10 Perusahaan Fintech Indonesia Paling Berkembang saat ini

Teknologi tanpa batas di zaman ini terus mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini mengharuskan setiap individu harus bekerja keras untuk terus berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas dan mudah untuk digunakan.

Contohnya saja dalam hal bisnis online pastinya semua orang akan tahu tentang e-commerce atau toko online yang memfasiltiasi mereka untuk memasarkan produknya.

E-commerce pun hadir memberikan solusi dan kemudahan bagi kedua belah pihak sehingga aktivitas bisnis menjadi semakin luas dan tak terbatas.

Selain e-commerce, saat ini pelaku teknologi “dikejutkan” dengan kehadiran sebuah industri baru yang bernama financial technology atau akrab dikenal dengan sebutan FinTech Indonesia.

Tujuan adanya perusahaan FinTech sendiri untuk mempermudah masyarakat menagkses produk keuangan, mempermudah transaksi secara keuangan, dan juga meningkatkan pemahaman masyrakat mengenai literasi keuangan.

Di negara maju, perusahaan FinTech terbagi dalam dua segmen yaitu perusahaan ritel dan juga perusahaan besar.

Sedangkan di Indonesia sendiri memiliki banyak jenis dimana perusahaan yang melakukan hal tersebut didominasi perusahaan startup, seperti untuk pembayaran, lending atau peminjaman, investasi ritel, crowdfunding, perencanaan keuangan, riset keuangan, dan juga remitansi.

Perusahaan Fintech Indonesia

Uniknya, dengan kehadiran Fintech ini membuat perusahaan startup tersebut mampu berkembang dengan baik tergolong cepat dan juga konsisten.

Hal tersebut semakin menunjukkan bahwsannya masyarakat Indonesia sangat respek peduli akan suatu perubahan. Sehingga menjadikan Indonesia kedepannya layak dijadikan sebagai negara yang kompetitif di bidang ini.

Melihat peluang yang begitu bagus, maka sedikit demi sedikit perusahaan FinTech tersebut sudah banyak berkembang di Indoensia hingga mencapai puluhan. (sumber: www.finansialku.com).

Namun, saat ini ada 10 perusahaan FinTech di Indonesia yang berkembang dengan pesat. Apa saja nama perusahaannya? Mari simak bersama ulasannya di bawah ini!

1. Amartha

Amartha merupakan salah satu perusahaan FinTech di Indonesia yang menerapkan layanan P2P lending. Produk yang mereka luncurkan diberi nama Tanggung Renteng.

Dalam produk tersebut terdapat sebuah sistem dimana perusahaan akan memberikan pinjaman kepada anggotanya yang berjumlah 15 -20 orang yang telah dibina di beberapa desa di Indonesia.

Jika salah satu anggota tidak bisa membayar pinjaman, maka anggota lain bisa untuk turut membantu membayar pinjaman tersebut.

Amartha sendiri hadir sejak tahun 2010, pada mulanya perusahaan bisnis ini menerapkan sebuah konsep balance sheet lending, yaitu menerapkan sistem pinjaman dimana modal yang diberikan berasal dari uang mereka sendiri atau dari perusahaan yang bekerjasama dengan mereka.

Namun, karena dirasa kurang efektif maka dibuatlah sebuah konsep baru yang dinamakan dengan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman atau akrab disebut dengan P2P Lending.

Dengan adanya program tersebut sangat memungkinkan bahwa setiap orang bisa untuk menjadi seorang investor di platform mereka sendiri.

2. Cek Aja

Contoh Perusahaan Fintech Indonesia

Selanjutnya adala sebuah situs yang bernama cekaja.com merupakan sebuah situs yang memberikan informasi layanan finansial yang mencakup asuransi, kredit, serta berbagai macam investasi.

Selain itu terdapat pula informasi perbandingan paket langganan TV kabel dan juga internet. Perusahaan FinTech yang mengakusisi program ini adalah perusahaan startup C88 yang bergerak dalam perusahaan teknologi yang berasal dari Malaysia namun tumbuh berkembang dengan pesat di wilayah Indonesia.

Bagi setiap pengguna layanan ini tidak dikenakan biaya apapun, baik itu untuk keperluan akses informasi ataupun untuk konsultasi melalui call centre ataupun live chat.

