Inilah Rahasia Agar Cicilan KPR Cepat Lunas

Siapa sih orang di dunia ini yang ingin punya hutang?

Kalau boleh memilih, tampaknya sangat menyenangkan bisa menjalani hidup tanpa hutang. Meskipun penghasilan pas-pasan, tapi tak adanya jeratan kredit akan membuat Anda bisa menjalani hidup lebih tenang.

Namun yang namanya hidup, kadang hutang itu diperlukan terutama dalam hal hunian. Yap, saat ini ada banyak sekali orang ingin memiliki tempat tinggal pribadi melalui jalan kredit alias berhutang. Dikenal dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), produk ini memungkinkan Anda yang bergaji UMR bisa memiliki hunian pribadi.

Baca juga: Cara Restrukturisasi Kredit KPR Terbaru

Hanya saja mempunyai tempat tinggal berkat KPR tidak lepas dari rasa cemas. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, ketika perekonomian dunia benar-benar lesu hingga ada banyak orang terpaksa kehilangan pekerjaan atau bisnis, kekhawatiran tidak bisa membayar cicilan KPR sangat besar.

Kalau sudah begini, tentunya saat ada bonus atau tunjangan yang diperoleh rasa-rasanya ingin digunakan untuk membayar cicilan KPR lebih awal dari waktu agar cepat lunas. Apakah itu hal tepat? Lantas bagaimana dengan mereka yang ingin tahu cara melunasi KPR lebih cepat supaya bebas hutang? Ulasan berikut ini layak dipertimbangkan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mau Lunasi KPR Lebih Cepat

Kembali lagi pada fakta bahwa tak ada satupun orang di dunia ini ingin punya hutang. Apalagi kalau KPR jelas berkaitan dengan hutang jumlah besar dalam waktu panjang mulai 5-30 tahun lamanya. Harus menyisihkan sebagian besar penghasilan selama bertahun-tahun demi bayar rumah jelas akan membuat orang kepikiran.

Adanya beban cicilan KPR, membuat keinginan untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan harus ditahan. Kecuali Anda memang mempunyai gaji jauh di atas UMR, yang tampaknya tak masalah harus mencicil setidaknya Rp3-5 juta per bulan, maka angsuran KPR bukanlah jadi problem yang bikin pening.

Jika sudah demikian, tekad untuk melunasi KPR secepat mungkin adalah solusi terbaik. Ingin melakukan hal tersebut? Maka beberapa hal berikut ini wajib Anda perhatikan:

Hal penting sebelum lunasi KPR lebih awal
© rawpixel.com/Freepik

1. Soal Bunga KPR

Ketika Anda mengambil produk kredit termasuk KPR, tentu pihak bank akan memberikan bunga. Pada umumnya, ada tiga tipe bunga yang ditawarkan oleh bank pemberi kredit yakni bunga flat, bunga efektif dan bunga anuitas. Masing-masing jelas punya perbedaan dan akan sangat berkaitan jika Anda mau melunasi KPR lebih awal. Berikut ulasan singkatnya:

  • Bunga Flat: Biasa digunakan dalam produk KTA (Kredit Tanpa Agunan) dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor). Dalam kredit bunga flat, perhitungan nilai plafon pinjaman termasuk bunga dihitung sesuai dengan masa tenor secara proporsional.
  • Bunga Efektif (sliding rate): Perhitungan angsuran berdasarkan pada sisa pokok hutang, sehingga bunga efektif sering dipakai pada kredit jangka panjang seperti KPR. Kendati besar angsuran bulanan tetap, biasanya semakin lama nilai bunganya makin kecil karena pinjaman berkurang.
  • Bunga Anuitas (floating rate): Jika suku bunga efektif besar angsuran dari pembagian jumlah pinjaman dan masa tenor, angsuran bunga anuitas dari total angsuran yang sudah ditetapkan dikurangi dari hasil perhitungan bunga. Sehingga angsuran pokok bulanan bunga anuitas bakal makin besar, tapi besaran bunga bulanan mengecil.

Baca juga: KPR Tenor Pendek vs KPR Tenor Panjang, Lebih Bagus Mana?

Lantaran bank pemberi KPR memilih bunga efektif dan bunga anuitas dalam produknya, makan nasabah akan kerap menemui fakta dimana sisa pokok utang masih besar, sekalipun sudah bayar cicilan KPR dalam waktu lama.

2. Denda Pelunasan Awal

Yap, jika Anda ingin melunasi KPR lebih cepat tentu harus tahu kalau pihak bank bakal memberikan denda atau penalti.

Kok begitu?

Karena bagi bank, semakin lama tenor atau masa angsuran KPR, mereka jelas makin untung. Sehingga jika ada nasabah yang ingin lunas lebih awal, bank akan kehilangan keuntungan yang membuat mereka membebani denda.

Tentu besaran denda ini berbeda masing-masing bank, dimana pada umumnya berkisar 1% dari nilai sisa pokok hutang.

3. Kemampuan Finansial

Meskipun memang saat KPR lunas lebih cepat bisa membuat Anda hidup bahagia dan tenang, jangan sampai dilakukan tanpa perhitungan kemampuan finansial.

Apalagi kalau Anda sudah berkeluarga, wajib berpikir panjang. Jika Anda mengalokasikan seluruh tabungan, bonus dan penghasilan untuk bayar KPR lebih awal, pastikan Anda tetap mempunyai uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Anda harus memenuhi pengeluaran harian termasuk dana darurat terlebih dulu, barulah kemudian sisa dana yang dimiliki bisa dipakai untuk melunasi KPR.

Jangan sampai KPR sudah lunas, tapi tak punya sisa uang yang ujung-ujungnya malah kembali berhutang dengan mengajukan pinjaman ke bank menggunakan sertifikat kepemilikan rumah.

4. Nilai Uang

Memang saat KPR lunas lebih cepat, maka penghasilan bulanan yang Anda peroleh bakal meningkat karena tak perlu pusing-pusing bayar angsuran lagi. Namun Anda harus ingat bahwa perekonomian dunia tak lepas dari yang namanya inflasi, sehingga akan sangat mempengaruhi nilai uang.

Contohnya Anda wajib membayar angsuran KPR sebesar Rp5 juta per bulan selama 20 tahun mulai 2020. Maka nanti ketika tahun 2035, cicilan Rp5 juta per bulan akan berbeda nilainya lantaran kemungkinan penghasilan Anda ikut meningkat seiring dengan inflasi. Sehingga dengan demikian, beban cicilan bakal lebih ringan.

Karena itulah asalkan beban angsuran alias hutang tidak lebih dari debt ratio normal sebesar 39%, langkah yang tepat kalau Anda ingin melunasi KPR lebih awal, seperti dilansir Finansialku,

Rahasia Agar KPR Lebih Cepat Lunas

Mayoritas KPR yang ditawarkan di Indonesia saat ini memiliki tenor cicilan selama 15-25 tahun. Anggap saja Anda membeli rumah saat baru menikah di usia 28 tahun, maka setidaknya harus terus membayar cicilan sampai berumur 50 tahun.

Cukup berat? Memang. Apalagi jika membayangkan harus mengangsur tiap bulan, bekerja puluhan tahun sebelum akhirnya resmi punya sertifikat rumah pribadi.

Baca juga: KPR Syariah Terbaik BRI Syariah, BNI dan BCA Syariah

Karena itulah setiap orang selalu mencari cara yang tepat agar bisa secepatnya melunasi KPR. Kunci dari keputusan melunasi KPR lebih awal adalah dengan mengumpulkan penghasilan sebanyak mungkin dan memilih KPR dengan tenor tercepat.

Namun kalau Anda sudah terlanjur menjalankan KPR, berikut adalah tata cara yang bisa dilakukan supaya cepat lunas.

rahasia KPR cepat lunas
© iconicbestiary/Freepik

1. Kurangi Sisa Hutang Pokok

Sekadar informasi, mayoritas KPR bank konvensional di Indonesia menggunakan suku bunga anuitas.

Dengan metode ini, besar angsuran bulanan sepanjang tenor adalah tetap, selama tak ada kenaikan tingkat suku bunga kredit bank. Anda harus tahu bahwa dalam angsuran bulanan ada dua komponen penting yang dibayarkan yakni pokok hutang dan bunga KPR.

