10 Penyebab Utama Kegagalan Pebisnis Pemula, Anda Wajib Tahu !

Untung dan rugi adalah sebuah kondisi pasti yang akan dihadapi oleh para pebisnis. Banyak para pebisnis sukses yang dalam perjalanan merintis bisnisnya pernah mengalami fase kerugian tersebut.

Kerugian ini dalam dunia bisnis sering identik dengan sebuah kegagalan dalam membangun bisnis.

Untuk Anda yang saat ini tengah mengalami kegagalan, sebaiknya segera berbenah diri dan lakukan evaluasi terhadap penyebab kegagalan tersebut. Karena boleh jadi, jatah gagal Anda akan segera berakhir setelah membaca artikel ini.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai 10 penyebab kegagalan para pebisnis pemula. Rupanya berdasarkan data statistik, sebesar 50 persen para pebisnis pemulapernah mengalami kegagalan dalam membangun usahanya.

panduan membuat rencana bisnis yang tepat

Namun dari kegagalan tersebut, mereka tidak menyerah dan menghabiskan ‘’ jatah gagal’’ nya hingga bisa mencapai kesuksesan.

Kegagalan dalam berbisnis bukan berarti merupakan sebuah pembenaran yang harus terus menerus dihadapi. Anda berhak mengubah kegagalan tersebut menjadi kesuksesan.

Tentunya dengan terlebih dahulu mengetahui penyabab kegagalan tersebut. Jika masih bingung tentang cara mengetahui penyebab kegagalannya. Berikut akan kami paparkan ulasannya di bawah ini!

Mengetahui Penyebab Kegagalan para Pebisnis Pemula

1. Belum Mahir Mengelola Modal dan Hutang Piutang

Salah satu penyebab kegagalan para pebisnis pemula adalah karena belum mahir mengelola modal.

Banyak para pebisnis pemula yang terkecoh saat mendapatkan untung. Seringkali keuntungan yang lebih banyak lupa atau bahkan tidak disisihkan untuk modal.

Menyisihkan modal tersebut bertujuan untuk bisa membeli bahan-bahan baku yang nantinya diperjual belikan kembali.

Baca juga : Cara pinjam uang online di situs terpercaya dan terdaftar OJK

Selain modal, biasanya pebisnis pemula pun terjebak dalam hutang piutang. Dimana ketika modal tidak ada mereka akan dengan gampang mengajukan pinjaman ke bank atau Lembaga tertentu.

Sebaiknya, hati-hati dengan pinjaman modal ke bank mengingat bunga yang diterapkan pun begitu tinggi.

Hati-hati pula terhadap piutang, jangan sampai Anda mengizinkan konsumen untuk mengambil terlebih dahulu produk yang dijual tanpa kejelasan pembayaran.

Maka dari itu, perlu pengetahuan yang mumpuni dalam mengelola moda dan hutang piutang.

2. Tidak Paham dengan Bisnis yang Dijalankan

Penyebab Utama Kegagalan Pebisnis Pemula

Alangkah lebih baik bila bisnis yang dijalankan sesuai dengan minat dan bakat yang Anda inginkan serta ilmu yang Anda mumpuni.

Sebelum terjun berbisnis, lakukan analisis pasar dan analisis pesaing bisnis anda. Anda bisa menggunakan metode analisis SWOT. Pada analisis ini, anda akan mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang dan kekuatan dari bisnis yang akan anda jalankan.

Karena dengan hal tersebut bisa menumbuhkan ketertarikan dan juga kepedulian untuk mengembangkan bisnis yang dikelola.

Anda harus mempersiapkan rencana bisnis dengan tepat, Anda bisa membaca panduan lengkap tentang bagaimana membuat rencana bisnis yang tepat di artikel ini. Panduan cara membuat business plan lengkap.

Paham terhadap sebuah bisnis sangat diperluka karena bisnis bukan sekedar memproduksi barang dan jasa saja. Tetapi harus tahu tentang apa yang dibutuhkan masyarakat, target marketing, serta juga pemasarannya.

Misalnya saja, Anda seseorang yang memiliki bakat minat dan ilmu mumpuni dalam hal musik. Selain bisa memulai jas les vocal atau alat music, boleh jadi Anda akan memulai bisnis dengan menjual belikan alat-alat music tersebut.

Sangat disayangkan, bila Anda terpaksa membuka bisnis kuliner walaupun makanan memang menjadi kebutuhan utama setiap orang.

Tetapi bila tak ada ilmu mumpuni serta ketertarikan dalam hal tersebut, maka lambat laun bisnis tersebut bisa gagal untuk dijalankan.

3. Tidak Fokus pada Bisnis yang Dijalankan

Fokus, tekun, dan konsisten merupakan modal penting yang harus dimiliki ketiki membuka sebuah bisnis.

Dengan bisa fokus terhadap bisnis yang dijalankan, berarti Anda harus memikirkan segala sesuatunya agar bisnis tersebut sukses. Fokus dalam bisnis pun bisa secara mudah mengevalusi dan melihat kekurangan yang ada pada usaha yang dijalankan.

Baca juga : 10 hal yang harus anda lakukan saat merilis bisnis baru

Terbayang bukan ? bila Anda tidak fokus dalam menjalankan bisnis dikarenakan berbagai faktor yang ada, seperti tergoda bisnis lain yang keuntungannya lebih menggiurkan, ataupun lebih mementingkan urusan lain sehingga bisnis pun terbengkalai.

Agar bisa fokus dalam berbisnis yang perlu dilakukan adalah jalankan bisnis sesuai bakat, minat, dan ilmu yang Anda miliki seperti yang dicantumkan pada poin nomor 2.

Karena dengan ketertarikan tersebut bisa membuat Anda fokus dan membawa bisnis tersebut pada sebuah kesuksesan.

3. Tidak Memiliki Niat yang Serius

Penyebab kegagalan berikutnya adalah karena tidak memiliki niat yang serius dalam menjalankan bisnis.

Mungkin ada beberapa cerita di sekitar kita tentang pebisnis yang sukses menjalankan bisnisnya berawal dari iseng belaka.

Tetapi, sebaiknya hal tersebut tidak perlu untuk diikuti karena setiap orang sudah memiliki jalan rezekinya masing-masing. Tetap saja harus ada usaha dari kita sendiri sebelum benar-benar mendapatkan keuntungan.

Anda harus memegang sebuah prinsip, bahwa setiap usaha yang dijalankan tidak akan mengkhianti hasilnya sekalipun harus menempuh jalan yang berliku terlebih dahulu.

5. Kurangnya Wawasan tentang Bisnis

Penyebab gagal berikutnya boleh jadi karena kurang dan terbatasanya wawasan Anda tentang bisnis.

Dulu, di saat Duduk di bangku kuliah pasti sudah tidak asing lagi dengan ujian. Baik yang dilaksnakan akhir semester maupun di tengah semester.

Untuk menghadapi ujian tersebut yan harus dilakukan adalah belajar dan menguasai mata kuliah yang telah dipelajari.

Bisa dibayangkan bukan jika Anda tidak bisa menjawab soal ujian karena belum menguasainya, pasti akan mendapatkan nilai yang jelek. Dan boleh jadi, ada salah satu mata kulaiha yang gagal menempuhnya karena nilai yang tidak memenuhi kriteria.

Nah, kurang lebih seperti itulah bila Anda tidak memiliki wawasan yang cukup tentang berbisnis. Perlu diingat pula, berbisnis bukan sekedar nilai ujian. Bisnis merupakan praktek dimana mulai dari ‘’hulu’’ sampai ‘’hilir’’ Anda harus memahaminya.

Maka dari itu, persiapkan diri terlebih dahulu dengan ilmu-ilmu bisnis yang berkaitan dengan bisnis yang Anda rintis.

Bisa lewat sebuah training, workshop, konsultasi dengan pebisnis yang sudah berpengalaman, dan lain sebagainya.

6. Besar Pengeluaran daripada Pendapatan

Untuk para pebisnis pemula, sebaiknya harus berhati-hati ketika pengeluaran bisnis sudah lebih besar daripada pendapatan.

Karena dengan lebih besarnya pengeluaran tersebut bisa membuat bisnis Anda gagal dalam waktu yang lebih cepat.

Baca juga : 10 kiat menghemat pengeluaran bulanan dalam keluarga

Anda tidak bisa membeli bahan baku yang akan dijadikan produksi. Ataupun tidak bisa pula untuk membayar gaji para karyawan yang telah ikut serta membantu Anda dalam berbisnis.

Agar tidak terjadi hal yang demikian, maka yang perlu dilakukan adalah menertibkan administrasi keuangan.

Hal yang perlu dilakukan untuk menertibkan keuangan adalah membuat laporan keuangan baik pengeluaran maupun pendapatan dengan sebaik mungkin.

Bisa dilakukan lsewat aplikasi yang ada di laptop dan PC atau bisa juga membuat buku keungan secara manual.

Selain bisa melihat pendapatan dan pengeluaran, tertib administrasi keuangan ini bertujuan untuk melihat profit dari bisnis yang Anda jalankan.

Dan yang lebih penting adalah agar terhindar dari penyalahgunaan keuangan yang bisa membuat Anda gagal dalam berbisnis.

7. Tidak Memiliki Pengalaman dan Ilmu dalam Pemasaran

Barang yang sudah Anda produksi tentunya harus dipasarkan agar orang-orang bisa merasakan manfaatnya. Selain itu juga agar perusahaan Anda mendapatkan keuntungan dari hasil pemasaran tersebut.

Nah, bila ilmu pemasaran tersebut tidak dimiliki secara baik bahkan masih kurang untuk disukai, maka yang terjadi adalah kegagalan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Jika harus dipasarkan pun, masih ada beberapa pengusaha yang melakukan pemasaran secara tradisional. Pemasaran secara tradisional memang sah-sah saja dilakukan selama produk dan target pasar Anda sesuai.

Namun, bila produk Anda sasarannya ingin lebih kekinian dan menjangkau banyak wilayah maka harus meninggalkan pemasaran secara tradisional tersebut.

Mengenai pemasaran ini perlu terus dipelajari karena seiring dengan berjalannya waktu banyak ilmu-ilmu baru yang disajikan tentang pemasaran.

Maka, bila bisnis Anda tidak ingin gagal hal yang perlu dilakukan adalah belajar tentang ilmu pemasaran kekinian atau merekrut orang-orang yang ahli dalam hal tersebut.

Jadikan orang-orang professional tersebut sebagai asset berharga yang tentunya bisa membantu mengembangkan bisnis Anda.

8. Membeli Bahan Baku Tidak Sesuai Target

Penyebab kegagalan bisnis berikutnya yang seringkali luput dari perhatian serta dilakukan secara berulang-ulang adalah membeli bahan baku yang tidak sesuai dengan target.

Maksudnya adalah Anda membeli bahan baku yang terlalu banyak sehingga banyak bahan baku yang menumpuk.

Sebaiknya untuk menyediakan bahan baku ini harus disesuaikan dengan permintaan pasar sehingga tidak akan mubazir.

Selain harus memilih jumlah kapasitasnya, yang perlu diperhatikan adalah tentang kualitas dari bahan baku tersebut.

Jangan sampai membeli bahan baku dengan kualitas yang tidak baik karena akan membuat bahan baku tersebut menjadi cepat rusak dan akhirnya tidak terpakai kembali.

Jika sudah begitu, maka penyesalan pun akan sangat terasa.

9. Bekerjasama dengan Klien yang Tidak Tepat

Untuk Anda yang baru menjalankan bisnis, berkolaborasi dengan pihak-pihak tertentu demi kemajuan bisnis memang sangat baik.

Tetapi, harus diingat pula jangan pernah tergiur dengan penawaran dari klien yang tidak masuk akal walaupun keuntungan yang ditawarkan begitu menggiurkan.

Hal tersebut perlu diwaspdai, mengingat banyak para pebisnis terutama pebisnis pemula yang tertipu atau dirugikan oleh pihak tersebut.

Maka dari itu, ketika ada seseorang yang menawarkan kerjasama dengan Anda perlu dilakukan kewaspadaan dengan cara, memeriksa terlebih dahulu sepak terjang orang atau perusahaan tersebut.

Sepak terjang yang dimaksud adalah mencari tahu tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan atau orang tersebut. Bisa dari prestasi, produksi yang dihasilkan, track record kerja sama dengan pihak lain, dan lain sebagainya.

Selain mencari tahu sepak terjangnya, yang perlu dilakukan berikutnya adalah jangan mudah percaya dengan ‘janji-jani’ manisnya atau keuntungan-keuntungan yang ditawarkan.

Ingat kerjasama yang harus dilakukan adalah kerjasama yang masuk akal dengan perkembangan bisnis atau perusahaan yang Anda rintis.

Bila salah melangkah, maka bersiaplah untuk mengalami kegagalan dalam berbisnis. Ingatkah Anda dulu ketika berproses mencari pasangan?

Nah, seperti itulah yang harus Anda lakukan.

10. Kurang Melek Terhadap Perkembangan Teknologi

Teknologi saat ini juga sangat menunjang kesuksesan dalam berbisnis. Karena dengan bantuan teknologi ini, Anda bisa memasarkannya hingga ke penjuru dunia atau daerah yang belum terjamah sebelumnya.

Tidak hanya menyangkut pemasaran, menambah jaringan, mendata konsumen serta merapihkan system administrasi keuangan pun bisa dilakukan menggunakan teknologi ini.

Dari teknologi yang menunjang tersebut bisa Anda pelajari dan pastinya rasakan perubahan yang berarti untuk bisnis Anda.

Anda boleh saja tidak menggunakan teknologi tersebut, tetapi harus bersiap untuk tertinggal dari berbagai aspek. Karena persaingan berbisnis saat ini bukan lagi di tingkat daerah, kota, atau provinsi, melainkan sudah mencakup antar negara.

Penutup

Bagaimana menarik bukan mengetahui 10 penyebab kegagalan para pebisnis pemula? Bukan untuk menakuti-nakuti dan menghalangi Anda berbisnis. Tetapi jadikan acuan dan juga pengingat diri agar bisa lebih baik lagi dalam menjalan bisnis.

Bagaimana siap?

Loading...