Tinggal Tiga Hari, Ini Lho 5 Keunggulan SBR010

© investasi.online

Pandemi Covid-19 sepertinya tidak menjadi halangan bagi pemerintah untuk menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara) bagi investor perorangan alias ritel. Salah satu jenis SBN yang begitu dinantikan kehadirannya adalah SBR (Savings Bond Ritel). Dan di tahun 2021 ini, pemerintah hanya sekali menawarkan SBR lewat seri SBR010.

SBR010 menjadi SBN Ritel Konvensional kedua yang diterbitkan di tahun 2021 ini selain ORI019 dan ORI020. Mengambil waktu penawaran 21 Juni sampai 15 Juli 2021, artinya Anda hanya punya waktu kurang dari tiga hari untuk berinvestasi pada SUN  (Surat Utang Negara) tersebut. Tentunya momen penawaran ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Masyarakat Indonesia sendiri tampaknya memang selalu menyambut kehadiran SBN dengan antusiasme tinggi. Buktinya meskipun saat ini tengah masa PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat untuk wilayah Jawa-Bali selama tiga pekan di bulan Juli, pemerintah justru memutuskan untuk menambah kuota penjualan SBR010.

Baca juga: 7 Jenis Surat Berharga Syariah Negara di Indonesia

Penambahan kuota penjualan SBR010 ini sudah dilakukan pada hari Rabu (7/7) pekan lalu. Hal ini disebabkan karena penjualan seri SUN tersebut sudah melebihi target awal yakni Rp5 triliun. Di mana pada waktu tersebut, nilai pemesanannya sudah menembus Rp4,95 triliun. Kepastian penambahan kuota ini diungkapkan oleh Deni Ridwan selaku Direktur SUN DJPPR Kemenkeu.

Kepada Bareksa, Deni mengungkapkan bahwa kalau nilai pemesanan SBR010 sudah mencapai target yang ditetapkan pemerintah, pihaknya akan berupaya menambah kuota meskipun jumlahnya terbatas. Karena bagaimanapun, penerbitan Savings Bond Ritel tidaklah bisa sebanyak penjualan ORI (Obligasi Ritel Indonesia).

Antusias Tinggi, Pemerintah Target Rp80 T Untuk SBN

© Lifepal

Sebagai salah satu instrumen investasi, kehadiran SBN memang memberikan keuntungan bagi para investor, terutama pemula. Dibandingkan saham, reksadana, emas, properti bahkan deposito sekalipun, SBN dianggap sebagai aset investasi yang paling aman. Apalagi di era pandemi Covid-19, siapapun tentu ingin berinvestasi dengan aman.

Anda tentu masih ingat ketika wabah corona pertama kali menghantam dunia di tahun 2020 lalu. Banyak negara mengalami inflasi dan akhirnya jatuh ke jurang resesi, diikuti dengan pasar modal yang limbung, membuat beberapa instrumen investasi langsung merugi. Namun SBN dalam hal ini adalah SUN terutama jenis Savings Bond Ritel, bisa dibilang masih menguntungkan.

Tak heran kalau akhirnya pemerintah cukup percaya diri memasang target penjualan SBN ritel di tahun 2021 ini sebesar Rp70-80 triliun. Target ini bahkan lebih besar daripada target di tahun 2020 yakni Rp60-70 triliun. Luky Alfirman selaku DJPPR Kemenkeu dalam acara Investor Gathering DJPPR Kemenkeu 2020 di bulan Desember tahun lalu pun menjelaskannya.

“Target penjualan SBN di tahun 2021 antara Rp70-80 triliun, hampir sama dengan realisasi penjualan SBN ritel di tahun 2020 sebesar Rp76,78 triliun. Rencananya akan ada enam kali penerbitan SBN baik SUN atau SBSN (Surat Berharga Syariah Negara),” ungkap Luky.

Sekadar informasi, di tahun 2020 lalu Kemenkeu juga menerbitkan enam jenis SBN ritel yang mana justru SBSN mampu meraih penjualan terbesar. Yap, seri SR013 yang ditawarkan mulai 16 Juni 2020 lalu dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder justru mencatat penjualan Rp25,67 triliun. Sedangkan jumlah terkecil penjualan ada pada SBR009 sebesar Rp2,25 triliun.

Di bawah SR013, penjualan SBN ritel terbaik di tahun 2020 diraih oleh dua perwakilan SUN yakni ORI017 dan ORI018, masing-masing seri tersebut meraih penjualan RP18,33 triliun dan Rp12,97 triliun. Berbeda dengan SR013 yang begitu diminati, SR012 yang ditawarkan pada Februari 2020 justru ’cuma’ meraih penjualan Rp12,14 triliun. Begitu pula dengan ST007 yang sama-sama jenis SBSN, hanya mampu memperoleh Rp5,42 triliun saja.

Kendati demikian, raihan penjualan SBN di tahun 2020 memang bisa dibilang fantastis, mengingat kala itu pemerintah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kondisi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang ambrol, termasuk saham-saham bluechip, juga diikuti oleh dipangkasnya suku bunga oleh BI (Bank Indonesia).

Baca juga: 6 Instrumen Investasi Dana Haji yang Wajib Diketahui

Namun meskipun perekonomian memburuk, minat pada SBN tetap stabil yang akhirnya membuat Kemenkeu menerbitkan enam seri SBN kembali di tahun 2021 ini, termasuK SBR010. Apa saja? Berikut masa penawarannya yang bisa Anda perhatikan:

  • ORI019: 26 Januari – 18 Februari 2021
  • SR014: 26 Februari – 17 Maret 2021
  • SBR010: 21 Juni – 15 Juli 2021
  • SR015: 27 Agustus – 15 September 2021
  • ORI020: 27 September – 20 Oktober 2021
  • ST008: 1 – 17 November 2021

Jika melihat jadwal di atas, maka kita saat ini sedang ada dalam masa penawaran SBR010. Nah, supaya Anda makin tertarik untuk berinvestasi pada Surat Utang Negara, berikut akan kami bahas mengenai keunggulan dan hal-hal penting soal Savings Bond Ritel yang satu ini.

Keuntungan yang DItawarkan SBR010

© beritagar

Dalam situs resminya, Kemenkeu menjelaskan bahwa SBR010 merupakan instrumen investasi yang ditawarkan pemerintah hanya untuk WNI (Warga Negara Indonesia). Melalui pembelian SBN ritel ini, pemerintah mengajak serta masyarakat Tanah Air untuk terlibat aktif dalam pembiayaan APBN, termasuk dalam pemulihan ekonomi negara yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Kendati kontribusi SBN ritel tidak cukup besar bagi pembiayaan belanja negara, tetap saja kehadiran SBR010 ini bisa membuat jumlah investor di Tanah Air makin luas dan pasar keuangan nasional makin beragam. Nah, karena masih menyisakan waktu beberapa hari lagi sebelum masa penawaran usai, berikut beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh SBR untuk Anda:

1. Dijamin Negara

Inilah keunggulan pertama yang dimiliki oleh SBN. Seperti namanya, Surat Berharga Negara, maka seluruh penerbitan SUN dan SBSN sudah pasti dijamin penuh oleh pemerintah Indonesia. Anda tak perlu cemas kalau-kalau dana yang diinvestasikan tak bisa kembali saat jatuh tempo, karena yang menjamin adalah negara.

Selama negara tidak bangkrut (yang pastinya tidak mungkin), seluruh dana investasi yang Anda gelontorkan untuk membeli SBR sudah pasti akan dikembalikan penuh ketika sudah jatuh tempo. Bagi Anda yang merupakan investor pemula dan enggan mengambil risiko besar, investasi pada SBN adalah pilihan terbaik.

Bahkan jika dibandingkan dengan tabungan deposito yang dijamin oleh institusi perbankan dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), investasi pada SBN jauh lebih bikin aman. Tak heran kalau para investor pemula seperti generasi muda fresh graduate sampai Ibu-Ibu rumah tangga, begitu dianjurkan ikut berinvestasi pada SBR010 ini.

2. Modal Terjangkau

Ingin berinvestasi tapi selalu terhalang oleh modal?

Solusinya adalah SBN!

Yap, hampir semua seri SBN yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Kemenkeu, bisa dibeli dengan modal sangat terjangkau yakni mulai dari Rp1 juta setiap unitnya. Sehingga bagi Anda kalangan muda yang masih berpenghasilan UMR (Upah Minimum Regional), tidak akan terlalu terbebani penghasilannya jika memilih investasi pada SBR010.

Anda bisa mengincar masa penawaran SBN yang diinginkan, lalu mengatur finansial terlebih dulu, dengan cara menyisihkan sedikit penghasilan setiap bulannya. Nanti jika sudah terkumpul minimal Rp1 juta, Anda bisa langsung membeli SBN yang tengah ditawarkan entah SUN atau SBSN, pada Midis (Mitra Distribusi) pilihan.

3. Bisa Dicairkan Lebih Awal

Hanya mau berinvestasi pada emas batangan murni 24K karena dapat cair cepat sebagai uang tunai?

