Jangan Lakukan 6 Hal Ini Setelah Sesi Wawancara

Hai Gen Z, setelah kemarin kita mengulas kesalahan yang harus dihindari saat wawancara. Kini kita akan melanjutkan tentang jangan lakukan 6 hal ini setelah sesi wawancara.

Pasalnya jika Anda melakukan satu dari 8 hal ini, pihak pewawancara akan menganggap Anda melakukan sebuah tindakan yang melibatkan perasaan.

Melibatkan perasaan pada interaksi antara peserta wawancara dengan pewawancara berpotensi akan menimbulkan bias pada penentuan hasil wawancara.

Ini merupakan preseden buruk yang mesti Anda hindari, kecuali jika Anda ingin dikatakan sebagai penjilat!

Meski sebenarnya tujuan utama Anda bukan untuk menjilat si pewawancara, namun kita tidak bisa mengontrol anggapan dari banyak orang.

Maka lebih baik kita menghindarinya dengan tindakan preventif, agar harga diri kita sebagai seorang profesional bisa tetap baik di mata kandidat lain atau tim rekrutmen.

Lalu apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan setelah sesi wawancara? Simak artikel ini untuk catatan Anda agar tidak tertarik melakukan hal yang sebenarnya adalah kesalahan setelah sesi wawancara.

1.Terlalu Banyak Melakukan Tindak Lanjut

Tindaklanjut sederhana setelah sesi wawancara adalah bertanya di kemudian hari mengirim pesan singkat berupa pertanyaan.

Setelah Sesi Wawancara

“Kapan hasil wawancara diumumkan?”

Bayangkan jika Anda adalah tim rekrutmen yang sedang memilah dan menilai hasil wawancara, tiba-tiba mendapat pertanyaan seperti itu.

Apa perasaan Anda? Kesal atau malah ingin segera berkata kasar pada si penanya?

Anda jangan membuat mereka terburu-buru untuk memberikan penilaian atau akan menjadi blunder untuk diri Anda.

Beberapa tim rekrutmen menilai orang yang tidak sabar untuk mendapatkan pemberitahuan adalah tidak layak untuk bekerja di perusahaan mereka.

Lakukan tindaklanjut jika Anda belum mendapat kabar dalam waktu yang ditentukan oleh si pewawancara.

Misalnya mereka mengatakan bahwa pengumumannya paling lambat setelah 7 hari kerja, maka berikan pertanyaan pada hari ke delapan.

Meski beberapa orang pewawancara berharap ada pertanyaan untuk menindaklanjuti setelah sesi wawancara.

Tapi jangan membanjiri tim rekrutmen dengan banyak pesan dan panggilan telepon. Jika Anda terlalu sering menghubungi, Anda akan membuat mereka ilfil dengan diri Anda.

Beberapa hal yang sering dikeluhkan tim rekrutmen adalah ucapan terima kasih yang disampaikan oleh kandidat karyawan satu hari setelah sesi wawancara.

Apakah Anda berpikir tim rekrutmen akan senang? Tidak ferguso, mereka akan menganggap itu spam dan mungkin akan jadi pertimbangan untuk mencoret Anda dari daftar potensial.

Lalu jika Anda bertanya bagaimana tindakan yang tepat untuk melakukan tindaklanjut sederhana setelah sesi wawancara?

Jawabannya adalah gunakan saluran komunikasi yang mereka gunakan saat menghubungi Anda untuk panggilan wawancara.

Mungkin bisa lewat Email, pesan pribadi pada LinkedIn, atau sebuah akun Whatsapp Bisnis. Misalnya, jika pewawancara Anda meminta komunikasi email, patuhi itu dan jangan gunakan media lainnya.

Seorang tim rekrutmen mengatakan tindak lanjut seorang kandidat juga harus bergantung pada seberapa jauh dirinya dalam proses wawancara.

Secara umum, semakin awal Anda melakukan wawancara maka semakin cepat Anda harus memastikan hasil wawancara.

Rentang antara waktu wawancara hingga keluarnya hasil wawancara mungkin memerlukan waktu sekitar seminggu.

Anda mungkin bisa melakukan komunikasi setelah 7 hingga 10 hari setelah wawancara, tentu dengan pertanyaan sederhana dan jangan bertele-tele.

Agar Anda lebih yakin mengenai kapan pengumuman hasil wawancara, Anda juga bisa bertanya pada akhir wawancara.

Tanyakan pada manajer perekrutan kapan Anda bisa mendapatkan pengumuman diterima atau tidak.

Juga tentang kapan waktu yang tepat untuk mengajukan pertanyaan jika Anda belum mendengar kabar dari tim pewawancara.

Sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menjangkau orang-orang yang belum memberi Anda izin untuk melakukannya.

Jika Anda memborbardir email atau Whatsapp perusahaan dengan pertanyaan yang norak, kami menjamin bahwa Anda akan di blacklist dari daftar calon kandidat.

Jika Anda ingin meninggalkan kesan baik pada tim pewawancara, Anda bisa mengirimkan satu ucapan terima kasih kepada mereka.

Satu atau dua hari setelah sesi wawancara dan menunggu mereka untuk menanggapi dengan langkah selanjutnya.

Ingatlah bahwa Anda mungkin tidak selalu menerima respon balik dari mereka.

2. Jangan Sama Sekali Tidak Melakukan Tindak Lanjut

Setelah sesi wawancara, sangat penting untuk mengirim beberapa bentuk korespondensi. Apakah itu pesan singkat, email atau bahkan panggilan telepon .

Ucapkan terima kasih kepada pewawancara Anda atas waktu dan usaha mereka.

Kesalahan paling umum yang dilakukan oleh seorang calon kandidat setelah sesi wawancara adalah tidak melakukan tindak lanjut.

Batasan seorang pelamar yang melakukan tindak lanjut setelah wawancara tidak lebih dari sekadar mengucapkan terima kasih. Ini menunjukkan bahwa mereka masih menginginkan posisi tersebut.

Email ucapan terimakasih pasca wawancara bisa meyakinkan seorang pewawancara tentang minat Anda pada posisi tersebut.

Ini bisa menunjukkan ambisi, dan juga memberi tahu mereka bahwa kandidat menikmati wawancara dan memang masih tertarik bekerja untuk mereka. Ucapan terimakasih merupakan hal yang sopan untuk dilakukan.

Ucapan terimakasih mungkin akan mengantarkan Anda pada wawancara tindak lanjut atau mungkin langsung pengumuman bahwa Anda diterima setelah sesi wawancara.

Sebuah ucapan terimakasih adalah cara untuk menjual diri Anda kepada pewawancara dengan menyatakan kembali minat Anda dan menunjukkan perilaku yang baik.

3. Berikan Ungkapan yang Dipersonalisasi

Selalu merupakan ide yang baik untuk mengirim sesuatu yang dipersonalisasi sebaik mungkin, kata seorang penasehat karir.

Anda bisa memikirkan tentang topik yang muncul dalam wawancara, apa pun yang ingin Anda tambahkan yang tidak sempat Anda sampaikan selama wawancara. Tekankan mengenai minat Anda pada perusahaan.

Sebagian besar manajer perekrutan mengapresiasi sebuah surat terima kasih, jadi luangkan waktu dan upaya untuk menyesuaikan surat Anda kepada pewawancara.

Kemukakan sesuatu yang ingin Anda diskusikan, bisa juga tentang hal yang tidak sepenuhnya terkait dengan keterampilan atau deskripsi pekerjaan Anda.

Misalnya, Anda berbicara tentang proyek yang Anda kerjakan pada posisi sebelumnya di perusahaan lain.

Setelah Sesi Wawancara

Sertakan tautan atau contoh proyek itu dalam tindak lanjut Anda sebagai sebuah informasi tambahan pada diskusi dan cara untuk memamerkan keahlian Anda setelah sesi wawancara.

Namun jangan berlebihan, atau Anda akan dikira pamer kepada tim pewawancara.

4. Komunikasi Hantu

Jika setelah sesi wawancara Anda memutuskan posisi itu tidak tepat untuk Anda. Uuntuk alasan apa pun, hubungi perusahaan dan beri tahu mereka bahwa Anda ingin menarik lamaran Anda.

Hargai siapa pun yang mewawancarai Anda dan meluangkan waktu dari jadwal sibuk mereka untuk Anda.

Sebuah hal yang sopan untuk dilakukan adalah mengakui upaya itu dengan ucapan terima kasih yang ramah dan pengunduran diri resmi.

5. Jangan Salah Mengirim Ucapan

Kesalahan bisa saja terjadi. Meskipun itu tergantung pada seberapa serius kesalahan itu, sebagian besar, Anda dapat memulihkan jika Anda menangani kesalahan kecil dengan anggun.

Ada cerita tentang seorang pelamar yang secara tidak sengaja mengirim surat terima kasihnya kepada orang yang salah di perusahaan.

Dia dengan cepat meminta maaf dan mengirim surat itu ke orang yang tepat.

“Apa yang saya sukai dari dia adalah dia mengakui kesalahannya dan dengan cepat memperbaikinya.” Begitu kata kawan kami yang seorang tim HRD.

Baca juga: 10 Tren Ruang Pemasaran Digital di 2022

6. Tidak Diterima? Tetap Ucapkan Terimakasih!

Bahkan jika Anda tidak mendapatkan posisi yang Anda idamkan. Anda harus mengirimkan tindak lanjut setelah sesi wawancara kepada manajer perekrutan atau orang HR yang menyatakan minatnya pada peluang di masa depan.

Ini akan membuat kesan yang baik dan bisa membuat Anda dipertimbangkan untuk peluang lain di perusahaan tersebut.

Lakukan dengan baik, ramah tanpa menunjukkan rasa kecewa Anda. Mungkin saja Anda akan mendapatkan kesempatan selanjutnya.

Kesalahan Yang Harus Dihindari Sebagai Pewawancara

Jangan Anda pikir hanya seorang calon kandidat yang harus menghindari sebuah kesalahan. Namun seorang pewawancara juga berada di sisi lain dari proses yang seringkali sama saja membuat stres.

Pewawancara dan manajer perekrutan memiliki tekanan untuk menemukan kandidat yang tepat setelah sesi wawancara.

Seorang yang dapat melakukan tugas pekerjaan, cocok dengan budaya perusahaan , cocok dengan gaji yang ditawarkan pekerjaan dan memenuhi banyak kriteria penting lainnya.

Pewawancara juga bisa kacau. Berikut adalah beberapa kesalahan paling umum yang dilakukan pewawancara dan cara menghindarinya.

1. Kriteria Subjektif Atau Arbitrer

Daripada “menyaring” kandidat berdasarkan firasat awal atau pada kriteria yang tidak dapat diprediksi – seperti IPK, alamat pada resume atau suara nama.

Pewawancara harus memastikan bahwa proses evaluasi secara terstruktur, spesifik terhadap pekerjaan dan seobjektif mungkin.

Ini akan memberi mereka kesempatan untuk mempekerjakan orang-orang hebat yang mungkin tidak mereka pikirkan sebelumnya.

2. Bias Media Sosial

Meskipun media sosial memainkan peran utama dalam pencarian kerja saat ini, kami berpendapat bahwa itu dapat membangkitkan bias yang tidak disadari setelah sesi wawancara.

Profil media sosial sering kali berisi gambar kandidat dan informasi lain yang tidak relevan dengan pekerjaan, tetapi dapat memengaruhi pengambilan keputusan secara tidak adil.

Tetap fokus pada apa yang relevan secara profesional, seperti detail di profil LinkedIn mereka.

Memaksimalkan Media Sosial | Folder Bisnis
jangan lakukan 6 hal ini setelah sesi wawancara 5

3. Terlalu Banyak Obrolan

Adalah umum bagi pewawancara untuk menyelipkan monolog tentang peluang, perusahaan, budaya, dan atribut pekerjaan lainnya selama wawancara dan setelah sesi wawancara.

Meskipun ini bisa menjadi bagian penting untuk mengenalkan kandidat dengan perusahaan, penting untuk memberi kandidat banyak kesempatan untuk berbicara.

Semakin banyak informasi yang relevan dengan pekerjaan yang Anda miliki tentang pelamar. Semakin besar kemungkinan Anda untuk mendasarkan keputusan perekrutan Anda pada kriteria objektif daripada kesan yang tidak lengkap dan mungkin bias.

Aturan yang baik untuk seorang pewawancara adalah 80% mendengarkan, 20% berbicara.

4. Keberpihakan Pribadi

Sebagai manusia, kita cenderung menyukai orang yang berbagi preferensi dan minat pribadi kita. Seperti musik, olahraga, acara televisi, pilihan gaya hidup, dan perilaku lain yang tidak relevan dengan pekerjaan.

Saat mewawancarai, perlu diingat bahwa menyukai acara TV yang sama tidak terkait dengan prestasi kerja.

Pewawancara tidak boleh membiarkan “menjadi seperti saya” secara tidak sadar mempengaruhi penilaian mereka.

Tetap seobjektif mungkin dan fokus pada kualifikasi pekerjaan, terutama saat menentukan apakah kandidat cocok dengan budaya yang baik.

Di sinilah akan sangat membantu jika beberapa pewawancara berbicara dengan kandidat yang sama.

Anda semua dapat membandingkan pemikiran Anda tentang kepribadian, keterampilan, dan budaya yang sesuai untuk mencapai keputusan yang objektif.

Penutup

Dengan memahami 6 hal yang jangan Anda lakukan setelah sesi wawancara bisa menjaga citra diri Anda sebagai seorang yang profesional.

Pastikan Anda sudah membaca sesi sebelumnya mengenai apa saja yang harus Anda hindari saat wawancara.

Dua seri artikel ini bisa menjadi bekal Anda menghadapi wawancara kerja di BUMN, perusahaan swasta, atau lembaga pendidikan.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar