Step by Step Menjual Jasa Freelance Bernilai Tinggi Hingga Milyaran

Dulu profesi sebagai freelancer kerap di anggap sebelah mata. Dianggap tidak bisa bersaing di dunia kerja atau bahkan pengangguran nanggung, walaupun sebenarnya tidak selalu begitu. Karena ternyata ada juga orang-orang yang cocok dengan nature pekerjaan seperti freelancer yang cenderung lebih fleksibel.

Ditambah lagi, dukungan teknologi dan internet yang kini semakin memungkinkan kita bekerja dari mana saja. Sebenarnya hal ini bisa membuat freelancer bukan hanya sekedar pekerjaan namun bisnis yang hasilnya bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan dalam hidup.

Iklan

Tapi meskipun saat ini sudah banyak orang yang menawarkan jasa freelancenya bahkan berani untuk menjadi full time freelancer, tidak semua bisa menjual jasa freelancenya hingga menjadi bernilai tinggi. Padahal orang-orang yang memilih bisnis freelancer biasanya sumber penghasilan utamanya adalah dari nilai proyek yang ia kerjakan.

Nah, ada cerita menarik berkaitan dengan hal ini yang wajib Anda simak.

Cerita Tentang Proyek Freelance Rp 2,1 M

Tahukah Anda kalau Steve Jobs pernah di pecat dari Apple dan mendirikan perusahaannya sendiri bernama NEXT. Untuk membuat logo dan visual identity NEXT, Steve Jobs membayar designer bernama Paul Rand. Kira-kira berapa Steve Jobs membayar Paul Rand untuk itu? Waktu itu Steve Jobs membayarnya sebesar USD 100.000.

Dia membuat 100 halaman proposal untuk menjelaskan visual identity NEXT. Mulai dari filosofi hingga seluruh analisis visual identity di jelaskan hingga bisa meyakinkan Steve Jobs bahwa jasanya itu bernilai USD 100.000 atau jika di koversikan sekarang nilainya Rp 2,1 milyar. Pertanyaannya, bagaimana seseorang bisa dibayar Rp 2,1 milyar untuk membuat visual identity sebuah perusahaan?

Mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa hal tersebut wajar-wajar saja karena itu kan “Steve Jobs” yang sudah punya modal besar. Tentu proyeknya bernilai besar.

Tapi sebenarnya jasa freelance bernilai tinggi bukan karena pembeli jasanya, melainkan beberapa hal yang akan kita bahas nanti. Sebab tidak mungkin Steve Jobs mau membeli visual identity abal-abal dengan harga sedemikian tinggi.

Selain itu, ternyata ada juga freelancer Indonesia yang jasanya pernah di hargai milayaran Rupiah bahkan di usia yang relatif muda.

Hm… semakin tertarik bagaimana sih menjual jasa freelance kita menjadi sesuatu yang bernilai tinggi? Yuk langsung simak saja ulasannya!

Baca ulasan, 15 Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika yang Harus Dibiasakan

3 Tahapan Untuk Menjual Jasa Freelance Bernilai Tinggi

Apapun bidang freelancer yang kita tekuni, designer, programmer, penulis, editor atau di bidang lainnya perlu memperhatikan 3 hal penting ini saat menjual jasa freelancenya dengan harga yang mahal. Tapi sebelum masuk ke poin yang pertama, ada satu pertanyaan yang harus kita jawab terlebih dahulu.

“What are you selling?” (Apa yang Anda jual?)

Apa jasa, service atau skill yang bisa kita jual kepada orang lain. Misalnya kita passion di bidang design, sebelum menawarkannya kepada orang lain kita perlu merasa bahwa jasa, service atau skill kita itu “worth” untuk di jual kepada klien. Caranya bisa bermacam-macam, mulai dari belajar dari youtube, membaca buku, mengikuti seminar, sekolah design dll.

Intinya, kembangkan terlebih dulu skill kita sebelum menjualnya kepada orang lain. Jika sudah mulai merasa jasa sebagai designer bisa di bayar hal selanjutnya yang mungkin menjadi pertanyaan banyak freelancer adalah : “Lalu berapa nilai yang seharusnya kita tawarkan atas jasa kita kepada klien?”

