Pertimbangan Sebelum Mengambil Pinjaman Online yang Harus Dipikirkan

Memiliki pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online adalah hal yang sangat wajib. Sebab jika tidak, Anda bisa terbelit hutang tersebut yang merambat pada berbagai masalah lainnya.

Kehadiran pinjaman online memang masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Banyak orang yang beranggapan bahwa pinjaman online hanya memberikan masalah pada orang-orang. Sebaliknya, sebagian yang lain beranggapan pinjaman online bermanfaat.

Masing-masing pendapat tersebut tidak bisa langsung dibenarkan atau disalahkan. Sebab pada kenyataannya, banyak orang yang mendapat manfaat dari kehadiran pinjaman online namun begitu juga sebaliknya.

Beberapa orang justru mendapatkan masalah tambahan setelah mengambil pinjaman online. Biasanya hal ini terjadi karena orang tersebut mengambil pinjaman online tanpa memiliki pertimbangan yang matang.

Oleh karena itu jangan sampai Anda mengambil pinjaman online tanpa memiliki pertimbangan matang. Dalam artikel ini kami telah merangkum beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan saat hendak mengambil pinjaman online.

Beberapa Pertimbangan Sebelum Mengambil Pinjaman Online

Pertimbangan Sebelum Mengambil Pinjaman Online yang Harus Dipikirkan/Unsplash

Pinjaman online pada dasarnya adalah sebuah usaha yang memberikan pinjaman uang tunai dalam waktu singkat. Syarat dan proses pengajuan pinjaman biasanya berlangsung cepat sehingga sangat memudahkan bagi banyak orang.

Meski begitu bukan berarti Anda bisa melakukan pengajuan pinjaman online tanpa pikir panjang. Pastikan Anda memikirkan beberapa pertimbangan berikut ini sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman online.

  • Tujuan Pinjaman

Hal pertama yang perlu Anda jadikan pertimbangan adalah tujuan mengajukan pinjaman. Sebab hal ini sangat penting untuk menjamin pinjaman tersebut benar-benar memiliki manfaat bagi Anda.

Secara umum tujuan mengajukan pinjaman online adalah karena membutuhkan uang. Namun Anda perlu memperhatikan kebutuhan macam apa yang membuat Anda harus mengajukan pinjaman online tersebut.

Pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online ini juga berguna untuk memastikan penggunaan uang pinjaman. Sehingga Anda benar-benar bisa memanfaatkan uang dari pinjaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan.

Akan sangat baik jika tujuan Anda mengajukan pinjaman adalah untuk hal yang produktif. Contohnya adalah Anda mengajukan pinjaman online tersebut untuk dijadikan sebagai modal bisnis.

Sehingga dari uang pinjaman tersebut Anda bisa mendapatkan penghasilan. Selanjutnya dari penghasilan yang didapatkan bisa digunakan untuk membayar cicilan serta bunga kepada platform pinjaman online.

Jangan sampai Anda mengajukan pinjaman online hanya untuk hal tidak penting. Sebab bisa saja nanti Anda akan kesulitan untuk membayar cicilan yang berakibat besarnya denda dan bunga.

  • Kondisi Keuangan Saat Ini

Pinjaman online seringkali dianggap sebagai jalan keluar ketika kondisi keuangan tengah terpuruk. Padahal justru mengajukan pinjaman di saat kondisi keuangan memburuk adalah hal yang membahayakan.

Kondisi keuangan saat ini harus benar-benar Anda jadikan pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online. Sebab hal ini untuk memastikan bahwa Anda mampu membayar cicilan di masa mendatang.

Terlebih jika Anda ingin mengambil pinjaman tersebut bukan untuk hal produktif. Maka sebaiknya Anda berpikir ulang mengenai mengambil pinjaman online agar tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Setidaknya Anda harus menyadari bahwa kondisi keuangan di masa mendatang akan aman walau harus membayar cicilan. Karena jika tidak, cicilan pinjaman online bisa terhambat sehingga Anda sulit membayarnya.

Baca yuk, 7 Cara Networking Dengan Orang Sukses, Mau Tahu?

Perlu dipahami bahwa bunga dan denda pinjaman online termasuk salah satu yang cukup besar. Sehingga jika Anda tidak bisa membayar cicilan secara lancar, besar beban hutang Anda jadi sangat besar.

