Review Ethereum dan Prediksi Harga Lima Tahun ke Depan

Kalau membicarakan soal cryptocurrency alias mata uang kripto, mayoritas dari kita akan selalu teringat pada Bitcoin (BTC). Padahal, tidak cuma Bitcoin yang menarik dan memberikan keuntungan dalam semesta cryptocurrency. Ada baiknya Anda kini juga mulai melirik berbagai review Ethereum (ETH) yang digadang-gadang bakal jadi pesaing kuat dan menggeser Bitcoin.

Dengan memahami review Ethereum, tentu akan sangat berguna bagi Anda yang memang ingin serius dalam investasi cryptocurrency. Apalagi saat ini, Kementerian Perdagangan melalui Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), sudah merilis setidaknya 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia.

Dari ratusan mata uang kripto itu, Ethereum muncul sebagai salah satu yang terbesar selain Bitcoin. Kendati memang Indonesia masih belum mengizinkan penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran, izin perdagangan aset kripto tentu menjadi angin segar. Memahami perihal review Ethereum lebih awal tentu akan membuat Anda bisa ’mencuri start’ lebih baik.

Apalagi menurut Michael Novagratz selaku miliuner cryptocurrency, Ethereum bisa saja menjadi masa depan dari mata uang kripto. Dilansir Business Insider, pria Amerika berusia 56 tahun itu menilai kalau Ethereum bisa saja mengalahkan Bitcoin, “Kemungkinan Ethereum adalah juara superkomputer desentralisasi dan bisa jadi penggerak bisnis serta ekosistem baru.”

Baca juga: Sukuk Ritel, Investasi Syariah Modal Ringan yang Dijamin Negara

Memahami Sejarah Ethereum

© Decrypt

Membahas review Ethereum tentu tak akan lengkap tanpa membahas sejarah mata uang kripto yang satu ini. Berbeda dengan Bitcoin yang sosok penemunya sangat misterius karena cuma diketahui lewat identitas bernama Satoshi Nakamoto, penemu Ethereum bisa Anda ketahui yakni programmer berkebangsaan Rusia-Kanada bernama Vitalik Buterin.

Buterin mengumumkan Ethereum pada tahun 2013 kala dirinya masih berumur 19 tahun. Setahun kemudian, Buterin mulai mengumpulkan dana untuk mengembangkan Ethereum lewat sistem crowdfunding. Namun baru pada 30 Juli 2015, jaringan Ethereum baru mulai dioperasikan setelah sekitar 72 juta keping Ethereum disiapkan.

Satu hal yang cukup unik, Ethereum sendiri sebetulnya bukanlah nama dari cryptocurrency ini tetapi jaringan blockchain-nya. Karena ternyata nama mata uang kripto ini ini adalah Ether. Sebagai aset kripto, Ether berjalan di atas blockchain sehingga seluruh data yang ter-enkripsi bisa ditransfer secara aman dan tak mungkin dapat dipalsukan atau digandakan.

Mulai Investasi Crypto di Exchange teregulasi BAPPEBTI Di TokoCrypto

Dari berbagai literatur disebutkan kalau Buterin sebetulnya tidak berniat membuat cryptocurrency, karena minatnya ada pada blockchain. Buterin melihat sistem blockchain sebagai perwujudan lingkungan demokratis dan bisa diterapkan pada berbagai sektor kehidupan mulai dari bisnis, organisasi sampai keuangan, lantaran tak ada pihak yang jadi pengendali utama.

Ide inilah yang disodorkan Buterin dengan cukup berani ke organisasi Thiel Fellowship yang membuatnya memperoleh sokongan dana sebesar US$100 ribu. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, pengembangan Ether juga ditopang dana crowdfunding yang ternyata juga dibantu developer Dr. Gavin Wood dan Joseph Lubin yang berhasil meraup US$18 juta!

Kini enam tahun berlalu sejak pertama kali dioperasikan, Ether telah menjelma menjadi cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia, tepat di bawah Bitcoin. Dilansir Coindesk pada hari Sabtu (5/6) pagi, ETH yang punya market cap $320,4 miliar ini memiliki nilai tukar $2.759 (sekitar Rp39,2 juta).

