Perusahaan Tambang PT Hillcon Akhirnya IPO, Masa Book Building Sampai Akhir Januari 2023

Meski sempat tertunda, akhirnya perusahaan tambang PT Hillcon segera IPO Februari 2023.

PT Hillcon akan mendapat kode emiten HILL, yang menawarkan maksimal 442,3 juta saham baru.

Jumlah ini setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran mulai dari Rp 1.250 sampai dengan Rp 2.000 per saham.

Dengan melepas 442,3 juta saham, HILL mengincar dana segara sebanyak Rp 884,6 miliar.

PT Hillcon merupakan perusahaan holding, dengan cakupan usaha konsultasi manajemen serta jasa pertambangan dan jasa konstruksi melalui anak usaha.

Perusahaan sudah malang melintang pada aktifitas kontraktor seperti pertambangan batubara dan mineral, kontraktor sipil, pekerjaan tanah, konstruksi daerah sungai, dan bendungan.

Merujuk pada prospektus IPO, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak perusahaan yaitu PT Hillconjaya Sakti (HS).

55 persen dana yang diterima oleh PT Hillconjaya akan digunakan untuk penambahan modal kerja produksi pertambangan mencakup pemeliharaan alat berat.

Sisanya, atau sebanyak 45 persen akan digunakan untuk belanja modal. Seperti pembelian alat-alat untuk mendukung kegiatan operasional HS pada sektor nikel.

Beberapa alat berat yang dibutuhkan oleh HS mencakup main fleet dan supporting fleet, beserta sarana penunjang lainnya.

Sebagai penjamin pelaksana emisi pada bursa efek, PT Hillcon menunjuk tiga perusahaan sekaligus.

Yaitu PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Macquarie Sekuritas Indonesia.

Sempat Tertunda

Sebenarnya PT Hillcon (HILL) sudah pernaj membuka periode bookbuilding pada 15 Juni – 29 Juni 2022, dengan perkiraan tanggal pencatatan saham pada 20 Juli 2022.

Pada 2022 silam, HILL menawarkan maksimal ada 2,21 miliar saham atau mewakili 15% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Saham dibuka dengan harga penawaran pada rentang Rp 250 – Rp 400, dengan total dana yang ingin dihimpun maksimal Rp 884,6 miliar.

Namun sayangnya agenda IPO Hillcon harus tertunda karena muncul gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Gugatan dilakukan oleh PT Intraco Penta Prima Servis, anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) terhadap PT Hillconjaya Sakti, anak usaha Hillcon.

Gugatan ini membuat PT Hillcon harus memberikan penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

Untungnya, PT Intraco mencabut gugatan PKPU tersebut, namun hal ini sudah terlanjut menghambat proses IPO Hillcon.

Sehingga PT Hillcon harus melakukan konsolidasi dan persiapan lagi untuk akhirnya melakukan IPO pada Januari 2023.

Jadwal IPO

Anda sudah bisa melakukan book building alias pemesanan saham pada laman e-IPO atau aplikasi seperti ajaib dan bibit. Ini jadwal lengkapnya.

  1. Penawaran awal: 12 Januari – 26 Januari 2023.
  2. Perkiraan tanggal efektif: 7 Februari 2023.
  3. Masa penarawan umum: 9 Februari – 13 Februari 2023.
  4. Perkiraan penjatahan: 13 Februari 2023
  5. Perkiraan distribusi saham: 14 Februari 2023
  6. Perkiraan pencatatan saham: 15 Februari 2023.

Pemegang Saham Mayoritas

Saham mayoritas PT Hillcon dimiliki oleh PT Hillcon Equity Management 81% dan PT Bukit Persada Indonesia 19%.

Baca juga: Emiten WINE Melantai di BEI, Produsen Minuman Wine Lokal Asli Bali

Sedangkan saham Hillcon Equity Management dipegang oleh keluarga Qiu, yaitu Hersan Qiu 42,5%, Caecilia Sulistiowati 42,5%, Stanley Qiu 5%, Steven Qiu 5%, dan Winston Qiu 5%.

Begitu pula PT Bukit Persada yang dimiliki oleh keluarga, yaitu Hermansyah 50%, Dian Novita 40%, Tsabitah Az Zahra 5%, dan Muhammad Hafiz Daffa 5%.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar