa di nikmati dengan budget minim pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara menabungnya?

Mengingat gaji kita yang mungkin masih belum terlalu besar dan harus cermat dalam memilih strategi menabung. Jika tidak, rasanya keinginan untuk traveling hanya bisa ada di angan-angan saja. Ternyata ada caranya!

1. Buat Anggaran Sesuai Tipe Traveling

Sudah mulai tahu mana gaya traveling yang cocok dan ingin Anda lakukan? Jika lupa coba baca kembali poin sebelumnya tentang tipe-tipe traveling.

Sekarang saatnya membuat anggaran traveling. Apapun gaya traveling Anda, tetaplah membuat anggaran agar tabungan liburan benar-benar tercapai dan bisa di gunakan.

Bahkan jika Anda seorang spontan traveller, yang mungkin perbedaanya ada dalam budgeting pada sisi ke-detailannya.

Destinasi yang nantinya di cari secara spontan harus sesuai dengan budget yang tersedia. Anggaran yang di kumpulkan setiap bulan sebaiknya tidak melebihi 20% dari income per bulan Anda.

Untuk traveller lainnya (selain spontan traveller, Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan tentang budget berlibur ke suatu tempat sebelum membuat anggaran.

Misalnya Anda ingin berlibur ke Bali, nah coba riset terlebih dahulu penginapan, makanan, transportasi dan juga tiket destinasi wisata/ tempat yang hendak di kunjungi. Pertimbangkan juga asumsi gaya traveling Anda.

Jika Anda termasuk orang yang tidak masalah melibatkan host family dalam website/ aplikasi Couchsurfing lebih baik Anda mulai berkenalan dengan orang-orang yang mungkin bisa cocok menjadi host family Anda nanti.

Sedangkan, jika Anda tipe traveller anti ribet yang cenderung lebih memilih travel agency mulailah berburu diskonan paket wisata.

Setelah itu coba rinci semua keperluan termasuk memperhitungkan berapa lama Anda berlibur dan jumlahkan semuanya.

Sebagai saran, Anda juga bisa menambahkan dana darurat untuk berjaga-jaga. Kira-kira berapa lama Anda bisa mendapatkan tabungan sebesar budget traveling yang sudah Anda hitung?

Sebaiknya tidak memaksakan. Sesuaikan saja dengan kemampuan income Anda ya.

2. Sisihkan Gaji di Awal

Setelah punya gambaran budget traveling Anda, sisihkan gaji untuk menabung di awal tanggal terima gaji. Disinilah niat dan kesungguhan Anda mulai di uji. Jika Anda benar-benar ingin mewujudkan rencana traveling Anda, Anda akan mulai memprioritaskannya.

Menyisihkan gaji di awal ini adalah strategi agar tabungan traveling bisa benar-benar berhasil di kumpulkan dan menghindari pemakaian untuk hal-hal yang tidak di rencanakan dan bukan kebutuhan.

Misalnya saja ada diskon baju besar-besaran di tengah bulan. Bagi Anda yang suka tertarik dengan diskon, budget gaji yang awalnya untuk tabungan liburan bisa-bisa gagal dan mengalir untuk belanja hal yang sebenarnya tidak terlu di butuhkan.

3. Buat Rekening Khusus Traveling

Demi mendukung program menabung untuk traveling Anda, sebaiknya pisahkan rekening kebutuhan rutin dengan tabungan khusus traveling. Saat ini bahkan sudah ada bank-bank yang menyediakan fitur rekening untuk liburan dengan cara auto debit.

Namun sebenarnya Anda tidak perlu membuat rekening baru jika merasa keberatan. Pakai saja e-wallet yang memiliki fitur penyimpanan uang untuk berbagai tujuan termasuk liburan.

Anda bisa menyetor uang secara mandiri setiap bulannya ke e-wallet. Jika Anda sudah dewasa, Anda pasti bisa menahan diri untuk tidak membelanjakan tabungan traveling untuk hal lain yang tidak perlu.

4. Jika Memungkinan Cari Penghasilan Tambahan

Agar agenda traveling Anda bisa segera terlaksana, cobalah cari penghasilan tambahan jika memang memungkinan. Ada banyak pilihan untuk menghasilkan income tambahan saat ini, namun tetap harus di sesuaikan dengan kapasitas energi dan waktu yang dimiliki. Sehingga pilihlah side hustle yang masih realistis.

Mungkin jika di kantor Anda terdapat sistem lembur, Anda bisa memanfaatkannya untuk mendapat penghasilan tambahan dan menyimpannya di rekening tabungan traveling. Jika tidak ada, Anda bisa mencoba pekerjaan sampingan yang lain, contohnya membuka jasa freelance (sesuai keahlian/ hobby), mengajar les privat, bisnis sampingan dll.

5. Lakukan Penghematan dengan Tepat

Berhemat bukan berarti hidup serba kekurangan. Karena seringkali tanpa kita sadari ada saja kebiasaan pembelian yang ternyata bukanlah berasal dari kebutuhan melainkan hanya sekedar keinginan yang membuat kita “boros”.

Demi keberhasilan program menabung Anda, gaya hidup minimalis mungkin bisa Anda adopsi agar semakin bisa berhemat dengan tepat.

Mulai sekarang, berlatihlah menyadari mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Mulai dengan memisahkan barang-barang yang “berlebihan” dan mana yang Anda butuhkan.

Membeli makanan enak boleh-boleh saja, tapi jangan setiap kali makan ingin yang enak saja. Fokuskan pada yang di butuhkan oleh tubuh, banyak makanan sehat, murah dan enak jika kita berusaha merubah kebiasaan makan kita.

Salah satu lifestyle para milenial saat ini adalah ngopi. Apakah Anda termasuk salah satunya? Nah jika Anda juga suka ngopi di kafe atau beli kopi ala kedai/ booth kopi sebaiknya berpikir ulang untuk melanjutkannya. Ini juga berlaku dengan kebiasaan-kebiasaan yang prinsipnya bisa Anda subtitusi atau malah tidak masalah jika di hilangkan.

6. Jual Barang-barang Preloved

Jika sudah berhasil memisahkan barang-barang yang sudah tidak di perlukan, coba pisahkan yang masih layak pakai dan bisa di jual. Selain membiasakan diri untuk bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, dengan menjual barang-barang preloved siapa tahu bisa menambah tabungan traveling Anda.

Saat ini menjual barang-barang preloved lewat media sosial atau marketplace sudah banyak di lakukan dan ada saja peminatnya. Jadi jika Anda mau menjual barang preloved untuk menambah tabungan liburan, hal itu sangat realistis untuk di lakukan.

7. Konsisten dan Disipilin Saat Menabung, Ini Kuncinya!

Rencana menabung untuk traveling akan sangat sulit terwujud tanpa konsistensi dan disiplin. Setelah melakukan serangkaian cara menabung diatas, kesungguhan Anda akan di uji dengan seberapa konsisten dan disiplin Anda.

Tetapkan setiap tanggal berapa Anda akan setor ke rekening tabungan traveling. Kalau perlu, menggunakan sistem auto debet sehingga jadwal menabung tidak terlewat.

Jika Anda mulai goyah, cari cara untuk sebisa mungkin tetap menabung. Contohnya dengan mengingat kembali apakah pembelian barang menggunakan dana tabungan ini benar-benar di butuhkan?

Baca yuk, 10 Tempat Bulan Madu di Indonesia, Biaya Kurang dari 10 Juta

Apakah Anda rela mengundur waktu liburan lebih lama? Anda juga bisa melihat-lihat lagi tujuan liburan yang Anda inginkan untuk membangkitkan kembali semangat Anda dalam menabung.

Rekening yang Cocok Untuk Menabung Dana Traveling

Rekening yang Cocok Untuk Menabung Dana Traveling

Seperti yang sudah di sebutkan, salah satu strategi menabung dana traveling adalah dengan membuat rekening terpisah.

Sebenarnya Anda cukup memisahkan tabungan traveling dengan rekening bisnis ataupun kebutuhan harian Anda atau gunakan saja sistem auto debet di masing-masing bank pilihan Anda.

Tapi berdasarkan pengalaman, ada juga beberapa rekening bank digital dan juga e-wallet yang bisa mendukung program menabung untuk dana traveling. Nah kali ini saya akan membahas e-wallet DANA dan juga Rekening Digibank!

1. DANA

Siapa yang tidak tahu e-wallet DANA? E-wallet yang terkena dengan fasilitas gratis transfer antar bank ini, ternyata juga punya fitur penyimpanan dana khusus.

Namanya DANA Goals, letaknya ada pada fitur service finance. Menabung untuk membeli gadget, baju, barang elektronik, semuanya bisa. Termasuk tabungan untuk traveling.

