Pengalaman Reksadana di Aplikasi Bareksa: Review Pemula

Unsplash

Perencanaan keuangan sangat dibutuhkan agar konsumsi rumah tangga dapat seimbang antara pengeluaran dan pemasukan. Salah satu cara agar kondisi keuangan stabil dan terjamin adalah dengan berinvestasi reksadana di aplikasi Bareksa.

Reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang dapat dipilih oleh seseorang dengan waktu terbatas dan modal yang tidak terlalu besar. Nantinya dana yang dihimpun dalam reksadana akan diinvestasikan dalam portofolio efek dan dikelola oleh manajer investasi.

Manajer investasi dalam reksadana adalah pihak professional yang memiliki tugas mengelola dana dari para investor atau nasabah. Dana yang terkumpul akan ditempatkan di berbagai instrument investasi seperti pasar uang, obligasi, saham, depsito, pendapatan tetap dan selainnya.

Sedangkan bareksa adalah salah satu aplikasi marketplace online yang memiliki lisensi sebagai agen penjual berbagai produk reksadana. Bahkan reksadana di aplikasi bareksa menyediakan Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang sah karena menjadi salah satu mitra yang dipercaya menjadi distributor oleh Kementerian Keuangan RI.

Secara umum ada 4 jenis reksadana di aplikasi bareksa yang dapat dibeli.

4 Jenis Reksadana di Aplikasi Bareksa

4 jenis reksadana tersebut adalah Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, dan Reksadana Saham. Apa sajakah perbedaan dan bagaimana dengan resikonya? Simak penjelasannya berikut:

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang adalah jenis reksadana yang bisa dibilang resikonya paling kecil dibanding dengan jenis reksadana lainnya. Modal yang telah terhimpun dalam reksadana pasar uang akan diinvestasikan pada instrument investasi pasar uang. Pasar uang yang dipilih adalah yang masa jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Biasanya bentuk instrument investasi pasar uang adalah Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang selainnya.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis Pendapatan Tetap memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana Pasar Uang. Dana yang terhimpun dalam jenis ini, 80 persen di antaranya akan diinvestasikan dalam bentuk efek utang atau obligasi.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran dianggap memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis Pendapatan Tetap. Hal ini karena dana yang dihimpun oleh manajer investasi dialokasikan dalam bentuk instrument saham dan dikombinasi ke dalam beberapa jenis obligasi.

4. Reksadana Saham

Jenis reksadana ini dianggap memiliki resiko paling tinggi dibandingkan dengan 3 jenis sebelumnya. Tapi seperti kata orang-orang “High Risk High Return”, maka potensi imbal hasilnya pun lebih besar dibanding yang lain. Dalam reksadana saham Sebagian besar modal dikelola dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas.

Yuk baca juga, Cara Melakukan Evaluasi Investasi, Perhatikan Poin Penting Ini!

Jika membuka aplikasi bareksa, maka itulah jenis reksadana di aplikasi bareksa yang bisa pengguna temui.

Lalu ada fitur apa saja sih di aplikasi investasi satu ini yang dapat mempermudah pengguna? Simak penjelasannya berikut:

Fitur yang Tersedia di Aplikasi Bareksa

1. Smart Lock

Smart Lock Bareksa pada HP

Jika seseorang sudah mendaftar dan menggunakan aplikasi Bareksa, pertama kali yang ditemui saat membuka aplikasi ini adalah layer kunci verifikasi. Fitur ini bisa pengguna aktifkan langsung setelah menggunakan Bareksa.

Smart Lock dapat membuat akun pengguna lebih aman karena harus memasukkan 6 digit pin terlebih dahulu sebelum bisa mengakses berbagai fitur lainnya.

2. Layar Utama (Home)

Layar Utama Aplikasi Bareksa

Pada layar utama pengguna akan langsung melihat “Total Investasi Reksa Dana (dalam rupiah)”, “Total Imbal Hasil (dalam rupiah)”, dan “Imbal Hasil (dalam persen)”.

Fitur ini mempermudah pengguna yang ingin mengecek sudah berapa besar total imbal hasil yang didapat. Atau mengecek bagaimana imbal hasil dari berbagai produk yang diambil. Apakah persenannya naik atau malah turun.

A. Semua Produk Reksadana Piilihan Bareksa

Pada fitur ini pengguna akan disajikan berbagai produk reksadana dari berbagai manajer investasi. Pengguna bisa melihat di bagian atas layar, produk dan manajer investasi pada fitur ini dibagi berdasarkan jenisnya.

Mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran hingga reksadana saham seperti yang ada di gambar.

Menu “Semua Produk” di Aplikasi Bareksa

Pada gambar karena kita langsung masuk ke produk jenis pasar uang maka yang tampak adalah informasi mengenai berapa banyak produk jenis pasar uang yang tersedia, Filter, Sort, dan Compare.

a. Jumlah produk:

Ada 33 produk pasau uang reksadana di aplikasi Bareksa.

b. Filter:
Menu Filter di Aplikasi Bareksa

Fitur ini berfungsi untuk membantu pengguna mencari manajer investasi yang cocok dengan kriterianya. Kriteria yang mereka tampilkan adalah produk Syariah, minimal investasi, dan manajer investasi.

Jika mencari produk Syariah, pengguna tinggal mencentangnya pada kotak di depan tulisan “produk Syariah”.

Pada kolom Minimal investasi pengguna bisa menentukan minimal jumlah uang yang ingin di investasikan. Beberapa produk ada yang minimal investasinya sebesar Rp.10.000,- dan ada yang Rp.100.000,-. Memasukkan nominal minimal investasi ini tergantung keinginan pengguna itu sendiri.

Pada kolom manajer investasi pengguna bisa melihat berbagai produk investasi dengan manajer penanggung jawabnya. Jadi, jika pengguna sudah survei terlebh dahulu ingin mengambil reksadana di aplikasi bareksa dari manajer investasi tertentu, bisa langsung menggunakan fitur ini.

c. Sort:
Menu Sort di Aplikasi Bareksa

Fitur ini juga berfungsi

membantu pengguna dalam memilih produk reksadana yang akan digunakan. Pada fitur ini tersedia pilihan “Barometer Tertinggi”, “Nama A-Z”, “Imbal Hasil Tertinggi”, dan “Dana Kelola Tertinggi”. Pengguna tinggal memilih dan mencari sesuai kriteria yang diinginkan.
d. Compare:
Menu Compare di Aplikasi Bareksa

Fitur ini berfungsi untuk membandingkan satu produk dengan produk lainnya yang ada di Bareksa. Pengguna bisa membandingkan hingga 3 produk sekaligus menggunakan fitur ini.

Selain “Semua produk reksadana pilihan bareksa” pada layar utama pengguna juga dapat menemui “produk investasi lainnya”. Produk yang dimaksud adalah SBN. SBN adalah Surat Berharga Negara.

Sebagaima yang sudah dijelaskan di atas bahwa Bareksa adalah salah satu mitra yang dipercaya menjadi distributor oleh Kementerian Keuangan RI untuk Investasi SBN.

B. Berita dan Analisis

Berita dan Analisis di Aplikasi Bareksa

Pada layar pertama pengguna juga disuguhkan dengan fitur Berita dan Analisis. Dari fitur ini ada banyak artikel dan berita yang menjadi informasi mengenai reksadana.

Pengguna juga bisa mencari keywordnya langsung menggunakan fitur search yang ada di bawah layar. Klik “Lihat Semua” lalu klik ikon kaca pembesar, tuliskan keyword pada kolom lalu cari.

C. Simulasi Reksadana

Simulasi Produk di Aplikasi Bareksa

Di bawah fitur Berita & Analisis ada ada fitur “Simulasi Reksadana”.

Fitur ini berfungsi untuk memprediksi kira-kira jika investasi pertama sekian rupiah dan setiap bulan menambah sekian rupiah, dalam waktu 1-30 tahun pengguna bisa punya sekian rupiah.

Pada fitur ini ada kolom “Jika investasi awalmu” yang diisi dengan perkiraan nominal investasi pertama pengguna. Ada juga kolom “Jika investasi bulananmu” yang diisi dengan perkiraan nominal yang sekiranya akan diinvestasi setiap bulan.

Jika kedua kolom tersebut sudah diisi maka di bawahnya akan muncul grafik perkiraan tabungan deposito dan reksadana yang akan didapatkan jika konsisten dengan nominal yang dimasuki sebelumnya.

Dari grafik ini pengguna bisa melihat perbandingan dan perkiraan jumlah uang yang diletakkan di reksadana dan deposito dari tahun pertama hingga tahun ke-30. Pengguna hanya tinggal memilih tahun keberapa yang ingin dilihat. Tinggal klik, hasil tabungan deposito dan perkiraan reksadana pada tahun ke sekian akan tampil di layer.