Untuk menjawabnya mari kita masuk ke poin penting yang pertama.

1. Memahami Market Value

Tahap pertama yang perlu kita lakukan untuk bisa menjual jasa freelance dengan harga yang mahal adalah mengetahui market value. Apa itu? Baiklah, kita gunakan contoh freelancer di bidang design.

Misalnya Anda adalah seorang designer, setelah belajar tentang design Anda bisa mengidentifikasi bahwa skill Anda setara dengan Senior Designer. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan riset terhadap bidang yang Anda pilih dalam bisnis freelance yang Anda tekuni.

Langkah yang paling mudah misalnya dengan googling berapa kira-kira gaji rata-rata seorang senior designer. Setelah mencari tahu ternyata gaji rata-rata senior designer adalah Rp 16 juta/ bulan (contoh). Itu adalah benchmark dasar yang bisa Anda pakai untuk menentukan nilai jasa kita. Sekarang coba kita bayangkan nilai yang lebih detail menggunakan asumsi diatas ya.

Anda merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan yang posisinya sebagai senior designer dan memiliki gaji sebesar Rp 16 juta/ bulan, memiliki 20 hari kerja/ bulan (8 jam/ hari). Ini artinya Anda memiliki 160 jam kerja/ bulan. Lalu jika kita pecah lagi, dimana Rp 16 juta tersebut di bagi ke dalam 160 jam/ bulan maka Anda di bayar kurang lebih sebesar Rp 100.000/ jam.

Jadi jika ada teman atau calon klien menanyakan jasa pembuatan design logo atau brosur, hal yang perlu kita pikirkan untuk menentukan harga adalah berapa lama kita menyelesaikan project tersebut. Contohnya kita tahu bahwa untuk mengerjakannya butuh sekitar Rp 5 jam. Maka Anda bisa menghitung : 5 jam x Rp 100 ribu (hourly rate) = Rp 500.000.

Dari sini mungkin kita penya bertanyaan, lalu kapan kita bisa kaya secara kita hanya punya waktu 24 jam saja per harinya?

Nah, hal ini ada kaitannya dengan poin kedua yang akan kita bahas.

Baca yuk, Strategi Investasi Cerdas Untuk Para Freelancer, Apa Saja Produknya?

2. Meningkatkan Multiplier

Untuk memudahkan penjelasan kita masih menggunakan contoh designer. Seringkali kita menemukan bahwa satu senior designer A dan senior designer B memiliki gaji yang berbeda jauh, padahal skill yang di miliki itu mirip. Nah, hal yang membedakan adalah multiplier. Ada hal-hal lain yang di perhatikan klien ketika memilih suatu jasa.

Apa saja itu? Contohnya :

  • Portofolio
    Langkah paling simple untuk meningkatkan multiplier adalah meningkatkan portofolio. Bagi freelancer, portfolio adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki karena akan menjadi gambaran kinerja dan kualitas jasa yang kita tawarkan. Semakin banyak proyek yang berhasil di selesaikan dalam portofolio maka secara otomatis nilai jasa Anda akan meningkat di mata klien.
  • Kemampuan Negosiasi
    Hal kedua yang bisa meningkatkan multiplier yakni dengan kemampuan negosiasi. Anda bisa mempelajasi bagaimana membangun skill interpersonal dan komunikasi yang baik. Pada suatu kasus bahwa klien bahkan bisa lebih memilih jasa freelancer dengan harga Rp 30 juta di banding agency dengan harga Rp 20 juta karena freelancer dianggap mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini menunjukan sebegitu pentingnya komunikasi sebab komunikasi antara klien dan penyedia jasa bisa mempengaruhi keberhasilan suatu proyek.
  • Skill Presentasi
    Selanjutnya, klien juga akan memperhatikan presentasi yang kita lakukan. Sebelum dan setelah presentasi di depan klien, kita perlu melihat berevaluasi apakah presentasi kita sudah rapi? Apakah semua nilai penting mengenai proyek dan skill kita sudah tersampaikan dengan jelas dan pertanyaan dari klien bisa kita jawab dengan baik dan realistis?
  • Company Profile/ Proposal Berkualitas
    Setelah portolio kita semakin banyak coba buatlah business card, company profile atau proposal penawaran yang lebih profesional. Meskipun sebagai freelancer, namun kita juga harus memiliki dokumentasi penjelasan yang jelas dan menarik tentang apa yang kita jual. Oleh karena itu company profile maupun proposal yang legit sangat di perlukan untuk membuat klien merasa pantas memberikan value yang tinggi terhadap jasa yang kita tawarkan.