Siapa bilang SBN tidak bisa?

Kemampuan untuk dapat dicairkan sebelum jatuh tempo itu dimiliki oleh SBR010. Yap, meskipun seri ini tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, SBR ternyata punya fasilitas early redemption. Di mana lewat early redemption, investor bisa menerima sebagian pelunasan pokok SBR oleh pemerintah sebelum jatuh tempo.

Hanya saja yang harus Anda ketahui, fasilitas early redemption ini cuma bisa digunakan oleh investor dengan minimal kepemilikan SBR sebesar Rp2 juta di setiap Midis. Di mana jumlah maksimal untuk pencairan lebih awal yang bisa diajukan ini hanya 50% saja, itupun setelah investasi SBR berjalan minimal satu tahun.

Misalkan saja Anda punya SBR010 sebesar Rp20 juta yang diinvestasikan pada tahun 2021-2023. Maka saat mengajukan early redemption, cuma bisa memperoleh pencairan maksimal Rp10 juta saja. Sedangkan sisanya diambil saat jatuh tempo nanti. Jika sesuai dengan jadwal Kemenkeu, early redemption baru bisa diajukan pada 27 Juli – 4 Agustus 2022 nanti.

4. Kupon Mengambang

Setiap instrumen investasi tentu menjanjikan keuntungan, begitu pula SBR010. Keuntungan untuk SBR yang merupakan jenis SUN ini disebut dengan kupon atau bunga. Di mana kupon merupakan imbal hasil yang nantinya bakal dibayarkan kepada investor pemilik SBR. Kupon dihitung berdasarkan persentase terhadap jumlah pokok utang dengan waktu 12 bulan, tetapi bisa dibayarkan setiap bulan.

Untuk SBR010, jenis kuponnya mengambang dengan floating with floor (tingkat kupon minimal). Di mana pada tiga bulan pertama berlaku kupon 5,10% (BI 7-DRRR saat penetapan sebesar 3,50% dan ditambah spread 160 bps) yang tidak akan berubah sampai jatuh tempo. Untuk besaran spread, tetap 160 bps (1,60%) sampai plafon usai pula.

Baca juga: 6 Jenis Investasi yang Bisa Dicoba Saat PPKM Darurat

Kupon ini akan dibayarkan setiap bulan, di mana pembayaran pertama untuk SBR010 terjadi pada 10 September 2021 (long coupon). Nantinya jika pada Oktober 2021, BI-7DRRR menjadi 4,00%, maka pada periode Oktober 2021 – Januari 2022, kupon yang berlaku menjadi 5,60% p.a

5. Bermanfaat Bagi Negara

Dan inilah keunggulan terakhir yang dimiliki oleh sebuah SBN ritel, termasuk SBR010. Yap, Anda akan memiliki sumbangsih besar bagi negara. Terutama dalam era pandemi Covid-19 ini, setiap investor yang membeli SBR, akan terlibat langsung dalam membantu dana pengadaan vaksin, bantuan sosial bagi masyarakat korban wabah corona dan dukungan UMKM.

Tertarik? Begini Cara Pesan SBR010

© Twitter BNI

Lantaran memiliki sejumlah keunggulan, tentu memanfaatkan tiga hari yang tersisa jelang masa penawaran SBR010 usai dengan cara ikut membelinya, adalah hal terbaik. Tidak sulit kok untuk bisa terlibat sebagai investor SBR, karena bahkan sekalipun Anda masih investor pemula, bisa melakukannya secara mudah.

Baca juga: Keuntungan Investasi Properti Bagi Pemula, Jenis dan Tipsnya

Pertama-tama, mendaftarlah lebih dulu di Sistem Elektronik yang disediakan Midis sembari melengkapi informasi data pribadi termasuk nomor SID (Single Investor Identification) yang diterbitkan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. Jika Anda belum punya, pihak Midis bisa membantu untuk memperolehnya.

Kalau pendaftaran sudah sukses, langsung saja pesan SBR010 di Midis yang Anda pilih, sambil baca terlebih dulu Memorandum Informasi. Jika pemesanan berhasil, Anda akan memperoleh kode pembayaran di email atau SMS dan langsung setorkan dana yang dibutuhkan, selama batas waktu yang ditentukan oleh Midis.

Kalau pembayaran sudah diterima, investor akan mendapatkan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara). Anda baru akan memperoleh SBR010 pada tanggal setelmen alias penerbitan. Dengan begitu selamat, Anda adalah seorang investor SBN!

Arai Amelya: Pecinta seni yang harus menikahi jurnalistik dan penulisan