Contoh Cara Membuat Bisnis Plan: Langkah demi Langkah

Menggeluti dunia bisnis memang suatu hal yang penuh tantangan dan menggiurkan untuk ditekuni. Namun, Anda harus tahu aturan dan tata cara memulai bisnis.

Konon kabarnya, memulai bisnis, gampang-gampang susah karena kita harus mempersiapkan segala sesuatunya secara matang dan terencana. Oleh karenanya, untuk memulai bisnis membutuhkan bisnis plan.

Apa Itu Business Plan?

panduan membuat rencana bisnis yang tepat

Apa yang dimaksud dengan business plan atau rencana bisnis merupakan cetak biru (blueprint) dari usaha yang akan Anda rintis dan dirikan. Usaha yang dimaksud dapat berupa usaha sendiri atau dapat juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yang sesuai dengan bidang yang digeluti.

Tujuan dari business plan ini agar Anda tetap fokus dengan tujuan yang telah direncanakan dan ditetapkan. Selain itu, business plan juga dapat diartikan sebagai dokumen yang dapat memberikan keyakinan akan sebuah bisnis dalam usaha untuk mempromosikan dan menjual barang atau jasa dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan (profit) yang sebesar-besarnya.

Siapa saja Yang Membutuhkan Business Plan?

Bagi Anda yang ingin menggeluti dunia bisnis, tentunya Anda akan bertanya-tanya siapa saja yang membutuhkan business plan? Bagi orang awam akan berpikiran bahwa business plan hanya dibutuhkan oleh para pebisnis dan orang yang akan menggeluti bisnis. Namun, kenyataannya yang membutuhkan bisnis plan bukan hanya orang-orang tersebut.

Pada kenyataannya, business plan dibutuhkan oleh berbagai pihak, tidak terkecuali konsumen. Nah, mengapa konsumen juga membutuhkan bisnis plan? Hal itu, karena konsumen ingin memberikan penilaian terhadap sebuah produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen sebagai pebisnis.

Tentunya, produsen atau pebisnis juga membutuhkan penilaian dari konsumen untuk memberikan masukan terhadap produknya.

Hal tersebut menunjukkan hubungan timbal balik antara pebisnis dan konsumen, itu kenapa seorang pebisnis harus membuat business plan. Selain pebisnis dan konsumen, business plan juga dibutuhkan oleh inverstor, konsultan bisnis, karyawan serta pemasok produk itu sendiri.

Rencana bisnis juga dibutuhkan anda yang akan menekuni bisnis online ataupun bisnis offline.

Jadi, business plan ini dibutuhkan oleh berbagai pihak yang saling berkaitan dalam mendukung dunia bisnis.

Mengapa Business Plan itu Penting?

Business plan memang dibutuhkan oleh berbagai pihak yang terkait dalam dunia bisnis tidak terkecuali konsumen sebagai seorang yang menggunakan suatu produk. Oleh karenanya, business plan sangat penting untuk dibuat.

Pertanyaannya mengapa business plan itu penting? Berikut adalah alasan mengapa business plan itu penting?

  1. Business plan merupakan bentuk detil dari rencana bisnis yang akan dibuat supaya bisnis yang akan dijalankan menjadi jelas dan terarah.
  2. Dengan adanya business plan, struktur dan strategi bisnis usaha yang akan dan sedang dibangun dapat disosialisasikan kepada pihak-pihak yang terkait dengan usaha tersebut pada khususnya dan dapat juga disosialisasikan kepada masyarakat pada umumnya.
  3. Dengan adanya business plan maka pelaku bisnis mendapatkan gambaran yang jelas tentang pasar untuk bidang usahanya.
  4. Business plan dapat memudahkan pelaku bisnis untuk memasarkan produknya dan mengetahui target pasar.
  5. Business plan dapat membantu pelaku bisnis mengevaluasi ide awal dan tujuan yang telah direncanakan dan harus dicapai.
  6. Dengan adanya business plan maka pelaku bisnis dapat dengan mudah melakukan perhitungan bisnis.
  7. Sistem operasional yang telah dirintis menjadi terencana, terarah dan tepat sasaran.
    Membantu pelaku bisnis untuk mengenal para pesaing yang bergerak di bidang usahanya.

Tersebut adalah 8 alasan mengapa business plan itu penting untuk dibuat. Begitu pentingnya business plan bagi para pelaku bisnis, ada aturan yang harus dipenuhi dalam membuat business plan.

3 Aturan yang Harus Dipahami dalam Membuat Business Plan

Membuat business plan tidak semudah membalikkan telapak tangan Anda, karena dalam pembuatan business plan ini ada 3 aturan dasar yang harus dipenuhi. Adapun 3 aturan yang harus dipenuhi dalam membuat business plan adalah sebagai berikut.

1. Dibuat secara Jelas dan Ringkas

Suatu business plan atau rencana bisnis harus dibuat secara jelas dan ringkas tidak perlu berbelit-belit dengan berbagai macam penjelasan yang tentunya akan membosankan bagi yang membacanya. Oleh karenanya, buatlah business plan yang jelas dan ringkas tidak perlu 100 halaman namun tidak tepat sasaran.

Tetapi buatlah business plan dengan 35 – 40 halaman namun padat, ringkas, jelas dan tepat sasaran sehingga pembaca business plan Anda memahami apa yang akan Anda bangun dan rencanakan dengan matang. Buatlah business plan seringkas mungkin namun berbobot dan menggambarkan tujuan yang ingin dicapai oleh bisnis yang akan Anda bangun.

Gunakan teknik tertentu agar business plan Anda tepat sasaran dan menarik hati pembacanya, seperti menggunakan teknik strategi bisnis SWOT (strengths weaknesses opportunities threats) dimana SWOT merupakan metode perencanaan yang strategis untuk menjalankan bisnis.

2. Tetapkan Visi dan Misi Anda

Jika Anda telah membuat business plan jelas dan ringkas dengan menggunakan teknik analisis strategi bisnis yang handal, langkah selanjutnya adalah menetapkan visi dan misi. Visi dan misi ini penting untuk ditetapkan agar bisnis Anda nantinya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Perlu Anda ketahui, visi dan misi adalah pandangan atau pemikiran Anda di masa depan yang ingin Anda raih. Tujuan visi dan misi ini adalah menetapkan sasaran atau target dari usaha yang Anda jalani. Dalam menetapkan visi dan misi, gunakan bahasa yang jelas dan baku sehingga mudah dipahami dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi yang membacanya.

Selain itu, visi dan misi yang Anda buat merupakan gambaran dari bisnis yang Anda bangun. Orang lain akan mengetahui tujuan dan alasan mengapa Anda membangun bisnis Anda dari membaca visi dan misi yang Anda buat.

3. Tetapkan Target Audiens Bisnis Anda

Bisnis akan mudah dijalankan jika Anda telah mengetahui dan mengenal target audiens dari bisnis yang akan dirintis. Oleh karenanya, tetapkan target audiens bisnis Anda.

Dalam menetapkan target audiens, Anda harus benar-benar memahami tentang gambaran visi dan misi Anda. Dengan cara tersebut maka business plan yang Anda buat akan tepat sasaran dan fokus di satu titik sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai.

Nah, 3 aturan dalam membuat business plan tersebut harus Anda pahami sehingga nantinya dalam penulisan business plan tidak mengalami rintangan dan kesulitan yang Anda bayangkan tidak akan pernah terjadi.

Dengan 3 aturan tersebut, membuat business plan adalah suatu hal yang mudah akibatnya Anda akan bersemangat membangun bisnis Anda. Perlu Anda ketahui, business plan merupakan langkah awal Anda menuju sukses dalam menjalankan bisnis.

6 Panduan Dasar Membuat Business Plan

Setelah Anda memahami 3 aturan dalam membuat business plan, langkah selanjutnya merancang business plan. Nah, bagaimana merancang business plan? Untuk lebih jelasnya simak penjelasan 6 panduan dasar membuat business plan berikut ini.

1. Buatlah Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)

Panduan membuat business plan

Dalam business plan ada yang disebut dengan ringkasan eksekutif (executive summary). Ringkasan eksekutif ini merupakan bagian paling penting dari business plan dimana bagian ini berisi segala hal yang berkaitan dengan bisnis yang akan Anda jalankan.

Usahakan dalam membuat ringkasan eksekutif ini dibuat semenarik mungkin agar pembaca tertarik untuk mengenal bisnis yang akan Anda jalankan, terutama pada halaman pertama. Hal tersebut karena jika di halaman pertama sudah dibuat menarik maka pembaca akan merasa penasaran untuk membaca halaman berikutnya.

Pada umumnya, ringkasan ini berisi deskripsi singkat dari bisnis yang akan dijalankan, kapan bisnis akan beroperasi atau bahkan inovasi yang akan digunakan di bisnis Anda. Biasanya ringkasan eksekutif ini terdiri atas 2 halaman. Adapun garis besar isi ringkasan mencakup hal-hal sebagai berikut.

  • Ulasan singkat tentang sejarah pendirian bisnis Anda.
  • Pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab dalam bisnis yang Anda bangun serta beberapa pihak yang ikut serta dalam usaha pendirian bisnis Anda. Di bagian ini dapat juga dibuat struktur organisasi dari bisnis Anda.
  • Kondisi keuangan bisnis Anda, seperti modal usaha baik modal bergerak dan tak bergerak yang mendukung perjalanan bisnis Anda.
  • Rencana pengembangan bisnis Anda dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan ingin dicapai.
  • Jenis produk atau jasa yang dihasilkan dari proses produksi bisnis Anda. Jenis produk ini berisi penjelasan singkat tentang produk yang dijual dan diproduksi, manfaat produk bagi konsumen, keunggulan produk dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis serta gambaran kompetitor dari pelaku bisnis yang sama.
  • Penjelasan singkat tentang jenis usaha yang akan digeluti.
  • Bidang perizinan, seperti pihak mana yang akan ikut serta dalam usaha bisnis Anda serta jenis usaha yang Anda pilih untuk dijalankan.
  • Penjelasan singkat tentang lokasi, seperti: jenis lokasi merupakan lokasi hasil sewa atau milik sendiri, penjelasan luas tanah tempat bisnis Anda dijalankan serta keunggulan dari lokasi tersebut terhadap bisnis yang Anda jalankan ke depannya.

2. Merancang Pendahuluan sebagai Bab I

Setelah membuat ringkasan eksekutif yang ditempatkan di halaman pertama sampai dengan halaman kedua. Langkah selanjutnya adalah membuat pendahuluan dari business plan Anda.

Pendahuluan ini merupakan isi dari business plan tepatnya sebagai Bab I dari business plan yang Anda buat nanti.

Pada umumnya, pendahuluan ini berisi tentang latar belakang bisnis Anda didirikan, seperti alasan mengapa Anda mendirikan bisnis tersebut, masalah atau tantangan yang mungkin timbul dalam mendirikan bisnis ini.

Selain itu, di bagian pendahuluan ini, Anda dapat menuliskan visi dan misi dari bisnis yang akan Anda dirikan serta sasaran atau target yang telah dirumuskan dari bisnis Anda.

Di bagian pendahuluan ini, Anda juga dapat menuliskan strategi yang akan dijalankan oleh usaha Anda. Adapun contoh strategi yang ditulis dalam business plan usaha abon lele adalah sebagai berikut.

  • Memaksimalkan promosi usaha dengan cara mengikuti berbagai kegiatan pameran makanan baik di skala nasional maupun internasional.
  • Pengurusan izin produk dan sertifikasi makanan dalam usaha melakukan sosialisasi ke masyarakat luas.
  • Memperluas jaringan usaha dengan para peternak ikan lele dan beberapa pihak terkait.
  • Melakukan kerja sama dengan berbagai stakeholder di bidang makanan.
  • Melakukan inovasi di bidang kemasan produk makanan sehingga dapat menarik konsumen dengan mudah.

3. Merancang Peluang (Opportunity)

Peluang atau opportunity merupakan bagian dari business plan yang memberikan penjelasan secara rinci dan jelas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah dalam bisnis, solusi dan keunggulan dari ide bisnis yang Anda buat.

Di bagian peluang bisnis ini, Anda dapat memberikan suatu yang unik dan berbeda dengan ide bisnis lainnya, seperti memberikan solusi yang berbeda apabila timbul masalah dalam bisnis Anda.

Dapat dikatakan di bagian ini merupakan penjelasan lengkap dari ringkasan eksekutif yang telah Anda buat di bagian awal business plan.

Perlu Anda ketahui, di bagian ini Anda dapat membuat penjelasan selengkap mungkin, tentang hal-hal sebagai berikut.

4. Membuat Eksekusi (Execution)

  • Masalah dan solusinya, Anda dapat mengawali bagian peluang ini dengan menuliskan masalah yang mungkin akan timbul nantinya baik dari pihak konsumen bisnis Anda atau dari segi proses produksi. Lakukan identifikasi masalah dalam bisnis Anda, agar pembaca mendapatkan gambaran dari bisnis yang akan Anda jalankan.
  • Setelah mengidentifikasi masalah, kemukakan solusi dari masalah tersebut. Di sinilah letak layak atau tidaknya bisnis Anda untuk dijalankan, artinya jika Anda dapat menemukan solusi yang baik maka bisnis Anda layak untuk dijalankan dengan berbagai masalah dan tantangan yang akan dihadapi nantinya.
  • Sasaran pasar atau target pasar, artinya setelah Anda dapat mengidentifikasi masalah dan solusinya langkah selanjutnya menentukan sasaran atau target pasar dari bisnis yang Anda jalankan.
  • Sasaran pasar ini berkaitan erat dengan kepada siapa Anda akan menjual produk? Jawaban dari pertanyaan tersebut tergantung dari jenis bisnis yang Anda rencana dan akan Anda jalankan. Namun, untuk menjawabnya Anda dapat melakukan riset pasar.
  • Setelah Anda mengetahui sasaran pasar atau target pasar, Anda dapat menetapkan pelanggan ideal Anda. Dalam menentukan pelanggan ideal, Anda dapat melakukan riset pasar dengan melakukan survei kepada pembeli.
  • Pada umumnya, survei tersebut mencakup nama pembeli, jenis kelamin pembeli, tingkat pendapatan pembeli (hal ini berkaitan erat dengan daya beli), menyukai produk atau tidak serta testimoni pembeli setelah menggunakan produk tersebut.

Bagian eksekusi atau execution merupakan bagian dari business plan yang berisi ulasan lengkap tentang hal-hal sebagai berikut.

  • Rencana pemasaran dan penjualan produk

Pemasaran dan penjualan produk ini membahas tentang rencana bisnis Anda secara rinci dalam usaha mencapai target pasar yang telah ditetapkan. Oleh karenanya, sebelum membuat rencana pemasaran dan penjualan produk, Anda harus menetapkan target pasar terlebih dahulu.

Baca juga : Strategi content marketing : 4 cara praktis tingkatkan penjualan produk

Jika target pasar sudah ditetapkan maka rencana pemasaran untuk menjual produk dapat dengan mudah dirumuskan, ditetapkan dan dijalankan bersama sesuai dengan aturan yang berlaku dalam dunia pemasaran.

  • Penentuan posisi

Setelah Anda menetapkan rencana pemasaran untuk menjual produk, selanjutnya adalah penentuan posisi. Penentuan posisi yang dimaksud berkaitan dengan posisi perusahaan Anda dan jenis produk yang ditawarkan ke konsumen.

Sebelum melakukan penentuan posisi, alangkah baiknya jika Anda melakukan evaluasi pasar terlebih dahulu. Baru setelah itu, Anda menentukan posisi dengan hal-hal yang berkaitan sebagai berikut.

  1. Dimana posisi perusahaan Anda, apakah sudah mewakili dan mendapat tempat di hati pelanggan? Artinya apakah perusahaan Anda sudah dikenaldi kalangan masyarakat atau tidak?
  2. Apakah produk Anda termasuk dalam produk yang dijual dengan harga murah atau justru sebaliknya?
  3. Apakah produk yang Anda jual termasuk dalam produk kualitas premium atau standar?
  4. Apakah Anda menjual produk yang tidak dijual oleh pesaing Anda di bidang bisnis yang sama?
  5. Apa saja manfaat dari produk yang Anda jual dibandingkan dengan produk pesaing Anda?
  6. Apakah Anda telah memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan Anda dengan baik?
  7. Apa rencana ke depan Anda untuk lebih maju selangkah ke depan dari pesaing bisnis Anda?

Nah, setelah semua pertanyaan tersebut Anda jawab, Anda dapat menentukan dimana posisi Anda di dunia bisnis yang telah Anda rintis sehingga dengan cara tersebut Anda dapat membedakan posisi bisnis Anda dengan pesaing bisnis Anda.

  • Penentuan Harga

Setelah Anda mengetahui posisi perusahaan Anda, langkah selanjutnya adalah penentuan harga. Dengan menentukan strategi penentuan posisi ini maka dapat mendorong Anda untuk lebih meningkatkan kualitas produk Anda. Jika kualitas produk Anda meningkat maka dengan sendirinya harga jual produk pun akan meningkat maka Anda dapat menentukan harga.

Harga adalah bentuk komunikasi antara pelaku bisnis dengan konsumen dimana pelaku bisnis menjual produk dengan kualitas yang baik sementara konsumen memberikan imbal balik dengan membayar produk tersebut sesuai dengan harga yang telah ditentukan oleh pebisnis.

Dalam penentuan harga ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

  1. Biaya produksi dari produk Anda. Biaya produksi ini merupakan biaya untuk mendanai proses produksi dalam usaha menghasilkan produk. Bagi pelaku bisnis, harga jual produk harus melebihi biaya proses produksi agar mendapatkan profit.
  2. Harga pusat laba primer, artinya Anda dapat menentukan harga jual dari produk Anda di bawah biaya produksi atau pada biaya produksi. Namun, penentuan harga dengan sistem ini menggunakan syarat tertentu kepada konsumen, contohnya Anda menjual hanya dengan mendapatkan harga pusat laba primer dengan catatan konsumen tersebut menjadi pelanggan tetap produk Anda.
  3. Menyesuaikan dengan kurs pasar, artinya harga produk harus sesuai dengan permintaan pasar khususnya konsumen. Dalam hal ini jangan menentukan harga di atas harga pasar akibatnya Anda tidak memiliki pelanggan.
  • Promosi

Setelah mengetahui penetapan harga dan penentuan posisi produk bisnis Anda, langkah selanjutnya adalah melakukan strategi promosi. Adapun strategi promosi yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut.

  • Pengemasan produk, Pengemasan produk merupakan hal yang sangat penting karena kemasan termasuk dalam strategi promosi. Jika kemasan produk Anda bagus dan menarik maka konsumen pun juga tertarik untuk membelinya.
  • Membuat Iklan, Membuat iklan untuk produk yang akan dijual merupakan bentuk promosi. Oleh karenanya, dalam membuat iklan, Anda harus merencanakan dengan matang dan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
  1. Rencanakan jenis iklan yang dapat memberikan nilai jual terhadap produk Anda.
  2. Tentukan pilihan apakah Anda akan membuat iklan secara online atau tradisional.
  3. Ukur keberhasilan iklan yang Anda buat.
  • Melakukan pendekatan kepada konsumen dengan melakukan hubungan masyarakat, Hubungan masyarakat yang dimaksud adalah melakukan komunikasi tentang produk Anda dengan masyarakat secara luas. Peran masyarakat di sini memberikan review atau testimoni terhadap produk Anda.
  • Melakukan pemasaran konten, Strategi promosi yang satu ini memang bisa dibilang baru seiring perkembangan dunia digital, yaitu melakukan pemasaran konten. Pada awalnya, pemasaran konten ditawarkan secara gratis dengan tujuan mengenalkan bisnis atau perusahaan yang Anda bangun. Selanjutnya, setelah produk Anda dikenal luas, Anda mulai dapat melakukan prospek kepada calon konsumen Anda dengan cara melihat dan mengenali apa yang mereka minati.
  • Melakukan promosi melalui media sosial, Sama halnya dengan pemasaran konten, saat ini media sosial juga diminati oleh hampir semua lapisan masyarakat. Oleh karenanya, melakukan promosi melalui media sosial dinilai ampuh untuk mensosialisasikan bisnis dan produk yang Anda jual.
  • Menggunakan media sosial, seperti instagram,facebook, tweeter dan media sosial lainnya merupakan cara terbaik untuk melakukan promosi produk di era digital saat ini.
  • Melakukan kerja sama dengan perusahaan lain (Aliansi strategis)

Melakukan kerja sama dengan perusahaan lain merupakan salah satu bentuk dari rencana pemasaran dimana Anda dapat melakukan pemasaran produk dengan cara menjalin kemitraan dengan pihak lain. Kemitraan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan segmen pasar atau dalam usaha mencapai target perusahaan Anda.

  • Melakukan perencanaan distribusi

Melakukan perencanaan distribusi adalah bagian penting dari bisnis yang akan Anda bangun. Distribusi ini berkaitan erat dengan cara bagaimana produk Anda sampai ke tangan pelanggan.

Perlu Anda ketahui, setiap bidang industri memiliki cara yang berbeda-beda dalam melakukan saluran distribusi.

Adapun model saluran distribusi yang pada umumnya dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Distribusi langsung dimana perusahaan langsung menjual produknya kepada konsumen. Model distribusi langsung ini dianggap paling menguntungkan kedua belah pihak yaitu produsen dan konsumen.
  2. Distribusi eceran dimana pengecer besar tidak langsung berhubungan dengan pemasok individu atau konsumen melainkan memilih perusahaan distribusi besar yang bekerja mengumpulkan produk dari banyak pemasok untuk melakukan stok barang yang kemudian dibeli oleh pengecer.

5. Tetapkan Komposisi Tim (Team Composition)

Merencanakan komposisi team bisnis

Dalam membuat business plan, Anda harus menuliskan komposisi tim (team composition) yang berperan serta dalam membangun bisnis Anda. Komposisi tim ini dinilai penting bagi investor yang ingin memberikan suntikan modal kepada bisnis Anda.

Pernyataan tersebut signifikan dengan pepatah yang menyatakan bahwa “investor tidak akan melakukan investasi dalam ide bisnis, melainkan meraka akan melakukan investasi dengan orang. Artinya investor lebih suka melakukan investasi dengan ide yang biasa saja namun memiliki komposisi tim yang hebat.

Perlu Anda ketahui, komposisi tim yang hebat dapat mengubah ide biasa menjadi ide yang luar biasa. Adanya komposisi tim manajemen yang baik dapat menunjukkan bahwa bisnis Anda akan dapat tumbuh pesat dan meraih kesuksesan.

Selain itu, komposisi tim manajemen Anda tidak perlu lengkap dalam merancang business plan melainkan perlu adanya tingkat kedewasaan dalam berpikir, pengetahuan serta wawasan yang luas untuk mengembangkan bisnis yang Anda bangun.

Nah, untuk mengidentifikasi kekurangan dalam tim bisnis, Anda dapat membuat bagan organisasi. Bagan organisasi ini dapat Anda masukkan di bagian lampiran nantinya.

6. Membuat Rencana Keuangan (Financial Plan)

Membuat rencana keuangan

Rencana keuangan (financial plan) merupakan bagian bab akhir dari business plan. Bagian ini dinilai sangat penting bagi investor yang membutuhkan perhitungan profit yang akan didapatkan nanti serta untuk mengetahui modal yang akan dikeluarkan sebagai modal awal.

Rencana keuangan yang baik akan dilaporkan secara berkala setiap bulannya dalam setahun atau 12 bulan dimana 12 bulan pertama merupakan rencana keuangan untuk merintis bisnis. Pada umumnya, investor akan meminta rencana keuangan untuk 3 hingga 5 tahun ke depan.

Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui prospek bisnis yang Anda bangun di masa depan, apakah menguntungkan atau tidak. Adapun rincian laporan keuangan yang dapat disertakan dalam business plan Anda adalah sebagai berikut.

  • Rencana Penjualan (Sales Forecast)

Rencana penjualan ini berisi tentang proyeksi bisnis Anda dalam perkiraan penjualan selama beberapa tahun ke depan, bisa jadi 3 atau 5 tahun ke depan.

Buatlah rencana penjualan serinci mungkin dengan membuat laporan dalam bentuk tabel dan membagi kolom-kolom sesuai dengan segmen pasar bisnis Anda.

  • Rencana Personalia (Personnel Plan)

Rencana personalia ini berkaitan erat dengan laporan rencana pembayaran gaji karyawan Anda. Bagi Anda yang memiliki perusahaan kecil, pada umumnya menggunakan laporan personalia yang sederhana. Hal tersebut karena kemungkinan jumlah karyawan yang masih sedikit.

Bagi Anda yang memiliki perusahan sedang dan besar, Anda dapat menggunakan laporan personalia sesuai dengan bidang masing-masing divisi kerja, contoh laporan penggajian divisi pemasaran dibuat sendiri dan laporan penggajian divisi penjualan dibuat tersendiri.

Pada umumnya, dalam rencana personalia atau laporan personalia ini terdapat beban karyawan, termasuk di dalamnya pembayaran pajak pendapatan, asuransi kesehatan karyawan serta biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan karyawan atau personalia.

  • Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Statement)

Laporan laba rugi ini merupakan laporan yang menunjukkan apakah bisnis Anda mengalami keuntungan atau kerugian. Rencana personalia, daftar semua pengeluaran bisnis Anda serta biaya operasional lainnya masuk dalam laporan ini.

Adapun akun-akun yang ada dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut.

  1. Akun penjualan atau pendapatan perusahaan merupakan akun yang berasal dari lembar kerja (worksheet) perkiraan penjualan dan pendapatan atau penghasilan perusahaan.
  2. Akun Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan akun yang berasal dari perkiraan penjualan dan total biaya penjualan produk Anda. Apabila Anda bergerak di bisnis jasa maka biaya penjualan disebut juga dengan biaya langsung.
  3. Margin kotor merupakan hasil pengurangan HPP dengan penjualan.
  4. Biaya operasional merupakan daftar semua pengeluaran dari bisnis yang Anda jalankan, kecuali biaya pajak, depresiasi dan amortisasi. Jadi yang termasuk dalam biaya operasional ini adalah biaya gaji, penelitian dan pengembangan produk (R&D), biaya pemasaran serta biaya lain-lain yang digunakan dalam operasional produk.
  5. Pendapatan operasional atau disebut juga dengan penghasilan sebelum bunga, seperti pajak, depresiasi dan amortisasi.
  6. Bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi merupakan bagian pengeluaran diletakkan di bawah pendapatan operasional dari bisnis Anda.
  7. Total pengeluaran merupakan penjumlahan dari beban operasional, bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.

Pembuatan laporan laba rugi ini untuk mengetahui apakah bisnis Anda mendapatkan laba bersih atau tidak selama satu bulan bahkan beberapa tahun ke depan.

