10 Pinjaman Modal Usaha Terbaik 2019 (Bunga dan Syaratnya)

Pinjaman Modal Usaha Terbaik. Memiliki sebuah bisnis yang berkembang besar sehingga memiliki pangsa pasar luas adalah keinginan setiap wirausaha. Hanya saja satu kendala yang kerap jadi penghalang adalah tidak memiliki modal yang cukup. Karena jika ingin memperluas jangkauan pasar dan menambah kuantitas serta meningkatkan kualitas produksi, tentu harus memiliki modal yang besar.

Bagi mereka yang masih memiliki aset entah properti atau tabungan di bank tentu tidak masalah. Namun bagaimana dengan mereka yang ingin membesarkan bisnis tapi modal pas-pasan? Apakah hanya bisa bermuram durja dan menunda mimpinya? Tenang. Sekarang sudah ada solusi yang bisa dipertimbangkan yakni mengajukan pinjaman modal usaha.

Baca juga: Yuk Kenali AFPI, Asosiasi Resmi yang Bisa Membantu Nasabah Pinjaman Online

Beruntung, perekonomian di Indonesia saat ini sudah mencapai tahapan yang semakin menggembirakan, sehingga menemukan penyedia pinjaman modal usaha tidaklah sulit. Apalagi perkembangan teknologi juga membuat produk pinjaman modal usaha pun makin variatif. Hanya saja meskipun produk pinjaman adalah solusi untuk masalah klasik modal pas-pasan, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan.

Ketahuilah dengan memilih jalan mengajukan pinjaman modal usaha, artinya Anda akan memiliki tanggung jawab atas tagihan yang wajib dilunasi. Pastikan dulu jika keuangan bisnis Anda benar-benar aman supaya tidak berujung pada kegagalan bisnis lantaran terbebani hutang pinjaman modal usaha. Nah, supaya bisa menentukan pinjaman modal usaha terbaik, berikut ini kami akan mengulas mengenai jenis-jenisnya terlebih dulu hingga pilihan pinjaman modal usaha yang bisa Anda pertimbangkan.

Jenis-Jenis Pinjaman Modal Usaha

Pinjaman Modal Usaha Terbaik

Ketika Anda hendak membangun sebuah bisnis atau mengembangkannya, modal memang menjadi salah satu komponen yang amat sangat penting. Ada banyak sekali kisah pengusaha yang gagal menjalankan ide bisnis hanya karena terhalang modal. Beruntung, saat ini sudah banyak sekali lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman untuk para pengusaha. Namun Anda harus memahami dulu jenis-jenisnya sebelum memilih salah satu produk pinjaman modal usaha:

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Inilah jenis pinjaman modal usaha yang paling disukai yakni KUR karena berasal dari bank pemerintah. Karena berkaitan dengan program negara yakni membuat masyarakat lebih sejahtera, besaran bunga KUR adalah terendah dibandingkan dengan jenis pinjaman modal usaha lainnya. Bunga yang rendah ini dikarenakan KUR memang memperoleh subsidi dari pemerintah.

Selain perhitungan bunga, pemerintah juga mengatur pola penjaminan sesuai dengan bidang usaha calon nasabah KUR. Misalkan saja sektor pertanian, kehutanan, industri kecil serta kelautan dan perikanan, jaminannya berkisar 80% dari plafon kredit keseluruhan. Namun jika calon nasabah KUR memiliki bidang usaha selain yang sudah disebutkan, biasanya jaminan berkisar di angka 70%. Dengan total pinjaman maksimal Rp 500 juta, bunga kreditnya hanya rata-rata 7% per tahun atau 0,6% per bulan. Sangat rendah, bukan?

2. Modal Ventura

Jika KUR diberikan oleh bank pemerintah, maka jenis pinjaman Modal Ventura diberikan oleh lembaga non bank dengan syarat pernjanjian kerjasama. Biasanya pemberi Modal Ventura adalah perusahaan lain dengan konsep tanpa agunan. Secara mudahnya, Modal Ventura adalah jenis pinjaman modal usaha yang berbentuk mirip saham yang ditanamkan pada bisnis Anda.

Setidaknya ada tiga jenis Modal Ventura yakni Equality Financing, Semi Equality Financing dan Bagi Hasil. Untuk jenis Equality Financing, perusahan Modal Ventura yang memberikan pembiayaan langsung akan ikut langsung dalam bisnis yang Anda geluti. Sementara jenis Semi Equality Financing, berkonsep pada transaksi jual beli saham atau obligasi yang dikeluarkan perusahaan.

Baca juga: 3 Langkah Mengelompokkan Tujuan Keuangan Agar Lebih Terukur dan Mudah Dicapai

Terakhir, jenis Bagi Hasil lebih cocok untuk usaha kecil dan menengah yang belum berbentuk badan hukum seperti PT. Seperti namanya, Modal Ventura jenis Bagi Hasil ini akan membagi keuntungan usaha untuk kedua belah pihak entah memakai skema 60:40, 50:50 atau mungkin 70:30, tergantung dengan besaran pinjaman modal usaha yang diberikan kepada bisnis Anda.

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Seperti namanya, KTA adalah sebuah pinjaman modal usaha tanpa jaminan yang diberikan secara perorangan dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Untuk bisa memperoleh KTA, Anda tentu harus memenuhi syarat finansial yang wajib dipenuhi. Biasanya untuk mendapatkan KTA, Anda haruslah berusia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun. Beberapa dokumen lain juga disertakan seperti fotokopi NPWP, KTP, SIUP, buku tabungan hingga kartu kredit.

4. Kredit Usaha Mikro

Merasa bisnis yang digeluti masihlah kecil-kecilan? Tenang saja, ada pinjaman modal usaha yang bisa Anda pilih yakni jenis Kredit Usaha Mikro. Seperti namanya, pinjaman modal usaha ini lebih ditujukan untuk pemilik usaha kecil sehingga besar kredit yang diberikan maksimal hanya Rp 50 juta saja. Tak usah khawatir dengan jaminan, karena biasanya pihak bank tidak akan meminta jaminan apapun.

Hanya saja sekalipun tidak memiliki jaminan, Anda harus tahu kalau bank memiliki proses seleksi tersendiri sebelum mencairkan Kredit Usaha Mikro. Akan ada survei khusus supaya bisa membuktikan jika calon debitur benar-benar memiliki sebuah usaha dan punya rekam jejak keuangan yang bertanggung jawab.

5. Fintech P2P Lending

Membutuhkan pinjaman modal usaha yang tidak ribet dan bisa cair cepat? Maka pilihan meminjam ke Fintech P2P Lending adalah jawabannya. Bisa dibilang, Fintech P2P Lending adalah bukti pemanfaatan teknologi dalam industri keuangan. Fintech dengan konsep bisnis P2P Lending akan menawarkan pinjaman modal usaha secara online, sehingga Anda bisa mengajukan aplikasi melalui smartphone.

Tak perlu syarat yang ribet hanya bermodalkan KTP, foto selfie dengan KTP hingga slip gaji, Anda bahkan bisa langsung memperoleh pinjaman online yang dicairkan ke rekening bank. Namun wajib tahu, kalau ternyata ada beberapa penyedia pinjaman online yang masih ilegal dan tidak terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sehingga bunga yang dibebankan ke calon nasabah cukup besar.

6. Perusahaan E-Commerce/Dompet Elektronik

Tidak mau kalah dengan perbankan yang menawarkan KUR atau Kredit Usaha Mikro, pemilik market place alias e-commerce juga memiliki produk pinjaman modal usaha. Hanya saja produk ini cuma bisa dinikmati oleh para merchant yang berjualan secara online di platform mereka. Tentunya besar kecilnya pinjaman modal usaha yang ditawarkan, disesuaikan dengan data perilaku transaksi mereka.

Sementara itu jika perusahaan e-commerce memberikan pinjaman modal usaha kepada merchant, perusahaan-perusahaan penyedia dompet elektronik alias e-money non bank juga menawarkan pinjaman online selayaknya Fintech P2P Lending. Hanya saja untuk mendapatkan pinjaman online dalam bentuk PayLater atau cicilan tanpa kartu kredit ini harus menjadi pengguna aktif produk dompet elektronik mereka. Meskipun jumlahnya tidak cukup besar, tentu masih bisa digunakan untuk operasional bisnis.

Inilah 10 Pinjaman Modal Usaha Terbaik Termasuk Bunga dan Syaratnya

Pinjaman Modal Usaha Terbaik

Nah, sudah melihat bukan seperti apa jenis-jenis pinjaman modal usaha yang ada di Indonesia? Beragam pilihan itu jelas membuat Anda sebagai wirausaha bisa menentukan pilihan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Supaya Anda bisa memilih secara tepat, berikut ini adalah 10 pinjaman modal usaha terbaik beserta perhitungan modal dan syarat-syaratnya:

Baca juga: 7 Strategi Jitu Kembangkan Bisnis UMKM Agar Siap Hadapi Pasar Global

1. KUR BRI

Sebagai bank milik pemerintah, BRI memang jadi tujuan utama para wirausaha yang tengah membutuhkan pinjaman modal usaha. Lantaran berasal dari pemerintah, cicilan yang ditawarkan KUR BRI sangat rendah dan cocok untuk pelaku usaha kecil dan menengah atau pemula. Ada tiga jenis KUR yang ditawarkan BRI, berikut ulasannya:

A. KUR Mikro

Syarat ;

  1. Bisnis harus aktif berjalan dengan usia minimal 6 bulan.
  2. Tidak sedang menerima fasilitas kredit dari perbankan manapun kecuali kredit konsumtif
  3. (KKB, KPR dan atau Kartu Kredit)
  4. KTP, KK dan Surat Ijin Usaha

Suku Bunga 7% per tahun.

Plafon & Tenor ; Maksimal Rp 25 juta, Tenor tiga tahun untuk Kredit Modal Kerja, Tenor lima tahun untuk Kredit Investasi.

B. KUR Ritel

Syarat ;

  1. Bisnis harus aktif berjalan dengan usia minimal 6 bulan.
  2. Tidak sedang menerima fasilitas kredit dari perbankan manapun kecuali kredit konsumtif (KKB, KPR dan atau Kartu Kredit).
  3. Memiliki Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau jenis usaha lainnya yang setara.
  4. KTP, KK dan Surat Ijin Usaha

Suku Bunga 7% efektif per tahun atau 0,3% flat per bulan.

Plafon & Tenor ; Rp 25 juta – Rp 500 juta, Tenor empat tahun untuk Kredit Modal Kerja, Tenor lima tahun untuk Kredit investasi.

C. KUR TKI

Syarat ;

  1. Harus masih aktif sebagai TKI dengan penempatan Malaysia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Taiwan dan Hongkong.
  2. KTP, KK. passpor dan Visa.
  3. Perjanjian kerja dengan pengguna jasa dan perjanjian penempatan kerja.

Suku Bunga 7% efektif per tahun atau 0,3% flat per bulan.

Jika anda berminat mengajukan KUR BRI, berikut panduan dan syarat KUR BRI Terbaru .

Plafon & Tenor ; Maksimal Rp 25 juta, Jangka waktu maksimal tiga tahun dan atau sesuai kontrak kerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia).

2. KUR Mandiri

Seperti produk KUR BRI, KUR Mandiri adalah pinjaman modal usaha dari bank Mandiri untuk para pengusaha mikro dengan bunga relatif rendah karena memperoleh subsidi dari pemerintah. Ada empat jenis KUR yang ditawarkan bank Mandiri yakni KUR Mikro, KUR Ritel, KUR Penempatan TKI dan KUR Khusus (untuk kelompok yang dikelola secara bersama dengan menggunakan MItra Usaha).

Syarat ;

  1. WNI dengan rentang usia 21 tahun – 55 tahun atau yang sudah menikah.
  2. Memiliki usaha produktif yang layak dan berjalan minimal berusia 6 bulan.
  3. Tidak mempunyai kredit di bank lain kecuali KPR, Kartu Kredit dan kredit konsumtif lainnya.
  4. Mengisi formulir aplikasi KUR Mandiri sekaligus fotokopi e-KTP, fotokopi KK, fotokopi Akta Nikah (jika sudah menikah), fotokopi jaminan, fotokopi NPWP (pinjaman di atas Rp 49 juta) dan Surat Keterangan Usaha dari desa/kecamatan.

Suku Bunga 7% per tahun.

Plafon & Tenor ; Mulai Rp 5 juta – Rp 200 juta, Jangka waktu pinjaman 12, 24, 36 dan 48 bulan.

3. OVO PayLater

Gaya hidup masyarakat yang saat ini serba cashless memang jadi penyebab utama pertumbuhan dompet elektronik. Salah satu yang menjadi pilihan banyak penduduk Indonesia adalah OVO. Bukan hanya layanan e-money, OVO juga menawarkan pinjaman modal usaha dalam bentuk cicilan tanpa kartu kredit bernama OVO PayLater. Hanya pengguna aktif OVO yang memperoleh tawaran PayLater dan bisa digunakan untuk transaksi di Tokopedia atau merchant rekanan OVO.

Syarat ;

  1. Wajib memiliki akun Tokopedia dan OVO yang sudah upgrade ke Premier dengan usia minimal 6 bulan.
  2. Domisili pengguna OVO di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya.

Suku Bunga 2,9% per bulan.

Plafon & Tenor ; Maksimal Rp 10 juta, Tenor 3, 6 atau 9 bulan.

Jika anda berencana mengajukan kredit di OVO, anda bisa membaca ulasan kami di OVO PayLater, cicilan Tanpa Kartu Kredit.

4. Kredit Mikro Bank Syariah Mandiri

Khawatir mengajukan pinjaman modal usaha karena terlilit riba? Maka produk Kredit Mikro dari bank Syariah Mandiri adalah pilihan terbaik bagi pengusaha muslim. Produk ini memang ditawarkan bank Syariah Mandiri untuk modal kerja sekaligus investasi dalam skema keuangan Islami.

Syarat ;

  1. Usaha harus berjalan minimal dua tahun lamanya.
  2. Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  3. Bersedia memberikan jaminan sesuai dengan ketentuan bank Syariah Mandiri.

Suku Bunga ; Margin mulai setara 0,75% .

Plafon & Tenor ; Maksimal Rp 200 juta, Masa tenor modal kerja 48 bulan, Masa tenor investasi 60 bulan.

5. Pegadaian

Sebagai BUMN sektor keuangan Indonesia, sudah sejak lama Pegadaian memang bergerak di bisnis pembiayaan, emas dan aneka jasa. Untuk bisnis pembiayaan, Pegadaian menawarkan kredit dengan angsuran bulanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Ada beberapa produk pinjaman yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda:

A. KRASIDA ( Kredit Angsuran dengan Sistem Gadai)

Syarat ;

  1. Fotokopi KTP dan KK.
  2. Menyerahkan jaminan atau agunan seperti emas atau kendaraan bermotor (dilengkapi BKPB asli, fotokopi STNK dan faktur pembelian).

Suku Bunga Mulai 1,25% per bulan.

Plafon & Tenor ; Mulai Rp 1 juta – Rp 250 juta (tergantung agunan dengan perhitungan 95% dari nilai taksiran jaminan). Maksimal Rp 5 miliar. Jangka waktu 6, 12, 24 dan 36 bulan.

B. KREASI (Kredit Angsuran Sistem Fidusia)

Syarat ;

  1. Usaha memenuhi kriteria kelayakan dan sudah berjalan minimal 1 tahun.
  2. Fotokopi KTP, KK dan Surat Menikah (bagi yang sudah menikah).
  3. Menyerahkan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor seperti BPKB asli, fotokopi STNk dan faktur pembelian.

Suku Bunga Relatif murah dengan angsuran tetap per bulan.

Plafon & Tenor ; Mulai Rp 1 juta – Rp 200 juta dengan nilai maksimal Rp 400 juta. Jangka waktu 12, 18, 24 dan 32 bulan.

C. KREASI FLEKSI

Syarat ;

  1. Untuk masyarakat petani dan non petani.
  2. Fotokopi KTP dan KK.
  3. Memiliki jaminan emas, alat produksi, persediaan atau kendaraan bermotor (disertai BPKB asli, fotokopi STNK dan faktur pembelian).

Suku Bunga ; Bunga mulai 5,5% – 11,30%.

Plafon & Tenor ; Mulai Rp 1 juta – Rp 400 juta. Jangka waktu 3 bula – 36 bulan.

6. Koinworks

Seperti yang disinggung sebelumnya, salah satu jenis pinjaman modal usaha yang kini tengah digandrungi adalah dalam bentuk Fintech P2P Lending. Koinworks bisa jadi perusahaan pilihan bagi Anda pelaku usaha kecil dan menengah, di mana pengajuan aplikasinya melalui platform online.

Jika anda tertarik mendapatkan modal dari koinworks, anda bisa mencobanya di Daftar Koinwoks.

Syarat ;

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun.
  2. Bisnis yang digeluti harus sudah berdiri setidaknya setahun berdiri.
  3. Menyerahkan SIUP, TDP dan NPWP Perusahaan jika berbentuk CV atau PT sekaligus mutasi rekening tiga bulan terakhir.

Suku Bunga ;

0,75% – 1,67% flat per bulan.

Ada biaya tambahan:

– Biaya persetujuan kredit = 2% – 4%
– Biaya asuransi jiwa = 0,24%
– Biaya administrasi = Rp 100 ribu

Plafon & Tenor ; Rp 10 juta – Rp 2 miliar. Lama pinjaman 6 bulan – 24 bulan.

7. Akseleran

Dari banyaknya Fintech P2P Lending, Akseleran bisa dibilang termasuk salah satu yang paling unggul. Resmi terdaftar di OJK, Akseleran fokus memberikan pinjaman online kepada pelaku usaha baik dalam bentuk perseorangan, CV atau PT. Lantaran berbasis Fintech P2P Lending, semua pinjaman modal usaha harus diajukan melalui aplikasi online. Berikut rincian syarat dan perhitungan bunga:

Syarat ;

  1. Usaha harus berjalan lebih dari satu tahun dan mencetak laba bersih dalam setahun terakhir.
  2. Memiliki laporan keuangan (laporan laba-rugi) yang dipastikan dengan rekening koran dalam tiga bulan terakhir.
  3. Mengajukan proposal pinjaman dan melengkapi dokumen yang diperlukan.
  4. Berlokasi di Jabodetabek, Banten dan Bandung. Jika di luar wilayah itu, harus mengajukan pinjaman minimal Rp 200 juta.

Suku Bunga ; 6,48% – 17% per tahun (bunga flat)

Besaran suku bunga ditentukan oleh Akseleran berdasarkan grade pinjaman sesuai hasil analisis kelayakan dan risiko usaha.

Plafon & Tenor ; Rp 75 juta – Rp 200 juta

Masa tenor antara 1 bulan sampai 24 bulan

8. KTA Bisnis Commbank

Hampir sama seperti Akseleran, produk KTA Bisnis dari bank Commonwealth adalah pinjaman modal usaha yang bisa diajukan secara online lewat aplikasi Commbank. Anda bisa mengunduh aplikasi Commbank di PlayStore dan AppleStore baru kemudian dipasang di ponsel. Seperti namanya, produk ini merupakan pinjaman modal usaha tanpa agunan dari Commonwealth untuk pelaku usaha kecil dan menengah.

Syarat ;

  1. Pengusaha atau individu dengan latar belakang bisnis berbadan hukum seperti PT atau CV.
  2. Usaha yang digeluti wajib berjalan minimal dua tahun.
  3. Domisili usaha di area Jabodetabek dan Surabaya.
  4. Omzet usaha harus di kisaran Rp 25 juta – Rp 5 miliar per bulan.

Suku Bunga ; 1,09% – 1,49% flat per bulan

Setara dengan bunga efektif 1,84% – 2,53% per bulan yang disesuaikan dengan jangka waktu dan jumlah pinjaman.

Plafon & Tenor ; Rp 50 juta – Rp 500 juta. Masa tenor hingga tiga tahun.

9. Tokopedia Pinjaman Modal

Berstatus sebagai marketplace terbesar di Indonesia, jumlah merchant yang tergabung di Tokopedia saat ini sudah menembus 7,5 juta pelapak. Memiliki nilai valuasi ratusan triliun, Tokopedia memang sangat fenomenal. Menyadari bahwa merchant adalah inti bisnis mereka, Tokopedia pun menawarkan pinjaman modal kepada para pedagang di platform mereka. Lewat produk Tokopedia Pinjaman Modal, Tokopedia bekerjasama dengan setidaknya 24 perusahaan mitra penyedia pinjaman.

Syarat ;

  1. Penjual aktif yang sudah berjualan di Tokopedia dengan usia bisnis minimal 6 bulan.
  2. Memiliki tingkat penjualan sesuai ketentuan Tokopedia dan perusahaan mitra penyedia pinjaman.
  3. Memberikan izin dan wewenang kepada Tokopedia untuk mengolah data transaksi 6 bulan terakhir.

Suku Bunga ; Mulai 0,39% per bulan.

Plafon & Tenor ; Mulai Rp 2 juta – Rp 500 juta. Jangka waktu 1 – 6 bulan dan 1- 8 tahun.

10. Bukalapak BukaModal

Meskipun tidak mencapai jumlah merchant sebesar Tokopedia, Bukalapak tetap menjadi salah satu marketplace pilihan di Indonesia. Sama-sama berstatus Unicorn, Bukalapak juga menyediakan bantuan pinjaman modal usaha kepada pelapak yang berjualan di platform mereka. Sama seperti Tokopedia, Bukalapak juga bekerjasama dengan mitra perusahaan penyedia pinjaman seperti Investree, Koinworks, Modalku, Taralite dan bank Mandiri.

SYARAT

  • WNI yang sudah terdaftar sebagai pelapak di Bukalapak selama minimal 6 bulan. Khusus untuk rekanan Mandiri, minimal usaha bisa 3 bulan. Domisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Semarang.
  • Memiliki tingkat penjualan dalam enam bulan terakhir minimal Rp 2 juta per bulan.
  • Memberikan izin dan wewenang kepada Bukalapak untuk mengolah data transaksi 6 bulan terakhir.
  • Mengisi kelengkapan dokumen seperti KTP, foto selfie dengan KTP dan NPWP.

Suku Bunga : 0,9% per tahun

Plafon dan Tenor : Mulai Rp 2 juta – Rp 2 miliar. Jangka waktu cicilan 3, 6, 12, 18 atau 24 bulan

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ajukan Pinjaman Modal Usaha

Pinjaman Modal Usaha Terbaik

Melihat ulasan sepuluh pinjaman modal usaha di atas, tentu bisa disimpulkan bahwa masing-masing memiliki syarat yang berbeda. Besaran bunga dan tenor yang ditawarkan pun tak sama sehingga sebagai calon debitur, Anda wajib melakukan pertimbangan dengan maksimal.

Baca juga: Tabungan Minim? Yuk Coba 7 Bisnis dengan Modal di bawah Rp 500 Ribu!

Pahamilah bahwa setiap pinjaman modal usaha harus dikembalikan sesuai jangka waktu yang ditetapkan, sehingga Anda harus mengelola keuangan secara bijak. Supaya makin mantap, berikut ini hal-hal yang wajib diperhatikan saat hendak mengajukan pinjaman modal usaha.

1. Menentukan Besaran Pinjaman

Siapapun tentu senang dengan adanya kucuran dana bagi pengembangan bisnis. Namun ada baiknya kalau Anda menerima dana sesuai dengan kebutuhan usaha. Untuk itulah ketika hendak mengajukan pinjaman modal usaha, Anda harus bisa menentukan seberapa besar dana yang dibutuhkan. Supaya bisa mengetahuinya, Anda tentu harus memiliki rencana keuangan bisnis yang tepat.

Buat ringkasan hal-hal yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis entah mesin produksi, biaya pemasaran ke depannya hingga pembelian bahan baku sehingga memperoleh total nominal yang dibutuhkan. Nantinya nominal ini akan menjadi acuan Anda untuk menentukan besar pinjaman sekaligus tenor supaya tidak memberatkan keuangan perusahaan.

2. Mempelajari Syarat Pinjaman

Dari pembahasan pinjaman modal usaha sebelumnya, Anda tahu bahwa setiap produk yang ditawarkan perbankan, instansi keuangan, Fintech P2P Lending, marketplace atau dompet elektronik memiliki syarat yang berbeda. Hal ini wajib jadi perhatian Anda ketika hendak mengajukan pinjaman. Pastikan Anda memenuhi syarat yang ditetapkan dan sudah mempersiapkan semuanya supaya proses pengajuan tidak bertele-tele.

Perhatikan pula untuk produk-produk pinjaman usaha yang meminta jaminan atau agunan entah emas hingga kendaraan bermotor. Karena jaminan yang diminta membuat Anda harus memahami risiko jika kemudian terjadi kredit macet di kemudian hari.

3. Mencari Tahu Informasi Pemberi Pinjaman

Setelah menentukan besaran pinjaman sekaligus syarat yang dibutuhkan, jangan lupa untuk mengecek informasi pemberi pinjaman. Entah itu bank, Fintech P2P Lending atau mungkin perusahaan dompet elektronik hingga marketplace, Anda wajib mengecek kredibilitas mereka. Ada banyak sekali cerita penyedia pinjaman online yang malah melakukan hal-hal merugikan untuk calon nasabah.

Jika perlu, tanyakan soal reputasi bank atau pihak penyedia pinjaman kepada nasabah lain termasuk tata cara penagihan, perhitungan bunga hingga pelunasan. Pihak pemberi pinjaman yang sudah pasti profesinal dan bertanggung jawab tentu akan memiliki perhitungan yang logis dan sesuai dengan ketentuan OJK.

4. Memperhitungkan Kemampuan Bayar Tagihan

Tak cuma mencari tahu kredibilitas pemberi pinjaman, Anda juga harus tahu kredibilitas Anda sendiri alias kemampuan membayar tagihan. Yap, seluruh pinjaman modal usaha dari pihak manapun tentu wajib dibayar. Jangan sampai karena tergiur nominal pinjaman yang besar, Anda menutup mata dan tidak memperhitungkan kemampuan bayar tagihan.

Karena jika tahapan ini dibiarkan, bisa-bisa finansial Anda menjadi kacau dan malah berujung pada kredit macet. Pastikan Anda mengontrol penuh pengeluaran bisnis dan membaginya dalam beberapa kategori termasuk khusus untuk biaya operasional, bahan baku, pemasaran dan terakhir membayar tagihan pinjaman.

Sebuah bisnis bisa disebut sehat kalau secara keuangan masih bisa menabung sekalipun terbebani angsuran pinjaman modal usaha. Agar tidak berdampak buruk ke catatan keuangan, pastikan membayar tagihan secara disiplin sesuai ketentuan dan supaya tidak dikenai denda keterlambatan. Jika Anda tidak bertanggung jawab atas pinjaman modal usaha yang dicairkan, bisa-bisa nama Anda memperoleh reputasi buruk di Bank Indonesia dan kesulitan mengajukan pinjaman lagi di masa depan.

5. Memenuhi Kelayakan Kredit Calon Debitur

Sekadar informasi, bank atau pihak pemberi pinjaman biasanya memberikan penilaian kepada calon debitur berdasarkan perhitungan 5C. 5C ini meliputi Character (integritas), Capacity (arus kas membayar tagihan), Capital (kekayaan pokok), Collateral (aset) dan Conditions (keseluruhan usaha). Supaya aplikasi Anda lulus studi kelayakan 5C, pastikan juga memenuhi hal-hal tersebut.

Baca juga: Ingin Capai Sukses? Berikut 5 Bisnis yang Bisa Membuat Anda Cepat Kaya!

Jangan ragu untuk melakukan pengecekan data keuangan pribadi baik di Bank Indonesia atau melalui OJK supaya mengetahui kelayakan kredit Anda. Jika sudah memenuhi aturan 5C, maka bisa dipastikan kalau aplikasi pinjaman Anda akan dikabulkan dan siap menerima pinjaman modal usaha. Anda pun bisa mengelola pinjaman itu secara bijak demi kelangsungan usaha.

Pastikan untuk tidak tergiur menggunakan uang pinjaman untuk kebutuhan konsumtif, karena nanti bakal berdampak buruk ke kondisi finansial Anda. Tak perlu merasa rendah diri jika Anda mengajukan pinjaman modal usaha. Karena jika dikelola secara disiplin dan bertanggung jawab, pinjaman modal usaha itu akan bisa membuat bisnis Anda berkembang jauh lebih besar sehingga Anda tak perlu bantuan dalam hal keuangan lagi.

Penutup

Artikel “pinjaman modal usaha terbaik” ini bersifat edukasi. semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda yang sedang mencari pinjaman untuk modal usaha.

Loading...