5 Start-Up Investasi Pertanian Terbaik Indonesia

Tahun 2020 merupakan titik tolak dari ramainya fenomena investasi berbasis digital berupa saham, forex, mata uang digital seperti Bitcoin atau Ethereum, bahkan hingga emas digital. Hampir semua orang berbondong-bondong untuk ikut investasi pada bidang tersebut.

Ini merupakan lompatan yang cukup bagus dalam hal kemajuan ekosistem industri digital yang katanya sudah mencapai level 4.0. Namun ada sebuah fenomena bahwa sebagian orang terlalu hiperbolik menganggap fenomena investasi digital sebagai sebuah investasi terbaik saat ini, dan menomorduakan peluang investasi lainnya.

Kita tidak akan tahu kapan fenomena digital ini mengalami titik jenuh dan akhirnya mengalami penurunan tren. Semoga saja sih tidak, karena kasihan nanti kawan – kawan kita yang lagi cuan di Bitcoin tiba – tiba harus zonk.

Start-Up Investasi Pertanian
Investasi Pertanian by www.investasi.online

Alih – alih mengikuti tren investasi kekinian, ada lho sebagian orang yang lebih suka membuat tren setidaknya untuk diri mereka sendiri. Misal nih, ketika semua orang sedang semangat – semangatnya berinvestasi di bidang digital kemudian tiba – tiba Anda memilih untuk investasi di bidang pertanian. Loh kok?! Ndeso nih orang. Hehe

Iyalah ndeso, pertanian itu kan kerjaan orang – orang desa. Menanam padi di sawah berlumpur, panas dan berkeringat. Seringkali padi sudah ditanam tapi aliran air kurang, ditambah harga pupuk mahal. Menanam dan merawat padi butuh proses yang tidak ringan, tetapi saat waktunya panen raya malah pemerintah kita mau impor beras. Sedih gak tuh.

Sedih saja tidak akan pernah menyelesaikan persoalan, justru ini merupakan peluang investasi yang masih terbuka lebar di Indonesia. Dengan berinvestasi di bidang pertanian, kita turut serta menjaga ketersediaan stok pangan di negara Indonesia, mulia banget gak tuh.

Sebagai seorang investor tentu Anda tidak perlu terjun langsung ke sawah ikut menanam padi, cukup dengan menyetorkan sejumlah uang kepada pengelola usaha pertanian. Jika Anda bingung mau berinvestasi pertanian kemana, Anda bisa mencari referensi tentang perusahaan rintisan atau start up yang membuka peluang investasi di bidang pertanian.

“Ada gitu start-up yang fokus pada pertanian, kirain cuma ngurusin belanja online sama ojek doang”, begitu celetukan dari salah satu remaja Gen-Z di sebuah kota kecil. Mungkin juga sebagian besar dari Anda berpikiran begitu.

Baca yuk, 5 Bank Digital Terbaik di Indonesia, Review Mana yang Terbaik? 

Agar Anda tidak semakin penasaran tentang start-up apa saja yang membuka peluang investasi di bidang pertanian, kita simak ulasan di bawah ini.

1. iGrow

Start-Up Investasi Pertanian
igrow.asia

iGrow dibangun berdasarkan analisa tentang perkembangan produk hasil pertanian organik dan potensi pasar yang semakin luas. Tujuan utama dari berdirinya platform iGrow adalah memberikan keuntungan kepada pemilik lahan, pemilik modal atau investor, dan juga petani.

iGrow tak hanya fokus pada mencetak keuntungan besar, namun juga bertekad untuk menghasilkan produk terbaik di kelasnya. Sejauh ini, iGrow sudah berhasil membangun sistem pertanian di atas lahan seluas 800 hektare. Kurang lebih ada 1.200 petani juga yang telah bergabung.

Untuk memulai investasi di iGrow, Anda bisa memulainya dengan paket investasi paling murah yaitu Rp 2.500.000 dengan jangka waktu investasi minimal dua tahun. Anda juga bisa memilih paket lain yang lebih besar sesuai dengan preferensi Anda.

Pembagian keuntungan dilakukan dengan sistem bagi hasil. Pihak petani dan investor mendapatkan masing-masing 40% dari total keuntungan. Sedangkan sisanya sebesar 20% diberikan kepada administrator iGrow.

Keamanan investasi Anda dijamin seratus persen, no tipu – tipu.  Karena platform ini sudah terdaftar secara resmi dan ada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Anda bisa segera mengakses segera ke halaman igrow.asia, bahkan kini ada versi Androidnya juga lho. Jadi Anda bisa dengan mudah melakukan investasi dari genggaman tangan, juga melihat nilai investasi Anda secara real time. Asyik kan.

2. TaniFund

TaniFund
tanifund.com

TaniFund merupakan anak perusahaan dari TaniHub (Marketplace Produk Pertanian). TaniHub menghubungkan para petani dari berbagai daerah di Indonesia dengan para pelaku bisnis. Namun, petani di Indonesia banyak yang mengalami masalah utama berupa pembiayaan.

Melihat masalah tersebut, TaniHub meluncurkan TaniFund dengan tujuan untuk memberikan pembiayaan bagi para petani di Indonesia. Dengan bantuan pembiayaan dari para funder, petani di Indonesia dapat mengembangkan pertaniannya.

TaniFund adalah platform peer-to-peer (P2P) lending yang berfokus pada industri agrikultur di Indonesia. Mempertemukan Anda dengan para petani lokal melalui pinjaman modal produktif dengan risiko terukur yang berdampak sosial.