Dengan kehadiran situ cekaja.com telah memberikan kemudahan pada semua orang, salah satunya memberikan layanan pinjaman tanpa angunan.

Bila Anda tertarik untuk meminjam uang secara online ini, pastikan terlebih dahulu nominal pinjaman yang Anda butuhkan agar tidak menjadi beban dikemudian hari.

Peminjaman modal ini bisa dilakukan untuk semua kalangan baik itu karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, dan lain-lain asalkan memiliki identitas diri yang jelas.

3. Bareksa

Perusahaan FinTech yang berkembang di Indonesia selanjutnya adalah Bareksa, yang didirikan pada tanggal 17 Februari 2013. Dimana pendiri dari perusahaan ini adalah Karaniya Dharmasaputra yang dikenal pula sebagai pendiri portal berita tersohor di Indonesia yaitu VIVA.

Bareksa ini merupakan sebuah marketplace yang dapat melakukan transaksi jual beli sebuah produk finansial reksa dana dengan online.

Selain fokus dalam hal finansial reksa dana, dalam startup ini terdapat juga sebuah onformasi yang memuat tentang obligasi, saham, dan juga investasi.

Dalam bareksa dana marketplace ini tercatat 90 produk reksa dana yang bisa dibeli untuk investasi. Banyaknya produk tersebut tentu saja harus pintar memilih dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Sebagai contoh, apabila Anda ingin investasi untuk mendapatkan keuntungan maka Anda bisa memilih reksa dana saham yang sesuai dengan kebutuhan Anda tersebut.

Tak perlu takut untuk memilih produk di bareksa ini, karena masing-masing produk telah diberi sebuah profil yang lengkap dan jelas termasuk dalam hal profil resiko sebagai Investor.

Artinya, dengan mengetahui profil tersebut, Anda bisa berhati-hati atau mempertimbangkan produk yang akan diambil.

Untuk meengetahui produk dan prodil dari produk tersebut Anda harus menjadi nasabah bareksa terlebih dahulu. Pendaftarannya bisa melalui situs bareksa.com, kemudian pilih menu daftar, dan ikut petunjuk lainnya yang ada di situs tersebut.

4. Doku

Bagi Anda yang biasa menggunakan fitur fb adsense atau lainnya pasti sudah akrab dengan yang namanya Doku. Ya, doku sendiri merupakan salah satu sistem pembayaran secara online di Indonesia yang didirikan pada tahun 2007.

Doku ini memiliki tiga produk utama yang diunggulkan, yaitu:

  • Doku Enterprie yang digunakan untuk sistem pembayaran berskala besar/
  • Doku Wallet merupakan sebuah layanan menyimpaan uang digital
  • Doku My Shopping Cart yang digunakan untuk bisnis kecil menengah atau untuk situs e-commerce.

Sistem pembayaran onlinenya yang disediakan Doku begitu beragam, mulai dari Paypal, Mastercard, VISA, BNI Debit online, E-Pay BRI dan lainnya.

Biasanya doku ini digunakan untuk berbagai transaksi seperti bayar cicilan, bayar kartu kredit, membei pulsa, dan lain sebagainya.

Cara transaksi yang mudah dan juga cepat menjadi keunggulan doku di mata pelaku pengguna transaksi online. Karenannya, doku mampu tumbuh kembang dengan cepat dan menjadi favorit.

5. Go-Pay

Bagi Anda pengguna transportasi online Go-jek pastinya sudah tidak asing dengan sebuah sistem pembayaran Go-pay yang ada dalam aplikasi tersebut.

Ya, para pengguna Go-jek bisa melakukan deposit melalui Go-pay sehingga untuk pembayaraannya bisa dilakukan secara nontunai.

Selain itu, para pelanggan pun dimanjakan dengan diskon yang cukup menggiurkan serta hadiah yang bisa ditukarkan dari point yang didapat.

Rupanya kehadiran Go-pay ini masuk dalam sebuah transaksi layanan keuangan online yang paling berkembang saat ini.

Pihak Go-jek sendiri menggandeng sebuah perusahaan yang bernama PonselPay untuk menyukseskan proses transaksi Go-Pay.

Lambat laun, kehadiran Go-Pay ini semakin disempurnakan dengan tujuan memudahkan pelanggan bertransaksi.

Selain digunakan untuk bertransksi, Go-Pay telah berkembang dengan pesat dengan adanya sebuah fitur tarik tunai dan juga transfer saldo. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Go-pay memang sangat dibutuhkan dan banyak penggunannya.

Maka, untuk mengembangkan produk Go-Pay ini dalam waktu dekat akan bisa digunakan untuk bertransaksi di luar produk Go-jek.

Cara mengisi saldo di Go-pay pun begitu mudah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dimana Anda bisa mengisinya lewat minimarket, lewat supir Go-Jek, dan juga lewat ATM.

6. Midtrans

Midtrans ini didirikan pada tahun 2012 dimana yang membuatnya adalah perusahaan gabungan yang sudah tak asing lagi seperti NetPrice, MidPlaza Gruoup, dan juga Veritrans Jepang. Sehingga nama awal yang digunakan saat itu adalah Veritrans.

Namun, seiring dengan melakukan penyempurnaan produk pada perusahaan FinTech ini, Veritrans pun berganti nama menjadi Midtrans.

Midtrans hadir sebagai perusahaan yang neyediakan jasa payment gateaway setup. Atau dengan kata lain memudahkan konsumen untuk melakukan pembayaran.

Karenanya, didalam situs portal midtrans ini Anda bisa melakukan sejumlah transaksi seperti pembayaran kartu matsercard, VISA, melakukan internet banking, E-Wallet, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, Midtrans pun sudah bekerjasama dengan bank terbaik dan ternama di Indonesia dan juga dunia seperti Mandiri, BNI, BCA dan lain sebagainya. Karenanya, Midtrans semakin banyak pengguna dan tumbuh dengan cepat menjadi perusahaan Fintech

7. Finansialku

Di zaman serba canggih ini tak perlu khawatir akan perencana keuangan Anda, pasalnya telah hadir sebuah situs bernama finansialku.com yang menawarkan sebuah tips untuk mengatur dan juga mengelola keuangan Anda.

Dalam situs tersebut, Anda akan diberi tahu mengenai cara berinvestasi, menggunakan reksana dana, saham, asuransi, sampai persiapan pensiun dengan terencana dan juga terperinci dengan baik.

Uniknya lagi, Perusahaan fintech ini menawarkan sebuah kursus online untuk belajar tentang merencanakan keuangan hingga masa tua Anda nanati. Tentunya ini merupakan sebuah terobosan baru bagi seseorang yang masih awam tetang pengelolaan keuangan.

Untuk mendapati layanan-layanan tersebut, Anda harus mendaftar terlebih dahulu di situs finansial.com. Caranya pun mudah, tinggal mengisikan data diri beserta email aktif yang biaa Anda gunakan.

8. T-Cash

Telkomsel selain dikenal sebagai provider terbesar di Indonesia, beberapa tahun kebelakang tepatnya di tahun 2010 mengeluarkan sebuah layanan digital yaitu T-Cash. T-Cash merupakan FinTech yang dibuat oleh telkomsel untuk kemudahan transaksi.

Dari tahun ke tahun T-cash sendiri mengalami pembaharuan dimana pada tahun 2014, telkomsel memperbaharuinya dengan menambahkan sebuah teknologi Near Field Communication (NFC).

FinTech T-Cash sendiri telah mendapatkan izindari Bank Indonesia sehingga tak perlu ragu lagi dengan legalitasnya.

Hadirnya T-Cash ini bukan saja memberikan kemudahan kepada pelanggan telkomsel untuk membeli atau mendapatkan pulsa. Melainkan setiap orang bisa untuk membayar tagihan, berbelanja, membayar merchant dan juga mengirim uang.

Saat ini sudah terdapat puluhan merchant yang ikut bisa melakukan transaksi lewat T-Cash, seperti Cinema XXI, Blanja.com, Gramedia, McDonald’s, Baskin Robbins, Wendy’s, The Coffe bean, dan lain-lain.

T-Cash ini hadir untuk mendukung program epmerintah yaitu Gerakan Nasional Non Tunai. Karenanya untuk bisa mengaktifkan T-Cash ini Anda bisa melakukan tahapan berikut ini seperti:

  • Aktifkan Tcash dengan menghubungi no *800*88## melalui smartphone Anda
  • Kemudian ambil atau dapatkan stiker T-cash yang biasanya berada di Grapari terdekat di kota Anda
  • Tempelkan stiker T-Cash di smartphone Anda
  • Pihak Customer service akan membantu Anda untuk mengaktifkan nomor pin T-Cash
  • Setelah itu stiker Tcash Anda akan aktif dan bisa melakukan transaksi apapun.

9. Uang Teman

Biasanya untuk meminjam modal usaha atau keperluan lainnya yang terbesit pertama kali adalah bank. Karena seperti yang diketahui bersama, pihak bank biasa untuk meminjamkan modal dari kisaran jutaan rupiah hingga miliyaran rupiah sesuai dengan kesepakatan antara dua belah pihak.

Proses pengembaliannya pun tergantung  kedua belah pihak, dimana pihak peminjam dikenakan bunga untuk mengembalikan modalnya.

Namun, di era teknologi ini hadir sebuah situs dengan nama yang unik yaitu uang teman. Merupakan sebuah perusahaan FinTech yang fokus menghadirkan layanan pinjaman tanpa agunan.

Di situs ini, memang tidak seperti bank yang bisa meminjam hingga miliyaran rupiah. Layanan pinjaman yang diberikan dari mulai Rp 1 juta sampai Rp 3 juta, dimana proses pengembaliannya dilakukan maksimal selama tiga puluh hari.

Pastinya Anda akan bertanya-tanya, dari manakah uang yang dipinjamkan oleh uang teman tersebut? Tentunya situs uang teman.com bukanlah situs penipuan dimana Aidil Zulkifli selaku pendiri situs tersebut telah mendapatkan pendanaan investasti seri 2 sebesar 160 miliar.

Investasi tersebut berasal dari perusaahaan besar dunia seperti Alpha JWC Ventures, K2 Venture Capital, Enspire VC, dan juga Silicon Valley Tim Draper. Investasi tersebut dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2017 .

Selain bisa diakses lewat websitenya, uang teman pun telah hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa dipasang dalam android dan juga IOS.

Selain itu terdapat pula kantor dari perusahaan tersebut yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarata, Solo, Semarang, Klaten, Magelang, Bali, dan juga Makassar.

Untuk meminjam uang di uang teman ini, terlebih dahulu harus mendaftar sebagai nasabah. Pendaftaran bisa dilakukan di situs website tersebut dengan mengisikan data diri lengkap beserta email aktif yang sering Anda gunakan.

Tentunya uang teman ini sangat cocok untuk tambahan modal saja, mengingat waktu dan pinjaman uang yang diberikan cukup terbatas.

10. Modalku

Untuk Anda yang tengah berbisnis dan masuk pada kategori bisnis usaha kecil dan menengah atau biasa disebut dengan UKM, kini telah hadir sebuah situs yang fokus memberikan pinjaman untuk para pelaku UKM tersebut dimulai dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta. Pinjaman tersebut diberikan dalam jangka waktu tiga hingga dua belas bulan.

Sistem yang diterapakan dalam situs tersebut adalah, setiap pelaku UKM mengajukan pendanaan lengkap beserta informasi keterangan usaha. Ketika pihak modalku menyetujuinya maka pengajuan tersebut akan terpampang disitus modalku dengan tujuan pihak pemberi pinjaman ataupun investor bisa melihat daftar kebutuhan pinjaman para pelaku UKM.

Jika dalam waktu yang telah ditentukan, pelaku UKM telah mendapatkan modal yang diinginkannya maka pihak Modalku akan segera mencairkan dana tersebut. Sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan di awal pendaftaran, pihak modalku akan menari komisi sebesar 3 sampai 4 persen dari investor serta 3 persen dari pihak peminjam.

Dalam hal ini, sitis modalku menjadi perantara antara bertemunya pihak investor dan juga pelaku usaha. Dimana pada prakteknya seringkali kedua pelaku ini kesulitan untuk bertemu.

Baca juga : 10 situs pinjam uang online terpercaya di Indonesia

Situs modalku didirikan pada bulan Januari 2016, dimaan selama dua tahun berjalan ini modalku telah mendapatkan pendanaan seri A yang berjumlah 100 miliar. Investasi tersebut berasal dari perusahaan ternama dunia seperti Sequoia India dan juga Alpha JWC Ventures.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan FinTech

Adanya perubahan transaksi yang dilakukan secara digital, sedikit demi sedikit menimbulkan dampak pada lingkungan sekitar. Entah itu dari gaya hidup masyarakat dan juga efek psikologis yang harus diterima oleh masyarakat itu sendiri.

