Review Binance Coin (BNB): Pesaing Bitcoin dari Bursa Kripto Terbesar

Kalau membahas soal cryptocurrency alias mata uang kripto, mungkin begitu lekat dengan Bitcoin (BTC), Ether (ETH) dari Ethereum, ADA coin milik Cardano, hingga Litecoin (LTC) dan Dogecoin (DOGE). Namun ada aset kripto yang kini menarik perhatian yakni Binance Coin (BNB). Supaya kenal, kami akan mengulasnya lengkap dalam review Binance Coin (BNB) berikut ini.

Satu hal utama yang membuat ulasan review Binance Coin (BNB) ini hadir adalah karena mata uang kripto yang satu ini semakin kokoh menjadi pesaing utama Bitcoin. Yap, hingga saat ini memang belum ada yang bisa mengalahkan atau bahkan bersaing dengan nilai tukar Bitcoin yang begitu menggila. Bahkan saat Bitcoin menembus harga Rp900 juta per ’keping’ bulan April 2021, tak ada yang bisa mengikuti jejaknya.

Aset-aset kripto lainnya memang berada di level yang masih di bawah Bitcoin hingga saat ini. Namun ini bukan berarti mata uang kripto yang diluncurkan pada tahun 2009 itu sama sekali tak bisa tersentuh. Terbaru ada BNB yang disebut-sebut punya perkembangan yang menakjubkan hingga akhirnya mulai mendekat pencapaian fluktuasi jangka pendek yang dilakukan Bitcoin.

Bloomberg melaporkan pada pertengahan April 2021 kemarin, bahwa BNB sudah tercatat punya kapitalisasi pasar mencapai US$35 miliar. Pencapaian kapitalisasi pasar ini menjadikan BNB sebagai koin digital paling berharga di posisi ketiga, setelah Bitcoin dan Ethereum yang masing-masing punya kapitalisasi pasar US$1,1 triliun dan US$252 miliar.

Baca juga: Review Bitcoin, Calon Mata Uang dan Aset Investasi Masa Depan

Lantas kalau begitu, berapa harga BNB coin hari ini? Seperti dilansir CoinMarket Cap, nilai tukar BNB pada Selasa (15/6) pagi mencapai $367,73 (sekitar Rp5,2 juta) untuk setiap ’kepingnya’. Sementara itu dalam 24 jam terakhir, posisi terendah BNB adalah $238,75 (sekitar Rp3,3 juta) dan posisi tertingginya $377,02 (sekitar Rp5,3 juta), bukan pencapaian yang buruk, bukan?

Nah, supaya makin kenal dengan BNB? Berikut ini kami akan bahas lengkap segalanya dalam ulasan review Binance Coin (BNB). Sehingga bagi Anda yang merupakan calon investor atau trader kripto pemula, bisa melakukan pertimbangan apakah mata uang kripto yang satu ini layak untuk dipilih atau tidak berdasarkan keuntungannya.

Sejarah BNB Coin Sebagai Cryptocurrency

sejarah Binane coin
© myforexnews

Saat bicara mengenai sejarah BNB coin, tentu tak akan bisa dilepaskan dari Binance. Bagi Anda yang sudah menggeluti bisnis investasi atau trading cryptocurrency, tentu nama Binance tidak asing. Sekadar informasi, Binance adalah salah satu exchange aset kripto terbesar di dunia dengan volume perdagangan hampir $1 miliar setiap harinya!

Dengan jumlah pengguna yang sangat besar inilah, Binance pun berencana mempermudah proses transaksi perdagangan lewat uang digital mereka sendiri. Binance akhirnya merilis BNB pada 14 Juli 2017. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Binance coin adalah alat pembayaran yang dipakai di exchange Binance dan bisa dibuat untuk berbagai transaksi digital.

Adalah Changpeng Zhao, eksekutif bisnis berdarah Tionghoa-Kanada yang menjadi orang penting dalam kehadiran BNB. Jika Anda tak tahu, pria berusia 44 tahun ini adalah pendiri dan CEO Binance. Sebagai salah satu dari sembilan orang kaya baru di dunia yang masuk daftar Forbes, kecerdasan Zhao melihat peluang aset kripto membuat kekayaannya kini menembus US$1,9 miliar (sekitar Rp27 triliun).

Berbeda dengan kebanyakan orang-orang kaya di dunia yang harus menemuh jalan terjal dan perjuangan tiada henti demi mencapai posisinya, Zhao sangatlah beruntung. Zhao yang lama tinggal di Kanada ini kabarnya mulai tertarik terjun ke bisnis kripto hanya karena iseng belaka. Saat Binance didirikan pada tahun 2017, Zhao hanya butuh waktu tujuh bulan untuk jadi exchange kripto terbesar di dunia.

Tak main-main, Binance disebut mampu melayani sekitar 1,4 juta transaksi dan enam juta pengguna setiap detiknya! Saat diwawancarai Forbes pada Februari 2018, Zhao dengan begitu percaya diri berkata bahwa tak ada pertukaran terdesentralisasi yang bisa menangani volume perdagangan sebesar yang dijalankan Binance untuk saat ini. Hal inilah yang membuat review Binance coin (BNB) sangat menarik perhatian.

BNB coin dengan exchange Binance yang sudah sangat dipercaya di belakangnya, bisa saja tumbuh semakin besar dan mendekati nilai tukar para pesaing uang digital lainnya. Cukup menarik bahwa meskipun kini pundi-pundi kekayaannya begitu melambung, Zhao atau yang kerap disapa CZ ini bukanlah orang tajir dengan gaya hidup mewah.

Kendati hidup sebagai putra dari profesor geofisika, CZ melewati masa remaja seperti kebanyakan pemuda yang hidup di Amerika. Di mana dirinya pernah bekerja di McDonald’s dan jadi part timer di pompa bensin. Sebelum bekerja di Bursa Efek Tokyo, CZ menempuh pendidikan ilmu komputer di Universitas McGill, Montreal.

Barulah saat dia pindah ke New York lagi untuk bekerja di Bloomberg’s Tradebook, CZ mulai mengembangkan software (perangkat lunak) perdagangan berjangka. Saat dirinya sudah sangat ahli dalam urusan coding, CZ pun pindah ke Shanghai untuk memulai Fusion Systems.

Fusion System adalah perusahaan dengan sistem perdagangan frekuensi tinggi untuk pialang, sekaligus awal dirinya tertarik ke dunia cryptocurrency. Demi belajar mengenai Bitcoin, CZ rela menjual apartemennya di Shanghai pada tahun 2014. CZ sempat bergabung dengan blockchain.info dan OKCoin sebelum akhirnya membuat bursa perdagangan cryptocurrency sendiri.

Dengan perkembangan Binance yang luar biasa dan dalam waktu singkat, BNB pun muncul. Awalnya BNB ini hendak diluncurkan sebagai token ERC-20 dengan platform jaringan blockchain Ethereum. Lewat skema ICO (Initial Coin Offering), BNB coin ditawarkan perdana pada 26 Juli – 3 Juli 2017. Setidaknya ada 100 juta BNB yang dijual saat ICO dari total pasokan 200 juta BNB.

Harga BNB pertama kali kali itu adalah 1 BTC sebanding dengan 20 ribu BNB dan 1 ETH sama dengan 2.700 BNB. Melalui peristiwa ICO tersebut, CZ berhasil mengumpulkan $15 juta yang kemudian dialokasikan untuk tiga jenis pendanaan. Mulai dari branding Binance exchange (50%), peningkatan platform sistem Binance dan BNB (35%) serta terakhir dana darurat (15%).

Dua tahun semenjak dirilis, BNB akhirnya berhasil ’berdiri sendiri’. Yap, BNB yang sebelumnya menggunakan platform Ethereum ini berpindah ke platform blockchain milik mereka yakni Binance chain pada tahun 2019. Tak heran kalau sejak saat itulah, ulasan review Binance Coin (BNB) terus bermunculan sebagai tanda minat masyarakat untuk uang kripto ini meningkat.

Baca juga: Review ADA (Cardano), Mata Uang Kripto Pesaing Bitcoin dan Ethereum

Keunggulan Binance Chain, Jaringan Milik BNB

keunggulan Binance chain
© Shutterstock

Selain bicara mengenai sejarah dari BNB dan pembahasan singkat soal Binance, review BInance Coin (BNB) tak akan lengkap rasanya tanpa mengulas soal Binance chain. Seperti yang And atahu, BNB yang dibuat berdasarkan standar ERC-20 kala itu, haruslah tunduk pada seluruh aturan yang mengatur blockchain Ethereum.

Saat itu, BNB memang memperoleh manfaat stabilitas dan keamanan yang dibuat blockchain dan jaringan Ethereum. Bahkan pengguna BNB tak perlu cemas dengan ancaman peretasan karena Ethereum sangat melindungi uang-uang kripto yang bernaung di dalamnya. Namun tepat pada April 2019, Binance akhirnya memboyong BNB ke Binance chain.

Perpindahan BNB itu dibarengan dengan aksi ’pembakaran’ lima juta token BNB ERC-20, sekaligus memutuskan jumlah yang sesuai dari token BNB asli , BEP-2, ke wallet. Agar makin lancar, Binance juga mendorong pengguna BNB melakukan konversi BNB ERC-20 ke token BEP-2 asli. Meskipun begitu hingga saat ini, Binance masih mendukung ERC-20 dan bisa diubah jadi BEP-2.

Tak ingin mencemaskan pengguna, berikut ini adalah sederet keunggulan yang ditawarkan Binance chain:

1. Sangat Fleksibel

Keunggulan pertama dari jaringan blockchain milik Binance ini adalah sangat fleksibel. Anda sebagai pengguna bisa saja membuat token baru dengan mudah, agar aset yang dimiliki bisa langsung go digital. Tak akan ribet lagi jika ingin melakukan pengiriman, menerima, mencetak, membakar, membekukan sampai membuka kunci token aset kripto.

Bahkan lantaran sangat fleksibel pula, Anda bisa mengamati pergerakan pasar DEX lewat fitur Binance Chain Explorer. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memperoleh konfirmasi harga dan pergerakat aset kripto tertentu, termasuk menjelajahi riwayat transaksi di blok dijaringan blockchain.

Masih kurang? Tenang saja, Anda pun bisa menambang data Binance chain. Penambangan ini dapat dilakukan lewat ’API node penuh’ yang tentunya membuat pengguna BNB di manapun memperoleh banyak keuntungan.

2. Performa Tinggi

Dengan berbagai kemampuan yang luar biasa fleksibel, biasanya orang akan menilai kalau daya yang dibutuhkan sangatlah besar. Padahal tidak! Yap, Binance chain yang punya performa tinggi ini justru melakukan latensi rendah dengan throughput tinggi serta tentunya bandwith terukur aktual. Untuk perdagangan dengan likuiditas tinggi, Anda bisa pasang target waktu satu detik per blok.

3. Biaya Rendah

Sudah punya perfoma tinggi tapi sangat efisien, pastinya biaya yang dikeluarkan pengguna BNB dan exchange Binance ini mahal, ya? Tenang saja, Binance mengklaim kalau jaringan blockchain mereka ini mematok biaya terjangkau bahkan cenderung rendah, baik untuk komisi maupun biaya likuiditas.

Dengan tampilan yang seramah Binance dan penggunaan front-running sangat minim, siapapun bisa dengan mudah menggunakannya sekalipun pemula, serta mewujudkan sebuah sistem perdagangan yang adil.

4. Bisa Dikembangkan

Keunggulan terakhir yang ditawarkan Binance chain agar review Binance coin (BNB) ini makin menarik adalah kemampuannya untuk berkembang. Yap, jaringan blockchain milik Binance ini disebut masih akan bisa dan terus mengembangkan teknologi termasuk arsitektur dan berbagai ide yang muncul.

Hal ini terjadi lantaran Binance chain memakai versi modifikasi dari konsensus BFT Tendermint. Dilansir Cazoo, Tendermint ini sendiri memang dibuat agar bisa dipakai dalam jairngan kosmos dengan arsitektur modular, supaya mampu meraih berbagai tujuan. Mulai dari penyediaan jaringan dan tingkat konsensur blockchain yang membuatnya tampak bisa membangun aplikasi terdesentralisasi dengan mudah.

Baca juga: Review Ethereum dan Prediksi Harga Lima Tahun ke Depan

Memahami Cara Kerja Binance Coin

cara kerja BNB
© Medium/HQ Han

Jika Anda sudah mengetahui sejarah dari Binance dan BNB sekaligus keunggulan jaringan Binance chain yang mereka gunakan, hal berikutnya adalah mengenai bagaimana sih cara kerja dari mata uang kripto yang satu ini?

Untuk menjawabnya, Anda harus tahu bahwa BNB saat dikenalkan pertama kali oleh CZ, memang bertujuan sebagai mata uang digital dalam platform Binance exchange. Dimana BNB bisa dipakai dalam perdagangan cryptocurrency di Binance dan DEX (Decentralize Exchange). Sekadar informasi, BNB bisa diperjual belikan terhadap lebih dari 100 cryptocurrency di DEX.

Hanya saja untuk DEX, dapat diakses oleh pengguna di seluruh dunia kecuali penduduk Amerika Serikat. Lantaran seolah jadi ’mata uang resmi’ di platform Binance, maka seluruh biaya perdagangan yang Anda lakukan di Binance bisa menggunakan BNB. Sehingga Anda tak perlu lagi membayar satu dolar untuk setiap transaksi $1.000 yang dilakukan, karena bisa menggunakan BNB.

Hal inilah yang akhirnya semakin membuat banyak orang penasaran dengan review Binance coin (BNB). Karena ternyata BNB mampu mengurangi biaya perdagangan di Binance selama lima tahun pertama. Bahkan ada juga sistem komisi skala geser di tahun pertama, yang memungkinkan Anda meraih diskon komisi sebesar 50% dengan memakai BNB.

Review Binance Coin (BNB): Alasan Harus Pakai BNB

alasan pakai BNB
© Shutterstock

Pada bulan April 2021 kemarin, cryptocurrency memang bisa dibilang bikin geger. Di saat banyak aset finansial harus ambruk karena pandemi Covid-19 yang kembali menggila, mata uang kripto justru melambung. Tentunya hal ini dipimpin oleh Bitcoin yang sampai menembus Rp900 juta per keping dan membuat banyak orang langsung menoleh tajam ke cryptocurrency.

Tak perlu menjelaskan pencapaian luar biasa Bitcoin kala itu, karena ternyata BNB mampu menegaskan posisi dirinya sebagai mata uang kripto terbesar di dunia. Tak main-main, BNB tercatat meroket hingga sebesar 53% dalam waktu satu pekan.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa sih yang membuat harga BNB langsung melambung?

Sejumlah pengamat berpendapat bahwa terkereknya harga BNB ini karena bursa cryptocurrency terbesar di Amerika Serikat, Coinbase, resmi melantai di bursa efek Negeri Paman Sam. Masuknya Coinbase di bursa saham tentu membuat pandangan investor dunia terhadap aset kripto tidak bisa diacuhkan lagi.

Menurut Antoni Trenchev selaku pendiri Nexo kepada Bloomberg, BNB memang belum mengalami pergerakan harga yang signifikan seperti Bitcoin atau Ether saat tahun 2020 kemarin. Namun pencapaian peningkatan 53% dalam waktu sepekan dan berhasil menduduki posisi ketiga dalam hal kapitalisasi pasar, membuat BNB berpeluang besar terus meningkat harganya.

Nah supaya Anda lebih yakin lagi untuk memilih mata uang kripto ini sebagai aset investasi, review Binance coin (BNB) kali ini akan membahas sejumlah alasannya:

1. Dipasangkan dengan Aset Kripto Besar

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Binance adalah salah satu exchange kripto terbesar di dunia jika melihat dari volume transaksi dan jumlah pengguna aktif. Bahkan pada bulan Desember 2017 – Januari 2018 lalu, Binance terpaksa menutup pendaftaran anggota baru ketika terjadi bull run Bitcoin. Kondisi ini jelas membuktikan kalau Binance memang sangat populer.

Popularitas Binance akhirnya mau tak mau ikut ’mengerek’ popularitas BNB. CZ yang sangat pro-cryptocurrency pun meluncurkan bursa terdesentralisasi sendiri yakni Binance DEX. Keberadaan sistem tunggal ini memang langsung membuat posisi BNB sangat kuat sehingga membuat uang kripto yang satu ini bisa dipasangkan dengan mata uang digital lainnya.

Bahkan sudah biasa melihat BNB dipasangkan dengan kripto berkapitalisasi besar seperti Bitcoin, Ether atau ADA coin. Hal ini membuktikan kalau Anda tak perlu cemas jika menginvestasikan dana lewat BNB, karena bisa diperdagangkan dengan cryptocurrency lain secara mudah dan tentunya anti ribet di Binance DEX.

2. Pembakaran BNB

Semua orang juga tahu kenapa Bitcoin punya harga yang sangat fantastis adalah lantaran pasokannya terbatas. Yap, sejak diluncurkan ke dunia pada tahun 2009, Satoshi Nakamoto, entitas yang mengembangkan Bitcoin berujar kalau mata uang kripto terpopuler ini cuma dipasok dengan jumlah 21 juta saja di seluruh dunia.

Jika per tahun 2021 kabarnya sudah beredar sekitar 18 juta BTC, maka sekitar 2-3 juta BTC yang tersisa untuk ditambang. Kondisi Bitcoin yang terbatas bak emas inilah yang membuatnya sebagai cryptocurrency paling ’seksi’ dan fantastis. Berbeda dengan Bitcoin, pasokan BNB memang jauh lebih besar apalagi setelah mereka melakukan ICO.

Namun Anda tak perlu cemas, Binance berkomitmen ’membakar’ sekitar 20% keuntungan dari biaya trading setiap empat bulan sekali. Tujuan besar dari hal ini adalah untuk ’membakar’ 100 juta BNB yang terjual saat ICO.

Di kuartal keempat 2018 lalu misalnya, Binance sudah ’membakar’ BNB dengan jumlah US$30 juta. Upaya ini jelas menekan laju inflasi dalam ekonomi kripto, supaya pasokan BNB berkurang di pasaran. Sehingga saat permintaan BNB meningkat dan jumlahnya makin terbatas, harga BNB bakal terus makin meningkat yang artinya menguntungkan investor kripto.

Baca juga: Apa Benar Investasi Minimal Trading Bitcoin Cukup Rp5 Ribu Saja?

3. Komunitas BNB dan Binance

Changpeng Zao, CEO Binance
© CoinDesk

Kalau menurut Anda Binance hanyalah sekadar exchange biasa, maka itu salah besar. CZ sebagai sang pendiri Binance sekaligus pencipta BNB sudah sejak lama dianggap sebagai ’harapan’ oleh komunitas kripto. Apalagi setelah meningkat gila-gilaan di kuartal pertama tahun 2021, cryptocurrency saat ini menunjukkan tren negatif.

Sebagai salah satu orang terpenting di dunia kripto, CZ terus mengembangkan ekosistem Binance yang membuatnya lebih dari sekadar exchange atau bursa. Hal ini jelas menguntungkan para pengguna Binance dan BNB. Bahkan untuk masyarakat peminat kripto di Tanah Air, Binance sampai menyediakan media online resmi Binance Indonesia.

Dalam blog yang dikelola Binance itu, investor atau trader kripto Indonesia jelas akan memperoleh berbagai kemudahan. Keberadaan Binance Indonesia sendiri sebagai bukti bahwa potensi pasar cryptocurrency di Tanah Air sangat besar dan bertumbuh cepat. Dengan adanya forum khusus ini, Anda tentu yang masih pemula tak akan ribet lagi jika ingin berinvestasi di BNB.

4. Volatil Malah Bikin Untung

Berbeda dengan aset investasi yang lain, mata uang kripto sangatlah volatil alias mudah berubah. Bahkan jika dibandingkan dengan saham, reksadana atau forex sekalipun, pasar kripto benar-benar membutuhkan ketahanan mental dan kemampuan analisa yang tepat dalam membaca pergerakan pasar, agar tetap untung.

Tak ada yang bisa menebak seperti apa pola fluktuasi harga mata uang kripto. Bisa saja kemarin menyentuh ATH (All Time High), dalam waktu dua atau tiga hari saja langsung anjlok ke harga terendah. Kondisi inilah yang akhirnya membuat banyak pemerintah dunia menolak kehadiran cryptocurrency karena berpeluang besar memicu economic bubble,

Namun justru bagi BNB, volatilitas malah memberikan dampak positif pada permintaan mereka. Karena ketika harga mata uang kripto naik turun dengan sangat cepat, akan banyak trader yang mengincar diskon trading menggunakan BNB. Didukung dengan upaya Binance memperluas jangkauan akses fiat ke kripto di seluruh dunia, membuat BNB makin berharga.

5. Lebih Murah dan Cepat

Dalam setiap transaksi kripto, sudah pasti akan dibebankan biaya. Namun saat trader atau investor memilih BNB, Anda bisa lebih lega karena biaya transaksi BNB ini jauh lebih murah daripada Bitcoin atau Ether. Selain fee yang lebih terjangkau, BSC sudah dilengkapi dengan fitur smart conctract seperti yang diterapkan blockchain Ethereum.

Sekadar informasi, smart contract ini adalah fitur pemrograman untuk membuat aplikasi dan transaksi berjalan stabil serta lancar di blockchain. Demi melengkapi kedua fitur itu, BNB juga terbukti mampu memproses transaksi lebih cepat daripada cryptocurrency lainnya. Sehingga bagi Anda yang butuh transaksi kripto murah, cepat, aman dan nyaman, BNB mampu memenuhi.

6. Teknologi Smart Chain

Hal terakhir dalam review Binance coin (BNB) yang menjadi alasan kenapa Anda harus mulai menyimpan aset kripto ini adalah adanya teknologi smart chain. Tepatnya pada Agustus 2020, pasar kripto benar-benar memperhatikan smart chain yang dikenalkan oleh BNB. Lewat teknologi ini, BNB bisa dipakai dalam berbagai layanan keuangan terdesentralisasi.

Maksudnya, BNB bisa digunakan untuk pinjaman peer-to-peer hingga transaksi jual-beli terdesentralisasi yang tentunya punya tarif rendah. Hal inilah yang membuat BNB terus dilirik dan bisa saja menjadi pesaing kuat Ether, milik Ethereum. Apalagi sejumlah aplikasi DeFi yang sebelumnya cuma bisa dijalankan di Ethereum, kini sudah didukung BCS (Binance Smart Chain).

Agar proyek di blockchain makin berkembang, Binance rela menggelontorkan dana sebesar US$100 juta. Tak main-main kini sudah ada lebih dari 300 proyek dibangun di atas BSC termasuk pertukaran terdistribusi (PancakeSwap), yang membuat masa depan BNB jelas makin gemilang dan terus dipercaya oleh para penggunanya.

Bisnis melansir bahwa kini ada sekitar US$31 miliar total dana para pengguna yang terkunci di BSC. Jika dibandingkan dengan dana yang terkunci di DeFi milik Ethereum sebesar US$52 miliar, bukan tak mungkin kalau peluang BSC meningkatkan minat para investor dan trader makin terbuka lebar. Tak heran kalau dominasi Ethereum kini semakin tergerus berkat kehadiran BSC.

Perkembangan Harga dan Prediksi Binance Coin ke Depannya

pergerakan harga BNB
© Analytics Insight

Tak lengkap rasanya ulasan review Binance coin (BNB) tanpa membahas pergerakan harganya di masa lalu dan masa depan. Tentunya sebelum mencapai pembahasan itu, Anda harus sadar bahwa BNB jelas tidak seperkasa Bitcoin atau Ether. Hanya saja melihat pencapaiannya, bukan tak mungkin kalau BNB benar-benar bisa jadi aset kripto primadona.

Dilansir dari Goldprice, BNB memulai perjalanannya pada 1 Juli 2017 dengan nilai tukar US$0.119 (sekitar Rp1.591). Hanya dalam waktu satu bulan saja, BNB berhasil menyentuh level US$2,226 (sekitar Rp29 ribu) yang membuatnya naik lebih dari sepuluh kali lipat! Sempat menurun, BNB justru kembali melambung sejak November hingga Desember 2017.

Ketika tahun 2018 dimulai, BNB memulai perjalanannya di level US$11,18 (sekitar Rp158 ribu) pada 1 Januari. Dua bulan kembali muram, BNB berhasil menaikkan kembali posisinya pada April 2018 yakni di kisaran level US$14,33 (sekitar Rp203 ribu). Hanya saja memasuki pertengahan tahun 2018, performa BNB justru muram. Berbeda dengan tahun 2017, pencapaian BNB di bulan November 2018 adalah terburuk.

Dilaporkan saat itu BNB berada di level US$5,03 (sekitar Rp71 ribu). Namun ketika tahun 2019 datang, BNB sepertinya dipacu dengan penuh semangat dan langsung melonjak drastis. Dilaporkan bahwa BNB masih di level US$6,17 (sekitar Rp87 ribu) pada Januari 2019, tapi kemudian melambung terus selama empat bulan berikutnya. BNB mencapai puncaknya di Mei 2019 yakni sebesar US$32,93 (sekitar Rp465 ribu) yang berstatus ATH.

Namun pencapaian BNB itu sepertinya tak berjalan lama karena selama lima bulan berikutnya, BNB justru terus menurun hingga US$15,89 (Rp224 ribu) pada bulan September 2019. Pencapaian terburuk BNB di sepanjang 2019 justru terjadi di bulan penghujung yakni Desember pada level US$13,37 (sekitar Rp188 ribu).

Menyambut tahun 2020, BNB tak sanggup meraih posisi fantastis seperti apa yang sudah dialaminya di tahun 2019. Pandemi Covid-19 sepertinya ikut menggerogoti pergerakan harga BInance Coin yang membuatnya tak sanggup beranjak dari level US$20 (sekitar Rp290 ribu) hingga bulan Juni. Bahkan pada Maret 2020, posisi BNB bisa dibilang yang terburuk yakni di level US$12,54 (sekitar Rp182 ribu).

Baca juga: 10 Broker Crypto Terbaik Indonesia dan Luar Negeri

Menggilanya pergerakan BNB terjadi sejak bulan Juli 2020 dan terus berlangsung di sepanjang tahun kemarin. Berbarengan dengan perilisan BSC, BNB pun mencatat raihan yang luar biasa fantastis hingga tahun 2020 berakhir. Memulai tahun 2021, BNB dilaporkan sudah menembus level US$43,71 (sekitar Rp623 ribu).

Mengikuti jejak cryptocurrency lain yang luar biasa menggila pada bulan April sampai Mei 2021, BNB pun mengalami kondisi serupa. Tak main-main saat itu BNB berhasil mencapai ATH untuk kali kedua sepanjang masa di level US$684,1 (Rp9,7 juta) pada 11 Mei 2021. Hanya saja karena pasar kripto yang luar biasa volatil, BNB tak bisa terlalu lama menahan diri.

