6 Pertimbangan Sebelum Menambah Kartu Kredit Baru Anda

pertimbangkan menambah kartu Kredit Baru

Kartu kredit saat ini sudah menjadi salah satu bagian gaya hidup warga di kota besar. Semakin lama, pengguna kartu kredit ini semakin bertambah terutama dengan adanya kemudahan yang ditawarkan pihak bank selalu penyelenggara produk tersebut.

Bertambahnya pengguna kartu kredit ini karena memang pihak bank mencantumkan promo atau hadiah besar-besaran sehingga orang mau menggunakannya.

Tidak hanya itu, metode pembayaran lewat kartu kredit ini telah difasilitasi oleh pihak toko online maupun offline sehingga memudahkan mereka untuk bertransaksi.

Tentunya agar nasabah mereka masih menggunakan kartu kredit, maka pihak bank akan menawarkan promo-promo menarik seperti pemberian hadiah, cicilan ringan, cashback, serta promo lainnya agar nasabahnya mau menambah kembali penggunaan kartu kredit tersebut.

Keuntungan di atas memang sangat menggiurkan dan akan memudahkan Anda untuk bertransaksi. Namun, sebelum Anda mengajukan atau menambah kartu kredit baru Anda sebaikan pertimbangkan dahulu.

Pertimbangan Sebelum Menambah Kartu Kredit Baru Anda

Lalu, apa saja yang harus dipertimbangkan? Simak ulasannya pada pembahasan di bawah ini!

1. Domisili Tempat Tinggal

Sekilas mungkin domisili tempat tinggal ini tidak akan memiliki pengaruh yang signifikan pada pengajuan atau penambahan kartu kredit Anda.

Namun, secara tidak langsung pihak bank pun akan mempertimbangkan kenaikan tersebut dengan melihat tempat domisili Anda, dikarenakan pihak bank tidak mau mengambil resiko apabila nasabahnya ada tunggakan sedangkan nasabahnya tidak jelas atau berpindah-pindah.

Baca juga : 10 jenis investasi terbaik bagi generasi milenia dalam merencanakan masa depan

Intinya pihak bank akan mengabulkan permintaan Anda, apabila Anda tinggal di tempat tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Namun, jika tinggal hanya sebenatar dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, maka mereka pun akan menolak pengajuan kartu kredit Anda.

Maka dari itu, perlu adanaya kesadaran dan pengetahuan dari nasabah tentang domisili tempat tinggal sebelum mau mengajukan atau menambah kartu kredit.

Selain itu juga, sebaiknya banyak bertanya kepada pihak bank tentang ketentuan penambahan kredit. Boleh jadi, mereka memiliki jalan alternatif lain yang memudahkan Anda untuk mengajukan atau menambah kartu kredit.

2. Tentukan Kebutuhan dan Tujuannya

Jika Anda ingin menambah kartu kredit, pada dasarnya pihak bank sendiri akan memberikan limit tambahan sesuai dengan kartu sebelumnya.

Contohya, bila Anda memiliki limit kartu kredit di awal 20 juta, maka akan mendapatkan tambahan kartu yang sama sebesar 20 juta pula.

Maka dari itu, tentukan terlebih dahulu tujuan Anda menambaha kartu kredit. Jika untuk menambah modal usaha atau keperluan bisnis bisa untuk dipertimbangkan.

Baca juga : 5 situs belanja online terbaik di Indonesia versi folderbisnis.com

Namun jika akan digunakan atau diberikan untuk anak Anda yang masih belum cukup umur atau masih mengenyam Pendidikan sebaiknya dipertimbangkan masak-masak.

Karena kartu kredit awalnya memang akan memudahkan untuk bertransaksi. Tetapi bila Sudha digunakan, Anda pun harus membayar cicilan tersebut. Jangan sampai Anda menambah kartu kredit tetapi tidak bisa untuk membayarnya.

Sebenarnya dari pihak bank sendiri memiliki aturan terkait penambahan kartu kredit. Ada beberapa bank di Indonesia yang memberlakukan batas umur minimal pemegang kartu kredit tambahan.

Selain itu, mereka juga mempertimbangkan siapa saja yang boleh menambah kartu kredit tersebut, bisa dari pihak kerabat, teman, atau keluarga di luar keluarga inti.

Tetapi, pihak bank pun biasanya memperketat penambahan kecuali hanya bisa dialkukan oleh keluarga inti saja. Hal ini dilakukan agar proses pembayaran lancar dan tidak ada kendala yang harus dipermasalahkan.

Maka dari itu, jika ingin mendaftrkan teman atau saudara jauh untuk memegang kartu kredit tambahan Anda sebaiknya dipikirkan dengan matang dan pelajari kembali resiko-resiko yang akan Anda terima.

3. Perhatikan Sumber Penghasilan Anda

Sebelum Anda mengajukan atau menambah kartu kredit baru sebaiknya perhatikan dan pertimbangkan sumber penghasilan Anda.

Harus dipahami dan dicermati dengan seksama, bahwasannya menambah kartu kredit berarti menambah beban pengeluaran yang harus Anda persiapkan.

Maka dari itu, coba cek kembali sumber penghasilan yang Anda dapatkan setiap bulannya, apakah sudah bisa digunakan untuk membayar kartu kredit tambahan?

Jika memang mendesak dan harus menambah kartu kredit tambahan, maka mau tidak mau Anda harus menambah sumber penghasilan. Hal ini dilakukan agar Anda bisa membayar tepat waktu dan tidak terkena lilitan hutang kartu kredit yang snagat besar pula resikonya.

Jika dirasa sumber keuangan sudah tidak ada masalah dan bisa membayar kartu kredit tambahan serta digunakan untuk membantu teman atau kerabat, maka ada yang perlu Anda perhatikan dan perhitungkan.

Yaitu tentang kesepakatan pembayaran, persentase jumlah yang harus dibayarkan, batas waktu pembayaran, serta konsekuensi apabila tidak bisa melakukan pembayaran saat itu.

Lagi-lagi tujuan ‘’strategi’’ di atas agar Anda tidak masuk dalam ‘’backlist’’ oleh pihak bank dan mereka tidak akan mempersulit Anda jika memang nanti harus menambah kembali kartu kredit.

Harus selalu diingat, bahwasannya mengajukan kartu kredit bukan hanya untuk kesenangan belaka, tetapi dibalik itu semua ada tanggung jawab untuk mengembalikan.

Jika tidak diperhitungkan, nama baik serta asset yang Anda miliki menjadi jaminannya.

4. Pastikan Ulang Jumlah Limit Kredit yang Ditawarkan

Jika ada promo menarik dari pihak bank tentang penambahan limit kredit pada kartu kredit tambahan, maka ada baiknya untuk memastikan terlebih dahulu kebenarannya.

Baca juga :

Artinya, bukan Anda tidak percaya dengan pihak bank hanya saja sebaiknya datang langsung ke bank dan minta untuk dijelaskan secara rinci kepada bagian customer service atau pihak banka yang menawarkan jumlah limit kredit tersebut.

Pada dasarnya, penambahan kartu kredit tersebut adalah berbagi limit dengan kartu kredit utama yang telah Anda miliki. Bisa dikatakan jumlah limit tersebut nantinya akan dibagi dengan dua kartu

Adapun gambarannya adalah seperti ini, Anda memiliki kartu kredit dengan limit Rp 20 juta dan sudah terpakai Rp 9 juta. Maka kartu tambahannya nanti akan bisa digunakan sebesar Rp 11 juta.

Agar tidak terjadi pembengkakan kredit, maka harus ada koordinasi antara Anda dengan pemegang kartu tambahan, seperti mengecek atau meloprkan pengunaan kartu kredit.

Hal ini bertujuan untuk menghindari pembayaran yang tidak sesuai dengan harapan Anda. Intinya, jangan terlalu terlena dengan kartu kredit karena bagaimanapun juga setelah digunakan ada pembayaran beserta bunganya yang harus Anda keluarkan hingga lunas.

5. Pembayaran Suku Bunga dan Biaya Tahunan

Selanjutnya adalah Anda harus mempertimbangkan pembayaran suku bunga dan biaya tahunan. Karena bila Anda mengajukan atau menambah kartu kredit baru berarti Anda menyetujui membayar biaya tahunan untuk 2 kartu sekaligus.

Maka dari itu, periksa kembali sumber penghasilan Anda jangan sampai menjadi beban yang membuat penghasilan Anda minus.

Sebelum, menambah kartu kredit ada baiknya untuk mendiskusikan terlebih dahulu dengan keluarga agar bisa membuat strategi dalam pembayarannya.

Jangan lupa pula untuk bisa memastikan bahwa kartu tambahan yang didapat sesuai dengan fasilitas yang mereka tawarkan, seperti cicilan 0 % atau tidak ada kerugian yang Anda dapatkan setelah mendapatkan kartu kredit baru tersebut.

Selain itu, pertimbangkan juga tentang suku bunga yang ditawarkan. Dalam hal ini, Anda berhak bernegoisasi dengan pihak bank untuk bisa mendapatkan suku bunga yang lebih rendah.

Namun suku bunga lebih rendah tersebut tidak selamanya diberlakukan. Ada rentang waktu khusus sehingga Anda bisa mempertimbangkannya agar bisa membayar tanpa harus memberatkan.

6. Pertimbangkan Promo yang Ditawarkan pihak Bank

Cek dan pertimbangkan kembali apakah promo yang ditawarkan pihak bank untuk penambahan kartu kredit sesuai dengan kebutuhan dan sangat menguntungkan bagi Anda?

Pastinya, pihak bank akan memberikan penawaran yang begitu mengiurkan pada setiap nasabahnya. Tetapi, harus diingat pula bahwa semua promo tersebut tidak selamanya cocok dengan Anda.

Sebagai contoh, Pihak bank menawarkan kartu kredit tambahan karena Anda bisa mendapatkan reward dari sebuah restoran ternama. Sayangnya, restoran tersebut tidak ada di kota Anda, sehingga bisa dipastikan bahwa promo penambahan kartu tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan Anda dan tidak perlu untuk menambahnya.

Maka dari itu, jangan selalu tergiur dengan promo yang ada. Boleh tergiur apabila promo yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan Anda dan juga sesuai dengan kemampuan Anda dalam membayar kartu kredit.

Ingat! Bahwasannya kartu kredit digunakan sebagai alat bantu pembayaran bukan menjadi boomerang keuangan Anda.

Maka dari itu, perlu sikap pengendalian diri terhadap barang barang kebutuhan dan juga sebatas keinginan belaka.

Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Agar bisa menggunakan kartu kredit dengan bijak dan tidak menjadi boomerang bagi keuangan Anda, maka perlu digunakan dengan bijak dan sesuai kaidahnya. Maka dari itu, Anda perlu melakukan langkah cara berikut ini :

  • Belanja Sesuai Rencana dan Kebutuhan

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kredit itu biasanya digunakan untuk berbelanja. Maka dari itu, gunakanlah sesuai rencana dan kebutuhan Anda pada saat itu.

Sebagai contoh, pada bula itu Anda memerlukan lemari pakaian anak karena sudah rusak. Maka yang Anda beli adalah lemari pakaian saja, jangan tergoda dengan promo meja belajar Anda atau promo barang lainnya.

  • Jangan Menarik Uang Tunai Melalui Kartu Kredit

Kartu kredit memiliki fitur untuk bisa menarik uang tunai di mesin ATM. Tentu hal ini membuat penggunannya merasa dimudahkan dengan fitur tersebut.

Tetapi, walaupun diberikan kemudahan ada baiknya untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut karena Anda akan dikenakan bunga 4-5 % per bulannya. Tentu saja ini akan menjadi ‘’masalah’’ baru dalam hal keuangan Anda.

  • Periksa Tagihan dengan Teliti

Mungkin kasus ini jarang terjadi pada pengguna kartu kredit dimana ada tagihan yang tidak sesuai dengan apa yang Anda keluarkan.

Tetapi, tidak ada salahnya untuk selalu waspada melihat tagihan dengan teliti dan cermat.

Bila ada transaksi yang merasa janggal dan tidak pernah Anda lakukan, maka bisa diadukan ke pihak bank yang mengelola kartu kredit tersebut.

Jika tidak ada yang janggal, maka Anda bisa langsung membayarkan tagihan tersebut sesuai rentang waktu yan tertera agar tidak terkena denda.

  • Gunakan Kartu Kredit untuk Keperluan yang Mendesak

Jangan berbangga hati bila dalam dompet Anda dipenuhi kartu kredit. Karena bagaimanapun juga dengan memiliki karti kredit berarti pembayaran tersebut bisa Anda bayarkan dikemudian hari.

Karena itu, jika tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya simpan kartu kredit tersebut dan gunakan untuk keperluan yang sangat mendesak atau Anda perlukan saat itu juga.

Penutup

Nah, bagaimana sudah cukup puas dengan ulasan tentang pertimbangan sebelum mengajukan atau menambah kartu kredit baru Anda?

Semoga benar-benar bisa dipertimbangkan dengan seksama dan bisa menggunakan kartu kredit dengan bijak agar keuangan Anda bisa tetap didapatkan dengan stabil tanpa harus terlilit hutang. Setuju ?

Semoga bermanfaat.

Scroll to Top