10 Strategi Agar Bisnis Bertahan Selama Corona

Menyebarnya virus Covid-19 di Indonesia, menyebabkan berbagai usaha dan bisnis sementara ini harus terpaksa berhenti entah sampai kapan. Apalagi hingga akhir September 2020 saat ini, jumlah pasien positif corona terus meningkat hingga sudah menembus 200 ribu orang!

Memang, bertahan hidup di tengah pandemi saat ini tentunya menjadikan sebuah tantangan bagi seluruh lapisan masyarakat yang berada di Indonesia.

Terutama bagi para pelaku bisnis, dengan adanya batasan ruang gerak yang diciptakan oleh pemerintah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Faktor tersebut yang memaksa atau mendorong para pengusaha untuk dapat mencari cara atau jalan keluar agar bisnisnya dapat bertahan di masa tidak tentu seperti ini.

Dampak dari adanya pandemi Covid-19, tidak ada habis-habisnya untuk mengikis sektor perekonomian yang ada.

Berdasarkan laporan dari PDB Indonesia bahwa telah terjadi penurunan ekonomi sebesar 2,41%. Penurunan yang terjadi ini disebabkan oleh berbagai hal, seperti berkurangnya pengeluaran yang dilakukan masyarakat.

Sehingga berdampak pada perputaran ekonomi suatu negara. Oleh sebab itu, perlu adanya strategi bisnis yang baik dan pastinya disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Baca juga: Tak Perlu Cemas, Ini 8 Tips Branding dengan Modal Pas-Pasan

Membangun suatu strategi bisnis yang tepat dan efisien guna dapat bertahan di tengah pandemi menjadi sebuah keharusan.

Semua pebisnis dan pengusaha diharapkan menyesuaikan diri dengan keadaan yang sedang terjadi di Indonesia.

Apabila Anda kebingungan strategi apa yang harus dilakukan agar usahanya dapat bertahan, ulasan berikut tentunya bisa dipertimbangkan untuk dipelajari.

Strategi Bisnis yang Dapat Diterapkan Saat Pandemi

Ketika Covid-19 pertama kali masuk ke Indonesia pada bulan Maret lalu, maka artinya enam bulan sudah penduduk Indonesia berjuang bertahan hidup melawan virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Pemutusan rantai penyebaran pun dilakukan pemerintah melalui skema PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebelum akhirnya berubah menjadi new normal setelah Idul Fitri.

Hanya saja penerapan PSBB harus dibayar mahal oleh para pelaku bisnis. Dimana ketika banyak orang dipaksa #DiRumahAja, daya beli masyarakat jadi menurun sehingga membuat produk barang dan jasa mengalami penurunan penjualan.

Kini dengan kasus Covid-19 yang tak kunjung usai dan bisa saja malah terus meningkat, pebisnis tentu wajib putar otak jika ingin bertahan di masa pandemi. Seperti apa? Berikut 10 strategi bisnis yang bisa diterapkan!

1. Gunakan Metode Mobile Payment

metode mobile payment © stockunlimited
© stockunlimited

Seperti yang diketahui bahwa virus corona dapat menyebar apabila manusia saling bersentuhan. Oleh sebab itu, WHO mengatakan bahwa ada kemungkinan virus ini dapat menyebar dari uang tunai yang telah dipegang banyak orang.

Pihaknya juga menyarankan agar masyarakat menggunakan mobile payment atau dengan pembayaran secara non-tunai. Dengan menggunakan metode ini dapat meminimalisir resiko terkenanya dampak virus Covid-19.

Dengan menerapkan pembayaran non-tunai tentunya dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan pada pelanggan, merasa lebih aman, transaksi menjadi lebih cepat, membuat bisnis terkesan menjadi lebih modern bahkan dapat dengan mudah menganalisa kebiasaan berbelanja pelanggan.

Anda bisa memanfaatkan aplikasi pihak ketiga seperti DANA, OVO hingga GoPay sebagai metode pembayaran, sehingga tak perlu ada sentuhan fisik dengan konsumen.

2. Cari Solusi dan Inovasi

Selama masa quarantine tentunya Anda memiliki waktu luang yang lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Jangan jadikan momen karantina dan lesunya penjualan ini untuk bermuram durja.

Namun di waktu inilah Anda harus mulai menganalisa, mencari solusi dan menciptakan inovasi-inovasi baru. Koreksi kenapa produk Anda tidak laku, lihat bagaimana kompetitor bertindak dan lakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) jika perlu, supaya bisnis Anda bisa bertahan.

Baca juga: 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Dalam Menyusun Rencana Bisnis Bagi Pemula

3. Gunakan Cara Jasa Antar Online

manfaatkan layanan online © vectorified
© vectorified

Pemerintah Indonesia telah memberikan himbauan bahwa dilarang untuk keluar rumah apabila akan melakukan sesuatu yang tidak terlalu penting.

Lantaran banyak orang memilih #DiRumahAja dan menghindari keramaian, maka bisnis Anda harus berubah dalam pelayanan. Kalau biasanya konsumen yang datang ke lokasi bisnis, kini saatnya Anda mendatangi rumah konsumen.

Tak perlu repot, sekarang sudah banyak sekali layanan pesan-antar online yang tersedia sehingga Anda bisa menawarkan bisnis di tempat tersebut.

Misalkan saja bidang kuliner, Anda bisa mempertimbangkan diri untuk bergabung di GOFOOD milik GOJEK atau GRABFOOD milik GRAB.

Konsumen tinggal melakukan pemesanan lewat aplikasi, maka sistem akan menyampakan orderan ke Anda dan tidak lama, driver bakal menjemput makanan yang kemudian diantarkan ke konsumen ke rumahnya langsung.