Melalui pendanaan di TaniFund, Anda membantu membangun akses permodalan untuk kesejahteraan petani lokal. Untuk melakukan investasi di TaniFund Anda bisa memulainya dari angka Rp 100.000 saja. Nominal Anda yang kecil ini berarti untuk memberikan dampak yang besar, tulis TaniFund di halaman resminya.

TaniFund tidak hanya mengembangkan proyek pertanian padi, tapi juga perkebunan buah seperti melon dan alpukat. TaniFund juga mempunyai peternakan kambing yang kita tahu permintaan daging kambing ini semakin tinggi setiap bulannya. Apalagi ketika masa Idul Adha, harga kambing bisa naik hingga 70 persen lho.

TaniFund juga sudah terdaftar di OJK, jadi investasi Anda terjamin aman terkendali.

3. Crowde.co

Crowde.co
crowde.co

Dari namanya kita sudah menduga bahwa start-up ini berbasis gerakan Crowdfunding alias urunan. Startup pertanian Indonesia ini bertujuan menghubungkan antara petani berskala kecil dengan investor retailer atau pribadi melalui platform digital.

Jika Anda iIngin berinvestasi dengan modal kecil, sepertinya Crowde menjadi platform yang paling cocok untuk Anda. Di sini Anda bisa mulai investasi dengan modal hanya Rp 10.000 saja.

Crowde tak hanya fokus pada investasi, namun juga memberikan pinjaman modal kepada petani yang membutuhkan. Agar petani mau bekerja sama, ada beberapa persyaratan yangharus dipenuhi. Antara lain seperti ukuran lahan kurang dari 0,5 hektar serta petani tradisional yang nggak mampu mengakses pinjaman modal dari bank.

Crowde juga berperan sebagai pembeli hasil pertanian untuk dipasarkan. Program ini dirasa sangat menguntungkan bagi petani yang tergabung dalam platform ini.

Sama seperti platform-platform lainnya, keuntungan yang Anda dapatkan di Crowde dibagi dengan sistem bagi hasil.

Kini, Crowde sudah mengumpulkan dana investasi sebesar USD1juta. Dana tersebut diperoleh dari Mandiri Capital, STRIVE, dan investor perseorangan. Untuk bergabung menjadi investor Anda cukup membuat akun untuk login pada halaman khusus investor dan memilih angka investasi yang anda inginkan.

4. Growpal

4. Growpal
growpal.co.id

Growpal agak berbeda dengan platform investasi yang sudah dibahas sebelumnya. Platform yang satu ini lebih fokus pada sektor budidaya ikan. Beberapa jenis ikan yang menjadi komoditas utamanya antara lain patin, kerapu, serta udang vaname.

Karena berinvestasi di sektor perikanan, maka Anda harus bersedia menunggu hingga ikan siap panen. Waktunya tentu beragam tergantung pada jenis ikan yang dibudidaya.

Baca juga, 10 Situs P2P Lending Terbaik Indonesia Legal OJK

Growpal memberikan pelayanan penyaluran pendanaan dengan keuntungan yang menjanjikan di sektor perikanan dan kelautan. Pendanaan keuangan masa depan dengan ROI efektif hingga 24% per tahun dengan laporan, transparansi dan penilaian aset yang profesional.

Pemberdayaan lebih banyak usaha mikro perikanan, pembudidaya ikan, peningkatan produksi perikanan nasional & ketahanan pangan Indonesia.

Dalam sekali panen, Anda akan mendapatkan 55% dari hasil penjualan. Petani ikan akan mendapatkan bagian sebesar 35%. Sedangkan sisanya diberikan kepada Growpal.

Tanijoy

Tanijoy

Rekomendasi platform investasi di bidang pertanian yang terakhir adalah Tanijoy. Platform ini dibuat untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih baik untuk kesejahteraan petani Indonesia.

Tujuan awal pendirian Tanijoy adalah mencarikan lahan yang bisa digarap oleh petani. Pasalnya, tak semua petani memiliki lahan untuk digarap.

Tak sedikit pula dari mereka yang hanya bisa menjadi buruh. Apakah menyediakan lahan garapan saja sudah cukup membantu petani? Tentu saja belum. Tanpa adanya modal, pertanian tak akan bisa berjalan.

Oleh karena itu, Tanijoy kemudian membuka peluang investasi bagi Anda yang mempunyai perhatian dan ingin membantu mengembangkan pertanian Indonesia. Uang yang didapatkan dari penjualan hasil panen nantinya dibagi sesuai dengan kesepakatan awal.

Ada pun pembagiannya yaitu 50% untuk petani, investor 30%, dan sisanya untuk pemilik lahan serta pihak Tanijoy sendiri.

Selain mencarikan lahan dan menyediakan dana, Tanijoy tentu berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis tentang ilmu pertanian yang lebih baik. Juga berkomitmen untuk membuka akses pasar yang lebih luas untuk memasarkan hasil pertanian.

Baca juga, Mau Cuan dari Investasi? Ini Cara Mendapatkan Investasi Terbaik

Platform Tanijoy telah mendaftarkan dirinya secara resmi dan saat ini berada di bawah pengawasan OJK. Kelima platform investasi pertanian dan perikanan di atas adalah perusahaan resmi. Semuanya berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagikan ;

Tinggalkan komentar