7 Strategi Bisnis Ikan Cupang Modal Kecil Untuk Pemula

Meskipun pandemi Covid-19 membuat perekonomian sulit, ada saja yang tetap meraih omzet luar biasa seperti para penjual ikan cupang. Hanya saja memang dibutuhkan strategi bisnis ikan cupang yang tepat, supaya mampu meraih penghasilan fantastis.

Booming bisnis ikan cupang ini membuktikan kalau ikan hias memang selalu memiliki penggemar yang setia. Sama seperti booming bisnis tanaman aglonema, penjual ikan cupang dikabarkan mampu meraih keuntungan hingga tiga kali lipat dari modal awal, dengan omzet bulanan mencapai belasan atau puluhan juta Rupiah.

Sebetulnya, apa sih yang membuat bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan?

Tak lain karena wabah corona yang memaksa setiap orang di rumah terus, menjadikan mereka punya banyak waktu untuk menggeluti hobi, seperti memelihara ikan. Ikan hias sendiri memang sudah sejak lama digandrungi di Tanah Air, sehingga bukan hal yang aneh ketika penjualan ikan cupang melonjak drastis di kala pandemi.

Baca juga: Lagi Hits, Inilah 7 Rahasia Sukses Bisnis Tanaman Hias Aglonema

Bahkan ada yang bilang kalau memelihara ikan hias ini bisa mengurangi stres dan kejenuhan, dua hal yang tentu sangat identik selama pandemi.

Bisa dimulai dengan modal pas-pasan, tak heran kalau akhirnya bisnis ikan hias menjadi bidang usaha yang digandrungi oleh banyak orang dikala perekonomian serba sulit seperti ini.

Hanya saja kalau memang Anda ingin meraih keuntungan besar, tentu harus tahu seperti apa strategi bisnis ikan cupang yang tepat. Termasuk dengan mengenali jenis-jenis ikan hias yang disukai di Tanah Air.

Jenis-Jenis Ikan Hias yang Bisa Dijadikan Bisnis Menjanjikan

jenis-jenis ikan hias
© Metrobali

Selain karena memang bisa mengusir stres, ikan hias memang bisa menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, selain pelampiasan hobi.

Hal inilah yang membuat prospek bisnis ikan hias di Indonesia memang selalu menjanjikan meski mengalami pasang surut. Tak sedikit para pebisnis yang mengawali usahanya karena sebuah hobi.

Salah satunya seperti pria asal Padang bernama Rendi Aulia. Dalam wawancaranya dengan Haluan pada tahun 2016 silam, Rendi dengan gamblang menyebutkan kalau dirinya bisa meraih untung Rp5-6 juta per bulan dari berjualan ikan cupang.

Bisnis Rendi berawal dari hobinya mengoleksi ikan cupang, yang kemudian berhasil membudidayakan dan jadi peternak cupang.

Tak berbeda jauh dengan Rendi, Misir selaku pemilik Mischosella Fish masih bertahan sebagai penjual ikan hias yang sudah dia rintis sejak tahun 2005.

Dengan modal awal Rp5 juta saja, Misir kepada Jitunews memaparkan mampu meraup omzet puluhan juta setiap bulan. Menurutnya, strategi bisnis ikan cupang adalah dilakukan dengan hati yang senang.

Tertarik memulai bisnis ikan hias? Tentu hal paling mendasar yang harus Anda pahami adalah mengenai jenis-jenisnya. Di perairan Indonesia sendiri, ada sekitar 700 jenis ikan hias dimana memang di antaranya dilindungi sehingga tak boleh diperdagangkan. Dari ratusan jenis ikan hias, dibedakan pada dua kategori yakni:

Baca juga: Bikin Resah, Ini 8 Cara Melaporkan Aplikasi Pinjaman Online Ilegal

  • Ikan Hias Air Tawar: Mayoritas ikan hias kategori ini memang punya harga yang lebih terjangkau mulai ribuan Rupiah saja, karena memang lebih mudah dibudidayakan. Yang cukup terkenal seperti cupang, koi, botia, louhan, black ghost, manfish, swordtail, guppy, neon tetra, molly, platy, mas koki hingga yang termahal arwana dengan harga fantastis sampai puluhan juta Rupiah per ekor.
  • Ikan Hias Air Laut: Dibandingkan ikan hias air tawar, ikan hias air laut memang cukup sulit dibudidayakan terutama kalau Anda masih pemula. Perawatan yang sulit dan konsumen segmented membuat harga ikan hias air laut lebih mahal. Beberapa jenis yang populer seperti clownfish, lionfish, butterflyfish, dottyback, yellow tang, blue tang, watchman goby, angelfish, grouper, basslet, blue devil, mandarin fish sampai firefish.

Bagaimana? Ternyata ada banyak sekali jenisnya bukan tak hanya cupang? Namun karena saat ini yang tengah booming adalah cupang, tak ada salahnya untuk makin mempelajari ikan berwarna cantik ini.

Dengan sejumlah strategi bisnis ikan cupang yang tepat, Anda tentu bisa tersenyum lebar selama pandemi Covid-19 ini.

Inilah 7 Strategi Bisnis Ikan Cupang yang Dapat Dicoba

1. Pilih Tempat Usaha

bisnis ikan cupang
© nicebettathailand

Strategi pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih tempat berjualan. Agar menarik perhatian konsumen, ada baiknya kalau Anda memilih lokasi yang strategis dan menata kios dengan maksimal. Kalau modal yang dimiliki cukup, Anda bisa menyewa ruko hingga lapak di pasar hewan.

