Pengertian Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Bisnis Generasi Milenial

Revolusi industri 4.0 ini ramai diperbincangkan ketika masuk ke dalam materi debat presiden beberapa waktu lalu. Tentunya, kedua calon memiliki rencana serta program tersendiri yang mencakup revolusi Industri 4.0.

Tentu pada pembahasan kali ini tidak akan membahas mengenai materi debat tersebut, melainkan kepada pengertian revolusi 4.0 dan tantangannya pada generasi milenial.

Ya, generasi milenial wajib tahu akan pembahasan tersebut, mengingat revolusi 4.0 ini juga ‘’hidup’’ serta berkembang di zaman mereka. Dan tentunya generasi milenialah yang nanti akan meneruskan hal tersebut sehingga negeri ini bisa bersaing dengan negeri lain.

Revolusi Industri ini mampu menggeser tren perkembangan teknologi sehingga perusahaan teknologi digital mampu merajai sistem perekonomian di dunia.

Contohnya, perusahaan berbasis teknologi seperti facebook, google, dan lain-lain yang dulu dipandang sebelah mata kini mampu menjadi penguasa ekonomi dunia di zaman ini.

Selain itu, nilai sebuah perusahaan pun bukan hanya menyangkut fisik seperti bangunan atau tanah, melainkan sebuah data pun sudah menjadi aset paling berharga bagi perusahaan di zaman ini.

Nah, pembahasan di atas tentunya masih segelintir tentang revolusi industri 4.0. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak di bawah ini!

Mengenal Lebih Dekat Revolusi Industri 4.0

Pengertian revolusi industri 4.0, ciri, dan tantangan generasi milenial

Revolusi Industri 4.0 ini memiliki sebuah makna berubahnya tren di dunia industri yang semula menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Perubahan tersebut disertai dengan penggabungan teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi.

Baca juga : 10+ Peluang Bisnis Terbaik dan Menjanjikan Terbaru

Tren tersebut tentunya mengubah gaya hidup manusia yang memudhakn mereka untuk mendapatkan penghasilan lebih luas dan lebih cerdas lagi.

Dan sejauh ini, perubahan gaya hidup dari revolusi 4.0 tersebut sangat menguntungkan bagi manusia dalri semua bidang khususnya dalam bidang ekonomi.

Sejarah Revolusi Industri 4.0

Sebelum membahas mengenai revolusi industry 4.0 lebih jauh, alangkah lebih baik untuk mengetahui sejarah dari revolusi tersebut.

Sejarah revolusi industri rupanya sudah ada sejak dulu, tepatnya pada tahun 1784. Pada waktu itu, tenaga manusia dan hewan dengan diganti dengan mesin yang dapat mempercepat pekerjaan.

Hal tersebut ditandai dengan munculnya mesin uang yang bertujuan untuk memperbanyak produk-produk yang akan dijual pada zaman tersebut.

Dengan kemunculan revolusi pada abad ke-18 tersebut terbukti membuat perekonomian melonjak naik. Efeknya negara-negara di dunia pun mendapatkan lonjakan pendapatan per kapita hingga enam kali lipat.

Revolusi industri pun tidak hanya berhenti disitu saja, para penduduk dunia semakin termotivasi untuk membuat sebuah teknologi yang bermanfaat pada masanya.

Seperti pada tahun 1870, revolusi industri semakin maju dengan ditandai adanya pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran masal.

Tidak hanya itu, di tahun tersebut munculah pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dan lain sebagainya yang mampu membuat dunia teknologi lebih berwarna.

Semakin lama, revolusi industri pun semakin berkembang dengan baik. Terbukti pada tahun 1969 yang disebut sebagai generasi ketiga revolusi industri, mulai muncul teknologi digital dan internet dimana para penduduk dunia sudah menggunakan barang-barang elektronik untuk memproduksi barang dan juga untuk berkomunikasi.

Dan selanjutnya, munculah revolusi industri generasi keempat dimana pada generasi ini telah ditemukan sebuah pola baru bernama disruptive technology.

Kehadiran teknologi tersebut tergolong lebih cepat karena menyatukan beberapa bidang dalam satu teknologi yang kerap memunculkan ancaman bagi perusahaan-perusahaan incumbent.

Ciri- Ciri Revolusi Industri 4.0

Disruptive technology merupakan salah satu ciri dari revolusi industri 4.0 ini. Revolusi industri tersebut telah membuktikan bahwa telah banyak memakan korban dengan gulung tikarnya perusahaan-perusahaan yang telang dianggap besar dan memiliki power.

