10 Tips Memilih Tabungan Pendidikan Untuk Anak

Pada dasarnya memilih tabungan pendidikan untuk anak bukanlah hal yang sulit. Hanya saja kadang beberapa pasangan yang baru saja menikah, tidak memikirkan kebutuhan ini lantaran tak dianggap urgent.

Memang benar, apalagi jika belum dikaruniai buah hati, pasangan suami istri baru lebih fokus untuk mempersiapkan kebutuhan rumah tangga dulu. Pikiran soal tabungan pendidikan anak akan menjadi prioritas selanjutnya ketika buah hati sudah terlahir ke dunia.

Bahkan sekalipun sudah memiliki anak, kadang perkara tabungan pendidikan tetap bukan jadi fokus pasangan orangtua, karena menanti mereka sudah masuk Sekolah Dasar (SD). Belum lagi jika dihadapkan pada pandemi Covid-19 seperti sekarang yang memicu berbagai masalah ekonomi, tabungan pendidikan untuk anak jelas menjadi nomor kesekian untuk dipikirkan orangtua.

Baca juga: 5 Tabungan Pendidikan Anak Terbaik 2020

Padahal kondisi ini tidak tepat, karena tanpa disadari, biaya pendidikan anak setiap tahunnya meningkat. Bahkan secara rata-rata, biaya pendidikan di Indonesia meningkat 15-20% per tahun, yang membuat setiap orangtua harus memiliki perencanaan finansial yang baik, jika ingin buah hati lancar sekolah sejak TK hingga jenjang universitas.

Tentu setiap orangtua sangat ingin jika anak-anak mereka memperoleh pendidikan terbaik. Nah, di sinilah letak pentingnya memikirkan sekaligus mempersiapkan tabungan pendidikan untuk anak. Beruntung, di Indonesia ada banyak sekali perbankan yang menyediakan produk tabungan anak ini. Sebagai orangtua, Anda tinggal menentukan produk yang paling tepat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Seperti apa? Berikut tips-tipsnya.

Inilah 10 Tips Pilih Tabungan Pendidikan Anak Secara Tepat

1. Ketahui Tabungan vs Asuransi Pendidikan

beda tabungan vs asuransi pendidikan
beda tabungan vs asuransi pendidikan © investright

Tips pertama dalam memilih tabungan pendidikan anak adalah Anda harus tahu terlebih dulu perbedaan produk ini dengan asuransi pendidikan. Tabungan pendidikan anak seperti namanya, merupakan produk keuangan yang diterbitkan instansi perbankan. Sangat cocok untuk jangka pendek, bunga yang ditawarkan tabungan pendidikan anak biasanya sudah fixed dan orangtua bisa menyisihkan dana kapanpun juga untuk ditabungkan.

Jika ingin suku bunga lebih tinggi, bisa mempertimbangkan deposito berjangka yang bertujuan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Namun berbeda dengan tabungan pendidikan anak konvensional, deposito biasanya bertujuan untuk jangka menengah-panjang. Contohnya baru bisa dicairkan saat anak lulus SD atau lulus SMA untuk kebutuhan kuliah. Karena ada aturan jatuh tempo, deposito untuk tabungan anak mewajibkan orangtua menyisihkan dana tiap bulan sesuai ketentuan.

Sementara untuk asuransi pendidikan, dikeluarkan oleh perusahaan asuransi dan biasanya lebih fokus untuk jangka panjang. Bunga pada asuransi pendidikan tidak tentu sehingga mempengaruhi return yang ada. Namun asuransi pendidikan memberikan manfaat proteksi jiwa dan kesehatan untuk anak, sehingga orangtua wajib membayarkan premi tiap bulan sesuai dengan aturan perusahaan asuransi.

2. