Review ADA (Cardano), Mata Uang Kripto Pesaing Bitcoin dan Ethereum

Bisa dibilang sejak awal tahun 2021 ini, minat masyarakat Indonesia atas cryptocurrency alias mata uang kripto semakin meningkat. Tentunya hal ini dipicu harga-harga aset kripto yang terus melambung seperti Bitcoin (BTC) atau Ether (ETH). Namun kali ini, kami akan membahas review ADA coin, salah satu cryptocurrency yang diprediksi bakal ikut populer.

Hanya saja pembahasan mengenai review ADA kali ini, tentu akan dipenuhi pula oleh pertanyaan, apakah sudah boleh diperdagangkan di Indonesia?

Seperti yang Anda tahu, keberadaan cryptocurrency di Tanah Air memang masih menuai pro-kontra. Tidak seperti uang fiat yang sudah menjadi alat pembayaran sah selayaknya Rupiah, mata uang kripto masih dilarang jadi alat pembayaran di Indonesia yang membuat banyak orang ragu-ragu untuk melakukan investasi.

Namun tenang saja, Kemendag melalui Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sudah mengeluarkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 7 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangan di Pasar Fisik Aset Kripto. Dimana aturan itu sendiri sudah terbit dan berlaku sejak 17 Desember 2020.

Menurut Sidharta Utama selaku Kepala Bappebti seperti dilansir Merdeka, Perba itu memberikan izin kegiatan perdagangan cryptocurrency di Tanah Air sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang melakukan transaksi fisik aset kripto. Lewat beleid itu pula, Bappebti menetapkan 229 jenis aset kripto yang diakui dan bisa diperjual belikan di Tanah Air.

Bersama dengan Bitcoin, Ethereum, Lightcoin, Litecoin dan Dogecoin, ADA coin yang dimiliki oleh platform Cardano kini resmi memperoleh izin dari Bappebti. Sehingga Anda bisa memperdagangkan ADA coin di Tanah Air yang membuat pembahasan review ADA berikut ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Baca juga: Review Ethereum dan Prediksi Harga Lima Tahun ke Depan

Berkenalan dengan ADA Coin dari Cardano

ilustrasi ADA coin
© FX Finances

Hal pertama sekaligus paling penting dalam review ADA kali ini adalah mengenalnya terlebih dulu. Jika Anda membandingkannya dengan Bitcoin atau Ethereum, ADA pada dasarnya jauh lebih mirip dengan Ethereum.

Seperti yang Anda tahu, Bitcoin adalah mata uang kripto itu sendiri. Sementara jika Ethereum, Ethereum adalah platform blockchain sedangkan tokennya adalah Ether. Hal sama terjadi dengan ADA coin yang merupakan token alias mata uang, sedangkan platform blockchain-nya adalah Cardano. Proyek Cardano sudah dimulai sejak tahun 2015.

Sama seperti Ethereum, Cardano juga platform blockchain yang mengembangkan aplikasi terdesentralisasi dan smart contract (kontrak pintar). Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa Cardano punya konsep seperti Ethereum? Ternyata semua itu disebabkan oleh perusahaan di balik pengembangan platform Cardano yakni IOHK (Input Output Hong Kong).

Dimana IOHK sendiri merupakan perusahaan yang dikelola oleh Charles Hoskinson, co-founder BitShares dan Ethereum. Sebagai pegiat matematika sekaligus entrepreneur, keberadaan Hoskinson di belakang Ethereum dan Cardano ini jelas membuat kedua token kripto itu dipertimbangkan oleh para investor cryptocurrency dunia.

Hoskinson sendiri mengusung konsep sebuah jaringan blockchain yang berjalan lebih baik daripada jaringan lainnya, termasuk Etherum, saat mengembangkan Cardano. Hal inilah yang membuat platform Cardano disebut-sebut mampu memproses lebih banyak transaksi kripto dengan biaya yang tentunya lebih murah dan proses makin cepat.

Daripada meniru jaringan blockchain sebelumnya, IOHK memang membuat blockchain baru lewat Cardano. Melalui Cardano inilah, ADA coin yang merupakan mata uangnya bisa ditransaksikan. Bagi Anda yang sudah lama terlibat dalam cryptocurrency, tentu akan menemukan kesamaan ADA Coin dengan XRP yang berjalan di jaringan blockchain Ripple.

Tidak seperti mata uang kripto lainnya yang langsung promosi setelah konsepnya dikenalkan ke pasar, Cardano butuh waktu cukup lama sampai akhirnya mulai memperdagangkan ADA coin. Setidaknya IOHK butuh waktu lebih dari dua tahun sebelum akhirnya Cardano bisa diakses publik. Bahkan IOHK melakukan ICO (Initial Coin Offering) untuk Cardano ini.

Sama seperti IPO (Initial Public Offering) yang dilakukan perusahaan-perusahaan dalam melepaskan sahamnya untuk memperoleh dana, hal itulah yang dijalankan IOHK pada tahun 2018 lewat ICO. Tak main-main, IOHK berhasil memperoleh $63 juta dolar selama ICO dan kapitalisasi pasarnya membengkak jadi $33 miliar.

Mulai Investasi Crypto di Exchange teregulasi BAPPEBTI TokoCrypto

Hingga saat ini, ADA coin pun masih terus memasuki tahap pengembangan. Dengan perjalanannya yang masih lama, tak heran kalau dalam berbagai review ADA dan Cardano selalu memprediksi kalau cryptocurrency yang satu ini bisa memiliki nilai tukar fantastis ke depannya.

Review ADA: Membahas Sejarah Investasinya

ilustrasi ADA coin
© Journal Du Coin

Setelah cukup berkenalan dengan ADA coin dan platformnya Cardano, tak lengkap rasanya jika review ADA kali ini tak membahas mengenai rekam jejak investasi token satu ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ADA coin tidak langsung diluncurkan oleh IOHK. Tepatnya pada Oktober 2017, platform Cardano baru meluncur untuk kali pertama di kegiatan trading.

Baca juga: Sukuk Ritel, Investasi Syariah Modal Ringan yang Dijamin Negara

Adalah Bittrex yang merupakan exchange cryptocurrency pertama memperdagangkan ADA coin. Hanya dalam waktu sebulan, ADA coin langsung menarik perhatian investor atau trader aset kripto dan sudah listing di berbagai exchange lainnya. Waktu itu nilai tukar ADA coin masihlah $0,021 (sekitar Rp297) saat dirilis untuk kali pertama.

Hanya dalam waktu beberapa bulan saja, ADA langsung melambung dan mencapai ATH (All Time High) alias level tertinggi yakni $1,22 (sekitar Rp17 ribu) pada awal Januari 2018. Pencapaian ini jelas membuat ADA coin langsung jadi pusat perhatian karena hanya butuh waktu tiga bulan lamanya untuk meraup untung sebesar 6.000%!

Tak hanya nilai tukarnya saja yang begitu melambung, kapitalisasi pasar Cardano pun menggila mulai dari $560 ribuan menjadi $31 miliar! Namun nilai tukar ADA coin ini tampaknya tidak berlangsung lama. Tak berbeda jauh dengan cryptocurrency lain, harga ADA coin pun langsung ambles di kuarter pertama 2018.

Berbeda dengan Bitcoin atau Ether yang mampu menunjukkan nasib baik di tahun 2019, ADA coin justru tidak sanggup menembus nilai tukar satu dolar per keping pada 2019. Bahkan ketika pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu, klaim teknologi yang lebih baik dari Cardano juga tak mampu membuat ADA coin beranjak ke nilai satu dolar.

Denyut ADA coin baru mulai terasa kembali di tahun 2021 ini. Sama seperti mata uang kripto lain yang melambung gila-gilaan di tahun ini seperti Bitcoin yang hingga menembus Rp800 juta per keping, ADA coin sepertinya juga ingin ikut bangkit. Kendati butuh lama, ADA coin akhirnya bisa mencapai level $1,09 per keping pada 21 Februari 2021.

Seolah ingin mengulangi lagi pencapaian mereka di tahun 2018, ADA coin tidak beranjak dari satu dolar hingga saat ini. Cardano akhirnya membuat ADA coin mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 16 Mei 2021 kemarin. Dimana dalam perayaan Idul Fitri tersebut, ADA coin berhasil mencapai nilai tukar $2,25 (sekitar Rp32 ribu) seperti dilansir Coindesk.

Lagi-lagi karena cryptocurrency punya peluang naik-turun dengan sangat cepat, ADA coin harus rela melemah ke level $1,31 (sekitar Rp18.700) pada 24 Mei 2021.

Hanya saja Anda tak perlu cemas berlebih, karena sejak bulan Juni kali ini, ADA coin masih mampu stabil di atas level $1,5 per keping. Setidaknya pada hari Rabu (9/6) pagi, ADA coin dilaporkan melemah 2,75% dari posisi sebelumnya dan bertahan di nilai $1,53 (sekitar Rp21.800).

Dibandingkan saat pertama kali dikenalkan, kini kapitalisasi pasar Cardano menyentuh $49,08 miliar. Meskipun memang jika dibandingkan dengan Bitcoin bahkan Ethereum nilai Cardano belum sebesar itu, tetapi banyak orang memprediksi dalam berbagai review ADA coin kalau cryptocurrency yang satu ini akan mengikuti jejak dua mata uang kripto populer tersebut.

Seperti Apa Sih Cara Kerja Cardano?

ilustrasi ADA coin
© smartbettingguide

Agar bisa memantapkan diri untuk berinvestasi pada platform Cardano, kami akan turut membahas seperti apa sih cara kerja token yang baru berusia enam tahun itu di review ADA coin kali ini.

Cara kerja platform Cardano sendiri berkaitan dengan fungsinya yang dibagi dalam dua lapisan berbeda, yakni:

1. Settlement Layer

Lapisan pertama dalam platform blockchain Cardano adalah settlement layar alias lapis penyelesaian. Jika Anda tidak tahu, settlement sendiri adalah fitur untuk mengunci jumlah transaksi terakhir sebelum akhirnya uang akan ditransfer ke penerima. Dalam sektor finansial, setiap transaksi tak akan bisa diproses kalau tahapan settlement ini dilewati.

Untuk lapisan settlement di Cardano berfungsi melakukan transaksi operasional sehingga pengguna dapat mengirim dan menerima ADA coin dari dompetke dompet. Proses transaksi di Cardano ini mirip seperti yang terjadi di platform Ethereum saat Anda mentransfer atau menerima Ether. Dari informasi terakhir, Cardano sudah menyelesaikan settlement layer dan bisa dipakai.

Baca juga: 6 Investasi Terbaik Untuk Perempuan Single Parent Agar Mandiri Finansial

2. Computation Layer

Berbeda dengan settlement layer yang sudah selesai dibangun dan sepenuhnya telah beroperasi, computation layer alias lapisan komputasi justru masih dikembangkan per Januari 2021. Seperti yang sudah disebutkan, hingga saat ini IOHK memang masih terus memperluas proyek Cardano sehingga terus melakukan update demi pengalaman teknologi terbaik saat menggunakan ADA coin.

Nanti ketika computation layer ini sudah sepenuhnya sempurna, pengguna Cardano akan bisa masuk ke dalam kontrak pintar yang membuat pengalaman transaksi cryptocurrency lebih nyaman.

Ethereum sendiri sudah terlebih dulu menerapkan kontrak pintar sehingga membuat nilai tukar Ether terus membaik dan meraih kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Bitcoin.

Keberadaan dua lapisan inilah yang membuat platform Cardano berbeda dengan jaringan blockchain pada cryptocurrency lainnya, termasuk Bitcoin sekalipun.

Pada dasarnya, mata uang kripto cuma berjalan di satu lapisan. Sehingga dengan adanya dua layer yang terpisah, pengguna Cardano jelas memperoleh banyak keunggulan.

Apakah ini artinya Cardano tidak berbeda jauh dengan Ethereum?

Tentu saja memiliki perbedaan.

Terutama jika melihat bagaimana kinerja lapisan komputasi milik Cardano yang disebut lebih mudah beradaptasi daripada Ethereum. Dalam Cardano, lapisan komputasi memungkinkan adanya perubahan kecil yang bisa dilakukan oleh pengguna akhir. Contohnya Anda mengirimkan ADA coin dari Indonesia ke Kanada, tentu harus disesuaikan dengan aturan cryptocurrency yang berlaku.

Cardano bisa dengan mudah melakukan perubahan terhadap bagaimana data disimpan dan diakses tergantung aturan negara bersangkutan yang berlaku. Namun tak perlu cemas karena Cardano tetap memastikan keamanan data pribadi pengguna. Kemampuan lapisan komputasi Cardano inilah yang disebut-sebut tak bisa dilakukan oleh blockchain konvensional.

Proses Verifikasi Transaksi di Cardano Lebih Efektif

Sementara itu untuk proses verifikasi transaksi ADA coin, Cardano menggunakan konsep yang sedikit berbeda dari apa yang terjadi pada Bitcoin maupun Ethereum. Meskipun begitu, platform Cardano masihlah terdesentralisasi dengan tidak adanya otoritas tunggal yang memegang kendali karena semua dijalankan oleh penambang (miner).

Dalam Bitcoin, proses verifikasi transaksi memakai konsep proof-of-work untuk ’menjebol’ serangkaian persamaan matematika yang cuma bisa diselesaikan oleh pemrograman komputer super canggih. Miner pertama yang berhasil menyelesaikannya akan memperoleh Bitcoin. Hanya saja semakin rumit problem matematika yang harus dipecahkan oleh komputer, daya listrik yang dibutuhkan jelas makin besar.

Tak main-main, dilaporkan bahwa para miner proof-of-work Bitcoin sampai menggunakan daya listrik lebih besar daripada seluruh Irlandia di bulan Desember 2017 lalu. Ingin menghilangkan tidak efisiensinya penggunaan daya Bitcoin, Cardano mengusung konsep ala simbol kuno ouroboros. Simbol bangsa Yunani ini memperlihatkan ular/naga yang memakan ekornya sendiri.

Untuk bisa mewujudkan ouroboros, seluruh konfirmasi transaksi yang melibatkan ADA coin akhirnya memakai mekanisme proof-of-stake. Seperti apa itu? Simak ulasan singkatnya:

  • Ada pihak yang membantu proses validasi atau konfirmasi untuk seluruh transaksi ADA coin di Cardano yang disebut sebagai validator
  • Jika pihak tersebut menjadi validator, maka harus bersedia membekukan beberapa ADA coin yang mereka miliki. Proses pembekuan ADA coin milik validator ini disebut stake
  • Seperti namanya, validator harus membantu konfirmasi transaksi yang terjadi di platform Cardano. Nantinya setelah transaksi sudah sukses diverifikasi, validator akan menerima hadiah berupa ADA coin
  • Jumlah ADA coin yang diperoleh validator berdasarkan besar kecilnya ’taruhan’ yang mereka punya. Tentunya semakin tinggi ’taruhan’ yang dimiliki, peluang memperoleh ADA coin sebagai hadiah juga ikut meningkat

Dengan menggunakan konsep validasi transaksi lewat proof-of-stake, Cardano mengklaim penggunaan daya listrik yang jauh lebih hemat dan rendah dibandingkan model proof-of-work milik Bitcoin. Sehingga imbasnya, biaya transaksi ADA coin sudah pasti lebih ringan daripada Bitcoin.

Lantas bagaimana untuk bisa menjadi validator?

IOHK sebagai pengembang Cardano menyebutkan bahwa mereka benar-benar acak dalam memilih validator. Hal inilah yang membuat protokol ouroboros dibangun di sepanjang proof-of-stake sehingga semua orang berpeluang besar untuk menjadi validator dan memperoleh hadiah ADA coin.

Baca juga: Apa Benar Investasi Minimal Trading Bitcoin Cukup Rp5 Ribu Saja?

Keunggulan Cardano yang Bisa Dipertimbangkan

ilustrasi ADA coin
© tronnews.news

Melihat bagaimana proses validasi transaksi dan imbasnya pada lingkungan, banyak yang menilai dalam berbagai review ADA coin bahwa Cardano bisa jadi pilihan investasi blockchain ke depannya.

Namun tentu kalau Anda seorang investor, tentu akan terus penasaran apakah ADA coin benar-benar menarik padahal nilai tukarnya masih jauh di bawah Bitcoin?

Menanggapi hal ini, ada banyak sekali pakar cryptocurrency yang belum bisa tegas menyebutkan jika ADA coin bisa jadi aset kripto menjanjikan di masa depan.

Melihat bagaimana sifat alami cryptocurrency, Anda hanya bisa menetapkan keputusan pada kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Namun tenang saja, ada beberapa pertimbangan yang bisa Anda pelajari.

Nah, supaya review ADA kali ini menjadi sangat menarik, berikut beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Cardano supaya Anda bisa menentukan keputusan dengan bijaksana. Apa saja? Berikut ulasannya:

1. Sekelompok Tim Pengembang Cardano

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Cardano sudah berjalan sejak tahun 2015 meskipun akhirnya butuh dua tahun lamanya untuk dikembangkan lagi. Barulah pada 2017, IOHK resmi memperdagangkan ADA coin di pasaran dan membuat platform Cardano digunakan oleh banyak investor kripto di seluruh dunia.

Dalam mengembangkan Cardano, IOHK menggaet sekelompok ahli mulai dari developer handal sampai ilmuwan-insinyur terbaik dari seluruh dunia. Hasilnya, ADA coin menjadi satu-satunya cryptocurrency di dunia ini yang mengusung konsep peer-review. Setidaknya tiga organisasi utama penggerak ADA coin adalah Cardano Foundation, IOHK dan Emurgo – BitDegree.

2. Teknologi yang Diusung

Dari penjelasan cara kerja hingga verifikasi transaksi ADA coin, Anda tentu sepakat kalau Cardano punya teknologi yang lebih baik. Berbeda dengan Bitcoin atau Litecoin yang cuma sekadar mata uang kripto, Cardano membangun sendiri aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar dalam platform blockchain yang tentunya lebih inovatif.

Bahkan jika dibandingkan dengan Ether yang sama-sama punya platform sendiri yakni Ethereum, teknologi Cardano jelas lebih canggih. Dimana platform ini bisa menyelesaikan masalah skalabilitas yang dialami Ethereum. Sekadar informasi, skalabilitas adalah jumlah transaksi yang bisa diproses blockchain dalam waktu tertentu dengan standar  ’transaksi per detik’.

Bitcoin dan Ether yang merupakan aset-aset kripto ’generasi tua’ kebanyakan sangat bermasalah dalam hal skalabilitas ini.

Bitcoin misalnya, cuma bisa memproses tujuh transaksi per detik sementara Ethereum maksimal 15 kali per detik. Bitcoin bahkan menyimpan seluruh bukti transaksi dalam server publik yang membuat kapasitasnya makin lama makin penuh, karena setiap miner di jaringan Bitcoin harus menyimpan salinan untuk setiap transaksi.

Sedangkan Cardano, jaringan blockchain yang dibangun sudah memisahkan data para pengguna. Dimana hanya pihak yang terlibat transaksi harus menyimpan salinan. Barulah kemudian validator membantu konfirmasi perpindahan data. Sehingga data yang tersimpan cuma saat transaksi, bukan keseluruhan blockchain.

Pada akhir 2017, serangkaian tes yang dilakukan Cardano membuktikan kalau jaringan blockchain yang mereka bangun bisa menyelesaikan 257 transaksi per detik!

Jumlah yang jauh lebih besar daripada Bitcoin dan Ethereum sekalipun. Apa yang bisa membuat Cardano demikian? Metode sharding yang mampu meningkatkan skalabilitas ketika pengguna jaringan Cardano bertambah.

3. Jaminan Keamanan Cardano

Agar review ADA coin kali ini makin meyakinkan Anda, tentu pembahasan soal kemampuan keamanan yang ditawarkan Cardano sangat layak dibahas.

Tak perlu cemas, Cardano adalah jaringan blockchain pertama yang dibuat dengan serangkaian bahasa pemrograman Haskell. Sekadar informasi, Haskell merupakan programming language yang kompleks dan canggih.

Belum lagi karena konsep validasi transaksi berupa proof-of-stake, menjadikan jaringan blockchain Cardano sebagai salah satu cryptocurrency paling aman saat ini. Seperti ouroboros itu sendiri, Cardano bisa meraih tingkat keamanan dan skalabilitas dalam waktu yang sama.

4. Kemampuan Wallet Cardano

Keunggulan terakhir dalam ulasan review ADA kali ini adalah perihal dompet alias wallet. Untuk menyimpan ADA coin, Cardano menyediakan wallet bernama Daedalus. Meskipun belum sempurna, Cardano hingga saat ini masih terus mengembangkan kemampuan Daedalus untuk menjadi wallet yang bisa mengatur berbagai akun sehingga transaksi makin mudah dikontrol.

Pengembangkan untuk Daedalus dilakukan mulai dari perbaikan desain sampai integrasi API (Application Integration Interface) alias Antarmuka Pemrograman Aplikasi dengan pihak ketiga, sehingga jadi lebih sederhana. Tak main-main, rencana pengembangan Daedalus ini menjadi salah satu misi penting Cardano dalam roadmap perusahaan ke depannya.

Tentu dengan berbagai keunggulan, banyak review ADA coin yang menilai kalau aset kripto satu ini memang wajib dibeli. Tetapi Anda sebagai calon investor harus paham bahwa potensi rugi besar selalu ada dalam aset kripto.

Dengan peredaran resmi ADA coin yang baru menyentuh empat tahun, pola investasinya jelas belum dapat dibaca maksimal karena data yang terbatas. Hal ini menjadikan investasi Cardano cukup berisiko.

Namun pengembangan yang terus dilakukan jelas tak bisa diacuhkan. Apalagi ADA coin kini menempati posisi ketujuh dalam hal kapitalisasi pasar kripto (per Mei 2021).

Baca juga: 10 Broker Crypto Terbaik Indonesia dan Luar Negeri

Prediksi Harga ADA Coin ke Depannya

ilustrasi ADA coin
© Storyblocks

Melihat ulasan review ADA coin di atas, tak berlebihan kalau Cardano disebut sebagai proyek open source. Dimana nantinya pengguna akan memperoleh infrastruktur yang inklusif, adil dan tentunya tangguh. Cardano memang cukup percaya diri untuk menjadi masa depan sektor keuangan dan sosial dalam skala global.

Hal ini sesuai dengan tujuan besar Cardano yakni memberikan layanan keuangan yang handal serta aman, untuk seluruh masyarakat dunia. Kini dengan market cap US$47 miliar, tersisa 31 miliar ADA coin dari jumlah total 45 miliar yang dilepaskan oleh Cardano. Anda masih punya peluang untuk berinvestasi pada ADA coin sambil melihat perkembangan harganya.

Mulai Investasi Crypto di Exchange teregulasi BAPPEBTI TokoCrypto

Tercatat sejauh ini harga tertinggi ADA coin ada di level US$1,56 pada tahun 2021, sedangkan level terendahnya sudah terjadi di tahun 2017 pada level US$0,01735. Sejak pertama kali dipekenalkan ke masyarakat umum empat tahun lalu, kenaikan harga ADA coin sudah menembus 8423% yang tentunya sangatlah fantastis.

Ke depannya dengan mempertimbangkan inovasi yang bakal dilakukan Cardano, ADA coin disebut-sebut bakal menembus US$5-6 di tahun 2026. Untuk tahun 2021 sendiri, ada banyak pihak yang sudah melakukan prediksi untuk nilai tukar ADA coin berdasarkan berbagai aspek fundamental termasuk analisis teknikal yang melihat tren harga sebelumnya dan tren volume trading.

Menurut Wallet Investor selaku salah satu website yang rajin membahas analisis teknikal jangka pendek dan panjang terhadap cryptocurrency, kemungkinan harga ADA coin di tahun 2021 bisa menyentuh $0,029 (sekitar Rp410). Jika memang terjadi, artinya kerugian investasi ADA coin jelas bisa bikin investor menangis semalaman.

Berbeda dengan Wallet Investor, prediksi lain juga diungkapkan oleh Smartereum berdasarkan faktor teknologi, tren pasar dan tim. Dimana untuk tahun 2021, Smartereum menyebut harga ADA coin bisa mencapai level $2,5 (sekitar Rp35 ribu). Hal lain juga diungkapkan oleh Pedro Bernardo selaku penulis Oracle Times.

Menurut Bernardo, harga ADA coin yang dia miliki bisa saja menjadi $1,5 (sekitar Rp21 ribu) di tahun 2021 ini. Prediksi Smartereum dan Bernardo ini bisa saja terwujud mengingat per hari Kamis (10/6) pagi, ADA coin masih bertahan di level $1,62 (sekitar Rp23 ribu). Apalagi dengan rencana bakal dibangunnya mesin ATM ADA coin di Jepang, membuat minat akan Cardano meningkat.

Tunggu, kenapa harus Jepang?

Karena Negeri Matahari Terbit itu digadang-gadang bisa menjadi salah satu pemimpin penggunaan cryptocurrency di dunia. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa 84% dari total penduduk Jepang pernah mendengar Bitcoin.

Nah itu jika prediksi di tahun 2021, bagaimana dengan gambaran tahun-tahun mendatang apalagi masih pandemi Covid-19? Untuk memberikan jawaban yang relevan, BitDegree pun melansir prediksi berbagai website soal kinerja ADA coin, seperti salah satunya adalah The Economy Forest Agency. Menurut mereka, harga ADA coin di bulan Desember 2021 bisa menyentuh $1,89 berdasarkan sejumlah data analisis teknikal.

Sementara dari Smartereum, ADA coin bisa saja menyentuh $10 dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Meskipun bisa saja berbagai prediksi itu meleset entah lebih rendah atau lebih tinggi, Anda tentu bisa melakukan pertimbangan dengan baik dalam review ADA yang kami ulas ini. Ketahuilah, Cardano siap membangun pemerintahan demokratis agar proyek mereka berkembang.

Kini dengan tahun 2021 yang disebut sebagai awal kebangkitan cryptocurrency, tidak ada salahnya kalau memang berinvestasi pada Bitcoin, Ether, Litecoin dan tentunya ADA coin ini. Dengan akses perdagangan kripto di Tanah Air sudah resmi dan makin mudah, Anda bisa mulai mempertimbangkan cryptocurrency sebagai diversifikasi investasi.

Pandangan MUI Terhadap Cryptocurrency

mata uang kripto
© investorplace

Membahas perihal perdagangan aset kripto di Indonesia tentuk masih banyak menuai pro-kontra. Apalagi kalau Anda adalah investor Muslim yang begitu memegang syariat agama Islam, tentu masih galau apakah MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai otoritas Islam tertinggi di Tanah Air, memberikan izin untuk investasi aset kripto atau tidak.

Menanggapi hal ini, KH Cholil Nafis selaku Ketua Bidang Pengurus MUI memiliki 11 catatan terkait Bitcoin dan tentunya mata uang kripto secara keseluruhan, seperti dilansir CNBC Indonesia. Cholil dengan tegas bahwa investasi kripto dekat dengan gharar (spekulasi) yang bisa bikin rugi karena tak memiliki aset pendukung (underlying asset).

Lantaran harga yang tak bisa dikontrol dan keberadaannya yang tak bisa terlihat jelas, spekulasi dalam cryptocurrency justru makin tinggi. Hal ini yang membuat investasi aset kripto bisa saja menjadi haram. Hanya saja yang menarik, Cholil menyebut jika Bitcoin memiliki hukum mubah (diperbolehkan) sebagai alat tukar asalkan kedua pihak berkenan dan mengakuinya.

Baca juga: 8 Kesalahan Investasi Mata Uang Kripto yang Sering Dilakukan Pemula

Supaya Anda makin jelas, berikut adalah beberapa poin MUI mengenai cryptocurrency yang tentunya bisa jadi pertimbangan investor Muslim:

  • Mata uang kripto adalah mata uang digital yang tidak memperoleh regulasi dari pemerintah, sehingga tidak termasuk mata uang resmi
  • Sebagian ulama menyebutkan kalau cryptocurrency seperti Bitcoin sama dengan uang karena bisa jadi alat tukar yang diterima oleh masyarakat umum, standar nilai dan alat saving. Hanya saja ulama-ulama lain menolak pengakuan masyarakat ini karena masih banyak negara yang menolak keberadaan cryptocurrency
  • MUI tetap berpegangan pada Buhuts fi al-Iqtishad al-Islami 1996 yang menjelaskan bahwa uang adalah segala sesuatu yang menjadi media pertukaran dan diterima secara umum, apapun bentuk dan dalam kondisi seperti apapun
  • Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI menyebutkan bahwa transaksi jual beli mata uang diperbolehkan asalkan sesuai ketentuan yakni tidak untuk spekulasi dan ada kebutuhan. Apabila transaksi dilakukan pada mata uang sejenis haruslah punya nilai yang sama dan tunai (attaqabudh). Sementara jika berlainan jenis, harus sesuai dengan kurs yang berlaku saat transaksi dan tunai
  • Untuk mata uang kripto seperti Bitcoin sebagai alat tukar, hukumnya boleh asalkan memenuhi syarat seperti ada serah terima (taqabudh) serta mempunyai kuantitas dan jenis yang sama. Jika berbeda jenis, syarat taqabudh harus secara haqiqi atau hukmi (hukum ada uang dan ada cryptocurrency yang diserahterimakan)
  • Bagi mereka yang berkenan menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin sebagai alat tukar maka hukumnya mubah. Tapi sekali lagi sebagai investasi, hukumnya haram karena hanya jadi alat spekulasi alias alat permainan untung rugi bukannya bisnis yang menghasilkan

Sebelum poin-poin cryptocurrency ini dirilis oleh DSN-MUI, lembaga Fatwa Darul Ifta Al-Alzhar di Mesir sudah mengungkapkan pandangan mereka terhadap Bitcoin. Dimana Al-Azhar berpendapat bahwa Bitcoin berstatus haram secara syariat karena adanya unsur gharar. Tentu jika seperti ini, semua tanggung jawab diserahkan pada pelaku masing-masing.

Kesimpulan

Melihat bagaimana ulasan review ADA coin sekaligus Cardano di atas, tak ada salahnya memilih mata uang kripto yang satu ini sebagai alat investasi. Apalagi melihat bagaimana prediksi harga ADA coin ke depannya, tentu akan cukup menjanjikan. Meskipun begitu, Anda juga tak bisa mengacuhkan beberapa kekurangan dan potensi kerugian yang bakal dibebankan pada aset kripto.

Tak ada salahnya bagi Anda untuk mulai mempelajari seluk beluk investasi kripto, sebagai pertimbangan diversifikasi finansial ke depannya. Anda harus tahu bahwa cryptocurrency punya fluktuasi harga yang sangat cepat, sehingga harus cukup bijaksana untuk mengalokasikan dana. Termasuk dengan padangan MUI terhadap investasi kripto ini.

Namun jika Anda mempelajari review ADA di atas dengan seksama, tentu bisa meminimalisir kerugian yang ada dan tetap nyaman melakukan investasi kripto. Jadi, kapan mau mulai jual-beli mata uang kripto?

Tinggalkan komentar