Inovasi Ethereum Sebagai Pelopor Blockchain 2.0

© forkast.news

Kendati sama-sama diperoleh dengan cara ditambang (mining) selayaknya Bitcoin yakni memecahkan sejumlah perhitungan matematika super rumit di komputer, tujuan dan cara kerja Ethereum rupanya berbeda dengan Bitcoin. Bitcoin adalah mata uang kripto, sementara Ethereum adalah jaringan terdesentralisasi yang di atasnya bisa dibangun banyak aplikasi.

Hal inilah yang membuat beberapa aset kripto lainnya diterbitkan dengan jaringan Ethereum. Pada tahun 2016, Ethereum resmi dipisah jadi dua jaringan blockchain berbeda yakni Ethereum dan Ethereum Classics. Kenapa dipisah? Karena adanya dana yang bocor sebesar US$50 juta sehingga membuat jaringan Ethereum baru dibangun kembali dengan perlindungan super kuat.

Alex Adelmen selaku CEO dan aplikasi hadiah Bitcoin berkomentar soal Ether ini seperti dilansir USNews. Menurutnya, membandingkan Bitcoin dan Ethereum seperti emas dan listrik. Meskipun sama-sama berharga, kedua cryptocurrency ini punya fungsi yang berbeda. “Ethereum adalah infrastruktur. Blockchain di masa-masa awal tapi berpotensi merevolusi industri keuangan dan teknologi,” jelas Adelmen.

Tak heran meskipun Bitcoin adalah pencetus dari blockchain, Ethereum hadir sebagai inovator yang membuat sistem jaringan teknologi itu jadi lebih baik. Supaya Anda makin yakin dalam memahami review Ethereum, berikut ini beberapa inovasi yang dilakukandalam jaringan blockchain:

Baca juga: 6 Investasi Terbaik Untuk Perempuan Single Parent Agar Mandiri Finansial

1. Smart Contract

Banyak pihak yang memprediksi kalau Ethereum ini akan menggantikan Bitcoin, bahkan disebut sebagai Bitcoin 2.0. Apa yang membuatnya demikian? Karena adanya fitur Smart Contract alias kontrak pintar yang tidak dimiliki oleh jaringan blockchain pada Bitcoin. Demi menyempurnakannya, Ethereum pun selalu melakukan upgrade terhadap fitur ini.

Lantas apa maksud dari Smart Contract? Fitur ini memungkinkan transaksi jual beli yang sudah diatur dari awal. Mudahnya, ketika pembeli sudah mengantur perjanjian alias kontrak untuk membeli sesuatu dengan nominal yang ditentukan, maka tak akan bisa diubah. Sehingga kontrak bakal berjalan sesuai dengan ketentuan sebelumnya.

Teknologi Smart Contract ini juga disebut sebagai transaksi trustless alias tanpa rasa percaya. Maksudnya, Anda tak perlu percaya pada penjual atau pembeli, tapi tetap saja ketika kontrak ini dijalankan, maka transaksi sudah pasti hanya bisa berjalan sesuai kesepakatan harga dan tak ada yang bisa dilakukan untuk membatalkannya. Sehingga, tak ada yang akan kecewa.

Nantinya jika diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari, keberadaan kontrak pintar jelas sangat membantu. Contohnya, Anda beli rumah dan mentransfer 300 ETH. Saat pembayaran sudah diverifikasi oleh blockchain ETH, tak akan bisa dibatalkan dan Anda sudah memperoleh kepemilikan rumah tanpa perlu repot-repot ke notaris, makelar atau bahkan pihak-pihak lain.

2. dApps

Seperti tujuan awalnya, Ethereum dibangun untuk memberikan sebuah sistem keuangan yang terdesentralisasi. Hal inilah yang membuat Ether melakukan inovasi pada jaringan blockchain mereka sehingga melahirkan dApps. Apa itu dApps? Merupakan singkatan Decentralized Application, yakni teknologi aplikasi dengan server yang terpecah sehingga akan sangat sulit diretas.