Anda bisa menabung dengan mudah hanya dengan membuat akun DANA, mengatur judul goal dan nominal target tabungannya. Setelah itu bisa setor/ top up ke akun DANA Anda.

Anda bisa mengatur hingga 10 goals menabung dengan masing-masing limit menabung maksimum sebesar Rp 8 juta.

2. Digibank

Selain pendaftaran yang praktis dan gratis biaya admin, Digibank juga punya fasilitas rekening penyimpanan khusus. Namanya adalah Tabungan maxi.

Rekening ini terpisah dengan rekening utama yang bernama Digibank Savings. Oleh karena itu rekening ini bisa kita manfaatkan untuk menabung dana traveling.

Tidak seperti e-wallet yang tanpa bunga sama sekali, Tabungan Maxi ini bisa memberikan kita bunga walaupun tidak sebesar investasi.

Namun sebenarnya bukan itu saja kelebihannya, jika Dana Goals memiliki batas maksimum penyimpanan uang lain halnya dengan Tabungan Maxi. Limit Tabungan Maxi pun tidak berbatas. Sementara kekurangannya, akunnya hanya 1 saja tidak seperti DANA yang bisa membuat 10 goals berbeda.

Anda lebih suka dan cocok menggunakan Digibank atau DANA untuk menabung dana traveling?

Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Nah, sekarang Anda tahu bagaimana cara menabung untuk traveling yang lebih efektif. Jika rencana liburan Anda mengharuskan untuk mengambil transportasi udara di saat pandemik seperti saat ini, jangan lupa untuk memperhatikan syarat dan ketentuan terbaru agar tetap aman.

Selain itu sebenarnya kita bisa loh traveling hemat dengan mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah. Bahkan bisa juga terbang dengan gratis. Perhatikan beberapa tips di bawah ini!

1. Pilih Low-cost Carrier (LLC)

Dibanding dengan full service airlines Anda mungkin bisa memilih maskapai low-cost carrier (LLC) yang lebih murah.

Memang, konsekwensinya ada beberapa hal yang mungkin kurang lengkap jika kita memilih penerbangan dengan low-cost carrier. Misalnya seperti ruang kaki dan kursi yang lebih sempit ataupun harus membayar bagasi secara terpisah.

Jika hal tersebut tidak masalah untuk Anda, maka memilih maskapai low-cost carrier bisa menjadi alternatif transportasi udara yang murah sehingga bisa lebih berhemat lebih banyak.

Baca yuk, Tips Mengatasi Kredit Rumah Macet Dan Cara Menghindarinya

Apalagi jika Anda punya gaya traveling seperti backpacker yang tidak membawa banyak barang, malah hanya berbekal 1 tas ransel saja. Nah, sebagai referensi saja, berikut adalah beberapa contoh maskapai LLC (bertarif rendah) yang ada di Indonesia :

  • Citilink
  • AirAsia
  • Lion Air
  • Wings Air

2. Gunakan Situs Agregator Untuk Membandingkan Harga

Tips selanjutnya yang bisa di lakukan untuk mendapatkan harga tiket pesawat yang lebih murah adalah bandingkan harga dengan menggunakan situs agregator tiket pesawat.

Contohnya Anda bisa menggunakan Skyscanner Wego atau Google Flight. Dengan memanfaatkan situs-situs ini Anda bisa mengetahui harga-harga pesawat termurah dari berbagai situs penyedia tiket pesawat. Sehingga Anda tidak perlu lagi repot membandingkan satu persatu.

Selain itu, hal lain yang patut Anda perhatikan saat membandingkan tiket pesawat adalah : tiket Direct Flight dengan Connecting Flight.

Misalnya saja Anda ingin pergi ke Korsel. Biasanya ada tiket pesawat langsung Jakarta-Korsel atau Jakarta-Singapura + Singapura-Korea Selatan (menggunakan maskapai yang beda).

3. Subscribe Newsletter Maskapai Agar Tahu Info Promo

Anda mungkin agak terganggu dengan email yang masuk dari newsletter. Namun tidak ada salahnya jika Anda berlangganan newsletter maskapai supaya tidak ketinggalan info promonya. Sebab saat ini email masih umum digunakan sebagai media komunikasi promosi brand-brand kepada para pelanggannya.

4. Mengumpulkan Miles

Salah satu tips yang bisa membuat Anda mendapatkan harga tiket pesawat murah bahkan bisa jadi gratis adalah dengan mengumpulkan miles. Apa itu?

Singkatnya, jika Anda menjadi member anggota loyalty membership dari sebuah maskapai lalu menggunakan jasa penerbangan maskapai tersebut maka Anda akan mendapatkan miles.

Perhitungannya miles yang di dapatkan yakni sesuai jarak penerbangan Anda. Namun tidak semua maskapai menghitung dengan standart ini saja. Biasanya asumsi kelas penerbangan membuat maskapai memiliki perhitungannya tersendiri.

5. Beli Tiket Jauh Hari atau Malah di Detik-detik Terakhir

Anda mungkin bisa mencoba membeli tiket penerbagangan jauh-jauh hari sebelum hari-H atau malah di detik-detik terakhir keberangkatan. Untuk tiket yang di pesan sejak lama misalnya 1 tahun sebelumnya memang cenderung akan lebih murah di banding dengan membeli beberapa bulan atau minggu sebelum keberangkatan.

Cara ini tentu memiliki resiko, bisa saja Anda terpaksa tidak bisa berangkat pada hari yang di tentukan lalu tidak bisa mengajukan refund. Tapi jika Anda yakin bisa mengajukan cuti pada hari tersebut maka strategi ini bisa di lakukan.

Selain itu, seperti yang telah di sebutkan sebelumnya Anda juga bisa menggunakan strategi membeli tiket pesawat di “detik-detik terakhir”. Ini karena bisa saja ada penumpang yang membatalkan tiketnya 1-2 hari sebelum hari keberangkatan. Lalu pihak maskapai memutuskan menjual kembali tiket tersebut dengan harga yang lebih murah.

Nah, memang peluangnya tidak besar tapi patut di coba. Apalagi jika Anda punya gaya traveling yang berani dan spontan.

Tips Mendapatkan Hotel yang Murah

Tips Mendapatkan Hotel yang Murah

Hal lain yang tidak kalah penting ketika traveling adalah penginapan. Ternyata untuk mendapatkan harga miring bahkan bisa juga gratis soal penginapan itu bisa di lakukan dengan beberapa cara. Apa saja ya?

1. Numpang atau Mencari Host Family di situs Couchsurfing

Cara paling mudah untuk mendapatkan penginapan gratis adalah dengan menumpang di rumah/ tempat tinggal teman atau saudara yang berada di area traveling Anda.

Cara lainnya adalah dengan mencari host family di situs Couchsurfing. Dengan begitu Anda sudah pasti akan bisa lebih banyak menghemat budget traveling.

Namun menumpang di rumah orang lain selama traveling juga memiliki plus minusnya tersendiri. Positifnya tentu saja kita tidak perlu mengeluarkan budget akomodasi.

Namun kekurangannya, kita terikat dengan jadwal pemilik rumah. Misalnya saja bisa keluar dan kembali masuk rumah pada jam berapa, tidak membawa hewan peliharaan atau tamu lawan jenis.

Bagaimana menurut Anda? Jika tidak masalah dengan ini, maka mungkin Anda bisa mempertimbangkan cara akomodasi yang satu ini selama traveling.

2. Patungan Bersama Teman

Jika Anda punya teman yang sama-sama ingin traveling dan menuju ke tempat yang sama, hal itu sangat bagus untuk bisa menghemat biaya hotel/ penginapan.

Dengan berbagi ruangan, Anda bisa patungan bersama mereka. Biasanya lebih banyak yang ikut maka akan lebih murah dan bisa menyewa penginapan yang lebih nyaman.

Namun bagi Anda yang nyaman berdua atau bertiga saja, tetap hemat kok jika patungan biaya penginapan bersama.

3. Rajin Cek dan Manfaatkan Promo di Situs Atau Aplikasi Online

Anda pasti sudah tahu kalau saat ini sudah ada aplikasi-aplikasi yang menyediakan layanan ticketing transportasi dan hotel bahkan tiket untuk destinasi wisata seperti :

  • Traveloka
  • Agoda
  • Tiket.com
  • Pegi-pegi

Tidak jarang aplikasi-aplikasi tersebut juga menyelenggaran promo atau diskon yang bisa Anda manfaatkan. Di dalam aplikasi juga biasanya tersedia fitur alarm yakni notifikasi kepada Anda ketika tiket yang Anda tandai sedang turun.

4. Berlangganan Newsletter dan Menjadi Member Loyalty Travel Agency

Sama seperti mencari tiket pesawat murah, mencari penginapan yang lebih hematpun bisa di lakukan dengan cara berlangganan newsletter travel agency secara online.

5. Memilih Paket Tour

Kalau tips yang satu ini cocok untuk Anda yang suka dengan traveling tanpa ribet. Selain tidak ribet, memilih paket tour yang di sertai dengan penginapan di sebuah travel agency juga bisa lebih hemat di banding menyewanya sendiri.

Ini karena travel agency yang terpercaya biasanya sudah memiliki kerjasama tertentu dengan pihak hotel/penginapan. Sehingga tamu-tamu yang datang terdaftar di travel agency tersebut bisa mendapatkan harga khusus.

6. Menawarkan Kerjasama dengan Pihak Hotel/Penginapan*

Tips terakhir, untuk mendapatkan harga miring atau bahkan gratis dari penginapan adalah dengan menawarkan kerjasama langsung kepada pihak hotel/penginapan. Kerjasama yang di lakukan bisa bermacam-macam sesuai dengan bidang keahlian Anda.

Namun pihak hotel biasanya akan sangat tertarik jika Anda memiliki sebuah media online yang berkembang, atau keahlian lain yang berhubungan dengan publikasi. Seperti travel blogger, travel vlogger, influencer, fotografer dll.

Misalnya saja Anda adalah seorang travel blogger, Anda bisa menawarkan jasa penulisan review di blogger Anda mengenai hotel yang di tempati. Atau Anda seorang fotografer, Anda bisa mengambil beberapa gambar dan di posting di media sosial Anda.

Tips Lainnya Agar Bisa Menghemat Budget Traveling

Sebelum mengakhiri artikel kali ini saya ingin membagikan beberapa tips lainnya agar bisa menghemat budget traveling. Beberapa hal ini mungkin sering terlupakan padahal cukup penting. Misalnya saja :

Kuota Internet

Jika Anda melakukan traveling dimana sudah tersedia jaringan wifi di mana-mana maka mungkin Anda bisa memanfaatkannya untuk berhemat.

Namun tidak, maka Anda harus memikirkan untuk mendapatkan kuota internet lebih murah. Misalnya saja dengan membawa wifi portable.

Siapkan Kartu untuk Layanan Transportasi (jika ada)

Sebelum traveling kesuatu tempat, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu bagaimana sistem transportasi di tempat yang Anda tuju. Sebab ada juga yang layanan transportasi menggunakan kartu misalnya saja Singapura atau Korea Selatan.

Nah, jika Anda sudah tahu Anda bisa mencari tahu pembelian kartu untuk layanan transportasi yang lebih murah ketimbang mencari-cari secara mendadak dan harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Pilih Lingkungan Penginapan yang Ramah Backpacker

Selanjutnya, hal yang seringkali terlewat adalah soal lingkungan penginapan. Jika budget kita terbatas, pilihlah penginapan yang ramah backpacker. Karena selain akomodasi dan transportasi, ketepatan dalam mengelola biaya konsumsi juga penting dalam traveling.

Biasanya dengan lingkungan penginapan yang ramah backpacker, akses ke tempat makanan yang murah pun sangat mudah. Hal ini bisa membuat Anda lebih hemat bukan? Hemat lagi, ceklis!

Memilih Lokasi Hotel yang Strategis

Selain penginapan yang ramah backpacker, memilih lokasi yang strategis juga di perlukan untuk traveling low budget.

Strategis yang di maksud di sini tentunya di tentukan dari area dan tujuan-tujuan destinasi wisata. Dengan lokasi penginapan yang strategis Anda tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak biaya transportasi untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Simak video, 6 Investasi Terbaik Untuk Perempuan Single Parent Agar Mandiri Finansial

Coba bandingkan harga hotel yang berada di pinggiran kota dengan hotel yang strategis sesuai dengan tujuan traveling Anda. Manakah yang bisa memberikan keuntungan dari segi biaya, waktu dan energi saat kita traveling? Lalu pilih yang lebih hemat.

Penutup

Nah itu saja dulu yang bisa di bagikan. Intinya dalam traveling komponen utamanya adalah akomodasi, transportasi dan konsumsi .Jika Anda bisa mengelola ketiganya, maka Anda bisa merasakan kepuasan dalam perjalanan liburan Anda.

Semoga Anda terbantu dengan tips-tips di atas dan segera bisa mewujudkan liburan dengan gaji berapapun dan apapun gaya traveling Anda. Tanpa harus berhutang dan tanpa membuat kantong menjadi jebol.

Tinggalkan komentar