Plus Minus, Strategi dan Biaya-biaya Membeli Rumah Cash

Membeli rumah secara cash tentu menjadi impian banyak orang. Kita tidak perlu was-was akan hutang kredit rumah yang membebani nantinya dan bisa lebih fokus menabung untuk kebutuhan lainnya. Nah, apakah Anda juga ingin membeli rumah cash?

Tapi di sisi lain, mungkin banyak juga dari kita yang merasa pesimis karena gaji masih kecil sementara kebutuhan hidup lainnya pun tidak bisa menunggu. Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin kita tahu bagaimana cara menabung dengan tepat. Selain itu, kita juga perlu memahami seluk beluk pemeblian rumah secara cash sebagai dasar wawasan kita dalam mempersiapkan diri menjemput impian tersebut.

Yuk simak pembahasan berikut yang akan mengulas jenis transaksi rumah cash, kelebihan dan kekurangannya, prosedur serta cara menabung untuk membeli rumah cash. Tak lupa di akhir nanti ada bonus tips untuk mendapatkan rumah murah dan bagus agar impian membeli rumah secara cash bisa semakin nyata.

2 Jenis Transaksi Rumah dengan Cash

Dalam pembelian rumah secara tunai, ada yang di sebut dengan cash keras dan juga cash bertahap. Jadi Anda bisa memilih mana tipe transaksi cash yang lebih cocok untuk Anda nantinya. Lebih jelasnya berikut tentang apa yang di maksud dengan cash keras dan juga cash bertahap!

Cash Keras

Transaksi jual beli rumah dengan cara cash keras artinya Anda melunasi 100% dari harga rumah di awal. Misalnya harga rumahnya adalah Rp 400 juta (all in), maka sebesar itulah nominal yang harus Anda siapkan untuk membeli rumah cash keras. Jadi berapapun harga rumahnya, kita harus menyiapkan uang cash sejumlah harga tersebut dan membayarkan keseluruhan.

Cash Bertahap

Sebenarnya, ada alternatif lain bagi Anda yang ingin membeli rumah secara cash namun masih keberatan dengan jumlah pembayaran yang sangat besar di awal. Anda bisa menggunakan metode cash bertahap. Biasanya metode ini di tawarkan langsung oleh pihak pengembang (developer) ataupun secara perorangan (pemilik rumah).

Disini meskipun Anda membeli rumah secara cash bukan berarti 100% bebas hutang. Seperti namanya, cash bertahap adalah metode pembayaran rumah secara cash namun bisa di cicil dalam kurun waktu tertentu.

Dengan menggunakan metode ini Anda bisa membayar DP sebesar 50% dari harga rumahnya dulu dan sisanya di bayar belakangan. Jangka pelunasannya tergantung pada kebijakan dan kesepakatan Anda dengan developer. Ada yang 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan bahkan 5 tahun. Untuk mendapatkan deal terbaik dengan metode ini tak ada salahnya jika Anda melakukan riset terlebih dahulu.

Kelebihan dan Kekurangan Membeli Rumah Secara Tunai

Dalam segala hal akan ada plus dan minusnya. Meskipun membeli rumah cash nampaknya menjadi impian banyak orang, namun hal itu juga ternyata tidak bisa lepas dari sisi resiko yang harus ditanggung calon pemilik rumah. Agar kita lebih siap yuk kenali kelebihan dan juga resiko membeli rumah secara cash!

Kelebihan

Membeli rumah secara cash dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi pemiliknya. Selain lebih tenang secara keuangan karena tidak ada cicilan jangka panjang setelahnya, ada kelebihan lainnya yang bisa di rasakan jika Anda memutuskan untuk membeli rumah secara cash adalah :

Harga Rumah Lebih Murah

Rumah yang di beli dengan cara cash pastinya akan jauh lebih murah di banding dengan membeli rumah secara KPR. Selain tanpa bunga, biasanya developer mengadakan berbagai diskon yang akan membuat harga jual rumah menjadi lebih murah. Hal ini berlaku baik itu dengan metode cash keras ataupun cash bertahap.

Biasanya Ada Banyak Bonus Menarik

Biasanya developer juga mengadakan berbagai program bonus maupun cashback untuk pembelian rumah dengan metode cash. Biasanya bonus berupa perlengkapan rumah seperti kulkas, microwave, TV dll. Jadi coba tanyakan kepada developer tentang hal ini, lumayan bisa menghemat biaya pembelian properti rumah Anda nantinya bukan?

Proses Pembelian Lebih Mudah dan Cepat

Hal lainnya yang menonjol jika memilih metode cash untuk yakni proses yang tentu lebih simple dan cepat. Anda tidak perlu melibatkan pihak ketiga seperti Bank seperti halnya pembelian rumah dengan cara KPR. Sebab Anda akan berhadapan langsung dengan developer atau pemilik rumah yang akan Anda beli. Alurnya akan lebih sedikit dan jadi lebih cepat di banding dengan pembelian rumah dengan KPR Bank.

Terbebas dari Aturan yang Rumit

Walaupun dalam pembelian rumah secara tunai tetap ada aturannya, tapi hal ini tidak akan serumit aturan jika kita menggunakan metode KPR. Dengan metode KPR aturan yang mengikat harus kita patuhi sekalipun sudah membayar DP. Tapi jika membeli rumah cash, kita akan lebih bebas mengeksplorasi dan merenovasi rumah.

Kelengkapan Dokumen Rumah Bisa Langsung Menjadi Hak Milik

Karena kelengkapan dokumen legal sudah Anda miliki, maka tidak perlu cemas akan adanya potensi perpindahan kepemilikan. Sehingga Anda bisa merasa lebih tenang.

Surat-surat ini juga bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan pinjaman jika suatu saat Anda membutuhkan atau sedang mengalami kesulitan keuangan. Lain halnya jika Anda menggunakan metode KPR, dimana dokumen penting seperti SHM misalnya akan ditahan pihak Bank hingga cicilan Anda lunas.

Konsekwensi dan Resiko

Selain kelebihannya, tentu ada hal-hal yang perlu di pertimbangkan dalam pembelian rumah dengan cara tunai seperti :

Kebutuhan Dana yang Besar

Sejak awal kita membahas mengenai pembelian rumah dengan cara cash, mungkin kita sudah tergambar bahwa kebutuhan dana yang perlu kita siapkan akan sangat besar di awal. Hal ini tentu berbda jauh jika di bandingkan dengan KPR yang bahkan bisa di mulai dengan DP Rp 5 jutaan saja.

Bagi kita yang mulai membangun keuangan dari nol, sepertinya hal ini akan menjadi proses yang cukup menantang. Malah terkadang hal ini juga membuat nyali sebagian orang yang punya impian memiliki rumah dengan cara tunai menjadi ciut.

Resiko Membeli Rumah yang Bermasalah

Membeli rumah secara cash juga memiliki resiko yang cukup besar, jika suatu saat Anda baru menyadari bahwa rumah yang Anda beli ternyata bermasalah. Misalnya ternyata rumah yang Anda beli dalam keadaan sengketa.

Karena sudah menyetorkan uang pelunasan 100% artinya Anda juga berpotensi kehilangan sebesar itu pula. Beda halnya dengan pembelian dengna KPR, pihak Bank pasti membantu Anda dalam menganalisa statusa dan kondisi properti sebelum transaksi di lakukan.

Namun jika Anda membelinya dengan cara cash bertahap, maka resiko ini bisa lebih di minimalisir. Dengan pembelian rumah secara cash bertahap, Anda tidak akan kehilangan uang Anda 100% ketika mendapati rumah yang Anda beli bermasalah.

Di atas itu semua, memang sangat diperlukan untuk meneliti lebih dalam tentang status dan kondisi rumah yang hendak Anda beli dengan teliti agar resiko semacam ini tidak terjadi.

Prosedur Membeli Rumah Cash

Seperti yang telah di jelaskan, untuk membeli rumah cash prosesnya cukup mudah. Beginilah langkah-langkah yang harus Anda lakukan :

1. Mendatangi Agen Properti atau Pemilik Rumah

Hal pertama yang perlu Anda lakukan tentunya adalah mulai mencari rumah yang ingin Anda beli. Anda bisa mencari referensi rumah dengan memanfaatkan situs-situs seperti olx, rumah123, 99.co dll terlebih dahulu. Biasanya ada berbagai jenis dan pilihan rumah yang di tawarkan.

Anda hanya perlu menuliskan kata kunci dengan tepat. Misalnya jual rumah cash, lokasi, kisaran harga dan kata kunci spesifik lainnya (misalnya : perumahan, kavling dll). Jika sudah menemukan beberapa rumah incaran, Anda bisa langsung mengadakan janji bertemu untuk survey. Di dalam iklan yang di pasang biasanya tertera nomor kontak agen/ pemilik rumah.

Baca juga yuk, Membeli Rumah Over Kredit KPR yang Sah dan Aman, Ini Langkahnya

Selain itu Anda juga bisa mengadakan janji bertemu dengan pihak developer ataupun pemilik rumah secara langsung. Biasanya ada juga developer yang menyebarkan selebaran atau penjualan rumah dari informasi mulut ke mulut. Apapun metode awal yang Anda tempuh, jika belum di cantumkan secara jelas dalam iklan coba tanyakan apakah rumah di jual secara cash keras ataukah cash bertahap.

2. Membayar Booking Fee

Setelah merasa cukup untuk membandingkan dan bisa menjatuhkan pilihan rumah untuk di beli secara cash, Anda tetap harus membayar booking fee. Booking fee ini adalah uang tanda jadi yang menandakan bahwa Anda dan developer/ pemilik rumah berkomitmen untuk melakukan jual beli rumah tersebut. Besaran booking fee tergantung kesepakatan antara pihak developer/ pemilik rumah dengan calon pembeli.

Namun perlu di ketahui bahwa booking fee ini berbeda dengan DP (Down Payment) yang berkisar 30-50% untuk pembelian rumah cash bertahap. Walaupun begitu, kebanyakan developer akan memotong besaran DP berdasarkan booking fee yang sudah di bayarkan sebelumnya.

3. Membuat Dokumen PPJB

Nah jika Anda sudah membayar booking fee sebaiknya Anda juga membuat dokumen PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) untuk memperkecil resiko yang ada. PPJB merupakan peraturan metode pembayaran cash atau cash bertahap yang terdiri dari PPJB lunas dan belum lunas (terutama untuk metode cash bertahap).

Di dalam PPJB setidaknya harus tercantum bagaimana spesifikasi bangunannya, harganya, jumlah cicilan per bulan, tenor pembayaran, dan waktu pengerjaan rumah (jika belum jadi). Karena PPJB merupakan bukti transaksi sehingga, pembuatan dokumen ini selain harus di lakukan bersama dengan developer/pemilik rumah tapi juga meilibatkan notaris.

4. Proses Pelunasan dan Mengurus Sertifikat-Sertifikat HGB

Sebaiknya hindari metode pembayaran dengan cara menggunakan uang tunai. Agar lebih aman gunakanlah metode transfer pada setiap transaksi dan simpan bukti pembayaran. Jika proses pelunasan rumah sudah di selesaikan maka selanjutnya Anda akan mendapatkan akta jual beli (AJB). Akta ini akan menjadi acuan untuk mengurus dokumen-dokumen administratif rumah seperti PBB, PPN dll.

Selain AJB, Anda juga akan mendapatkan mendapatkan 2 sertifikat lainnya yakni SHM dan SHGB atas nama Anda sebagai pemilik. SHM (Sertifikat Hak Milik) adalah dokumen legal yang menyatakan bahwa lahan tersebut adalah milik Anda sepenuhnya. Sementara SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) merupakan izin dan kepemilikan suatu bangunan yang di bangun di atas suatu lahan.

Ketiga dokumen tersebut sangat penting sebagai tanda kepemilikan tanah dan bangunan yang sah. Dengan memiliki semuanya status Anda sangat kuat dan bersifat tanpa jangka waktu jika suatu hari ada yang mempermasalahkan rumah yang Anda beli. Pada tahap ini, penting untuk Anda memperhatikan beberapa hal berikut!

  • Melakukan transaksi di hadapan notaris
  • Membuat tanda terima yang sah pada setiap transaksi
  • Pelunasan rumah di lakukan sambil menandatangani AJB
  • Pastikan untuk mendapatkan dokumen asli setelahnya

5. Serah Terima Kunci Rumah

Jika rumah sudah selesai di bangun dan di lunasi, tiba saatnya Anda menerima kunci rumah yang sudah Anda beli dari developer/ pemilik rumah. Anda pasti merasa lega saat menerima kunci dan menyelesaikan semua prosenya. Tapi, ada baiknya Anda melakukan beberapa pemeriksaan ini sebelum serah terima kunci!

  • Untuk memastikan bahwa kunci yang Anda terima sudah tepat dan tidak ada kerusakan, periksalah kunci pintu di setiap ruangan yang ada.
  • Periksa juga kualitas plesteran dinding rumah Anda, apakah ada yang cacat seperti retak, lubang atapun permukaan yang tidak rata.
  • Memeriksa kondisi jendela, lantai, kelistrikan dan air. Jika ada kerusakan segera laporkan kepada pihak developer sehingga mereka bisa langsung memperbaikinya.

Strategi Membeli Rumah Cash Tanpa KPR

Mungkin banyak dari kita yang berpikiran :”Apa iya, zaman sekarang bisa membeli rumah cash tanpa KPR?” Sebab kalau kita perhatikan, harga rumah dari tahun ketahun selalu naik sekitar 20-30% sementara kenaikan penghasilan khususnya bagi para karyawan rata-rata 10% saja.

Lalu bagaimana cara mengejarnya? Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita punya keinginan kuat untuk membeli rumah secara cash tanpa KPR. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa di praktikan, selamat menyimak!

1. Membebaskan Pikiran

Hal pertama yang perlu di lakukan adalah dengan membebaskan pikiran dari bayang-bayang bahwa membeli rumah itu harus dengan hutang/ KPR.

Langkah pertama ini sangat penting, karena jika kita membuat batasan pemikiran tersebut maka seumur hidup kita akan condong memikirkan bagaimana caranya memiliki rumah dengan KPR/ hutang. Semua tindakan dan pola pikir kita nanti akan mengarahkan kita kesana.

Cari rumah yang bisa di KPR-kan, cari penghasilan untuk bayar cicilan per-bulannya, bahkan tidak sedikit juga yang memaksakan meminjam dana untuk DP-nya.

Lain halnya jika Anda membebaskan pikiran kita dari membeli rumah harus dengan KPR/ hutang. Fokus Anda akan berbeda, Anda akan mencari rumah-rumah yang bisa di beli dengan cara cash, bagaimana Anda bisa membeli rumah dengan gaji Anda dan sebagainya.

Yuk simak juga ulasan, Pembayaran Rumah Cash, KPR, Over Kredit, Cash Bertahap, Pilih Mana?

Jadi mulailah menyadari bahwa setiap orang sebenarnya mampu membeli rumah cash tanpa hutang atau KPR jika tahu cara yang tepat untuk membelinya.

2. Membeli Rumah Pertama Sesuai Kemampuan

Prinsip kedua agar kita bisa membeli rumah secara cash adalah membeli rumah sesuai kemampuan. Seringkali banyak orang yang keputusan pembelian rumahnya tidak sesuai dengan kemampuan.

Misalnya, jika mereka menabung secara disiplin dalam waktu 5 tahun dengan gaji Anda maka akan terkumpul sebesar Rp 200-300 juta. Namun membeli rumah seharga Rp 1 milyar karena dengan uang Rp 200-300 juta tadi mereka berpikir hanya cukup untuk DP-nya.

Ini adalah salah satu fenomena pembelian rumah yang tidak sesuai kemampuan. Karena kemampuan pembelian rumah kenyataannya adalah di angka Rp 200-300 juta. Jika dengan nilai tersebut belum bisa meraih rumah idaman, maka sebaiknya bersabar dulu.

Banyak para pegiat properti dan pengusaha yang menyarankan untuk membeli rumah pertama sesuai kemampuan. Jadi tidak perlu memaksakan.

3. Mau Belajar Bagaimana Caranya Membeli Properti

Kebanyakan dari kita belum terbiasa untuk mempelajari bagaimana cara orang bisa membeli properti. Rata-rata saat kita ingin membeli properti, hanya sebatas mencari developer mana yang menjual rumah di daerah tertentu, mengumpulkan brosur-brosur perumahan lalu mencari cara untuk KPR. Padahal banyak juga yang menjual properti bagus dan murah karena sedang butuh.

Selalu ada orang yang ingin menjual rumah karena sedang membutuhkan dana. Tinggal bagaimana cara kita untuk menemukannya. Oleh kearena itu kegigihan dan ketelitian dalam proses mencari properti terbaik adalah kuncinya.

Dulu, iklan-iklan properti biasanya hanya banyak di temukan di kolom-kolom iklan koran cetak. Tapi sekarang teknologi internet sudah sangat maju sehingga Anda tinggal browsing saja.

Walaupun tabungan belum mencukupi untuk membeli rumah impian, riset Anda akan sangat membantu nantinya. Anda jadi paham harga jual rata-rata di daerah-daerah rumah yang Anda incar, dan menyiapkan kekurangan dananya secara lebih pasti. Dengan terus belajar bagaimana cara membeli properti maka Anda bisa berpeluang besar membeli properti bagus dengan harga yang relatif murah di bawah pasar.

4. Mengumpulkan Budget yang Logis dan Realistis

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa salah satu prinsip agar bisa membeli rumah pertama tanpa KPR adalah dengen membeli rumah sesuai kemampuan. Begitupun dalam proses menabungnya, harus realistis. Jika Anda hanya mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 300 dalam 5 tahun, maka itulah harga properti pertama yang harus Anda incar.

Dalam menabung, jangan lupa untuk memasukan asumsi inflasi sebesar 7%. Jika kita belum punya penghasilan yang cukup untuk membeli properti, maka tidak perlu memaksakan. Tapi milikilah mindset investasi pada waktu dan pikiran terlebih dahulu. Dengan begitu, nantinya penghasilan Anda bisa bertumbuh dari wkatu ke waktu karena Anda fokus mencari cara untuk mengembangkannya.

Kesalahan banyak orang yang tidak memiliki mindset ini, cenderung harus bekerja keras seumur hidupnya tanpa peningkatan yang berarti dan terjerat hutang. Sehingga tidak masalah jika saat ini keuangan masih pas-pasan (hanya cukup untuk hidup sehari-hari), namun yang terpenting mulai miliki mindset investasi ini.

5. Hitung Mimpi Punya Rumah dan Buat Target Berkala

Impian membeli properti bukanlah tentang seberapa besar income Anda namun seberapa besar yang bisa Anda sisihkan dari penghasilan. Karena kebanyakan orang sulit menyimpan penghasilan setiap kali mendapatkannya sehingga tidak menyisakan apapun. Namun jika Anda benar-benar serius memiliki rumah tanpa hutang maka hitunglah mimpi Anda.

Jika sudah mengetahui berapa besaran dana yang realistis Anda kumpulkan dalam jangka waktu tertentu dan juga sudah mulai mengetahui kisaran rumah pertama, sekarang buatlah target berkala. Buat juga aturan tertentu untuk diri Anda sendiri tentang pengelolaan uangnya. Misalnya Anda harus membayar denda jika tidak menabung dengan disiplin sesuai rencana.

6. Disiplin dengan Buat Anggaran Bulanan dan Hidup Hemat

Sistem menabung tidak akan berjalan tanpa disiplin diri. Maka dari itu, membuat anggaran bulanan adalah satu hal yang mesti di perhatikan jika Anda bersungguh-sungguh ingin berhasil menabung. Dengan keuangan yang rinci Anda akan terhindar dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu prioritas.

Selain itu, gaya hidup yang sederhana juga harus di adopsi dan di pertahankan. Ingat, bahwa Anda punya mimpi untuk punya rumah pertama tanpa hutang.