Anda tentu tahu bahwa aplikasi-aplikasi apapun itu termasuk keuangan, biasanya punya sistem server terpusat. Saat terjadi upaya peretasan pada server yang terpusat itu, sudah pasti sejumlah data pribadi miliki member aplikasi bakal bisa tersebar ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang diatasi oleh dApps.

Lantaran server dalam dApps ini dipecah ke banyak tempat, tentu peretas akan mengalami kesulitan dalam membobol data-data tersebut. Agar bisa menulis aplikasi dApps di jaringan blockchain milik Ethereum, Anda harus menggunakan bahasa pemrograman khusus seperti Solidity yang sedikit banyak menyerupai JavaScript.

3. Makin Ramah Lingkungan

Salah satu hal yang membuat kehadiran cryptocurrency ini dicemaskan banyak pihak terutama penggiat lingkungan adalah penggunaan daya listrik super besar. Anda tentu tahu, untuk melakukan mining mata uang kripto, perangkat komputer yang digunakan haruslah punya spesifikasi besar. Spesifikasi komputer canggih dan jaringan internet tak terbatas sudah pasti butuh daya listrik yang sangat tinggi.

Lantaran itulah, Ethereum melakukan perubahan besar-besaran demi menciptakan teknologi keuangan yang ramah lingkungan alias eco-friendly. Dimana nantnya skema untuk mendapatkan ETH tidak lagi lewat mining seperti Bitcoin, tetapi lewatjalur staking alias penjaminan. Jika mining membutuhkan perangkat komputer super rumit, staking tidak demikian.

Dalam kegiatan staking, Anda hanya memerlukan laptop biasa dan jaringan internet yang artinya tak perlu biaya produksi mahal untuk menyediakan unit komputer canggih dan biaya listrik yang membengkak. Hanya saja upaya membuat ETH lebih eco-friendly ini jelas tak bisa dilakukan langsung, melainkan secara bertahap.

Apakah semakin mudah dan murahnya memperoleh ETH ini nanti tidak berimbas pada harganya yang langsung merosot tajam?

Tenang saja.

Ketika Ethereum 2.0 phase 0 resmi diluncurkan di akhir tahun 2020, ratusan juta Dollar pasokan ETH sudah dikunci. Hal ini dilakukan supaya pasokan ETH di pasar berkurang yang membuat harganya relatif stabil. Dengan proses upgrade yang masih terus dilakukan pihak ETH, bukan tak mungkin saat Ethereum 2.0 phase 1 diluncurkan nanti, harga ETH melambung lagi.

Keunggulan dan Kekurangan Ethereum Untuk Investasi

© voi.id

Bisa dibilang bahwa sepanjang tahun 2021 yang baru menginjak bulan keenam ini, cryptocurrency memang mulai menunjukkan ’taringnya’. Meskipun pesona Bitcoin tetap ada di posisi teratas, Ethereum justru selalu menempel di belakangnya. Sama seperti Bitcoin, Ether juga menyentuh nilai tukar tertingginya sepanjang sejarah.

Saat itu pada 12 Mei 2021 pagi hari WIB, Ether menyentuh $4.132,76 atau sekitar (Rp58,8 juta) per keping! Kendati sempat menurun, Ether kembali lagi ke posisi tinggi yakni $4.100,03 (sekitar Rp58,4 juta) per keping tiga hari kemudian yakni 15 Mei 2021, tepat di saat masyarakat Indonesia dan umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri.

Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, ada faktor lain yang membuat harga Ethereum melambung di awal tahun 2021 ini. Diduga kuat pemicunya adalah langkah EIB (Europe Investment Bank) yang hendak menerbitkan obligasi digital menggunakan jaringan blockchain Ethereum. Tak heran kalau publik meresponnya dengan semakin mempercayai kinerja Ethereum.

Bukan hanya EIB saja, sistem pelelangan non-fungible (NFT) dan VISA juga disebut telah menggunakan kepingan kripto dan membangun jaringan di atas jaringan blockchain miliK Ethereum. Bahkan langkah EIB bisa saja memacu aksi perbankan lain yang juga mengikuti jejak menerbitkan obligasi digital serupa, sehingga membuat harga Ether semakin meningkat.

Nah, supaya Anda makin yakin dengan review Ethereum kali ini, maka berikut adalah sedikit pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan Ethereum sebagai aset investasi. Kenapa harus ikut membahas perihal kekurangannya? Supaya Anda bisa melakukan investasi secara bijaksana dan akhirnya meraup cuan besar.

Keunggulan Ethereum Sebagai Investasi

Tak perlu malu mengakui bahwa siapapun yang hendak melakukan investasi tentu mempertimbangkan perihal untung dan rugi. Tak ada seorang investor yang ingin merugi, sehingga mereka harus mempertimbangkan instrumen investasi yang dipilih. Begitu pula dengan Ethereum yang seperti banyak orang ketahui, pergerakan nilai cryptocurrency sangatlah liar.

Hanya saja Anda bisa sedikit lebih yakin dengan Ethereum karena mata uang kripto ini punya keunggulan dengan sosok founder yang jelas, tak seperti Bitcoin. Lantaran diketahui siapa penemunya, Ethereum pun menjadi cryptocurrency yang dipercaya banyak orang dan turut dikembangkan oleh berbagai developer.

Masih kurang? Maka Anda harus tahu bahwa jaringan blockchain yang dibangun oleh Ethereum lewat evolusi Ethereum 2.0, akan menggunakan teknologo DeFi (Decentralized Finance) alias sisem keuangan terbuka. Dengan posisinya sebagai mata uang kripto terbesar ke dua di dunia, membuat valuasi Ether memang sangat sayang untuk dilewatkan.

Baca juga: Apa Benar Investasi Minimal Trading Bitcoin Cukup Rp5 Ribu Saja?

Kekurangan Ethereum Sebagai Investasi

Nah, jika keunggulannya sudah Anda ketahui, supaya berimbang dan Anda bisa lebih bijaksana dalam mengalokasikan keuangan, mengetahui kekurangan Ethereum adalah hal wajib. Untuk kekurangannya sendiri, Ether memiliki nasib yang sama seperti kebanyakan cryptocurrency lain yakni volatilitas yang sangat tinggi.

Volatilitas tinggi ini akhirnya membuat harga Ethereum begitu fluktuatif dan bisa saja melambung sangat cepat serta tinggi, tapi beberapa jam kemudian langsung terjun bebas yang bisa bikin Anda merugi.

Waduh, kalau begitu tidak cocok sebagai investasi, dong?

Tentu saja tidak!

Anda harus tahu bahwa instrumen investasi memang sudah biasa punya volatilitas yang tinggi. Nah, untuk tetap bisa mendulang untung dari Ethereum, maka Anda harus pandai dalam melakukan analisa dan membaca keadaan pasar. Dengan begitu Anda bisa meminimalisir kerugian yang timbul dan siap dengan segala kemungkinan terburuk saat investasi Ethereum.

Menilik Pergerakan Harga Ethereum Selama Ini

© Media Indonesia

Mengenal sejarah Ethereum termasuk potensi keunggulan dan kekurangannya sebagai investasi, sudah. Maka apa yang harus diperoleh dalam ulasan review Ethereum berikutnya? Tepat sekali kalau Anda membahas mengenai pergerakan harga ETH.

Mulai Investasi Crypto di Exchange teregulasi BAPPEBTI Di TokoCrypto

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Ethereum pertama kali resmi dioperasikan pada Juli 2015. Dari data yang dikumpulkan Coindesk, kala itu ETH dijual dengan harga $0,90 (sekitar Rp12 ribu) per keping yang terjadi pada 9 Agustus 2015. Saat itu nilai ETH tidaklah terlalu menggembirakan dan bahkan maksimal di kisaran satu dollar hingga bulan Januari 2016.

Barulah mulai bulan Maret 2016, Ether berhasil menembus nilai tukar $10 hingga puncaknya ke level $13,43 (sekitar Rp179 ribuan ) pada 28 September 2016. Hanya saja hingga akhir tahun 2016, nilai tukar Ether kembali menurun hingga sempat di bawah $10 lagi. Barulah di tahun 2017, Ethereum langsung melonjak luar biasa karena sanggup menembus $100 per keping.

Ethereum semakin menggila di tahun 2017 yang sempat tiga kali mencatat level terbaik. Mulai 19 Juni yang mencapai level $358,42 (sekitar Rp4,79 juta). Kendati sempat turun, Ethereum kembali ke level terbaiknya di tahun 2017 pada 29 Agustus di level $349,16 (sekitar Rp4,67 juta) dan $340,10 (sekitar Rp4,54 juta) pada 14 Oktober 2017.

Namun pencapaian tertinggi Ethereum pada tahun 2017 justru terjadi di akhir tahun tepatnya pada 20 Desember yang mencapai level $803.12 (sekitar Rp10,7 juta) per keping. Membuka tahun 2018, Ethereum masih ada di posisi yang sangat tinggi hingga mencapai puncaknya pada 10 Januari di level $1.405,21 (sekitar Rp18,3 juta) per keping.

Namun sayang di sisa tahun 2018, Ethereum tak bisa mencapai level terbaiknya itu lagi. Bahkan sejak bulan Mei, ETH terus menurun hingga tahun 2018 berakhir.

Ethereum memulai perjalanannya di tahun 2019 pada level $137,73 (sekitar Rp1,9 juta) yang tercatat tanggal 2 Januari. Tak seperti raihan di tahun 2018, perjalanan Ethereum sepanjang 2019 bisa dibilang cukup muram sama seperti tahun 2017. Satu-satunya pencapaian terbaik Ethereum di tahun 2019 terjadi pada 27 Juni di level $324,13 (sekitar Rp4,5 juta) per keping.

Sementara itu hingga akhir tahun 2019, Ethereum kembali melemah dan tidak menunjukkan peningkatan harga yang cukup signifikan. Berpindah ke tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 mulai merajalela di seluruh dunia, Ethereum tidak memperlihatkan pergolakan yang signifikan karena ada di kisaran $150-300 saja per keping.

Lonjakan nilai kepingan Ethereum pada tahun 2020 barulah mulai terjadi di bulan Agustus dan terus melambung hingga akhir tahun. Ethereum menutup kiprahnya di tahun 2020 pada level $681,28 (sekitar Rp9,7 juta) yang terjadi tepat pada 28 Desember. Dan kemudian sama seperti Bitcoin dan cryptocurrency lainnya di tahun 2021, nilai tukar Ethereum menggila.

Langkah Ethereum di tahun 2021 ini sejak bulan Januari sudah terlihat cukup perkasa. Dimana ETH selalu stabil di atas $1.000 per keping yang tentunya membuat investor-investor pemilik Ethereum bisa tersenyum lebar.

Bayangkan saja, jika Anda punya 20 Ethereum yang dibeli pada awal tahun 2019 dengan modal kurang dari Rp50 juta, maka kalau Ethereum itu Anda jual di pertengahan Mei kemarin, setidaknya Anda akan meraup Rp1 miliar! Hal inilah yang akhirnya membuat banyak orang percaya kalau Ethereum akan mampu mencapai level yang lebih besar lagi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Prediksi Harga Ethereum Lima Tahun ke Depan

Setelah melihat bagaimana pergerakan Ethereum sejak awal kemunculannya hingga tahun ini, dalam artikel review Ethereum kali ini akan pula dibahas mengenai prediksi sang mata uang kripto itu di masa mendatang. Kalau Anda termasuk yang sedang mempertimbangkan diri untuk berinvestasi Ether, maka ini adalah saat yang tepat.