Dengan adanya hal-hal diatas maka kita akan bisa menaikan hourly rate kita hingga 5x lipat dari yang sebelumnya Rp 100.000 menjadi Rp 500.000/ jam bahkan Rp 1 juta/ jam. Tentunya semua di jalankan secara bertahap, dengan menjalani langkah awal mulai dari mengenali skill, atau jasa seperti apa yang ingin kita jual dan mengidentifikasi market valuenya terlebih dahulu.

3. Memberikan Business Value yang Besar

Poin penting yang ketiga adalah business value. Sebenarnya hal ini termasuk poin yang sangat sulit, namun tetap realistis jika benar-benar di usahakan.

Pada poin pertama dan kedua, kita hanya fokus untuk memberikan skill, waktu dan energi kita untuk klien, namun poin ketiga ini kita harus bisa memberikan sebanyak apa value yang bisa kita berikan kepada klien melalui jasa yang kita tawarkan.

Misalnya saja Anda bisa membuktikan bahwa dengan pembuatan visual identity yang akan Anda lakukan maka omset klien akan berpotensi meningkat 10x lipat.

Sebut saja nilai omsetnya adalah Rp 10 miliar, maka wajar saja jika kita meminta jasa di hargai Rp 1 miliar. Atau contoh lain jika Anda seorang programmer yang bisa membuat suatu sistem dan sistem tersebut bisa mengingkatkan omest hingga Rp 1 triliun maka sangat wajar jika harga jasa Anda adalah Rp 100 miliar.

Untuk membongkar business value, Anda tentunya perlu mempelajari dan paham betul dengan kebutuhan calon klien. Anda bisa menanyakan keluh kesah mereka, apa yang menjadi goal/ objective klien dll. Setelah menganalisis dimana saja letak value jasa Anda dalam bisnis calon klien, barulah tunjukan berbagai prospektus dan perbandingan antara menggunakan dan tidak menggunakan jasa yang Anda tawarkan. Misalnya dari sisi solusi primer, cost, efektifitas dll.

Nah inilah sebenarnya yang membedakan freelancer biasa dengan Paul Rand yang di ceritakan sebelumnya.

Ia bisa mengkombinasikan antara market value, multiplier dan juga business value. Paul Rand bisa meyakinkan Steve Jobs bahwa dengan visual identity yang di ia buat akan bisa meningkatkan nilai perusahaan dan bisnis Steve Jobs hingga berkali-kali lipat.

Jadi skill freelancer akan dinilai berdasarkan seberapa besar dampak yang bisa di berikan kepada klien. Semakin Anda bisa membuktikan dan mengkomunikasikan hal itu, maka kemungkinan jasa freelancer Anda akan bisa di nilai jauh lebih tinggi.

Pada langkah ketiga ini, penghasilan freelancer bukan lagi di dasarkan pada working hour dan pengalaman lagi. Tapi kita harus sudah bisa membaca apa yang kita bawa dan bisa berikan kepada calon customer.

Tips Bisnis Jasa Freelance dan Mencapai Tahap Demi Tahap

Setelah kita tahu bahwa ada 3 tahap penting yang perlu kita lewati untuk meningkatkan nilai jasa freelance kita menjadi lebih tinggi, tentunya kita perlu berbicara mengenai praktik.

Apa yang harus kita lakukan saat kita berada di dalam langkah demi langkah menjual jasa freelance bernilai tinggi. Bahkan mungkin sebagian Anda masih memiliki pertanyaan bagaimana cara kerja freelancer, dari mana kita bisa mendapatkan uang dan sebagainya.

Nah di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu di lakukan untuk bisa sukses melewati tahapan-tahapan penting yang sudah kita bahas sebelumnya!

1. Fokus Pada Hal yang Bisa Kita Kendalikan

Saya adalah tipe orang yang meyakini bahwa segala sesuatu hampir selalu memiliki sebab dan akibat. Walaupun memang selalu ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Iklan

Oleh karena itu penting untuk fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan saja yang dalam konteks ini adalah meningkatkan market value. Selain itu kita juga perlu menyadari bahwa untuk bisa menjual jasa freelance hingga bernilai miliaran tentu tidak akan terjadi tanpa usaha yang cerdas dan juga konsistensi.

Jadi tidak masalah jika ternyata sekarang Anda masih berada dalam kategori junior di bidang jasa freelance yang Anda pilih. Misalnya di perusahaan skill Anda masih di hargai dengan nilai yang kecil. Yang terpenting adalah fokus meningkatkan value market misalnya dengan :

  • Menambah wawasan lewat seminar, buku dll
  • Melakukan kolaborasi dan bertemu dengan orang yang lebih ahli
  • Melatih kemampuan beradaptasi, seperti saat ada kondisi yang terduga seperti pandemik covid 19

2. Mencari Klien Sebanyak-banyaknya

Seperti yang sudah di sebutkan di awal, bahwa jasa freelancer ini adalah bisnis yang bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan kita. Bukan hanya sekedar hobi yang di bayar dengan ucapan trimakasih atau bakso saja. Jadi harus ada pembeli atau kita sebut dengan klien.

Oleh karena itu ketika kita sudah sadar bahwa ada skill atau jasa yang bisa jual kepada konsumen, cepat-cepatlah mencari klien. Banyak freelancer yang fokus membuat portofolio, tapi di masa awal yang terpenting adalah fokus mendapatkan klien terlebih dahulu secepat mungkin. Ada beberapa cara yang bisa di lakukan untuk mendapatkan klien terutama ketika masih newbie, yakni :

  • Daftar ke berbagai situs freelancer seperti : fiverr.com, freelacer.com, upwork.com
  • Memperhatikan networking (circle), apakah ada yang membutuhkan jasa freelancer Anda. Misalnya teman, keluarga, komunitas yang punya usaha membutuhkan logo, jasa copy writting dll. Perkenalkan diri Anda sebagai freelancer di bidang tertentu dengan membuat broadcast misalnya. Di awal tidak masalah jika bayarannya kecil, yang terpenting Anda merasakan dulu bagaimana rasanya memiliki klien (mengetahui kebutuhannya, bagaiman cara berkomunikasinya dll)

Itulah langkah yang sebaiknya Anda lakukan di masa-masa awal membangun bisnis freelancing. Fokus memperbanyak proyek dan klien karena dengan jam terbang yang tinggi biasanya kemampuan kita untuk menangani sebuah proyek akan semakin cepat.

Jadi konsekwensinya, di masa awal ini (merintis) lebih baik jika Anda tidak terlalu pilih-pilih klien hingga Anda berada pada step selanjutnya yakni beralih ke bisnis freelancer yang lebih besar. Bahkan jika ada klien yang hanya mampu membayar kita di bawah standar namun dia bisa menghubungkan Anda ke perusahaan maka sangat sayang jika Anda melewatkannya.

3. Membangun Brand Bisnis Freelance

Tips yang ketiga adalah membangun personal/ bisnis branding freelance Anda. Kira-kira apa nama yang Anda pilih untuk bisnis Anda. Hal ini penting agar nantinya jika ada seseorang yang membutuhkan jasa freelance, mereka akan mudah mengingat bisnis Anda.

Mungkin sebagian dari Anda masih bingung, apakah sebaiknya membangun brand menggunakan nama pribadi ataukah tidak (menggunakan nama lain non pribadi). Sebenarnya hal ini tergantung kepada tujuan Anda masing-masing. Misalnya kita ambil contoh di lapangan design.

Kalau kedepan Anda ingin membangun citra sebagai seorang profesional designer maka Anda bisa memilih menggunakan personal branding. Tapi jika tujuan Anda akan membuat sebuah studio, maka Anda bisa mencari nama non personal yang mewakili studio Anda.

Sebagai saran saja, lebih baik di masa awal Anda membangun personal brand terlebih dahulu. Jika personal brand sudah cukup kuat maka Anda bisa lebih mudah membuat business branding.

Baca juga, 6 Investasi Terbaik Untuk Perempuan Single Parent Agar Mandiri Finansial

4. Membuat Portfolio

Portfolio berkaitan dengan proyek-proyek yang kita kerjakan. Portfolio ini penting karena lewat portfolio orang-orang bisa melihat gambaran jasa yang kita tawarkan dan mempertimbangkan valuenya. Tapi sayangnya banyak freelancer pemula yang mispersepsi tentang proyek. Biasanya mereka minta di carikan klien atau proyek oleh yang mereka anggap sudah lebih stabil secara karir.

Mendapatkan klien memang termasuk hal tersulit dalam bisnis freelance. Itulah mengapa dimasukan dalam step-step awal dan sebaiknya kita juga mulai menggarap portofolio untuk meningkatkan ketertarikan klien. Kita harus bisa menunjukan apa yang membuat jasa atau skill kita berbeda.

Portfolio yang kita buat harus bisa menarik dan membuat orang ingin menggunakan jasa kita. Jadi percuma jika update menawarkan bisnis jasa freelance setiap hari tapi di buat dengan asal-asalan.

Media untuk membangun portfolio bisa bermacam-macam. Selain social media, website, Anda juga bisa memanfaatkan youtube.

Di masa-masa awal, Anda mungkin bisa mengisi portfolio dengan wawasan yang Anda miliki, memperlihatkan proses pembuatan produk yang Anda jual dll. Untuk membuat portfolio pilihlah mana media yang paling memungkinkan dan masih jarang di gunakan di bidang jasa freelance Anda agar orang-orang lebih mudah untuk mendapatkan perhatian calon klien.

5. Penting Untuk Membuat Klien-klien Pertama Puas

Saat Anda mendapatkan klien pertama, penting sekali untuk membuat klien Anda puas dengan kinerja Anda. Meskipun dengan bayaran yang kecil, itu tidak masalah karena hampir semua freelancer mengalaminya di masa-masa awal merintis karir. Namun yang terpenting Anda mendapatkan testimoni dari klien.

Misalnya dari segi waktu meeting usahakan tepat waktu dan benar-benar memperhatikan kebutuhan klien, dari segi waktu pengerjaan tepat waktu bahkan kalau bisa selesai sebelum deadlinenya dan hasil kerja yang sesuai dengan kesepakatan.

Sebab hal ini akan bisa meningkatkan branding bisnis Anda. Klien yang puas akan memberikan referensi dengan menyebutkan nama Anda kepada rekan atau orang yang membutuhkan jasa di bidang yang Anda tekuni. Jadi inilah alasan mengapa penting bagi Anda untuk membuat klien-klien awal Anda puas. Setelah proyek selesai, jangan lupa meminta testimoni yang bagus dari mereka.

6. Kuasai Perdokumenan

Sekali lagi, freelance ini bukan hanya sekedar hobi tapi sebuah bisnis. Oleh karena itu, Anda juga perlu memperhatikan betul tentang masalah perdokumenan seperti misalnya invoice, kontrak, proposal dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan.

Sayangnya, banyak sekali freelancer yang acuh dan melewatkannya. Padahal hal ini tidak boleh dilupakan karena kita menjalankan bisnis dengan profesional sehingga cara kerja kita juga harus mencerminkan profesionalitas. Selain itu, demi menjaga kenyamanan dan keamanan bersama dalam bertransaksi baik bagi freelancer maupun klien.

Terlebih lagi, seperti yang telah di singgung pada langkah kedua (multiplier) hal ini akan bisa membuat Anda di bayar lebih mahal karena klien merasa lebih percaya dan Anda di anggap lebih profesional. Anda berbeda dengan designer murah lainnya. Jadi mau tidak mau, Anda perlu belajar tentang ini. Sudah banyak sumber yang bisa Anda gunakan.

Jika Anda menyasar klien dalam negeri mungkin Anda harus menyusun kalimat demi kalimat. Tapi jika klien Anda berasal dari luar negeri akan lebih mudah karena saat ini sudah ada tools yang bisa membuat kontrak secara otomatis Anda tinggal memasukan data-data terkait saja.

7. Membangun Networking

Tips selanjutnya adalah membangun networking yang baik dan aktif di dalamnya. Networking ini bisa bermacam-macam. Misalnya dari circle pertemanan, gabung dengan komunitas tertentu (secara online dan offline), dll.

Networking dalam bisnis freelance adalah sesuatu yang wajib Anda lakukan. Karena dari sanalah nanti nya orang akan semakin mengenal brand Anda dan bisa jadi calon klien baru.

Misalnya dari youtube kemudian Anda berkumpul bersama komunitas dan diundang ke berbagai acara dan menjadi pembicara. Sehingga Anda harus berani memperkenalkan diri sebagai freelancer dengan konsentrasi bidang tertentu di hadapan networking Anda.

8. Selalu Mencari Klien-klien Baru

Salah satu kesalahan freelncer pemula yang sering terjadi adalah terlaku fokus bekerja tanpa mencari klien-klien baru. Sebaiknya jangan terlena ketika Anda mendapat banyak klien. Karena ketika kliennya habis, biasanya freelancer akan bingung dan zero project (tidak ada pekerjaan).

Maka penting juga bagi Anda membagi waktu dan energi untuk mengerjakan proyek sekaligus tetap melakukan promosi media-media yang Anda pilih. Ketika promosi tetap berjalan, maka potensi klien-klien baru akan berdatangan dan Anda tidak perlu mengalami masa-masa zero project.

Coba Anda perhatikan freelancer-freelancer senior yang saat ini eksis dimana-mana. Tujuan utama mereka bukan mencari adsense, tapi untuk mengenalkan brandnya ke masyarakat luas. Mereka tidak lagi harus mencari-cari klien, justru dari konten-konten promosi yang tertap berjalan klien-klien bisa berdatangan.

9. Perhatikan Tentang Pembayaran Jasa

Selanjutnya yang perlu Anda perhatikan adalah soal pembayaran. Penting bagi freelancer untuk mengumpulkan pembayaran tepat waktu. Walaupun penting, tapi biasanya freelancer pemula agak takut-takut untuk melakukannya.

Mulai dari penetapan harga, terkadang freelancer pemula malu untuk mengatakan harga jasanya. Kalaupun sudah mengatakannya biasanya juga malu untuk meminta DP sesuai besaran proyek yang di kerjakan. Ada rasa segan untuk meminta DP apalagi jika nilai proyeknya kecil. Jadi banyak yang memilih untuk langsung mengerjakan proyek tanpa meminta DP.

Ini adalah kesalahan yang fatal dan harus di hindari. Sangat banyak freelancer yang tertipu setelah selesai mengerjakan proyek. Klien lari tanpa membayar sesuai kesepakatan.

Lalu kesalahan lainnya adalah saat meminta biayaa pelunasan. Banyak juga yang takut menagih biaya pelunasan jasa. Jadi ketika proyek selesai kita hanya menunggu kesadaran klien untuk melunasi sisa pembayarannya. Itu juga salah.

Baiknya ketika klien setuju dengan proyek yang hendak di kerjakan kita meminta DP terlebih dahulu berapapun nilainya. Setelah itu baru proyek di mulai. Setelah selesai, kita perlihatkan hasilnya jika sudah oke baru klien memberikan biaya pelunasan dan kita berikan proyek seutuhnya.

Mengenai dasar penetapan rate jasa, Anda mungkin bisa mempertimbangkan hal-hal yang sudah di bahas pada bagian tahap pertama (memahami market value).

10. Menjadi Freelancer yang Produktif (Bukan Sibuk)

Salah satu tantangan bagi freelancer yang memiliki jam kerja fleksibel adalah produktifitas. Padahal produktifitas sangatlah penting untuk bisa meningkatkan market value dan melangkah ketahap yang kedua. Tapi sebelum kita berbicara lebih dalam, mungkin kita perlu mendefinisikan ulang mengenai arti produktif itu sendiri. Apa perbedaan produktif dengan sibuk.

Kita semua mungkin hampir punya pengalaman mendapat penolakan teman atau mungkin diri kita sendiri yang menolak saat di ajak melakukan suatu kegiatan, dengan alasan “Sorry gak bisa, saya lagi sibuk”.

Nah, disini yang akan kita soroti adalah kata “sibuk”. Terkadang, kata sibuk ini di asosiasikan dengan waktu dan ketika kita menolak dengan alasan sibuk secara tidak langsung menganggap bahwa apa yang lebih kita pilih itu lebih penting di banding kegiatan yang di tawarkan. Padahal tidak tentu begitu.

Jika kita sibuk asosiasinya adalah dengan waktu

Iklan
yang kita miliki namun jika kita produktif maka korelasinya dengan nilai output dari apa yang kita lakukan. Jadi kalau belum tentu sibuk itu sama dengan produktif. Karena sebanyak apapun waktu yang kita buang belum tentu hasilnya atau outputnya bernilai tinggi.

Misalnya kita bayangkan saja, ada orang A bisa menghasilkan sebanyak 10 output selama 10 jam dan ada orang B yang menghasilkan 5 output selama 1 jam. Kira-kira mana yang lebih produktif?

Tentu jawabannya adalah orang B karena artinya dalam waktu 4 jam saja si B bisa menghasilkan output yang 2x lebih banyak dari pada si A. Jadi dengan mindset produktif sama dengan banyaknya output yang di hasilkan maka akan memacu kita untuk melakukan segalanya lebih efisien. Kita akan mempertimbangkan output pada setiap aktifitas yang kita pilih termasuk kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan market value.

Jadi ada dua parameter yang bisa kita perhatikan untuk mengukur produktifitas, yakni effort dan impact. Effort ini salah satunya berkaitan dengan waktu dan impact yang artinya seberapa besar dampak yang bisa di hasilkan dari effort yang kita berikan.

11. Membuat To Do List Aktifitas Produktif

Apa yang kita lakukan dalam menjalani bisnis jasa freelance akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi pola, dan pola akan menghasilkan dampak tertentu.

Maka dari itu kita perlu mulai membuat daftar hal yang di lakukan dengan memperhitungkan effort dan impact yang sebelumnya kita bicarakan kaitannya dengan produktifitas. Kira-kira begini cara membuat to do list yang produktif.

Coba perhatikan apa-apa saja kegiatan yang membutuhkan effort yang rendah tapi impactnya paling tinggi. Jadi ketika Anda menemukan dalam suatu hari ada kegiatan yang memerlukan effort yang tinggi sedangkan menghasilkan impact yang rendah, Anda bisa memilih untuk tidak perlu terlalu memprioritaskannya.

Atau mungkin justru lebih baik untuk meng-hire orang mengerjakannya. Dengan selalu menghitung effort dan impact, kita akan benar-benar produktif sekaligus tetap bisa melakukan hobby/ apa yang kita sukai.

Baca yuk, Peluang Bisnis Daycare : Persiapan dan Langkah-langkahnya

Kesimpulan

Freelancer bukan sekedar hobby atau pekerjaan tapi juga bisa menjadi bisnis yang mendatangkan untung milayanan bahkan triliunan Rupiah. Hanya jika kita serius mendalami dan konsisten di dalamnya. Penting juga bagi kita untuk mencari jalan yang tepat untuk mengembangkan bisnis ini.

Mungkin kita bisa berefleksi dari 3 tahapan untuk menjual jasa freelance secara mahal dan tips-tips yang sudah kita bahas dimana kah sekarang Anda berada? Lalu apa saja hal yang sudah Anda lakukan sejauh ini?

Semoga dengan penjelasan di atas memberikan gambaran yang lebih jelas untuk mewujudkan mimpi Anda dalam membangun bisnis freelance.

Yulinda Nurlisdiana: Hai, saya Yulinda Nurlisdiana, penulis di folderbisnis

This website uses cookies.