Jadi, jika Anda punya kebiasaan ke cofee shop atau ngopi kekinian yang sekalinya mengeluarkan uang bisa sampai 25-50 ribu/ cup bisa coba mempertimbangkan kembali. Hemat bukan berarti sengsara, tapi Anda bisa memulainya dengan membuat kebutuhan menjadi sederhana sesuai fungsi dan kebutuhan.

7. Lunasi dan Hindari Hutang Demi Membeli Rumah Cash

Sebelum mulai menabung untuk membeli rumah sebaiknya Anda fokus dulu untuk melunasi hutang yang ada dan tidak mengulangi untuk membuka hutang yang baru.

Hal ini agar rencana menabung untuk membeli rumah bisa lebih cepat tercapai. Jika Anda terbiasa untuk menggunakan layanan Paylater untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu prioritas, maka lebih baik mulai di hentikan dari sekarang agar dana tabungan lebih fokus.

Ketika Anda masih memiliki hutang saat menabung untuk membeli rumah, hal tersebut akan menjadi beban pikiran dan menambah tekanan tersendiri bagi mental Anda. Maka dari itu, Anda lebih nyaman jika fokus menabung untuk membeli rumah cash tanpa hutang.

Tips Membeli Rumah Cash Bagus dan Murah

Kenali Karakateristik Properti

Dalam membeli rumah ada yang namanya ring 1, 2 dan 3. Ring 1 ini letaknya di pusat kota, biasanya harganya sudah tinggi dan banyak yang sudah tidak terjangkau lagi. Lalu pindah ke ring 2 yakni lokasi rumah yang dekat dengan ring 1 dan dalam masa pengembangan. Kemudian ring 3 adalah lokasi yang berada di bawah ring 2 secara letak kestrategisannya.

Letak rumah yang berada dalam ring 2 adalah rumah yang paling strategis untuk di beli. Karena secara investasi peluang berkembangnya cukup tinggi dan secara harga masih cukup terjangkau.

Pertimbangkan Rumah Baru atau Second

Saat memikirkan untuk membeli rumah, mungkin Anda akan menemukan adanya opsi rumah baru ataukah rumah bekas. Seperti yang sudah di singgung sebelumnya, pada umumnya orang-orang mulai mencari developer saat ingin membeli rumah.

Padahal sebenarnya selalu ada orang yang hendak menjual propertinya dalam keadaan masih sangat baik tapi dengan harga yang miring karena sedang membutuhkan uang. Anda bisa mencari tahu dengan bertanya kepada kerabat atau mencarinya di internet.

Dengan membeli rumah second tersebut Anda bukan hanya untuk bisa memiliki properti berkualitas dengan harga di bawah pasaran, tapi juga membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Namun untuk membeli rumah second sebaiknya Anda juga perlu :

  • Meneliti kualitas rumah secara menyeluruh bisa juga dengan menyertakan kerabat yang di percaya memahami ilmu tentang bangunan.
  • Memeriksa status legalitas rumah agar tidak ada potensi masalah kedepannya dan dokumen-dokumen dalam keadaan lengkap
  • Menghitung biaya-biaya lain yang di perlukan (Tentang jenis biaya apa saja nanti akan di bahas pada poin terpisah setelah ini)

Biaya-biaya yang Harus di Siapkan

Sekilas sudah di jelaskan tentang adanya biay yang perlu di siapkan selain dari harga pembelian rumah cash, seperti halnya biaya booking fee dan DP. Tapi ternyata ada beberapa hal dalam prosesnya yang juga memerlukan biaya ekstra dan sebaiknya Anda persiapkan dari awal. Berikut adalah biaya-biaya yang harus di perhitungkan!

Biaya Akta Notaris

Dalam proses transaksi jual beli rumah diatas, kita tahu bahwa kita akan melibatkan notaris. Meskipun biaya jasa notaris berbeda-beda namun dalam pemberian biaya atas jasa notaris ketentuannya sudah di atur oleh Undang-Undang No.30 Tahun 2004 Pasal 36. Dimana nilai honorarium di tentukan berdasarkan nilai ekonomis dan nilai sosiologis dari setiap pembuatan akta.

  • Setidaknya jika nilai objek mencapai Rp 100 juta maka notaris menerima honorarium sebesar 2,5%
  • Jika nilainya Rp 100 juta – Rp 1 milyar maka maksimal honorarium yang di terima notaris adalah 1,5%
  • Nilai objek Rp 1 milyar maka honorariumnya makismal 1%

Biaya AJB

Untuk itu kita perlu menyiapkan biaya AJB ini adalah untuk membayar jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang membantu kita.

Besaran biayanya dapat berbeda-beda tergantung kebijakan PPAT. Namun biaya AJB umumnya berkisar sebesar 1% dari nilai transaksi dalam hal ini adalah harga rumah. Nah jika Anda membeli rumah bekas biasanya biaya AJB ini ditanggung bersama oleh pembeli dan penjual ataupun oleh satu pihak saja sesuai kesepakatan.

Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan biaya-biaya jasa notaris yang lainnya yakni untuk pembuatan SK, validasi pajak dan beberapa biaya lainnya yang akan di sebutkan di selanjutnya.

Biaya Cek Sertifikat

Jika Anda tidak ingin menyesal karena membeli properti dengan sertifikat palsu, maka tidak ada ruginya mengeluarkan biaya notaris untuk memastikan keaslian sertifikat tanah dari rumah. Biayanya sekitar Rp 150-250 ribu.

Namun selain pergi ke notaris, Anda juga bisa mengecek sertifikat secara mandiri. Caranya datang ke kantor Badan Pertahanan Negara (BPN) yang ada di wilayah setempat. Biayanya sekitar Rp 50 ribu. BPN nantinya akan mengecek keaslian sertifikat tanah berdasarkan :
  • peta pendaftaran
  • daftar tanah
  • surat ukur, dan
  • buku tanah

Biasanya hanya di butuhkan waktu sehari saja untuk proses pengecekan ini. Namun jika Anda butuh lebih cepat, maka bisa menyewa jasa notaris.

Balik Nama

Biaya lainnya yang harus di perhitungkan jika Anda membeli rumah adalah biaya balik nama (BBN). Dalam prosesnya, biaya ini akan terpisah dengan AJB. Jika Anda membeli rumah dari developer maka BBN akan diurus oleh developer dan Anda tinggal membayarnya.

Namun jika Anda membeli rumah dari perorangan biaya BBN ini perlu Anda urus sendiri dimana nantinya PPAT akan mengajukan proses balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Biaya BBN tiap daerah bisa berbeda, namun pada umumnya sekitar 2% dari nilai transaksi (BBN = 2 % x Nilai Transaksi).

PNBP

Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) adalah biaya yang harus di bayarkan ketika Anda membeli rumah second. Pembayarannya dilakukan ketika Anda mengajukan proses balik nama. Biaya ini dihitung berdasarkan 1/1.000 dari NJOP (nilai jual objek pajak) yang dalam hal ini adalah harga rumahnya.

Biaya BPHTB

BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan) di bebankan pada penjual ataupun pembeli. Besarannya sekitar sebesar 5%. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut : 5 % x (NPOP – NPOPTKP)

PPN

Selain itu, jika Anda membeli rumah maka perlu juga memperhatikan tanggungan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10% dari nilai transaksi. Ada beberapa developer yang tidak memasukan PPN 10% dalam harga jual rumah yang di tawarkannya sehingga Anda wajib menanyakan dulu apakah harga termasuk PPN ataukah tidak.

Tapi jika belum menemukan rumah yang tandai, tidak ada salahnya jika Anda bersiap untuk hal ini. PPN hanya di kenakan satu kali saja (saat membeli properti) dan berlaku bukan hanya jika Anda membeli rumah dari developer tapi juga dari perorangan.

Baca, 3 Bank Penyedia KPR, Siapkan Dokumen Persyaratan Berikut Ini

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai plus minus, strategi dan juga biaya-biaya yang perlu di siapkan jika ingin membeli rumah cash. Memang tidak mudah, namun dengan tekad dan kesungguhan dalam berusaha semua pasti bisa terlaksana. Semoga Anda yang sedang membaca bisa sukses menabung untuk membeli rumah pertama secara cash.

Yulinda Nurlisdiana: Hai, saya Yulinda Nurlisdiana, penulis di folderbisnis