Mau tidak mau, kondisi ini pasti akan segera ada di Indonesia. Karenanya, setiap indiividu haru sterus belajar dan mengupdate diri agar tak tertinggal dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini. Namun, dibalik itu semua harus mengetahui juga tentang kelebihan dan kekurangan yang ditimbulkan dari FinTech itu sendiri yaitu:

Kelebihan Menggunakan Fintech

  • Memberikan Kemudahan untuk Memberikan Donasi

Perusahaan Fintech tak dibuat hanya untuk keperluan komersil saja, tetapi bisa digunakan untuk berdonasi untuk sesuatu yang bersifat kemanusiaan. Tentunya hanya lewat smartphone yang Anda miliki, donasi pun bia untuk dilakukan dengan mudah.

  • Memberikan Kemudahan untuk Melakukan Pembayaran

Pastinya Anda sudha pernah merasakan bagaimana rasanya capek mengantri untuk melakukan pembayaran.

Ataupun pernahkan Anda merasa was-was atau repotnya memegang uang yang begitu banyak karena harus dibayarkan secara tunai?

Tentunya hal tersebut tak perlu terjadi lagi karena sudah ada perusahaan FinTech yang memberikan layanan kemudajan untuk melakukan pembayaran apapun.

  • Memudahkan Anda untuk mengelola Keuangan

Keuangan yang dikelola dalam hal ini bukan berarti pada keuangan pada perushaan saja, melainkan keuangan pribadi yang terkadang habis tak bersisa.

Karenanya agar semakin rapih dan terkelola dengan baik Anda bisa gunakan situs layanan Finech yang sudah tersedia beraneka ragam jenisnya.

  • Memudahkan Masyarakat untuk Membuka Rekening

Yak bisa dipungkiri, seseorang yang tinggal di wilayah perkotaan yang tinggi aktivotas bekerjanya sering kali kesulitan ketika membuka rekening. Pasalnya, tak ada waktu yang tersedia dengan banyak untuk melakukan itu semua.

Karena itu kehadiran FinTech ini memudahkan seseorang untuk bisa membuak rekening di sebuah situs yang memang terhubung dengan Bank-Bank besar yang ada di Indonesia.

  • Memilih Produk Keuangan yang Sesuai dengan Kebutuhan

Produk keuangan yang ada di sini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dimulai dari kebutuhan untuk melakukan kredit, kredit pemilikan rumah, kredit tanpa angunan, dan lain sebagainya.

  • Memudahkan seseorang untuk berinvestasi

Seperti yang diketahui bersama, investasi saat ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, dengan investasi ini seseorang bisa menyimpan uang hingga berpuluh-puluh tahun lamanya tanpa harus takut terkena inflasi atau lain sebagainya.

Karenya perusahaan FinTech pun hadir untuk memudahkan seseorang melakukan memilih investasi yang sesuai dengan keinginannya.

Kekurangan Menggunakan FinTech

Selain memiliki kelebihan, penggunaan FinTech pun memiliki sebuah kekurangan yaitu harus dipastikan keaslian situsnya dan juga harus mengetahui apakah situs tersebut telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan atau lebih dikenal dengan nama OJK.

Karena banyak sekali situs-situs pengumpulan dana yang tak jelas keberadaannya sehingga banyak menimbulkan kerugian pada masayarakat.

Kehadiran FinTech ini tujaun utamanya adalah untuk memudahkan seseorang bertransaksi. Namun, jika sudah dilabeli dengan keuntungan yang menggiurkan dan pengumpulan dana yang tidak jelas maka harus diwaspadai.

Loading...

Penutup

Bagaimana, sudahkah Anda menggunakan FinTech dalam kehidupan sehari-hari? Selama tak merugikan dan memudahkan Anda manfaatkanlah peluang tersebut untuk bertransaksi.

Perusahaan FinTech di Indonesia sendiri masih tergolong baru. Namun, perkembangannya cukup signifikan. Hal tersebut terbukti dengan semakin cerdas dan maju bangsa Indonesia memanfaatkan teknologi masa kini.

Karena itu , jadikan perubahan didepan Anda sebagai sesuatu yang bisa membawa Anda pada hal kebaikan. Tinggal memilih mau memanfaatkannya atau menggunakannya untuk hal lain yang lebih baik.