BNB langsung ambles ke level US$228,9 (sekitar Rp3,2 juta) pada 23 Mei 2021. Meskipun anjlok, pencapaian BNB ini sudah lebih baik daripada raihannya di tahun-tahun sebelumnya. Semenjak terpuruk, kini BNB perlahan kembali lagi meningkat, meskipun peluang unutk kembali lagi bisa menembus US$600 (sekitar Rp8,5 juta) masih merupakan tanda tanya besar.

Hanya saja jika melihat pergerakan harganya, siapapun yang membeli BNB pada tahun 2017 lalu jelas sudah meraih untung besar. Anggap saja pada Agustus 2017, Anda mengeluarkan uang sekitar Rp300 ribu dan akhirnya memiliki 10 BNB. Lalu ketika Anda jual simpanan BNB itu di bulan Mei 2021, berapa total dana yang Anda peroleh? Sekitar Rp90 juta!

Dengan modal Rp300 ribu dan akhirnya memperoleh Rp90 juta, tentu sudah banyak orang tajir yang meraih kebahagiaan berkat melambungnya harga BNB. Namun itu sudah terjadi pada bulan Mei 2021, apakah ini artinya ada peluang bagi Binance coin untuk mencapai posisi harga fantastisnya kembali? Kami akan mengulasnya!

Prediksi Harga BNB, Bakal Tembus US$1.000?

prediksi harga BNB
© cryptoguides

Seperti yang sudah disinggung dalam review Binance coin (BNB) di atas, membandingkan BNB dengan Bitcoin atau Ether memang masih sangat jauh. Hanya saja pencapaian BNB di tahun 2021 ini saja, membuat BNB kini menjadi salah satu cryptocurrency terpenting dalam ekosistem kripto ke depannya. Sehingga mempertimbangkan diversifikasi investasi kripto dengan BNB sangat bisa dilakukan.

Trenchev bahkan memperkirakan kalau bukan tak mungkin harga BNB akan mampu menembus US$1.000 (sekitar Rp14,2 juta) ke depannya. Banyaknya manfaat yang ditawarkan oleh BNB seperti diperdagangkan dengan konsep loyalitas sehingga membuat biaya transaksi berkurang, membuat BNB selalu ikut meningkat saat cryptocurrency lainnya melesat tinggi.

Vinsensius Sitepu selaku pengamat dan investor aset kripto kepada Kontan pun tak menampik bahwa popularitas BNB saat ini makin populer, sebagai pilihan trader pemula atau senior. Apalagi dengan fakta pergerakan harga BNB yang masih di puluhan dolar AS pada tahun 2019 dan 2020, sedangkan saat ini sudah ratusan dolar AS, membuat banyak orang tergiur.

Baca juga: 8 Kesalahan Investasi Mata Uang Kripto yang Sering Dilakukan Pemula

Sitepu menjelaskan kalau pengguna BNB secara global memang makin banyak, seiring dengan peminat dAPP dan token digital yang terbit di blockchain BSC. Senada dengan SItepu, Duwi Sudarto Putra selaku CEO Digital Exchange pun ikut angkat bicara mengenai prediksi harga BNB ke depannya, yang tampaknya bisa makin gemilang.

Namun Duwi menggaris bawahi bahwa saat ini keberadaan BNB di Indonesia untuk perdagangan hanya boleh sebatas spot trading jual beli saja. Meksipun begitu, Duwi berharap kalau akan ada banyak produk derivatif dari BNB lantaran semakin banyak proyek yang dibangun di atas teknologi milik Binance tersebut.

Bagaimana? Sangat menarik bukan memahami review Binance coin (BNB) kali ini? Tak heran kalau dengan berbagai keunggulan tak hanya dalam perdagangan tetapi juga teknologi yang dipakai, BNB dianggap sebagai salah satu aset kripto dengan masa depan yang cukup cerah. Mempertimbangkannya membeli saat ini? Sangat layak dicoba!

Tinggalkan komentar