Oscar Darmawan selaku CEO Indodax berpendapat kepada Kontan bahwa hampir setiap hari, Ethereum berhasil mencapai nilai tertingginya. Bahkan dalam kurun waktu April-Mei 2021, Ethereum cuma mencapai penurunan yang sedikit. Salah satu yang terlihat jelas adalah di awal April, Ethereum masih di kisaran Rp30 juta tapi di akhir April, menembus Rp60 jutaan.

“Ethereum berhasil menembus dua kali lipat dari nilai ATH (All Time High). Wajar saja kenaikannya fantastis karena memang makin banyak yang pakai Ether. Sama seperti sebelumnya, sistem DeFi dan Non Fungible Token (NFT) memang jadi alasan kenapa harga Ether melambung. Terutama sistem pelelangan NFT yang menggunakan Ethereum untuk membeli produk dan jasa yang dilelang,” papar Oscar panjang lebar.

Satu hal yang harus Anda ketahui dari review Ethereum sepanjang ini adalah, kenaikan ETH sudah mencapai enam kali lipat sejak awal tahun 2021. Hasil ini membuat ETH lebih perkasa daripada Bitcoin yang cuma berhasil naik dua kali lipat, dari Rp400 juta ke Rp800 juta.

Baca juga: 10 Broker Crypto Terbaik Indonesia dan Luar Negeri

Sampai Level Tertinggi, Ethereum Masih Bisa Naik Lagi?

© Glints

Tentu saja kalau Anda sebagai pemilik Ethereum yang mendambakan cuan, selalu berharap aset kripto ini masih bisa meningkat. Dan jawaban dari pertanyaan di atas bisa bikin investor ETH lega karena meskipun sudah mencapai level tertinggi, besar kemungkinan jik Ethereum masih akan mampu meningkat kembali.

Apalagi jika melihat basis teknologi Ethereum yang selalu diperbaharui, bukan tak mungkin di pertengahan tahun 2021, nilai ETH akan menggila kembali. “Bakal ada upgrade EIP-1159 di pertengahan tahun 2021 ini. Ethereum juga akan melakukan burning atau pembakaran demi mengurangi pasokan maksimalnya di masa mendatang. Jadi, kemungkinan harganya naik lagi, masih sangat bisa,” tutup Oscar.

Nah, supaya Anda yang kini sudah memiliki Ethereum lebih bijaksana dalam menyimpan aset kripto, berikut beberapa alasan yang memungkinkan prediksi harga ETH terus meningkat di masa depan:

1. Turunnya Harga Gas Fees ETH

Bagi Anda yang baru pertama kali ingin berinvestasi Ethereum, tentu harus tahu bahwa ada yang namanya gas fees. Sekadar informasi, gas fees merupakan harga bahan bakar transaksi untuk jaringan dan pengguna Ethereum. Biaya transaksi ini cenderung meningkat karena permintaan akan Ethereum terus bertambah.

Apalagi dengan adanya izin para penambang (miner) mengutamakan pengguna yang bersedia membayar gas fees lebih tinggi, membuat nilai Ethereum terus bergejolak naik-turun. Disebutkan bahwa nilai gas fees Ethereum ini mencapai posisi tertinggi pada 2020 dan terus bertahan hingga 2021. Kondisi ini terjadi setelah hard fork Berlin.

Namun Anda tak perlu cemas karena setelah itu nilai gas fees untuk Ethereum langsung anjlok. Kalau memang situasi ini terjadi terus-menerus, maka tentunya peminat cryptocurrency akan banyak yang tertarik menggunakan jaringan Ethereum yang tentunya semakin membuat harganya melambung.

2. Terbitnya Obligasi Digital

Seperti yang sudah dijelaskan panjang lebar dalam uraian review Ethereum di atas, terbitnya obligasi digital inilah yang bisa dianggap sebagai tahapan terpenting dari pergolakan harga Ethereum. Adalah Johannes Rude Jensen selaku Product and Project Manager di eToroX Lab yang fokus memperhatikan obligasi berbasis Ethereum terbitan EIB itu.

Obligasi digital ini akan menajdi salah satu peristiwa yang terpenting dalam sektor teknologi blockchain dan keberadaannya di sektor perbankan tradisional. Menurut Jensen, penerbitan obligasi digital itu adalah solusi atas perubahan iklim yang membuatnya punya daya tarik sangat tinggi.

3. Pangsa Pasar ETH Meningkat

Hal berikutnya yang membuat prediksi harga Ethereum lima tahun ke depan masih cukup menjanjikan adalah pangsa pasar ETH terus meningkat. Dengan posisinya sebagai pemilik kapitalisasi pasar cryptocurrency terbesar nomor dua, peluang Ethereum untuk menggeser Bitcoin dari kursi tahta sangat bisa terjadi.

Memang semua harus sepakat bahwa Bitcoin sudah memimpin terlalu lama dan bakal cukup sulit untuk digeser, tapi ’kekuasaan’ Bitcoin semakin tergerus terutama sejak tahun 2020 kemarin. Bukan hanya karena Ethereum yang makin ’unjuk gigi’, berkurangnya bagian Bitcoin ini juga disebabkan oleh munculnya token-token DeFi.

4. Ethereum Memimpin Pasar

Seperti yang sudah disinggung dalam review Ethereum di atas, aset kripto yang satu ini memiliki peningkatan yang lebih baik dibandingkan cryptocurrency lain, termasuk sang raja Bitcoin. Bahkan tak cuma sekadar bullish (kondisi harga yang terus meningkat secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu), Ethereum juga memimpin pasar.

Kita semua memang sepakat jika Bitcoin diperdagangkan di level yang jauh lebih tinggi daripada Ethereum. Tetapi pergerakan harga Bitcoin cenderung terkonsolidasi yakni di bawah rata-rata pergerakan 30 hari dengan indikator yang rapuh. Sementara Ethereum? Selalu bisa mencapai level tertinggi baru. Indikator bullish inilah yang membuat banyak investor kripto kesengsem.

5. Hard Fork Berlin

Dalam dunia cryptocurrency ada sebuah keadaan yang dinamakan hard fork. Bagi Anda yang tidak tahu, hard fork adalah kondisi di mana satuan kripto ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terbagi jadi dua kode. Kode yang pertama adalah satuan kripto yang lama dan yang baru. Meksipun dibagi, kedua kode ini tidaklah saling kompatibel. Untuk kondisi Ethereum, hard fork Berlin mulai dijalankan pada 15 April dan tidak memicu keluhan di pasar.

Saat itu, Fork mengenalkan setidaknya empat EIP (Ethereum Improvement Protocols) baru yang sudah dikembangkan selama dua tahun terakhir. Nantinya lewat protokol Berlin ini, berbagai permasalahan yang mungkin terjadi di jaringan blockchain Ethereum seperti mahalnya gas fees (biaya penggunaan jaringan Ethereum), bisa teratasi.

Tak hanya itu saja, protokol Berlin ini juga akan menjadi titik awal bagi hard fork EIP lain yang kabarnya juga bakal dirilis tahun 2021 ini. Nantinya lewat pembaruan yang sudah dijadwalkan, skala keterjangkauan dan harga ETH jelas akan berdampak. Untuk kondisi terbaru ini, akan dinamai hard fork London yang mengenalkan EIP 1559 ke jaringan termasuk memangkas gas fees.

Lantaran berbagai alasan di atas itulah, kini mulai bermunculan berbagai prediksi harga ETH di masa depan. Salah satunya yang cukup disorot adalah kajian David Grider selaku Director Fundstrat Global Advisors. Grider menjelaskan kalau baik ETH dan BTC akan tetap mengalami bullish di tahun 2021 ini.

Tak main-main, menurut Grider nilai Ethereum bisa menembus US$10.500 (sekitar Rp150 juta) sedangkan Bitcoin mencapai US$100 ribu (sekitar Rp1,4 miliar) per keping! Lagi-lagi kondisi ini terjadi karena jaringan blockchain Ethereum masih jadi primadona sektor DeFi.

