20 Saham dengan Dividen Yield Terbesar di Indonesia

Bagi setiap investor pasar modal, emiten saham dengan dividen yield terbesar sudah pasti menjadi incaran. Karena memang bagaimanapun juga ketika kita menanamkan uang di sebuah perusahaan, tentu yang diincar adalah keuntungan tinggi. Dividend Yield (DY) merupakan bagian dari dividen selain Dividend Payout Ratio, Dividend Per Share sampai CUM Dividend.

Memang, apa sih dividen yield itu?

Secara mudahnya, dividen yield adalah rasio keuangan yang dipakai untuk mengukur tingkat keuntungan yang diterima pemegang saham dari perusahaan. Seperti yang sudah Anda tahu, dividen merupakan tujuan dalam investasi saham karena itu adalah laba yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham.

20 Emiten Saham dengan Dividen Yield Terbesar yang Layak Dipilih

Dilansir Liputan6 pada akhir Januari 2021 kemarin, BEI (Bursa Efek Indonesia) merilis saham dengan dividen yield terbesar terbaru di IDX High Dividend 20. IDX High Dividend 20 ini sendiri untuk periode perdagangan Februari 2021 – Januari 2022. Data ini dilihat dari kinerja emiten saham yang membagikan dividen tunai tiga tahun terakhir dengan DY tinggi.

Baca juga: 10 Rahasia Bisnis Orang Tionghoa Agar Sukses dan Cepat Kaya

Apa saja? Berikut emiten-emiten saham dengan dividen yield terbesar:

1. ADRO – PT Adaro Energy Tbk

PT Adaro Energy Tbk
© Tempo

Membuka daftar saham dengan dividen yield terbesar adalah ADRO. Perusahaan sektor energi dengan bidang usaha utama pertambangan batubara ini memiliki DY cukup tinggi yakni 9.77% ketika pembagian saham 19 Juni 2020. Hanya saja kinerja ADRO di pasar modal masihlah murah di tiga bulan pertama 2021.

Ada di level tertinggi tahun 2021 sebesar Rp1.525 (11 Januari) per lembar, ADRO kini justru tersungkur hingga Rp1.175 per lembar saat penutupan Senin (8/3) kemarin, alias melemah 0.42%.

2. ASII – PT Astra International Tbk

Emiten sektor industri ini melaporkan DY saat pembagian saham 27 Oktober 2020 senilai 3.32%. Menurun dari tahun 2019 yang mencapai 4.25%.

Untuk kinerja pasar modal, ASII sempat menguat 0.91% dalam penutupan hari Senin (8/3) kemarin yakni Rp5.550 per lembar saham. Posisi ini perlahan lebih baik setelah sempat anjlok Rp5.400 pada 26 Februari 2021.

3. BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Dianggap sebagai emiten perbankan dengan nilai saham terbesar, BBCA justru memiliki DY terendah jika dibandingkan emiten lain dalam daftar saham dengan dividen yield terbesar.

Pada pembagian dividen 22 Desember 2020 lalu, BBCA mencatat yield 1.65%. Selama tiga tahun terakhir, DY yang diraih BBCA memang tak pernah lebih dari 2%.

Di lantai bursa, nilai BBCA juga masih stabil belum meningkat signifikan. Setelah anjlok ke level Rp27.100 (30 September 2020), BBCA mulai meningkat dan mencapai puncaknya di Rp36.725 (11 Januari 2021). Untuk penutupan hari Senin (8/3) kemarin, saham BBCA senilai Rp33.600 per lembar.

4. BBNI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
© Batampos

BBNI adalah BUMN perbankan pertama yang termasuk dalam emiten dengan yield memuaskan. Saat pembagian saham 24 Maret 2020 kemarin, BBNI mencatat DY sebesar 3.44% di mana lebih baik daripada 2019 di angka 2.54%.

Meskipun begitu kinerja saham BNI di pasar modal cukup stabil. Sempat anjlok Rp5.550 pada 29 Januari, pada Senin (8/3) kemarin saham BBNI ada di level Rp6.000 per lembar.

Baca juga: Berapa Penghasilan Driver Gojek Saat Ini? Intip Ulasannya!

5. BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Banyak yang meyakini bahwa emiten blue-chip mayoritas punya DY yang rendah dengan nilai saham stabil. Hal itu juga dialami BBRI yang dalam enam tahun terakhir tak pernah lebih dari 4%. Tertinggi saat pembagian dividen 18 Maret 2020 yakni yield mencapai 3.56%.

Di pasar modal, kinerja BBRI juga masih stabil selama sebulan terakhir meski melemah 0.84% pada Senin (8.3) kemarin di level Rp4.730 per lembar.

6. BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Menutup BUMN perbankan milik pemerintah, BMRI juga masuk daftar saham dengan dividen yield terbesar. Saat pembagian dividen di nilai 353.34 pada 20 Maret 2020, BMRI mencatat DY sebesar 5.50%. DY ini bahkan melonjak dari tahun 2019 yang sebesar 3.10%.