Namun jika modal pas-pasan, jangan menyerah terlebih dulu. Anda bisa memanfaatkan halaman atau lahan depan rumah.

Nanti ketika omzet makin besar, Anda bisa mempertimbangkan untuk menyewa kios kecil-kecilan sebelum akhirnya memiliki toko sendiri.

Ingat, budidaya ikan cupang jelas membutuhkan lahan yang lumayan lega untuk meletakkan akuarium dan berbagai peralatan sehingga Anda harus memilih lokasi jualan dengan bijaksana.

2. Siapkan Peralatan

bisnis ikan cupang
© adelphi

Karena menjadi penjual ikan hias, pastinya dibutuhkan sejumlah peralatan supaya cupang-cupang itu bisa berkembang biak dengan nyaman.

Anda jelas harus mempersiapkan beberapa wadah akuarium lengkap dengan filter air dan jaring ikan. Ada baiknya membeli peralatan dengan kualitas terbaik meskipun harga cukup mahal, karena akan lebih awet dan bisa dipakai untuk jangka lama.

Peralatan kualitas terbaik juga menjadikan cupang bisa tumbuh secara maksimal dan tidak mudah mati, yang membuat usaha budidaya Anda jelas akan menguntungkan.

3. Pelajari Cara Budidaya Cupang

Dibandingkan ikan hias air tawar lainnya, cupang memang sangat cocok untuk pemula. Kenapa? karena cupang relatif mudah untuk dibudidayakan dan dipelajari siapapun.

Anda tinggal memasukkan dua induk cupang yakni jantan dan betina ke dalam sebuah wadah akuarium besar selama beberapa hari. Mereka jelas akan kawin dan kemudian betina siap melahirkan.

Baca juga: Inilah Perbedaan Webinar dan Meeting Online, Awas Jangan Sampai Salah!

Namun ketika telur anakan cupang sudah menetas dan ikan-ikan cupang kecil itu bertumbuh, induk harus dipisahkan supaya tidak menyantap anaknya.

Untuk urusan pasokan oksigen Anda juga tak perlu repot karena cupang tidak membutuhkan pompa akuarium. Kenapa? Karena ikan hias yang satu ini punya daya tahan tinggi dalam air yang minim oksigen sekalipun.

Jika anak-anak cupang tumbuh semakin besar, Anda harus mulai memindahkan para pejantan. Karena cupang jantan punya sifat yang sangat agresif dan bisa saja saling beradu dengan jantan lain, jika dimasukkan dalam satu wadah akuarium.

4. Pahami Cupang yang Lagi Tren

bisnis ikan cupang
© chewy

Sama seperti bisnis pada umumnya yang memang memanfaatkan tren demi menaikkan omzet, strategi bisnis ikan cupang juga demikian.

Meskipun memang jualan cupang tengah viral, Anda jangan berhenti untuk memburu tren jenis cupang yang tengah digandrungi.

Ada banyak sekali varian cupang seperti halfmoon atau cupang fancy yang sangat cantik, cupang serit, si langka cupang double tail, cupang HMPK hingga cupang Sarawak yang bisa hidup di air bertekanan tinggi.

5. Jangan Cuma Jual Cupang

Strategi bisnis ikan cupang berikutnya agar bisa meraih omzet berlipat adalah mengembangkan peluang penghasilan lain.

Maksudnya adalah, Anda memang mengawali bisnis dengan jualan cupang, tapi jangan berhenti di cupang saja. Cobalah pelajari jenis ikan hias lain yang menguntungkan seperti guppy, koi hingga discus.

Bahkan jika perlu, Anda juga menjual bibit ikan, makanan, akuarium hingga obat-obatan untuk ikan hias agar omzet bisnis bertambah.

6. Manfaatkan Media Sosial

Manfaatkan Media Sosial bisnis ikan cupang
© Freepik/halim qomarudin

Apakah hanya kuliner atau fashion saja yang bisa dijual lewat online? Tentu saja tidak! Karena cupang juga bisa ditawarkan melalui internet.

Untuk itulah Anda harus memanfaatkan yang namanya media sosial dengan maksimal. Instagram contohnya, posting foto-foto ikan cupang yang menarik beserta harga.

Atau mungkin unggah konten soal perawatan cupang, sehingga media sosial seolah menjadi etalase jualan Anda di internet.

Baca juga: 10 Cara Menghasilkan Uang dari Instagram Hampir Tanpa Modal

7. Bangun Relasi yang Baik

bisnis ikan cupang
© Kompas

Nah, strategi bisnis ikan cupang yang terakhir dan juga sangat penting adalah bagaimana Anda membangun relasi. Relasi tidak hanya dengan konsumen, tapi lebih jauh kepada komunitas penggemar ikan cupang.

Anda mungkin bisa berbagi kisah budidaya cupang sambil endorse bisnis, sehingga tempat usaha Anda diminati. Begitu juga menjalin relasi dengan distributor peralatan ikan hias, supaya memperoleh harga beli paling kompetitif.

Kesimpulan

Tentunya untuk melaksanakan semua strategi bisnis ikan cupang yang sudah dibahas di atas, bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalau Anda benar-benar pemula dalam usaha ini, diperlukan tekad yang kuat dan semangat untuk selalu mau belajar agar memperoleh hasil terbaik. Karena bagaimanapun, bisnis yang sukses berasal dari sosok yang selalu inovatif dan tak mudah putus asa.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar