7+ Rahasia Keuangan Bagi yang Punya Banyak Hutang

Saat ini punya banyak hutang mungkin merupakan kondisi yang dialami tidak hanya satu orang saja. Apalagi hantaman pandemi Covid-19, membuat tingkat pengangguran meningkat lantaran banyak yang kehilangan pekerjaan. Tak memiliki penghasilan di masa sulit, jelas hutang atau kredit adalah satu-satunya solusi yang dipilih.

Bicara soal hutang, tentu dalam industri keuangan ini bukanlah hal asing. Bahkan pemerintah Indonesia saja punya banyak hutang dalam jumlah luar biasa besar. Di mana menurut laporan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), posisi utang pemerintah Indonesia per akhir April 2021 menembus Rp6.527,29 triliun, seperti dilansir Kompas.

Jika dibandingkan dengan PDB (Produk Domestik Bruto) negeri ini, artinya pemerintah Indonesia punya rasio hutang sebesar 41,18%. Tingginya kasus Covid-19 yang hingga Rabu (7/7) sore sudah menembus 2,3 juta tentu semakin membuat pemerintah harus putar otak, demi memenuhi kebutuhan negara dalam menghidupi 270 juta lebih jiwa, lewat cara berhutang.

Baca juga: Panduan Mengelola Keuangan Jika Baru Pertama Bekerja

Tidak berbeda jauh dari mengelola negara, dalam mengelola keluarga atau bahkan diri sendiri bagi mereka yang masih lajang, tentu kerap berjumpa dengan hutang. Apalagi saat ini ada banyak Fintech (Financial Technology) yang menawarkan produk pinjol (pinjaman online) proses kilat, hingga kemudahan pengajuan kartu kredit, membuat budaya berhutang digemari.

Padahal satu hal yang harus Anda pegang betul ketika hendak berhutang adalah komitmen atas kemampuan untuk membayar tagihan. Tagihan hutang yang membengkak jelas bisa bikin hidup tidak tenang. Termasuk orang yang punya banyak hutang dan merasa penghasilan tak pernah cukup? Maka And harus belajar rahasia mengatur keuangan secara tepat.

Punya Banyak Hutang Bukan Akhir Segalanya

hutang banyak bukan akhir
© Vecteezy/natalia1891991133727

Tak ada satupun orang di dunia ini yang ingin punya banyak hutang. Namun ada kalanya karena sebuah kondisi, seseorang terpaksa mengajukan hutang yang lebih dari kemampuannya. Biasanya hal ini dipicu oleh musibah yang mendadak dialami sehingga butuh uang tunai dalam jumlah besar secara cepat, atau mungkin karena gaya hidup konsumtif.

Sudah banyak kisah mereka yang berhutang dan merasa tak sanggup serta tak memiliki cara untuk melunasinya, memilih aksi nekat bunuh diri. Pada November 2019 lalu misalnya, CNN Indonesia melaporkan seorang petugas keamanan yang memilih tewas gantung diri di kantor OJK (Otoritas Jasa keuangan). Menurut Komisaris Eliantoro Jalmaf selaku Kapolsek Sawah Besar, korban terjerat hutang Rp22 juta

Namun Anda juga harus tahu kalau banyak juga orang yang tetap mampu menjalani hidup, sekalipun punya banyak hutang. Salah satu yang cukup dikenal adalah bos kelapa sawit Heppy Trenggono.

Pria kelahiran Jawa Tengah yang mendirikan sekaligus CEO United Balimuda  Group ini pernah mengalami masa penuh derita, karena dirinya punya total hutang sebesar Rp63 miliar di Bank Niaga. Dalam kondisi terpuruk, pria yang punya kebun kelapa sawit seluas 80 ribu hektar di Kalimantan dan Sumatera inipun bangkit perlahan, dan akhirnya mampu melunasi seluruh hutangnya.

Tentu tak semua orang punya ketahanan diri dan pengelolaan keuangan sebagus Heppy. Namun semua orang punya peluang untuk bisa juga menghadapi seluruh jeratan hutang, asalkan tahu bagaimana sih caranya mengelola keuangan secara tepat. Dengan begitu hutang perlahan akan lunas dan Anda bisa menjalani hidup lebih bahagia.

Menyimak Rahasia Atur Keuangan Bagi Anda yang Punya Banyak Hutang

Anda tentu sepakat, bahwa sebesar apapun penghasilan yang dimiliki, akan tidak bikin tenang jika masih punya banyak hutang. Sebaliknya, penghasilan pas-pasan dan mungkin di bawah UMR (Upah Minimum Regional) bisa terasa menyenangkan ketika tak punya hutang sepeserpun.

Namun bagaimana jika sudah terlanjut terjerat hutang karena terdesak kondisi? Tentu jawabannya adalah melunasi hutang tersebut. Apakah mungkin bisa dilakukan jika penghasilan yang dimiliki pas-pasan? Tentu saja bisa! Asalkan Anda mengikuti tips berikut ini:

1. Bersikap Jujur

Rahasia pertama agar keuangan tetap nyaman sekalipun punya banyak hutang adalah bersikap jujur. Ahmad Gozali selaku perencana keuangan Zelts Consulting menyebutkan bahwa masalah terbesar sekaligus jadi beban terberat orang berhutang bukanlah bagaimana cara melunasinya, tapi rasa malu kepada keluarga dan orang-orang terdekat.

Baca juga: 15 Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika yang Harus Dibiasakan

Karena itulah kalau memang Anda terjerat hutang, hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta dukungan dari keluarga, pasangan dan orang terdekat dengan cara bersikap jujur. Akui semua hutang yang dimiliki dan masalah yang ditimbulkan meskipun berat. Karena hanya dengan cara ini, Anda bisa memperoleh dukungan dan mulai mengatur keuangan.

2. Pangkas Pengeluaran

pangkas pengeluaran
© Vectezzy/eamesbot

Segera setelah Anda jujur dan mengakui seluruh hutang yang dimiliki, langkah berikutnya adalah dengan memangkas pengeluaran. Ketika Anda punya banyak hutang dan penghasilan yang dimiliki pas-pasan, satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah dengan lebih selektif dan efektif dalam berbelanja., terutama yang bersifat terlalu konsumtif.

Misalkan saja, Anda sebelumnya suka sekali memesan makanan online, maka usahakan untuk dikurangi dan lebih baik berbelanja bahan baku, lalu dimasak untuk jadi beberapa masakan. Begitu pula dengan pengeluaran yang tidak bersikap urgent seperti pembelian kosmetik, beli camilan kekinian hingga baju branded, usahakan untuk dikurangi.

Bahkan untuk pengeluaran yang terbilang wajib dan rutin seperti listrik, air dan internet, jika memang memungkinkan untuk dihemat maka lakukanlah. Meskipun tahapan ’mengencangkan ikat pinggang’ ini terbilang berat, tapi ini adalah satu-satunya yang bisa dilakukan supaya keuangan tetap aman untuk kebutuhan bulanan dan hutang bisa mulai dibayar.

3. Berhenti Hutang Konsumtif

Supaya tidak makin pusing karena punya banyak hutang yang tidak kunjung berkurang, sebisa mungkin hindari dan berhenti mengajukan hutang konsumtif. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada banyak sekali Fintech yang menyediakan penawaran pinjol tanpa jaminan. Namun hutang-hutang konsumtif seperti inilah yang malah bikin keuangan remuk redam.

Disebut hutang konsumtif karena memang nilai produk yang dibeli bakal berkurang seiring dengan waktu. Contohnya seperti kredit kendaraan bermotor, kredit smartphone atau laptop sampai belanja paylater. Penggunaan kartu kredit juga termasuk hutang konsumtif sehingga usahakn untuk dihindari, apalagi kalau Anda sudah punya banyak hutang sebelumnya.

4. Bikin Skala Prioritas

bikin skala prioritas
© Freepik/jiwingka

Bersikap jujur, sudah. Lebih bijaksana dalam pengeluaran, sudah. Nah, hal berikutnya yang harus Anda lakukan saat punya banyak hutang adalah dengan membuat skala prioritas. Tulis semua hutang yang dimiliki mulai dari nominal terkecil sampai terbesar, jangan sampai ada yang terlewat. Lalu tuliskan juga berapa besar bunga, tagihan bulanan sampai jatuh tempo.

Dengan menulis seluruh hutang tersebut, Anda akan tahu hutang-hutang mana yang harus diselesaikan secepatnya karena sudah mendekati jadwal jatuh tempo, atau hutang-hutang yang harus cepat lunas karena bunganya terlalu besar. Entah pinjaman lunak seperti kepada teman sampai pinjaman resmi dari perbankan, tuliskan semuanya tanpa merasa malu.

5. Bayar Tepat Waktu

Salah satu kesalahan yang dilakukan para debitur adalah menunda bayar tagihan kredit. Hal ini semakin berat apalagi jika Anda mengajukan kredit ke lembaga perbankan resmi atau leasing, yang sudah pasti punya perhitungan bunga tagihan. Bunga tagihan terjadi saat Anda telat membayar tagihan melebihi jadwal jatuh tempo.

Menunda pembayaran tagihan bukan hanya bikin Anda terjerat bunga kredit, tapi juga akan dikejar-kejar oleh debt collector. Sudah banyak cerita para debitur yang stres dan sampai merasa malu karena dikejar-kejar debt collector sampai ke rumah dan lokasi kerja. Tentu Anda tidak mau itu terjadi, bukan? Untuk itu langsung bayar tagihan kredit tepat waktu.

