Mau Resign Kerja Untuk Bisnis? Sebaiknya Pikirkan Dulu 7 Hal Ini!

Banyak orang memilih untuk resign karena ingin menjadi fulltime entrepreuneur. Hal ini karena berbisnis di anggap lebih baik dari pada menjadi karyawan.

Pebisnis sukses biasanya terlihat bisa mendapatkan financial freedom, mengatur waktu kerja sesuai yang di inginkan, tidak ada lagi yang memerintah dan memberi deadline bahkan bisa jalan-jalan sepuasnya tanpa khawatir kekurangan uang karena uang sudah bisa bekerja untuk dia. Itulah yang di bayangkan tentang gaya hidup seorang pebisnis. Kalau begitu siapa sih yang tidak tergiur?

Tapi tunggu dulu!

Sebelum Anda memutuskan untuk resign dari pekerjaan Anda saat ini, sebaiknya Anda mempertimbangkan hal-hal mendasar yang nantinya akan berpengaruh pada kesuksesan bisnis dan kehidupan finansial Anda. Karena jika anda melewatkannya bisa berakibat fatal dan sangat beresiko tinggi untuk kehidupan Anda kedepan, apalagi jika Anda benar-benar memulai bisnis dari nol dan sudah memiliki tanggungan seperti anak dan istri.

Memang tidak ada yang salah dengan anggapan bahwa berbisnis akan bisa meningkatkan potensi kita untuk menjadi kaya raya dan lebih leluasa mengatur waktu. Tetapi itu adalah kenyataan yang hanya terlihat dari permukaan saja.

Dibalik itu semua, seorang pengusaha sukses yang benar-benar memulai bisnisnya sendiri pasti mengalami kisah sukses dan gagal yang tidak sedikit. Sedangkan kita baru saja ingin resign dan memulai bisnis. Artinya kita baru saja memulai perjalanan panjang untuk menjadi pebisnis sukses dan harus bersiap dengan pahit manisnya berbisnis.

Tidak semua orang memiliki ketahanan atau passion yang kuat dalam menghadapi dinamika dan tantangan berbisnis. Begitupun sebaliknya, tidak semua karyawan bisa menjadi karyawan yang baik. Sehingga pilihan antara berbisnis atau menjadi karyawan, keduanya sama-sama baik jika Anda tepat memperhitungkan berbagai aspek dan itu di mulai dari ketepatan Anda dalam menilai diri Anda sendiri.

Jadi tidak usah memaksakan diri jika seandainya Anda tidak memiliki passion bisnis. Anda masih bisa sukses dengan menjadi karyawan teladan. Tetapi jika Anda sudah yakin, maka mulailah merencanakannya mulai dari sekarang dan hindari keputusan resign karena emosional saja.

Hal ini untuk meminimalisir resiko kesulitan dalam finansial yang akhirnya malah menyusahkan diri sendiri dan orang lain saat bisnis sedang down. Karena semangat akan bisa hilang jika tidak ada persiapan yang matang.

Oleh karenanya, mari kita bahas mengenai 7 hal penting yang perlu di pertimbangkan sebelum memutuskan resign dari kantor/ pekerjaan Anda saat ini dan menjadi fulltime entrepreneur!

1. Persiapan Mengenai Skill Berbisnis

skill bisnis

Sebelum kita memutuskan langsung berhenti dari pekerjaan kita saat ini untuk menjadi fulltime entrepreneur, maka hal yang patut menjadi perhatian adalah bagaimana penguasaan skill berbisnis kita saat ini. Karena membangun sebuah bisnis bukan perkara mudah. Kita tidak bisa hanya mengandalkan modal semangat saja untuk mengambil resiko yang sangat besar.

Berbisnis adalah proses, jika kita tidak mempertimbangkan segala sesuatunya terutama hal yang mendasar seperti masalah skill mungkin bisnis kita tidak bisa bertahan lama. Jadi sebelum benar-benar memutuskan resign dari pekerjaan, lebih baik jika mempelajari skill bisnis yang di perlukan.

Sehingga ketika menemui kegagalan kita siap untuk berevaluasi dari segi skill dan tidak mudah menyerah. Kita bisa mempelajarinya dari berbagai sumber seperti buku, youtube, dan juga pengalaman saat memulai bisnis sambil bekerja.

Ada beberapa elemen penting yang perlu di kuasai untuk menjalankan bisnis yang baik seperti accounting, manajemen produk, marketing, leadership, kemampuan manajemen SDM dan juga finance.

Kita bisa mengecek manakah dari skill tersebut yang sudah kita miliki dan juga yang belum kita miliki. Tentu saja dalam prosesnya perlu pengembangan sesuai konteks bisnis kita nanti. Tetapi dampak buruknya bisa di minimalisir di banding tanpa persiapan sama sekali.

2. Pemilihan Bidang Bisnis yang Akan Dipilih

Bidang bisnis sangatlah luas, agar efektif dan efisien tentu kita tidak bisa memilih semuanya. itulah mengapa, kita juga harus bisa memilih bidang bisnis yang akan di fokusi. Ini merupakan salah satu hal mendasar lainnya yang perlu di sadari sebelum kita resign, karena banyak orang berhenti dari pekerjaan dan memulai bisnis tetapi bingung mau bisnis apa.

Anda juga bisa membaca 20 ide bisnis online ini. Jika anda ingin masih mencari ide danbelum menentukan mau berbisnis apa, anda juga bisa membaca kumpulan peluang usaha disini.

Padahal modal dan waktu kita terbatas, jangan sampai habis itu semua hanya untuk trial error untuk memilih bidang bisnis yang akan di fokusi. Sementara saat itu kita sudah resign sehingga pemasukan pun tidak ada sama sekali.

Jika modal sudah habis sementara tidak ada pemasukan, biasanya langkah yang aman adalah kita akan kembali mencari pekerjaan lagi. Tetapi perlu diketahui bahwa mencari pekerjaan saat ini tidaklah mudah, kita harus bersaing dengan pelamar lainnya.

Maka dari itu, resign dari pekerjaan untuk menjadi fulltime entrepreneur tanpa gambaran yang jelas mengenai bisnis yang akan di jalankan bisa jadi adalah pilihan yang buruk.

Ketika modal habis, sementara kebutuhan hidup selalu ada apalagi jika kita sudah memiliki tanggungan hal itu akan menjadi beban yang besar bukan hanya secara finansial tetapi juga secara moral dan psikologis.

Jika kita berencana untuk berbisnis karena di rasa itu adalah passion kita, kita bisa memulainya setelah pulang bekerja. Sehingga riset bidang dan produk bisa di lakukan tetapi pemasukan untuk kebutuhan harian masih tetap aman. Ini menjadi pilihan yang cukup realistis, di banding kita mengambil resiko terlalu tinggi untuk resign dan berbisnis tanpa tahu secara jelas bisnis apa yang akan kita jalankan.

3. Network

Mau Resign Kerja Untuk Berbisnis

Banyak pekerja terutama freshgraduate yang baru saja bekerja memilih resign dari pekerjaan setelah beberapa bulan bekerja untuk berbisnis. Katanya bekerja di kantor bukanlah passion mereka.

Banyak juga para mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah dan memilih untuk langsung berbisnis. Padahal bisa jadi melanjutkan kuliah hingga lulus dan melanjutkan bekerja hingga waktu yang tepat untuk resign merupakan faktor yang lebih potensial dalam membuat bisnis kita meraih kesuksesan.

Kenapa demikian?

Karena, bisnis bukanlah hanyalah masalah passion, tapi juga persiapannya termasuk skill, work attitude, modal dan juga network atau relasi. Jika kita memiliki modal tanpa harus bekerja, berarti kita memang tidak perlu bekerja untuk mengumpulkan modal, tapi beda halnya dengan skill, work attitude dan networking. Anda bisa mendapatkan semua itu dari perkuliahan dan juga kantor tempat Anda bekerja dengan lebih potensial.

Dalam perkuliahan biasanya ada ikatan alumni. Apalagi jika kita kuliah di kampus ternama, relasi dalam satu grup biasanya cukup bonafid. Pekerja yang memiliki posisi strategis di perusahaan, menteri, pejabat ada dalam satu group dengan kita.

Bukankah ini sangat bagus untuk prospek pengembangan bisnis kita nantinya di bandingkan jika kita memutuskan berhenti kuliah. Saat kita memulai bisnis, relasinya sebatas teman SMA saja.

Begitupun jika kita berhenti bekerja dari perusahaan ketika belum terlalu lama dan punya relasi yang kuat dan luas dengan teman kantor ataupun partner bisnis perusahaan tempat kita bekerja.

4. Tabungan Sebelum Resign

Tabungan Sebelum Resign

Tabungan adalah hal yang tidak boleh di lewatkan jika kita hendak memilih untuk resign dan membangun sebuah bisnis. Sebaiknya jangan berani resign untuk memulai bisnis sebelum Anda memiliki tabungan yang cukup.

Bahkan beberapa entrepreneur sukses menyarankan, jika kita hendak resign dari pekerjaan untuk memulai bisnis dari nol maka minimal kita sudah pada tahap aman dalam keuangan. Tahap aman yang di maksud yakni penghasilan kita cukup minimal untuk kebutuhan sehari-hari walaupun tanpa bekerja.

Hal ini agar ketika berhenti dari pekerjaan maka otomatis penghasilan Anda yang berasal dari pekerjaan akan hilang. Atau apabila kita ingin resign untuk berbisnis, beberapa entrepreneur juga menyarankan berhentilah saat penghasilan dari bisnis yang telah kita jalankan sambil bekerja dua kali lipat lebih besar dari gaji kita di kantor.

Dengan begitu ketika kita resign, kita memiliki banyak waktu untuk mengembangkan bisnis di banding saat Anda masih bekerja. Artinya, kita memiliki kesempatan menaikan penghasilan dari omset bisnis 4x lipat dari gaji kita di perusahaan perusahaan. Tentu saja kita perlu perencanaan untuk langkah kongkrit bisnis untuk mencapai goal tersebut. Inilah yang menjadi salah satu syarat, sebelum Anda benar-benar resign.

5. Persiapan Merubah Life Style Terutama di Masa Awal Berbisnis

Cara-menabung-untuk-yang-terbuasa-boros

Ketika kita menjadi karyawan mungkin kita sering kali memilih untuk refreshing seperti makan di restoran, nongkrong di cafe bersama teman-teman dan lain sebagainya karena level stress yang meningkat. Tetapi ketika menjadi fulltime entrepreneur kebiasaan tersebut harus bisa Anda kendalikan jika tabungan Anda masih terbatas ketika memulai bisnis.

Masa-masa awal berbisnis apalagi jika Anda memulai bisnis dari nol biasanya menjadi masa tersulit, karena Anda harus membuat sebuah sistem. Tentu level stres akan meningkat, tetapi hal ini harus bisa atasi tanpa menghabiskan sebagian besar tabungan Anda. Oleh karena itu cobalah untuk mengenali diri agar lebih peka pada kondisi stress dan mencari alternatif cara yang efektif sekaligus minim biaya untuk mengelolanya.

6. Rencana Manajemen Waktu

Salah satu jebakan yang harus di hindari bagi Anda yang baru memulai bisnis secara fulltime adalah soal waktu. Apalagi jika sebelumnya terbiasa dan cukup tergantung pada jam kantor. Karena saat Anda menjadi fully entrepreneur, tidak ada lagi yang mengatur waktu Anda. Tidak ada yang memberikan petunjuk pengerjaan tugas kerja, semua nya di tergantung Anda sendiri.

Bagi para pengusaha muda yang baru saja memulai bisnis, fleksibitas waktu adalah hal yang cukup menantang. Godaan untuk bersantai, nongkrong bersama teman-teman dan hal-hal lain yang mengurangi produktifitas akan Anda temui setiap hari.

Tidak ada yang melarang dan tidak akan ada yang menegur. Oleh karena itu sebaiknya mulai dari sekarang Anda belajar tegas dalam mengatur waktu Anda sendiri dan merencanakan schedule planning untuk menjadi full entrepreneur nanti.

7. Mengatur Cara Berbisnis Agar Tidak Mengganggu Pekerjaan di Kantor

Mengatur Cara Berbisnis Agar Tidak Mengganggu Pekerjaan di Kantor

Seperti yang telah di bahas sebelumnya, berdasarkan saran beberapa entrepreneur kita bisa memulai bisnis sambil bekerja untuk menghindari resiko yang terlalu besar. Ingat bahwa menghindari resiko yang terlalu besar juga penting jika resiko kegagalan terlalu tinggi. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan cara agar bisnis kita tetap berjalan tanpa mengganggu jam kerja kita di kantor.

Saat ini teknologi digital bisa di gunakan membantu mengembangkan bisnis. Kita bisa menggunakan digital advertising dan membuat website untuk bisnis. Dengan begitu kita bisa mengerjakan bisnis setelah jam kantor berakhir di rumah. Kita bisa mengecek orderan yang masuk dan memprosesnya.

Baru setelah Anda merasa orderan sudah terlalu banyak dan tidak bisa Anda handle lagi, carilah orang bisa yang menggantikan kita. Tetapi itu artinya kita harus memotong pemasukan untuk gaji karyawan dan harus mengutamakan hal tersebut, oleh karena itu kita harus mencari cara untuk menaikan omset.

Nah, apakah dari 7 tips di atas ada hal yang sudah Anda lakukan sebelum terjun menjadi fulltime entrepreneur? Semoga persiapan Anda semakin matang dan bisa mencapai impian menjadi pebisnis sukses!

Bagikan ;