  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan arus kas dibuat untuk mengetahui seberapa banyak uang tunai atau uang Anda yang disimpan di bank pada periode tertentu. Namun, kebanyakan orang menganggap laopran arus kas sama dengan laporan laba rugi.

Pada dasarnya, laporan arus kas dan laporan laba rugi adalah bentuk laporan yang berbeda, pembedanya adalah jika laporan laba rugi menghitung laba yang Anda peroleh. Namun, jika laporan arus kas adalah uang tunai yang Anda simpan di bank.

Laporan arus kas merupakan perhitungan uang tunai dari penjualan produk yang Anda lakukan secara tunai.

Tujuan laporan ini dibuat adalah untuk menunjukkan kapan bisnis Anda kekurangan uang tunai dan kapan Anda memiliki uang tunai yang dapat digunakan untuk membeli peralatan baru. Selain itu, laporan ini juga dapat digunakan untuk mencari penghasilan tambahan berupa uang tunai.

  • Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Neraca keuangan merupakan laporan keuangan terakhir yang Anda buat untuk melengkapi business plan. Neraca keuangan ini merupakan gambaran ikhtisar kondisi kesehatan keuangan dari bisnis Anda.

Dalam neraca keuangan terdapat aset perusahaan Anda, kewajiban dan ekuitas pemilik bisnis. Jika Anda mengurangi kewajiban dari aset maka kekayaan bersih perusahaan akan Anda dapatkan.

Penjelasan tersebut merupakan panduan dasar dalam membuat business plan. Pada umumnya, di bagian akhir business plan terdapat lampiran yang dapat memberikan penjelasan di bagian-bagian sebelumnya. Lampiran ini dapat berupa: tabel, pengertian, legalitas hukum atau perizinan, sertifikat yang mendukung, diagram, foto kemasan, foto lokasi bisnis, foto perlengkapan dan peralatan yang mendukung proses produksi.

Jika Anda belum memahami bentuk nyata dari business plan, berikut disajikan template business plan yang sederhana dan umum digunakan oleh pelaku bisnis start up.

Contoh Bentuk Sederhana Business Plan

Ringkasan Eksekutif

Bab I Company Profil Perusahaan

1.1 Legalitas Perusahaan (seperti: SIUP, TDP, Akta Pendirian Perusahaan)
1.2 Struktur Organisasi Perusahaan
1.3 Performa Keuangan Perusahaan
1.4 Pengalaman Perusahan Selama Beroperasi

Bab II Pendahuluan

2.1 Gambaran Umum Bisnis Usaha
2.2 Latar Belakang Pendirian Industri
2.3 Tujuan Pendirian Perusahaan
2.4 Visi dan Misi Perusahaan
2.5 Prospek atau Potensi Bisnis
2.6 Keunikan Produk (Bisa juga diberikan Analisis SWOT dari produk bisnis Anda)

Bab III Pemasaran

3.1 Riset dan Analisis Pemasaran
3.2 Penetapan Ukuran Pasar
3.3 Trend Pasar
3.4 Kompetisi
3.5 Rencana Pemasaran

Bab IV Pelaksanaan Bisnis

4.1 Lokasi Tempat Usaha
4.2 Akses Transportasi
4.3 Demografi (Kondisi Penduduk di sekitar lokasi usaha)
4.4 Fasilitas Umum

Bab V Aspek Perizinan (Legalitas) Perusahaan

Bab VI Manajemen Perusahaan

Bab VII Keuangan (Finansial) Perusahaan

7.1 Rencana Biaya Modal
7.2 Rencana Biaya Operasional
7.3 Analisis Profitabilitas (Menggunakan rancangan laporan laba rugi)
7.4 Analisis Break Even Poin (BEP) (Analisis BEP ini merupakan biaya pulang pokok, bisa disajikan bisa tidak)

Bab VIII Aspek Teknis

8.1 Tahap Perencanaan dan Pembangunan

Bab IX Strategi Dividen (Pembagian Hasil)

9.1 Transfer Aset
9.2 Keberlanjutan Bisnis

Loading...