  • Legalitas Platform Pinjaman Online
Legalitas Platform Pinjol/Unsplash

Legalitas serta izin dari fintech harus Anda jadikan pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online. Karena saat ini tengah beredar banyak pinjaman online tidak berizin yang justru merugikan masyarkat.

Pinjaman online ilegal tersebut memberikan bunga yang sangat besar sehingga sangat memberatkan para peminjam. Namun biasanya syarat untuk mengajukan di pinjaman online ilegal sangatlah mudah.

Selain memberikan bunga yang sangat besar, pinjaman online ilegal juga tidak menyimpan data pribadi Anda. Bahkan mereka bisa menelepon keluarga atau kerabat Anda untuk menagih pinjaman tanpa persetujuan Anda.

Finteh pinjaman online yang terjamin harus terdaftar dan mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu pastikan platform tempat Anda ingin mengajukan pinjaman sudah mendapat izin dari OJK.

  • Metode Pengembalian Pinjaman

Syarat untuk mengajukan pinjaman online cenderung mudah dan sederhana. Namun hal yang harus Anda jadikan pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online adalah metode pengembalian pinjaman tersebut.

Sebab dibanding syarat pinjaman, cara pengembalian tersebutlah yang lebih penting. Beberapa hal yang perlu Anda pikirkan seperti berapa lama tenor pembayaran, suku bunga, hingga cara membayarnya.

Lama tenor serta suku bunga akan menentukan besaran cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Hal ini juga berguna untuk menghitung kemampuan keuangan Anda dalam membayar cicilan tersebut nantinya.

Sebaiknya jangan mengambil tenor yang terlalu panjang untuk membayar pinjaman tersebut. Karena biasanya semakin panjang tenor pembayaran pinjaman, bunga cicilan juga akan menjadi semakin besar.

  • Biaya-Biaya Tambahan

Anda juga perlu memikirkan biaya-biaya tambahan sebagai pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online. Karena beberapa fintech pinjaman online memberikan biaya tambahan ini dan memasukkan ke dalam cicilan bulanan.

Sementara beberapa fintech lainnya mengambil biaya tambahan ini di muka. Sehingga besaran uang tunai yang Anda terima akan sudah terpotong untuk membayar biaya tambahan tersebut.

Salah satu contoh biaya tambahan yang akan dibebankan kepada Anda ketika mengambil pinjaman online adalah biaya administrasi. Besaran biaya administrasi antar fintech bisa berbeda satu dengan lainnya.

Sehingga memikirkan biaya tambahan ini sangat penting karena bisa mempengaruhi besaran uang tunai yang Anda terima. Jangan sampai uang tunai yang Anda terima tidak cukup karena terpotong oleh biaya tersebut.

Beberapa Hal yang Perlu Dihindari saat Mengajukan Pinjaman Online

Beberapa Hal yang Perlu Dihindari saat Mengajukan Pinjaman Online/Unsplash

Dengan memikirkan beberapa hal di atas sebagai pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online, Anda bisa menghindari potensi masalah di masa mendatang. Selain pertimbangan di atas, masih ada hal lain untuk dipikirkan.

Yaitu mengenai beberapa hal yang perlu dihindari ketika mengajukan pinjaman online. Dengan menghindari hal berikut ini, Anda semakin bisa mengoptimalkan keuntungan yang didapat dari pinjaman online.

  • Terburu-buru ketika Mengambil Pinjaman

Seperti kami sebutkan sebelumnya bahwa mengambil pinjaman online harus melalui pertimbangan yang matang. Sayangnya banyak orang yang justru melakukan pengajuan pinjaman online ini secara terburu-buru.

Beberapa alasan yang membuat terburu-buru seperti tenggat waktu mepet, tidak mau ribet dan sebagainya. Tentunya dengan mengajukan pinjaman secara terburu-buru membuat Anda tidak bisa melakukan pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online.

Selain itu, mengajukan pinjaman secara terburu-buru juga berpotensi membuat Anda keliru dalam memilih fintech pinjaman online. Sehingga Anda berkemungkinan besar meminjam pada fintech pinjaman online ilegal.

Hal ini tentu akan menambah masalah Anda di masa mendatang. Sehingga pastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk memilih fintech serta memikirkan pertimbangan saat hendak mengajukan pinjaman online.

  • Menggunakan Pinjaman Online untuk Membeli Barang Konsumtif

Sebaiknya Anda menghindari menggunakan dana pinjaman online untuk membeli barang-barang konsumtif. Terlebih jika barang konsumtif tersebut bukan bersifat primer seperti kebutuhan pokok atau peralatan yang menunjang pekerjaan.

Sebab perlu diakui di dalam era sosial media seperti sekarang, banyak orang yang membeli barang hanya berdasarkan gengsi. Sementara kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk membeli barang tersebut.

Baca juga, Manfaat dan Tips Menabung Uang Receh Bikin Saldo Membengkak

Akhirnya hal ini membuat beberapa orang mengajukan pinjaman online untuk membeli barang gengsi tersebut. jangan sampai hal ini Anda jadikan sebagai pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online.

  • Mengambil Pinjaman Online untuk Bayar Hutang

Kegiatan berhutang untuk membayar hutang juga sering disebut dengan gali lubang tutup lubang. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terjerat pinjaman dan kesulitan untuk membayarnya.

Kondisi ini biasanya terjadi karena seseorang sudah tidak memiliki jalan keluar untuk membayar hutangnya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari pinjaman dari fintech pinjaman online lainnya.

Padahal hal seperti ini justru membuat seseorang semakin terjerat oleh hutang. Sebab nilai pinjaman pasti akan semakin membesar apalagi jika ditambah dengan bunga dan dendanya.

Oleh karena itu jangan sampai Anda mengajukan pinjaman online untuk membayar hutang. Sebaiknya Anda mencari jalan keluar lain untuk bisa melunasi hutang yang saat ini dimiliki.

  • Menggunakan Pinjaman Online untuk Investasi dengan Risiko Tinggi

Kami menyebutkan sebelumnya bahwa salah satu pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online yang bisa Anda lakukan adalah menggunakannya untuk tujuan produktif. Mungkin sebagian dari Anda akan berpikir pada investasi.

Sebenarnya hal ini bisa saja, namun pastikan investasi tersebut tidak memiliki risiko tinggi. Sebab jika investasi tersebut gagal, Anda justru akan kesulitan dalam membayar angsurannya.

Selain itu, sebaiknya Anda juga memilih investasi yang memberikan hasil rutin. Sehingga dari hasil rutin tersebut bisa Anda gunakan untuk membayar cicilan pinjaman online setiap bulannya.

  • Sengaja Menunda Membayar Cicilan

Dalam melakukan pinjaman online, jangan sampai Anda sengaja menunda membayar cicilan. Pastikan Anda membayar cicilan sesuai tanggal jatuh tempo agar tidak dikenakan denda oleh pihak fintech.

Sebab meski fintech pinjaman online legal memiliki ketetapan dalam pemberian denda, jumlahnya tetap terbilang besar. OJK menetapkan bahwa denda pinjaman online bisa sampai 100% dari jumlah pinjaman.

Oleh karena itu kemampuan finansial Anda harus menjadi pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online. Sehingga sedari awal Anda sudah menyiapkan dana untuk membayar cicilan pinjaman tersebut.

  • Menggunakan Identitas Palsu
Menggunakan Identitas Palsu/Unsplash

Pengajuan pinjaman online memang terbilang cukup mudah. Anda hanya membutuhkan data pribadi seperti KTP, NPWP dan beberapa dokumen lainnya. Jangan sampai Anda menggunakan identitas palsu untuk mengajukan pinjaman online.

Selain agar pengajuan cepat diverifikasi, penggunaan identitas palsu juga merupakan tindak pidana. Sehingga Anda bisa berurusan dengan perkara hukum jika melakukannya. Sehingga pastikan data yang Anda berikan adalah data sebenarnya.

Baca, Jangan Terjebak! Inilah 9 Mitos Keliru Soal KPR

Kesimpulan

Kehadiran pinjaman online memang bisa menjadi masalah baru bagi sebagian orang. Namun dengan memiliki pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari keberadaan fintech tersebut.

Ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan sebelum Anda memutuskan mengajukan pinjaman online. Pastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan seluruh pertimbangan tersebut dengan matang.

Selain harus melalui pertimbangan yang matang, pinjaman online juga sebaiknya tidak digunakan untuk hal non produktif. Karena hal ini akan membuat kondisi finansial Anda di masa depan menjadi terganggu.

Sebaiknya jadikan pinjaman online sebagai sumber dana untuk melakukan hal produktif seperti modal bisnis. Sebab dengan pertimbangan sebelum mengambil pinjaman online tersebut, Anda justru bisa memulai mendapatkan kekayaan.

Tinggalkan komentar