Baca juga : Usaha Rumahan Terbaru : 43 Bisnis Modal Kecil Menguntungkan

Hal ini terjadi karena perusahaan yang dianggap kecil telah memiliki sistem teknologi yang mumpuni di segala bidang, seperti computer kuantum, teknologi berbasis internet, printer 3D, dan lain sebagainya.

Bahkan ada juga perusahaan yang sudah menyentuh ranah editing genetik, bioteknologi, robot pintar, perkembangan neuroteknologi, dan sebagainya.

Maka dari itu, revolusi industri 4.0 ini memiliki slogan ‘’Yang Cepat dapat Memangsa yang Lambat’’ sudah bukan zamannya lagi ‘’Yang Besar Memangsa yang Kecil’’.

Karena itu, jangan heran bila banyak perusahaan yang baru dirintis namun mampu menyaingi perusahaan yang cukup besar.

Apa Prinsip Rancangan Industri 4.0?

Revolusi Industri 4.0 pada dasarnya memiliki empat prinsip yang bisa diterapkan dalam perusahaan untuk diidentifikasi dan diimplemantasikan. Adapun keempat prinsip tersebut adalah sebagai berikut;

1. Transparansi Informasi

Merupakan sebuah sistem Informasi yang dimana data Salinan fisisk bisa transformasikan ke dalam dunia digitial. Dan hal itulah yang menjadi aset berharga sebuah perusahaan dimana mereka bisa mengakses informasi dengan transparan, mudah, dan cepat.

2. Keputusan Mandiri

Merupakan sebuah sistem yang berasa dari dunia digital dan nyata yang nantinya digunakan untuk membuat keputusan. Serta melakukan tugas yang berkaitan dengan hal tersebut semandiri mungkin.

3. Bantuan Teknis

Merupakan sebuah sistem yang dapat membantu manusia mengumpulkan data-data penting secara digital sehingga bisa membuat keputusan dengan baik. Selain itu, dapat membantu orang – orang untuk mempermudah pekerjaannya dalam bidang apapun.

Maka dari itu, sistem revolusi industri 4.0 ini sangat aman dan bermanfaat untuk setiap orang.

4. Kesesuaian

Merupakan sebuah sistem yang memiliki kemampuan mesin, perangkat, sensor, dimana memiliki fungsi untuk bisa berkomunikasi dengan mudah dan cepat lewat layanan yang disebut dengan internet.

Tantangan Revolusi Industri 4.0 untuk Generasi Milenial

Generasi milenial dikenal pula dengan Generasi Y merupakan kelompok demografi setelah generasi X. Ciri dari Generasi milenial ini adalah mereka yang lahir pada awal tahun 1980 an, pertengahan tahun 1990 sampai awal tahun 2000-an.

Baca juga : 10 Jenis Bisnis yang Laku Setiap Waktu Meskipun Hari Libur

Mereka yang lahir pada tahun-tahun tersebut harus siap dengan kondisi ‘’menyambut’’ Revolusi Industri 4.0. karena hal tersebut sangat penting untuk masa depan mereka terutama dalam bidang industri.

Para generasi milenial seyogyanya tidaj hanya diberikan materi yang mumpuni, melainkan juga harus diberikan kemampuan belajar yang cepat dan tinggi untuk bisa mengikuti perubahan zaman yang terasa begitu cepat.

Cepat atau lambat revolusi industri 4.0 ini akan semakin berkembang dengan baik. Tentunya para generasi yang ada saat ini wajib mengetahui dan mempelajari tentang revolusi industri itu sendiri.

Mengingat, merekalah nanti yang akan menjadi generasi penerus yang bisa mengembangkan revolusi tersebut.

Tidak hanya itu, hal ini ada kaitannya dengan nasib mereka di masa yang akan datang dimana mereka akan berhadapan dengan situasi yang sangat berbeda dari zamannya masa kini.

Mungkin, akan terlintas dalam benak kita semua siapkah para generasi milenial tersebut menghadapi tantangan revolusi industri 4.0?

Siap tidak siap, revolusi industri 4.0 ini pasti akan berkembang dan siapa yang menguasai hal tersebut maka ia bisa bertahan hidup dan yang lebih penting mampu bersaing dengan siapapun.

Maka dari itu, untuk bisa menyiapkan generasi milenial yang siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 harus disiapkan berbagai aspek yang mendukungnya.

Salah satunya dalam aspek Pendidikan dimana bidang tersebut memiliki peran yang besar untuk membentuk karakter, budi pekerti, agama, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

Maka dari itu, bisa dibilang tonggak keberhasilan generasi milenial untuk menghadapi revolusi tersebut dimulai dari para pendidik di setiap jenjang.

Para pendidik sekiranya harus bisa meninggalkan pola pembelajaran lama diganti dengan pola pembelajaran kekinian yang bisa melahirkan generasi-generasi tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut.

Karena itu, memang sudah seharusnya para pendidik menjadi insan pembelajar. Dimana mereka harus bisa menerima, beradaptasi, dan mengikuti perubahan zaman.

Kini, sekolah bukan hanya sekedar tentang transfer ilmu dari guru ke murid dnegan cara yang lama. Sudah waktunya, sekolah melihat dan memfasilitasi segala kebutuhan para peserta didik sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimilikinya.

Karena Lembaga Pendidikan merupakan aspek yang penting untuk membantu para generasi milenial menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. maka seyogyanya harus memiliki kompetensi yang mumpuni. Diantaranya adalah ;

  • Kemampuan untuk Beradaptas. Dimanapun berada, peserta didik harus bisa beradaptasi untuk bisa membaur dengan siapapun. Sebagai bukti Ia mampu bertahan dan berbaur dalam kondisi apapun.
  • Kemampuan untuk Berkolaborasi. Bukan zamannya lagi untuk maju sendiri. Karena revolusi industri dibutuhkan kolaborasi yang kuat untuk bisa menghadapi tantangan tersebut.
  • Kemampuan untuk Memecahkan masalah. Didiklah peserta didik Anda sebagai insan yang tidak mudah menyerah. Salah satunya dari kemampuan untuk memecahkan masalah tersebut.
  • Kemampuan untuk mempimpin. Tanpa ada jiwa pemimpin ia akan sulit melaksanakan 3 hal di atas. Minimal ia harus bisa memimpin diri sendiri dan tahu arah tujuannya.
  • Kemampuan untuk menciptakan sebuah kreatifitas dan juga inovasi. Ya, ini adalah tujuan utama untuk menjawab tantangan revolusi tersebut. Berkreasi dan berinovasilah sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki.

Tanpa dibekali kemampuan tersebut, maka generasi milenial akan sulit menghadapi tantangan revolusi tersebut. Sejatinya Pendidikan tersebut akan membentuk mereka pada soal kemanusiaan, rasa, sikap kritis, membentuk karakter, dan yang terpenting mengetahui hal yang benar dan yang salah.

Selain itu, Lembaga Pendidikan formal pun harus menerapkan dan memadukan program-program yang sudah ada dengan program kekinian yang berhubungan dengan keterampilan era indusrti 4.0.

Baca juga : Prediksi 5 Usaha yang Akan Menjadi Trending Bisnis Tahun Ini

Sudah seharusnya generasi pendidik memberikan kesempatan pada mereka untuk belajar, berlatih, berkreasi, berimajinasi, membuat karya, produk unggulan, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, ciri sekolah tersebut siap melahirkan peserta didik yang bisa menjawab tantangan revolusi industri adalah dengan adanya literasi media, literasi teknologi, literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Maksud dari literasi ini adalah, para peserta didik mampu membaca, menulis, dan membuat karya yang berkenaan dengan literasi tersebut.

Tips Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0

  1. Manfaatkan Teknologi yang Ada dengan Sebaik Mungkin. Dorong selalu peserta didik untuk mau belajar dan menggunakan teknologi tersebut.
  2. Jangan Pernah Berhenti Berinovasi. Jikalau peserta didik kita gagal atau sudah berhasil membuat sesuatu janganlah berhenti. Terus berinovasi dan jangan malu bertanya. Disinilah pembimbing harus peka melihat situasi tersebut agar mereka tidak patah semangat.
  3. Jangan Pernah Merasa Puas. Jika mereka berhasil membuat sebuah karya tertentu, ingatkan mereka untuk tidak cepat puas dengan hasil yang telah dicapai. Karena teknologi setiap harinya terus berkembang bahkan berkembang terlampau cepat. Itulah maksud dari jangan cepat untuk merasa puas ketika sudah berkarya.

Itulah dia pengertian dan revolusi Industri 4.0 dimana revolusi tersebut mampu mengubah gaya hidup manusia. Dan manusia khususnya generasi milenial wajib mempelajari hal tersebut untuk bisa bertahan dan menjadi bagian dari revolusi industri tersebut.

Maka dari itu, para pendidik sangta penting untuk memasukkan kurikulum pembelajaran yang bersifat kekinian untuk bisa melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan tersebut.

Semoga bermanfaat.

Loading...