Simulasi reksadana ini hanya perkiraan dan prediksi dari data yang sudah ada sebelumnya. Maka dari itu hasilnya bisa jadi berbeda. Bisa sama dengan prediksi, bisa lebih kecil atau bahkan lebih besar.

D. Bareksa Community

Dengan fitur ini pengguna bisa saling bertanya, diskusi dan melakukan pengamatan dari study kasus yang biasanya diperbincangkan. Tinggal klik “Bareksa Community”, lalu di bagian bawah layar pengguna bisa klik “Gabung Sekarang!”.

Di komunitas ini pengguna tidak dikenai biaya alias gratis, aka nada konten edukasi yang dibagikan setiap minggu, bisa diskusi dengan investor lain hingga mendapat info update promo dan event baru.

3. Portofolio

Pada fitur portofolio pengguna akan melihat menu Total Investasi yang berisi total uang yang sudah diinvestasikan ke dalam reksadana di aplikasi bareksa.

Selain itu juga ada menu total imbal hasil dalam rupiah. Menu ini berisi total imbal hasil yang didapatkan pengguna selama beirnvestasi di reksadana bareksa. Total imbal hasil yang ditampilkan pada menu ini ditampilkan dalam rupiah.

Ada juga menu imbal hasil dari keseluruhan investasi. Menu ini ditampilkan dalam bentuk persen. Dari sini pengguna bisa melihat apakah reksadanya minus atau cuan.

Di bawah 3 menu tadi, akan ditampilkan semua produk yang telah pengguna ambil atau berinvestasi di sana.

Untuk memudahkan pengguna dalam mengolah produk yang telah diambil, berikut beberapa fitur yang disediakan oleh bareksan pada menu Portofolio:

A. Sortir

Pengguna bisa menyortir produk mana yang hendak dilihat dengan fitur sortir.

Pengguna bisa menyortir berdasarkan beberapa urutan berikut

a. Keuntungan Tertinggi

b. Keuntungan Terendah

c. Nama Alfabetis

d. Jenis Reksadana: Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham, dan Campuran

e. Manager Investasi

Cara menggunakannya hanya tinggal centang lalu klik kolom “Terapkan” yang ada di bawah layar.

B. Produk Yang Diambil

Pada menu ini pengguna bisa langsung bisa melihat:

a. Nama produk reksadana yang diambil

b. Jenis produk

c. Jumlah unit

d. Harga/Unit tanggal terupdate

e. Nilai semula

f. Nilai sekarang

g. Imbal hasil

h. Jual

i. Beli lagi

4. Transaksi

Fitur ini berfungsi untuk melihat transaksi yang sedang dalam proses dan selesai jual atau beli.

Ketika pengguna membeli sebuah produk dengan nominal tertentu maka akan ada keterangan mengenai nomer order, tanggal penjualan/pembelian, jenis reksadana, produk reksadana, transaksi pembelian dan status pembelian.

Pada fitur transaksi ini ada 4 pengelompokkan yaitu semua, pembelian, penjualan dan switching.

5. Akun

Menu Akun di Aplikasi Bareksa

Akun berfungsi sebagai informasi identitas pengguna seperti CIF, Nomor SID, Nama, NIK, Nomor telepon, alamat dan sejenisnya.

Pada fitur ini juga terdapat menu pengaturan tempat membuat dan mengatur password akun. Pengguna juga bisa mengubah password yang sudah dibuat pada fitur ini.

Di bawah pengaturan ada menu Bantuan atau Frequently Asked Questions. Pada menu ini pengguna bisa membaca beberapa jawaban dari pertanyaan yang biasanya diajukan.

Baca juga yuk, 8 Manajer Investasi Reksadana Pasar Uang Teratas di Aplikasi Bareksa

Selain itu ada juga

alamat serta nomor telepon dan email customer servis Bareksa yang bisa dihubungi oleh pengguna. Ada juga ikon facebook, twitter dan Instagram yang jika diklik langsung nyambung ke akun media sosial Bareksa.

Kesimpulan

Investasi reksadana di aplikasi bareksa cukup mudah digunakan untuk pemula karena ada berbagai macam fitur. Fitur-fitur ini sangat membantu pengguna pemula. Mulai dari halaman awal hingga halaman pertanyaan yang sering muncul. Hanya dengan membaca keterangan dan menggunakan aplikasinya, pengguna pemula sudah bisa memulai investasi reksadana dengan nyaman.

Anggraini Munanda Effani: Hai, saya Anggraini Munanda Effani penulis di Folder Bisnis