4. Transparan Dalam Bisnis

Transparan dalam usaha ini berarti apa yang sedang terjadi dalam bisnis Anda, usahakan selalu berkata jujur kepada pelanggan.

Dengan begitu para pelanggan akan merasa percaya dan pastinya tetap menjadikan produk usaha Anda sebagai pilihannya.

Contohnya karena Covid-19, Anda kesulitan memperoleh bahan baku produk dari tempat lain dan terpaksa mengganti dengan bahan lokal, katakan jujur kepada pelanggan dan berikan mereka kebebasan apakah tetap memesan atau tidak.

Kejujuran yang meskipun sederhana, justru membuat pelanggan merasa dihargai. Kondisi seperti ini yang bisa membuat mereka jauh lebih setia.

5. Selalu Berkomunikasi dengan Pelanggan

komunikasi ke pelanggan © vectorstock
© vectorstock

Agar bisnis yang sedang Anda jalani saat ini dapat bertahan saat wabah corona, maka perlu dipikirkan sesuatu strategi yang komunikatif terhadap pelanggan.

Apabila ada sesuatu perubahan jadwal atau apapun dalam usaha Anda, usahakan untuk selalu memberitahukan kepada pelanggan. Di lain sisi, pastikan mengetahui balasan atau feedback yang diberikan pelanggan terkait usaha Anda.

Baca juga: 8 Tips Tetap Produktif Saat Work From Home Karena Corona

6. Tawarkan Pengalaman Berbeda Bagi Pelanggan

Memberikan penawaran lain yang berbeda dari biasanya agar pelanggan dapat merasakan sesuatu yang berbeda dan tentunya menyenangkan.

Sebagai contoh, ketika Anda ingin meluncurkan suatu produk baru namun tiba-tiba terhalang dengan adanya virus corona ini.

Tak perlu berkecil hati, Anda dapat memanfaatkan sistem pre-order. Dengan begitu para pelanggan akan tetap menanti-nanti produk apa yang sedang atau akan dikeluarkan.

7. Memperdalam Ilmu Bisnis

belajar ilmu bisnis © naulicreative/Freepik
© naulicreative/Freepik

Dalam berbisnis tentunya harus memiliki dasar-dasar pengetahuan seputar usaha. Terdapat berbagai sumber di internet yang telah menyediakan berbagai materi, mulai dari yang gratis hingga berbayar.

Manfaatkanlah waktu Anda sebaik mungkin, guna menambah ilmu dan wawasan seputar bisnis. Anda bisa mendapatkan materi yang seru berupa soal dari blog, media sosial, video, webinar bahkan hingga podcast juga sudah ada yang membahas seputar bisnis.

8. Menunjukkan Komitmen

Ketika wabah ini merebak dan bisnis tentunya berada di posisi yang bisa dikatakan sulit, inilah saat yang tepat untuk meningkatkan kembali kepercayaan para pelanggan Anda.

Berusahalah meyakinkan mereka bahwa bisnis yang Anda dirikan ini berkomitmen untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Dan pastinya tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produk serta layanan bisnis, maka pelanggan akan mengetahui bahwa Anda memang bersungguh-sungguh dalam usaha ini.

9. Tawarkan Bantuan

bantuan ke pelanggan © uihere
© uihere

Apabila pada bisnis atau usaha Anda, tiba-tiba ada pelanggan yang ingin membatalkan pemesanan atau bahkan pengirimannya yang terlambat, maka jangan lupa untuk selalu memberikan tawaran bantuan atau solusi-solusi lainnya.

Meskipun mungkin akan membuat keuntungan Anda menurun, tapi usaha ini dapat membuat pelanggan tersebut tetap tertarik untuk belanja di usaha Anda. Anggap saja sebagai investasi jangka panjang yang pastinya bikin untung.

Baca juga: Ampuh, Inilah 10 Cara Membuat Promosi Menarik di Instagram!

10. Gunakan CRM

CRM atau yang biasa disebut Customer Relationship Management merupakan suatu usaha yang menyediakan jasa atau sebagai jembatan strategi antara teknologi informasi dengan strategi pemasaran yang ada di usaha Anda.

Dengan memanfaatkan CRM, para pengusaha dapat menjalin hubungan dengan pelanggan. Hal tersebut dapat meningkatkan keuntungan dari suatu usaha.

Adanya Customer Relationship Management ini, dapat membuat Anda berinteraksi dengan pelanggan serta menelusuri informasi mereka.

Tak hanya itu, dapat merespon segala kebutuhan pelanggan dengan sangat cepat dan tanggap. Dapat menyebarkan informasi secara luas dan cepat serta massive kepada para pelanggan.

Hal tersebut, dapat membuat suatu pekerjaan menjadi lebih efisien dan praktis karena pelaku usaha tidak perlu lagi untuk mengirimkan pesan secara satu per satu.

Kesimpulan

Tentunya memang tak ada yang bisa memungkiri bahwa demi mempertahankan suatu bisnis usaha di tengah masa pandemi, bukanlah hal yang mudah.

Sehingga, sangat diperlukan strategi bisnis yang sangat matang, pengaturan anggaran yang efektif dan marketing yang terencana.

Hal-hal tersebut sangat berguna untuk menjaga kestabilan dan kemajuan pada laju usaha. Pada masa seperti ini, pengusaha dituntut dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin agar usaha atau bisnisnya tetap dapat berjalan. Intinya, tetap semangat berbisnis hingga Covid-19 berlalu.

Bagikan ;