Meskipun begitu kinerja saham BMRI sepekan terakhir cukup muram. BMRI kini di level Rp6.425 per lembar yang artinya melemah 0.77% saat ditutup hari Senin (8/3) sore.

7. CPIN – PT Charoen Pokphand Indonesia

PT Charoen Pokphand Indonesia
© Charoen Pokphand Indonesia

CPIN adalah perusahaan sektor barang konsumen primer yang menjual olahan ikan, daging, unggas baik masih fresh atau siap saji.

Dalam enam tahun terakhir, CPIN memiliki DY yang cukup rendah yakni mulai 0.48% (2015) hingga 1.93% (2019). Untuk dividen yang dibagikan pada 16 September 2020, besaran DY dari CPIN di angka 1.29%.

Bagaimana dengan kinerja sahamnya di lantai bursa? Tercatat melemah 0.79% pada Senin (8/3) kemarin jadi Rp6.300 per lembar saham.

8. DMAS – PT Puradelta Lestari Tbk

Menggantikan emiten GGRM (PT Gudang Garam Tbk), DMAS adalah perusahaan sektor properti dan real estate yang bergerak di bidang pengembangan kawasan industri, yang didukung pembangunan perumahan dan komersial.

Dibandingkan emiten lain , DMAS mencatat DY terbesar yakni mencapai 19.49% saat pembagian dividen tanggal 18 Desember 2020. Sementara untuk kinerja sahamnya di bursa masih stabil di level Rp236.

9. HMSP – PT HM Sampoerna Tbk

HMSP adalah satu-satunya emiten industri rokok dalam daftar saham dengan dividen yield terbesar. Membagian dividen senilai 119.8 pada 9 Juni 2020, HMSP mencatat DY sebesar 8.35% yang artinya meningkat dari 6.39% di tahun 2019.

Pergerakan saham HMSP di pasar modal pun masih cukup stabil dalam sepekan terakhir kendati melemah 0.69% di hari Senin (8/3) ke level Rp1.435 per lembar saham.

Baca juga: 7 Strategi Bisnis Ikan Cupang Modal Kecil Untuk Pemula

10. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

PT Indofood Sukses Makmur Tbk
© Media Indonesia

Sebagai salah satu emiten blue chip, perusahaan yang memproduksi Indomie, mi instan terlaris di Indonesia ini memang punya kinerja finansial baik.

Nilai saham INDF bahkan menguat 0.82% pada Senin (8/3) sore kemarin menjadi Rp6.175 per lembar. Sementara itu untuk DY pada tahun 2020 yang dibagikan 14 Agustus kemarin mencapai 4.50%.

Dengan nilai dividen 278, DY milik INDF memang tidak pernah lebih dari 5% pada lima tahun terakhir. Terendah di angka 1.89% pada tahun 2016 dan tertinggi pada 2020 kemarin.

11. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Kinerja saham produsen semen terbesar kedua di Indonesia ini di pasar modal memang cukup positif. Kendati melemah 0.19% pada hari Senin (8/3) kemarin, saham INTP tercatat di level Rp13.250 per lembar.

Untuk besaran DY, pada 18 Desember 2020 mencapai angka 3.58% dengan nilai dividen 475. Nilai DY ini meningkat dari pembagian 28 Desember 2020 yakni 3.40%.

12. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk

ITMG menjadi salah satu emiten sektor energi di bidang pertambangan batubara dalam daftar ini selain PTBA. Mencatatkan DY 7.53% dengan dividen senilai 877 pada 24 November 2020, nilai saham ITMG memang cukup besar.

Meskipun menurun 0.21% pada Senin (8/3) kemarin, saham ITMG masih di level Rp11.650 per lembar.

13. KLBF – PT Kalbe Farma Tbk

PT Kalbe Farma Tbk

Jadi satu-satunya perusahaan farmasi dalam daftar emiten saham dengan dividen yield terbesar, kinerja KLBF memang cukup baik. Selama lima tahun terakhir, DY milik KLBF stabil dengan rata-rata 1.48%.

Sementara untuk DY terakhir adalah 1.03% dengan dividen senilai 16 saat dibagikan 18 Desember 2020 kemarin. Untuk nilai saham per lembarnya sendiri, tidak banyak berubah dari sebelumnya yakni masih di level Rp1.555 per lembar.

14. PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk

Kendati masih di jalur merah untuk kinerja saham di pasar modal lima hari terakhir, emiten sektor energi dengan bidang usaha utama distribusi dan trasmisi gas bumi ini layak dipertimbangkan.

Memiliki DY di angka 2.95%, PGAS membagikan dividen senilai 41.56 pada 18 Juni 2020. Sementara untuk harga sahamnya tercatat Rp1.410 per lembar pada hari Senin (8/3) sore, alias meningkat 0.71%.

Baca juga: 10 Kiat Sukses Bisnis Kos-Kosan Bagi Pemula, Pasti Ampuh!

15. PTBA – PT Bukit Asam Tbk

Perusahaan sektor energi dengan bidang usaha utama pertambangan batubara ini memang layak dipertimbangkan di pasar modal.

Di dalam daftar ini, PTBA bahkan menjadi salah satu emiten saham dengan dividen yield terbesar mencapai 12.18% saat dibagikan 10 Juli 2020 lalu. Kala itu besaran dividen PTBA mencapai 326.46.

Namun ternyata besaran DY di tahun 2020 menurun dari tahun 2019 yang mencapai 14.90%. Sementara untuk kinerjanya di lantai bursa, emiten PTBA tercatat melemah 1.11% di hari Senin (8/3) sore kemarin ke level Rp2.680 per lembar saham.

16. TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
© Vibiznews

BUMN berikutnya yang masuk daftar saham dengan dividen yield terbesar ini memang punya kinerja tangguh di pasar modal. Bergerak di industri jasa telekomunikasi, TLKM mencatat DY sebesar 4.61% dengan nilai dividen 154.07 pada pembagian 23 Juli 2020 kemarin. Sebagai emiten blue chip, DY tertinggi TLKM pada lima tahun terakhir adalah 5.12% di tahun 2019.

Sementara itu untuk kinerja sahamnya di pasar modal sepanjang lima hari terakhir masihlah cukup muram. Kendati memang ditutup menguat 0.60% ke level Rp3.340 per lembar saham pada Senin (8/3) sore kemarin.

17. TOWR – PT Sarana Menara Nusantara Tbk

Perusahaan sektor infrastruktur ini bergerak di industri jasa telekomunikasi nirkabel. Pada pembagian dividen 22 Desember 2020 kemarin, TOWR mencatat DY sebesar 0.88% dengan dividen 10.47.

Sementara untuk kinerjanya di pasar modal, masih dalam jalur merah. Kendati mulai merangkak 0.85% menjadi Rp1.185 per lembar saham hari Senin (8/3) sore.

18. UNTR – PT United Tractors Tbk

Bergerak di industri mesin dengan bidang usaha utama wholesale (durable goods), UNTR adalah anak perusahaan Astra International. Pada pembagian dividen 20 Oktober 2020 kemarin, UNTR mencatat DY 4.18% dengan dividen 976.

Sejak 2018-2020, tingkat DY milik UNTR memang naik turun yang memiliki rata-rata 4.93%.

Dalam lima hari terakhir, pemilik saham UNTR tampaknya bisa tersenyum lega karena terus meningkat. Sempat anjlok Rp21.825 per lembar saham pada Jumat (5/3), UNTR ditutup pada level Rp23.325 per lembar hari Senin (8/3) sore kemarin karena naik sebesar 7%.

19. UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk

UNVR adalah satu-satunya emiten dari industri produk perawatan tubuh yang masuk daftar saham dengan dividen yield terbesar.

Pada pembagian dividen 17 Desember 2020 kemarin, UNVR mencatat DY sebesar 2.92% dengan nominal dividen sebesar 194. Selama tiga tahun pembagian dividen, tingkat DY milik UNVR cukup stabil rata-rata 2.62%.

Namun pergerakan saham UNVR di pasar modal tampaknya cukup muram dalam lima hari terakhir. Bahkan pada penutupan hari Senin (8/3) sore kemarin anjlok 1.12% menjadi Rp6.650 per lembar saham.

Baca juga: Lagi Hits, Inilah 7 Rahasia Sukses Bisnis Tanaman Hias Aglonema

20. WSBP – PT Waskita Beton Precast Tbk

PT Waskita Beton Precast Tbk
© TrenAsia

Berada di posisi terakhir, emiten WSBP tampaknya menggantikan posisi LPPF milik PT Matahari Department Store Tbk. Bergerak di industri material konstruksi, WSBP mencatat yield 3.29% saat pembayaran dividen pada 12 Juni 2020 lalu. Kala itu besaran dividen yang diberikan WSBP adalah 8.22.

Bisa dibilang DY ini cukup anjlok karena pada tahun 2019 masih mencapai 14,8% dengan dividen 22.5. Untuk pergerakan sahamnya di pasar modal, WSBP masih cukup merah sepanjang sebulan terakhir. Pada Senin (8/3) saham WSBP ditutup di level Rp248 per lembar saham atau turun 0.80% dari sebelumnya.

Kesimpulan

Dari daftar saham dengan dividen yield terbesar di atas, nilai terbesar justru dicatat sang pendatang baru emiten sektor properti, DMAS. Nilai yield DMAS kemudian disusul perusahaan pertambangan batubara milik pemerintah, emiten PTBA. Tentunya Anda kini bisa mempertimbangkan mau membeli saham mana bukan?

Ingat, pertimbangkan besaran DY tapi juga kinerja di pasar modal serta sentimen yang bakal terjadi di lantai bursa. Dengan begitu Anda akan tetap jadi investor yang sukses dan memperoleh cuan maksimal dari saham dengan dividen yield terbesar.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar