Strategi Mengatur Keuangan Dengan Gaya Hidup Minimalis dan Sederhana

Belakangan ini kita mungkin sering mendengar gerakan gaya hidup baru yakni minimalism (gaya hidup minimalis). Gaya hidup minimalis mengacu pada cara hidup seseorang dalam mengkonsumsi barang atau jasa sesuai dengan sederhana yakni kebutuhan dan tidak berlebihan.

Gaya hidup minimalis di percaya dapat memberikan kebahagiaan dan kebebasan finansial dibanding hidup dengan kemewahan dan foya-foya yang sering kali menempatkan seseorang menjadi insecure.

Menjalani gaya hidup minimalis bukan berarti hidup dalam kemiskinan. Namun lebih pada kesadaran dan dorongan untuk hidup berdasarkan “apa yang di butuhkan”. Dalam bukunya “Good Bye Things: Hidup Minimalis Ala Orang Jepang” karya Fumio Sasaki menyebutkan :

Minimalisme bukan berarti bebas total dari barang-barang. Seorang minimalis bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Intinya, kaum minimalis hanya hidup dengan benda-benda yang ia butuhkan, bukan yang diinginkan

Fumio Sasaki- Good Bye Things : Hidup Minimalis Ala Orang Jepang

Apalagi jika Anda yang masih single dan biasanya masih merasa mudah membeli apapun yang di inginkan tanpa terlalu banyak pikiran yang membebani. Bagi Anda yang merasa sulit mengatur keuangan selama ini. Merasa gaji bulanan Anda lenyap begitu saja tidak bersisa. Atau Anda yang merasa kalau gaji yang Anda terima selalu tidak cukup untuk berinvestasi dan menabung setiap bulannya.

Ketika melihat isi rumah dan lemari, banyak sekali barang-barang yang Anda beli dan akhirnya kurang berfungsi. Mungkin Anda perlu mulai mengevaluasi cara Anda mengeluarkan uang dan mempertimbangkan strategi gaya hidup minimalis. Ingin tahu bagaimana cara mengelola keuangan dengan menggunakan gaya hidup minimalis? Ini dia strategi mengelola keuangan dengan gaya hidup minimalis ala orang Jepang yang bisa Anda tiru!

1. Menyadari Filosofis Gaya Hidup Minimalism

Menyadari Filosofis Gaya Hidup Minimalism

Hal mendasar sebelum menerapkan pola hidup minimalis adalah memahami filosofis di balik gaya hidup minimalis. Sebab tanpa adanya kesepakatan dan dorongan dari diri sendiri akan tujuan dan fungsi dari gaya hidup minimalis itu sendiri, kita akan sulit untuk konsisten dan bahkan malah tidak sesuai dengan konsep minimalis yang sesuangguhnya.

Baca juga : Baru Buka Usaha? Ini Cara Cermat Atur Keuangan Bagi Entrepreneur Pemula

Gaya hidup minimalis memerlukan dorongan dari dalam diri untuk menggunakan dan membeli barang maupun jasa sesuai kebutuhan. Hal ini tidak akan terjadi jika kita tidak menyadari kenapa gaya hidup minimalis kita butuhkan.

Gaya hidup minimalis umumnya berasal dari kesadaran untuk melihat kepentingan bukan hanya dari perspektif manusia tapi juga alam semesta yang kita tempati. Jadi pertimbangan tersebut akan selalu ada saat kita menjalani hidup minimalis, termasuk dalam membelanjakan uang kita.

Gaya hidup minimalis juga sulit di lakukan kalau kita tidak memahami manfaatnya. Dengan dasar pemahaman tersebut, gaya hidup minimalis ini bisa memberikan manfaat untuk kita seperti :

  • Bisa mengontrol kebiasaan belanja impulsif (impulsive buyying)
  • Mengurangi kontribusi limbah kita
  • Meningkatkan kebahagiaan karena mindset kita berubah menjadi “happiness is a state of being, not having”
  • Anti ribet dan menjadi lebih terorganisir

2. Miliki Expenses yang lebih Kecil dibanding Income & Membeli Barang Untuk Diri Sendiri

Mengatur Keuangan Dengan Gaya Hidup Minimalis

Hal yang penting sebelum melangkah pada strategi lainnya untuk mengatur keuangan dengan gaya hidup minimalis adalah pencatatan keuangan. Goalnya adalah Anda bisa memiliki income yang lebih banyak di bandingkan dengan expenses Anda.

Sebenarnya cara untuk meraihnya ada 2 yakni, Anda bisa meningkatkan income yang ada atau memperkecil pengeluaran. Namun jika merujuk pada gaya hidup minimalis, maka yang terpenting adalah keseimbangan untuk memiliki pengeluaran yang lebih sedikit di banding incomenya dan apa yang di beli sesuai kebutuhan, jadi Anda bisa melakukan keduanya atau salah satunya tergantung konmdisi Anda.

Jika Anda sudah terbiasa membuat pos-pos keuangan dan mencatat pengeluaran harian Anda, maka langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengevaluasi keuangan jangka pendek untuk memahami apakah keuangan Anda dalam keadaan sehat ataukah tidak. Salah satu tanda keuangan yang tidak sehat adalah pengeluaran yang lebih besar dari pada pendapatan.

Anda bisa mulai mengurangi barang-barang maupun jasa yang tidak terlalu Anda butuhkan namun tetap Anda beli hingga saat ini. Misalnya hanya membeli barang-barang ataupun layanan untuk diri Anda sendiri.

Bukan untuk membuat orang lain terkesan, karena banyak orang menjadi boros karena keputusan pembelian barangnya hanya di dasarkan pada orang lain saja. Membeli memang karena dengan memiliki barang tersebut Anda bisa untuk menjalani kehidupan Anda sehari-hari dengan baik.

Selanjutnya, Anda perlu mencatat apa saja yang perlu di beli setiap bulannya. Penting untuk Anda membedakan antara needs dan wants. Needs bisa di artikan sesuatu hal yang perlu Anda penuhi untuk bertahan sehari-hari. Sementara wants adalah sesuatu hal yang di idamkan namun bukan merupakan hal mendasar yang benar-benar harus di penuhi.

Hal ini di perlukan karena setiap bulan biasanya barang yang di bel khususnya dalam pos lifestyle akan berubah-ubah. Tergantung hobby yang sedang di jalani, diskon, promo dll. Jika tidak menyadarinya, maka yang rawan terjadi adalah kita akan membelanjakan uang secara impulsif dan menyingkirkan barang/layanan yang tidak benar-benar Anda perlukan.

3. Berdonasi Dengan Surplus Keuangan yang Dimiliki

Berdonasi membuat dunia lebih baik

Jika Anda sudah berhasil menilai status atau kondisi keuangan Anda dan berhasil memiliki income yang lebih besar dari pada pengeluaran Anda maka berdonasilah. Berdonasi membuat konsep minimalis ini bekerja lebih menyeluruh. Berdonasi untuk tujuan sosial maupun yang berhubungan dengan alam.

Dengan berdonasi, kita bisa lebih menyadari bahwa apa yang kita miliki memiliki pengaruh terhadap aspek lain untuk kehidupan secara jangka pendek maupun jangka panjang. Kita juga bisa lebih bahagia karena mampu menjadikan apa yang kita miliki berfungsi untuk kebaikan dan keseimbangan di alam semesta. Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu mana lembaga mauapun organisasi yang bisa menyalurkan donasi Anda secara efektif.

4. Sadari Pengaruh Value Waktu pada Keuangan

Sadari Pengaruh Value Waktu pada Keuangan

Kita perlu tahu bahwa waktu juga punya nilai dan efek dalam keuangan. Uang Rp. 5.000.000 kita saat ini akan berubah nilainya di tahun depan. Apalagi saat 15 atau 20 tahun kedepan. Ini artinya, semakin lama Anda berinvestasi maka akan semakin besar hasil akhir yang di dapatkan. Untuk itu berinvestasi adalah hal yang perlu di lakukan, lebih dini Anda menyadarinya maka akan lebih bagus.

Namun setelah berhasil berdonasi, apakah bisa langsung investasi? Tunggu dulu! Sebaiknya Anda juga memiliki tujuan keuangan jangka panjang sehingga Anda bisa memilih instrumen investasi yang cocok, lebih terarah dan konsisiten. Tujuan keuangan jangka panjang misalnya meliputi dana pernikahan, dana membeli rumah dan dana pensiun.

Jika sudah memiliki tujuan jangka panjang dan menetapkan nominalnya, Anda bisa melakukan perencanaan alokasi gaji/ pendapataan perbulan untuk di taruh dalam investasi. Namun pertanyaannya, bagaimana cara investasi dan juga instrumen investasi seperti apa sih yang biasanya menjadi pilihan orang yang menerapkan gaya hidup minimalis? Hal ini akan di bahas pada poin di bawah ini!

5. Potong Gaji Untuk Investasi di Awal

Potong Gaji Untuk Investasi di Awal

Untuk Anda generasi milenial yang ingin mencapai financial freedom ataupun memiliki siklus keuangan yang sehat, berinvestasi menjadi hal penting yang harus dilakukan. Tentunya setelah Anda memiliki dana darurat ataupun asuransi serta tujuan keuangan jangka panjang.

Biasanya, dalam investasi uang tidak selalu bisa di cairkan dengan cepat. Namun terkadang situasi darurat yang mengharuskan kita bertransaksi secara cash tidak terprediksi. Disisi lain, dalam investasi dana cash tidak selalu bisa dengan cepat di cairkan dan selalu memiliki resiko. Jadi dengan adanya dana darurat dan asuransi ini Anda bisa lebih tenang menghadapi kondisi tersebut.

Jika Anda menginginkan kebebasan finansial dan keuangan yang sehat, Anda perlu berkomitmen untuk berinvestasi. Caranya Anda bisa memotong langsung setelah Anda menerima pendapatan. Sehingga investasi bukanlah berasal dari sisa gaji/pendapatan Anda perbulannya, namun sudah potong dari awal dengan prosentase tertentu.

6. Ambil Investasi dengan Biaya Minimal

Investasi saham

Untuk Anda yang ingin menerapkan gaya hidup minimalis, Anda bisa memilih investasi dengan biaya minimal. Banyak orang yang membeli perhiasan, gadget, dan barang-barang mewah lain dengan alasan investasi tapi sebenarnya itu hanya untuk kepuasan diri saja di banding nilai investasinya itu sendiri. Maka dari itu Anda di saranka untuk berinvestasi pada instrumen keuangan yang biayanya minimal.

Hari ini, sudah banyak istrumen keuangan yang mulai populer di masyarakat. Misalnya reksadana, saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya. Jika tidak tahu cara kerja dan bagaimana membelinya, informasi sudah tersedia dengan mudah di internet. Jadi tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi.

7. Hindari Kebiasaan Berutang Untuk Kebutuhan Konsumtif

Hindari Kebiasaan Berutang Untuk Kebutuhan Konsumtif

Pada era digital saat ini, teknologi keuangan semakin maju dan berkembang pesat. Kita bahkan bisa dengan mudah mencicil sesuatu tanpa memiliki credit card sekalipun. Ada yang namanya dana instan ataupun paylater tersedia di berbagai platform digital. Hanya dengan kuota dan identitas diri, kita bisa belanja di sana sini.

Inilah yang perludi sadari jika Anda ingin mempraktikan gaya hidup minimalis. Secara jangka pendek, pinjaman online apapun bentuknya memang terasa menguntungkan. Namun secara jangka panjang, hal ini akan membawa dampak negatif secara psikis dan pola pikir untuk menghadapi masalah keuangan. Karena Anda harus membayar sesuatu yang sebenarnya harganya tidak setinggi nominal yang harus Anda lunasi.

Hal ini akan mengganggu planning keuangan jangka pendek maupun jangka panjang yang telah Anda rencanakan sebelumnya. Jadi, goalnya adalah biasakan untuk tidak selalu membeli barang yang tidak bisa di beli saat itu (kecuali dalam keadaan darurat saja).

Baca juga : Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Memiliki Anak

Kesimpulan

Ditengah gemerlapnya kehidupan serba mewah, harga diri yang di taruh di atas barang branded, hasrat untuk memenuhi keinginan yang tidak pernah habis, menerapkan gaya hidup minimalis mungkin bisa menjadi sudut pandang yang lebih segar untuk menandingi gaya hidup konsumtif yang sudah terlanjur menjadi hal normal saat ini.

Dari segi keuangan, gaya hidup minimalis bukan berarti pelit dan miskin. Namun sebenarnya ada pada barang yang di miliki bisa membeli nilai/value untuk diri Anda dengan memperhitungkan dampak pada alam. Anda sebenarnya bisa membeli barang mewah dan mahal, asalkan itu sesuai dengan kebutuhan Anda. Hal itu tidak akan terjadi karena kita memahami apa yang kita butuhkan dan tetap berusahan memenuhinya sebaik mungkin dengan mempertimbangkan dampak kepada alam dan manusia lainnya. Bukan semewah mungkin. Bagaimana, Anda tertarik menerapkan pola hidup minimalis?

Bagikan ;
XM Trading Forex dan Saham, Bonus 15 sampai 500$
Daftar sekarang