Tips Cerdas Investasi Aset Kripto Biar Tetap Untung

© Mind Matters

Nah, setelah penjelasan panjang lebar review Ethereum di atas, tentu hal berikutnya yang ingin Anda ketahui adalah bagaimana sih caranya melakukan investasi terhadap aset kripto yang satu ini. Lantaran Ethereum masih hanya diizinkan sebagai aset perdagangan bukannya alat pembayaran, maka ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk memperolehnya.

Baca juga: 8 Kesalahan Investasi Mata Uang Kripto yang Sering Dilakukan Pemula

Yang pertama adalah membeli cryptocurrency yang satu ini dengan mata uang fiat. Tak perlu rumit, saat ini ada banyak sekali broker-broker mata uang kripto di Tanah Air yang dapat Anda akses secara online melalui smartphonei. Sedangkan untuk cara kedua, beli Ethereum dengan cryptocurrency yang lain. Tentu untuk mewujudkannya, Anda harus bergabung ke platform trading cryptocurrency.

Contoh Anda punya Bitcoin dan Litecoin, lalu ingin menukarnya dengan Ether? Tentu saja bisa. Asalkan Anda sudah bergabung di salah satu platform crypto trading seperti Kraken atau IDEX, sehingga Anda bisa menukarnya seperti menukar lembaran Dollar AS dengan Euro. Nah, supaya bisa meraih untung dari investasi aset kripto, tips dari Safir Senduk ini bisa dicoba:

  • Hal pertama dan tentunya paling penting jika ingin sukses investasi aset kripto adalah mempelajari si cryptocurrency itu sendiri. Misalkan saja Anda pilih Ethereum, review Ethereum di atas jelas bisa dipelajari sehingga Anda akan tahu seperti apa sistem dan prospek dari Ethereum. Jika perlu, pahami juga cara kerja blockchain dari Ethereum
  • Sama seperti investasi pada instrumen-instrumen konvensional seperti emas, properti, saham atau reksadana, gunakanlah uang ’dingin’ untuk investasi kripto. Maksudnya, uang ini tidak Anda pakai dalam waktu dekat, sehingga bisa disebut uang yang menganggur. Karena dengan begitu, Anda bisa berinvestasi jangka panjang dan meraih cuan maksimal
  • Tips berikutnya supaya bisa meraih untung besar dalam investasi kripto adalah membelinya saat harga murah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Anda yang berhasil membeli Ethereum di tahun 2019 bisa dibilang melakukan transaksi saat harga aset kripto tersebut sedang murah-murahnya
  • Meskipun kini harga cryptocurrency cenderung menggila, tidak disarankan untuk membelinya dalam jumlah besar. Apalagi jika dibandingkan aset investasi lainnya, mata uang kripto sangatlah mudah berubah harganya dalam waktu luar biasa cepat. Sehingga untuk menghindari risiko merugi, belilah aset kripto sedikit demi sedikit
  • Dan tips terakhir yang diungkapkan Safir kepada Bisnis adalah, jangan terpengaruh jebakan psikologis FoMO (Fear of Missing Out). Sekadar informasi, FoMO juga bisa diartikan ’takut ketinggalan’. Sehingga ketika saat ini Anda tahu harga Ethereum sedang meningkat, Anda takut teringgal dan malah membelinya di harga mahal yang sudah jelas salah

Mulai Investasi Crypto di Exchange teregulasi BAPPEBTI Di TOKOCRYPTO

Kesimpulan

Melihat penjelasan panjang lebar di atas, bisa disimpulkan bahwa Ethereum adalah salah satu cryptocurrency terbaik yang bisa Anda pertimbangkan jika berminat investasi kripto. Dengan harga yang lebih murah daripada Bitcoin, Ethereum justru punya peningkatan harga jauh lebih baik. Apalagi Ethereum juga diprediksi banyak pihak akan terus melambung.

Hanya saja kalau memang Anda seorang investor pemula di bidang aset kripto, ada baiknya memahami tips di atas. Dengan begitu, Anda akan memperoleh hasil terbaik lewat ulasan review Ethereum kali ini. Anda tetap bisa tenang dan untung pun diperoleh. Jadi, mau kapan beli Ethereum?

Tinggalkan komentar