Supaya bisa membayar tepat waktu, segera setelah Anda memperoleh penghasilan, sisihkan maksimal 30% untuk membayar hutang. Jadi misalkan saja Anda punya gaji Rp2 juta, setidaknya Rp600 ribu harus disisihkan agar bisa melunasi tagihan. Lantas bagaimana kalau hutang yang dimiliki lebih dari Rp600 ribu? Lakukan restrukturisasi dan konsolidasi kredit.

Baca juga: Cara Atur Penghasilan dan Pengeluaran Tahunan yang Sering Terlupakan

6. Ajukan Restrukturisasi

restrukturisasi kredit
© groww.in

Saat pandemi COvid-19 mulai masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu, pemerintah bekerjasama dengan OJK dan instansi pemberi kredit untuk melakukan penawaran restrukturisasi. Seperti namanya, restrukturisasi adalah layanan yang bisa dipilih debitur ketika tidak mampu melunasi hutang karena kondisi ekonomi, sehingga kredit wajib ditinjau ulang.

Lewat peninjauan ulang ini, pihak kreditur akan meminta informasi ekonomi debitur dan melakukan pertimbangan baru. Mulai dari besaran bunga dan cicilan yang berkurang, sampai perubahan jangka waktu pelunasan.

Misalkan saja sebelumnya Anda punya cicilan Rp800 ribu per bulan untuk sepeda motor dan menyisakah 10 kali pembayaran, lewat restrukturisasi ini, Anda bisa  saja mengajukan cicilan jadi Rp400 ribu selama 20 kali pembayaran. Hanya saja disetujui tidaknya restrukturisasi ini tergantung pihak kreditur dan mempertimbangkan riwayat pembayaran debitur.

7. Lakukan Konsolidasi

Selain restrukturisasi, Anda juga bisa mengajukan konsolidasi jika punya banyak hutang. Lewat proses ini, Anda bisa menggabungkan seluruh hutang yang dimiliki menjadi satu kesatuan besar. Dengan menggabungkan hutang, maka suku bunga yang ditetapkan bisa lebih rendah sehingga diharapkan besar tagihan bulanan makin terjangkau.

8. Hindari Gali dan Tutup Lubang

gali lubang tutup lubang
© Creative Commons 4.0 BY-NC

Kebiasaan gali lubang dan tutup lubang justru malah bisa bikin orang yang punya banyak hutang makin stres. Maksudnya adalah Anda membayar cicilan hutang bulan ini dengan meminjam ke pihak lain. Ini adalah lingkaran setan yang justru bikin keuangan makin memburuk. Daripada gali lubang dan tutup lubang, usahakan untuk menjual aset yang dimiliki demi membayar tagihan.

9. Harus Tetap Optimis

Sama seperti bersikap jujur, optimisme sangatlah dibutuhkan untuk bisa terlepas dari jerat hutang. Meskipun mungkin total hutang yang dimiliki jauh lebih besar daripada penghasilan, Anda harus percaya pada diri sendiri. Cari motivasi yang kuat supaya Anda bersedia untuk memberikan komitmen penuh dalam membayar hutang.

Baca juga: 7 Keunggulan Kartu Kredit Syariah yang Bisa Anda Pertimbangkan

Meskipun tagihan yang dibayar pelan-pelan dan terasa sulit melunasi, jangan mudah menyerah. Dengan selalu bersikap optimis, Anda tidak akan mudah depresi dan bukan tak mungkin justru menemukan cara lain untuk meningkatkan penghasilan. Karena ketika Anda sudah menyesal dan bersedia memperbaiki kesalahan berhutang, optimisme akan sangat membantu untuk bangkit dan bekerja keras demi masa depan finansial lebih baik.

10. Cari Penghasilan Tambahan

cari penghasilan tambahan
© VectorStock/macrovector

Nah, rahasia terakhir dalam mengatur keuangan kendati punya banyak hutang adalah dengan mencari penghasilan tambahan. Jangan malu mengakui kalau Anda punya hutang, tapi malulah saat kabur dan enggan bayar hutang. Memang perlu kerja keras untuk bisa melunasi hutang, tapi itu semua akan membuat hidup lebih tenang.

Coba mencari penghasilan tambahan seperti berjualan pulsa dan paket data internet, berjualan makanan online, sampai jasa penulisan atau desain yang bisa ditarkan di internet. Jangan malu untuk mencari penghasilan tambahan padahal sudah punya pekerjaan tetap, karena itu semua sah dilakukan mereka yang punya banyak hutang supaya hidup lebih bahagia.

Tinggalkan komentar