Supaya bisa mengurangi sisa hutang pokok dari KPR yang diambil, maka Anda sebagai nasabah harus menggunakan Tabungan Tetap.

Tidak sulit, karena rahasia dari Tabungan Tetap ini adalah mengurangi pokok kredit sehingga berdampak pada porsi bunga angsuran yang dibayar per bulan.

Agar Tabungan Tetap ini makin besar, usahakan untuk menambah alokasi dari penghasilan. Misalkan saja Anda punya gaji Rp10 juta per bulan dengan Rp3 juta menjadi beban angsuran KPR, maka coba tingkatkan ke angka Rp6 juta.

Anda bisa langsung mengajukan peningkatan besaran cicilan KPR ke pihak bank, sehingga tenor akan makin pendek dan KPR cepat lunas.

Hanya saja ketika Anda meningkatkan Tabungan Tetap ini, pastikan sudah memperhitungkan kebutuhan belanja harian atau bulanan.

Terutama jika Anda adalah kepala keluarga, jangan sampai ngotot ingin hutang KPR cepat lunas, tapi kebutuhan hidup keluarga tidak terpenuhi.

Lebih baik Anda melakukan introspeksi pengeluaran dengan memangkas dana tidak penting seperti nongkrong di cafe, berbelanja item branded karena korban iklan dan lain-lain.

2. Pindah Bank

Nah, rahasia kedua agar cicilan KPR bisa cepat lunas dan tentunya meringankan beban nasabah adalah dengan memindahkannya alias takeover ke bank lain.

Bank yang menawarkan bunga cicilan KPR lebih ringan ialah bank syariah, sehingga Anda bisa mempertimbangkan takeover KPR dari bank konvensional ke bank syariah.

Lewat proses takeover ke bank syariah, meskipun nominal angsuran bulanan bakal tetap tak berubah, tapi sudah pasti perhitungan bunga lebih ringan sehingga total angsuran tidak terlalu membebani.

Namun wajib diingat, dalam proses takeover akan ada biaya yang wajib dikeluarkan. Mulai dari penalti dari bank KPR sebelumnya, biaya notaris, asuransi, administrasi dan lain-lain.

Pada dasarnya bank syariah tidak mengenal konsep bunga atau yang dikenal riba dalam hukum Islam. Perhitungan bunga dalam KPR bank syariah tidak ada, dan diganti menjadi akad sewa atau bagi hasil sesuai aturan dalam hukum Islam tentunya. Karena itulah biasanya hitungan angsura KPR bank syariah bakal tetap.

Sehingga jika Anda sudah menjalankan KPR selama lima tahun di bank konvensional dan memperoleh perhitungan bunga yang mengambang, Anda bisa mengajukan takeover ke KPR bank syariah.

Meskipun memang ada kewajiban penalti karena lunas lebih cepat di bank konvensional, KPR bank syariah akan memberikan perhitungan sisa hutang pokok lebih ringan.

3. Gabungan Cara Pertama dan Kedua

Rahasia terakhir agar KPR cepat lunas adalah dengan memadukan kedua hal sebelumnya. Yap, Anda perhitungkan betul besaran Tabungan Tetap sembari memindahkan KPR bank konvensional ke KPR syariah supaya makin ringan dan cepat lunas.

Dengan melalui metode ini, sudah pasti Anda bakal bisa berhemat terhadap pengeluaran.

Baca juga: 8 Tips dan Cara Mudah Menjual Rumah yang Masih KPR

Bukan hanya pengeluaran saja yang lebih hemat, beban angsuran bulanan pun tak akan panjang. Namun beberapa bank penyedia KPR biasanya akan memberi penawaran dalam proses takeover.

Seperti pilihan untuk memperpendek sisa tenor cicilan dengan angsuran lebih besar atau membiarkan sisa tenor cicilan sama, tapi angsuran lebih ringan.

Intinya kalau memang ingin cicilan KPR cepat lunas, Anda harus paham betul pada keuangan masing-masing.

Jangan lupa juga perhitungkan dengan teliti soal biaya tambahan terutama ketika hendak melakukan takeover. Barulah kemudian terapkan tata cara pelunasan lebih cepat.

Semangat untuk semua pejuang KPR!

Bagikan ;