7 Startup Lingkungan Hidup Asal Indonesia yang Inspiratif

Kesempatan untuk membangun bisnis di era digital sangat terbuka lebar. Tidak hanya pada bidang yang mainstream, ternyata banyak juga bidang yang bisa di gali. Salah satunya dengan membuat startup lingkungan hidup, dimana kita bisa berbisnis sekaligus memberikan dampak positif untuk lingkungan hidup. Dengan kata lain kita ikut berkontribusi untuk menanggulangi dampak dari kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar kita.

Menariknya, ternyata banyak sekali sisi yang bisa di kembangkan. Bukan hanya soal sampah atau pengelolaan limbah lain, tapi kita juga bisa membuat produk-produk yang ramah lingkungan. Dulu, memang kesadaran masyarakat akan lingkungan bisa di katakan masih kurang.

Tapi kini, perlahan masyarakat semakin rasional sehingga mulai banyak yang mulai memilih gaya hidup ramah lingkungan. Salah satunya dengan mengikuti program atau menggunakan produk-produk yang mendukung pelestarian lingkungan. Startup-startup yang berbasis lingkungan hidup pun mulai berkembang dan mengadakan bekerjasama dengan pemerintah serta investor untuk mendukung konsep smart city.

Jadi rasanya, potensi startup di bidang lingkungan hidup akan cukup progresif kedepannya. Nah bagi Anda yang tertarik membuat perusahaan startup yang berorientasi pada lingkungan, beberapa startup lingkungan hidup keren asal Indonesia ini mungkin bisa menginspirasi Anda!

1. Waste4Change

Sumber gambar : Website Waste4Change

Kita semua tahu bahwa pengelolaan sampah adalah isu yang cukup serius di Indonesia. Banyak sekali bencana alam yang terjadi di akibatkan oleh pengelolaan sampah yang tidak baik. Bukan hanya kerugian secara materil tapi juga sampai menelan korban jiwa.

Berkat perkebangan teknologi yang sangat pesat, sejak tahun 2014 yang lalu Waste4Change hadir sebagai perusahaan rintisan di bidang lingkungan hidup yang pada awalnya lahir dari diskusi antara PT Greeneration Indonesia dan (Ecobali) PT Bumi Lestari Bali. Hingga akhirnya saat ini Waste4Chenge di dirikan atas nama PT Waste4Change Alam Indonesia dan bermarkas di Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga, Tertarik memulai start up kamu, Baca tips berikut ini

Waste4Change memiliki visi “Menjadi Pemimpin dalam Menyediakan Solusi Pengelolaan Sampah yang Bertanggung Jawab” dengan mengurangi sampah di TPA.

Waste4Change menerapkan metode :

  • Konsultasi (consult)
  • Kampanye edukasi (campaign)
  • Pengumpulan sampah (collect), dan
  • Mendaur ulang sampah (create)

Jadi, apa saja layanan yang di sediakan oleh Waste4Change?

Waste4Change ini menyediakan layanan pengelolaan sampah, dimana nantinya pemilahan sampah tidak di lakukan di TPA melainkan di muaranya(metode Zero Waste to Landfill)

Waste4Change juga memiliki layanan edukasi dan konsultasi waste management baik sampah rumah tangga (personal) ataupun perusahaan.

Kabarnya saat ini sudah ada lebih dari 2000 rumah dan 40 area komersial yang bergabung menjadi mitra Waste4Change. Bukan hanya itu, startup yang satu ini berencana mengembangkan konsep smart city dengan bekerjasama bersama pemerintah dan para investor.

Selain layanan, startup lingkungan yang satu ini juga sudah memiliki produk-produk yang bisa di jangkau untuk mendukung program-program pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Diantaranya peralatan dan perlengkapan mengompos, produk black soldier fly (pakan organik untuk hewan dan ternak) dan custom waste bin.

2. Duitin

Sumber gambar : website Duitin

Masih seputar startup yang concern dalam isu pengelolaan sampah, namun kali ini ada yang cukup unik dari Duitin yang merupakan salah satu startup lingkungan hidup. Hal ini karena di Duitin, dengan mengikuti programnya masyarakat justru akan mendapatkan rewards.

Duitin merupakan platform digital yang di dirikan oleh PT. Tjatra Yasa Indonesia dan memiliki kantor pusat di Jakarta. Platform ini bermula dari kesadaran akan adanya sampah-sampah yang sulit untuk terurai dan berpotensi menambah volume sampah di TPA serta dampak-dampak buruk yang terjadi.

Disisi lain sampah-sampah tersebut sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang lebih berharga jika kita mampu mendaur ulangnya. Kebanyakan masyarakat Indonesia belum terlalu peduli dengan pengelolaan sampah.

Walaupun begitu sudah ada kok masyakat yang mulai sadar akan pentingnya daur ulang sampah tapi tidak tahu bagaimana caranya. Oleh karena itu Duitin menjawabnya dengan mendorong kesadaran sekaligus menjadi media untuk mempermudah masyarakat untuk mendaur ulang sampah.

Duitin sudah punya aplikasi yang bisa di download pengguna android dan juga iOS. Jadi masyarakat tinggal memilah sampahnya, lalu pesan Picker di aplikasi duitin dan mendapatkan rewards untuk setiap sampah daur ulang yang telah di serahkan kepada Duitin.

Rewardsnya berupa coin yang bisa di tukar dengan pembelian pulsa prabayar, paket kuota data, sampai dengan token listrik. Menarik ya?

3. Izifill

Sumber gambar : website Izifill

Masih bicara tentang startup yang mencoba menjawab isu pengelolaan sampah, Izifill hadir dengan fokus dan cara yang berbeda. Izfill merupakan perusahaan rintisan yang berkonsentrasi untuk mengurangi sampah dari limbah botol plastik.

Botol plastik seringkali di hasilkan dari botol minuman yang di beli oleh masyarakat setiap harinya. Sebagian dari kita mungkin juga sudah sadar, salah satu untuk mengurangi limbah botol plastik tersebut adalah dengan membawa botol minum sendiri.

Tapi, seringkali satu botol tidak cukup dan kita terpaksa tetap membeli air minum dalam plastik. Jadi bagaimana cara Izifill beroperasi?

Izifill menyediakan water station (stasiun pengisian air) yang berbasis IoT (Internet of Things), bisa di operasikan tanpa harus menyentuhnya. Jadi kita tinggal tap dan mengisi air minum pada mesin water station Izifill yang berbentuk seperti dispenser.

Lalu apa saja kelebihan yang di tawarkan Izifill selain mesin water station yang canggih?

Kualitas air higienis dan harga yang lebih murah di banding air minum kemasan botol plastik menjadi hal yang di

tawarkan Izifill. Selain itu masyarakat bisa memilih mengisi ulang air minum panas atau dingin. Selain memang lebih higienis, sangat cocok untuk era pandemik dimana bisa mengurangi potensi terpapar virus covid 19.

Untuk menggunakan layanan Izifill, Anda tidak perlu menyentuh mesin. Cukup mendownload aplikasi Refill My Bottle di android maupun iOS.

4. Smash

Sumber gambar : Website Smash

Startup lingkungan hidup asal Indonesia selanjutnya adalah Smash yang di dirikan oleh PT. Solusi Hijau Indonesia. Masih berhubungan dengan pengelolaan sampah, namun Smash ini berperan dalam layanan sistem online manajemen pengelolaan sampah. Lebih jelasnya, Smash ini menghubungkan kita dengan seluruh bank sampah yang ada di Indonesia.

Smash menyediakan aplikasi yang terintegrasi untuk pengelolaan sampah. Nah, sebenarnya smash memiliki 2 aplikasi yang memiliki fungsi berbeda yakni BankSampah.id (khusus untuk Bank sampah yang ada di Indonesia), mySmash (untuk nasabah). Apa saja yang ada dalam aplikasi ini?

BankSampah.id

  • Manajemen Kategori & Harga Sampah
  • Manajemen Nasabah
  • Manajemen Transaksi
  • e-Report & Statistik yang Informatif
  • Aplikasi berbasis Mobile (Dapat berfungsi secara offline)
  • Website Bank Sampah
  • e-Calendar

MySmash

  • Jemput Sampah (Penjemputan sampah oleh Bank Sampah)
  • Toko Online Kerajinan Daur Ulang Sampah
  • Blog Edukasi Persampahan
  • Smash-Pay

5. Evo & Co

Sumber gambar : Website Evo & Co

Berbicara tentang masalah sampah memang seperti tidak habisnya. Tapi, jika kebanyakan startup di atas fokus pada pengelolaan sampahnya, sama seperti Izifill, Evo & Co lebih bersifat preventif. Evo & Co adalah startup lingkungan hidup yang fokus untuk meminamilisir sampah yang berasal dari kemasan plastik dengan memproduksi barang-barang ramah lingkungan.

Startup yang satu ini sudah berdiri sejak tahun 2016 yang lalu. Nah, dengan kemasan yang berbahan dasar rumput laut, kemasan menjadi lebih mudah terurai dengan cepat. Saat ini Evo & Co sudah memiliki 3 brand yakni Evoware, Evoworlda dan Rethink. Produk-produk yang di luncurkan juga cukup unik.

  • Evoware yakni kemasan yang berbahan dasar rumput laut
  • Evoworld yaitu produk-produk alat makan yang terbuat dari bahan dasar yang bisa di makan oleh manusia
  • Rethink adalah gerakan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengkampanyekan sustainable lifestyle

6. iGrow

Sumber gambar : Website iGrow

iGrow adalah startup milik PT iGrow Resources Indonesia yang bergerak di bidang pendanaan proyek-proyek pertanian.

Pemenang Startup World Cup 2018 ini merupakan media yang menghubungkan para imvestor yang tertarik di bidang pertanian dan juga para petani Indonesia yang tidak memiliki modal untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari asumsi data tentang adanya jutaan hektar lahan yang tidak teroptimalkan di Indonesia serta jutaan petani yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, iGrow akhirnya berdiri pada tahun 2014.

Baca, 10 ide bisnis start up potensial

Seiring perkembangannya, saat ini iGrow sudah terdaftar dan di awasi OJK dan aplikasi bisa di download melalui android maupun iOS.

7. MyCotech

Sumber gambar : Website MyCotech

Startup lingkungkan hidup yang terakhir kali ini adalah MyCotech yang di dirikan oleh beberapa alumni ITB (Jurusan Arsitektur & Mikrobiologi) dan juga Unpad (Jurusan Ekonomi Pembangunan) pada tahun 2015.

MyCotech merupakan startup asal Bandung yang fokus dalam pengelolaan limbah pertanian dengan memproduksi material komposit serta kulit yang ramah lingkungan. Limbah pertanian yang di gunakan seperti serbuk kayu, tandan kosong, kelapa sawit, ampas serat tebu dll.

Sebenarnya MyCotech ini bermula dari kesadaran bahwa material bangunan yang banyak digunakan saat ini di lakukan dengan cara menggali dari tanah. Hal ini tentunya bisa merusak alam, di sisi lain ada berjuta ton limbah pertanian yang tidak termanfaatkan dan hanya menambah volume sampah. Setelah itu MyCotech cukup berhasil di Kickstarter (crowdfunsing global) dan semakin berkembang.

Saat ini MyCotech memiliki 2 produk yakni Biobo dan Mylea. Biobo adalah decorative panel untuk dinding interior. Sedangkan Mylea merupakan material kulit yang dijadikan berbagai barang seperti jurnal, sepatu, dompet, tas, jam tangan dll.

Bukan hanya di pasarkan di Indonesia, produk-produk MyCotech juga di pasarkan secara internasional melalui Kickstarter. Rencananya kedepan MyCotech juga ingin menjadi suplier material Mylea untuk merek-merek ternama.

Penutup

Manusia dan lingkungan selalu berkaitan erat, ketika keseimbangan alam terganggu maka dampaknya akan kita rasakan sendiri. Namun tidak banyak yang benar-benar sadar dampak dan juga kewajiban agar bumi kita tetap lestari. Nah, karena itulah startup-startup lingkungan hidup ini sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat.

Lambat laun akan menyadarkan masyarakat untuk peduli akan lingkungannya sendiri dan mempertimbangkan hal tersebut dalam lifestylenya. Sehingga potensi startup lingkungan hidup kedepan mungkin akan cukup cerah.

Soal sisi bisnisnya, sepertinya tidak perlu di pertanyakan lagi. Jika startup kita berprestasi dan memberikan dampak, otomatis akan menarik para investor. Karena mendirikan startup yang sustainable juga bukanlah perkara mudah. Butuh kerja keras, riset dan tentunya waktu yang tidak sebentar. Bagaimana, apakah Anda juga punya ide membangun startup lingkungan hidup? Semoga informasi ini membuat Anda semakin terinspirasi.

Yulinda Nurlisdiana: Hai, saya Yulinda Nurlisdiana, penulis di folderbisnis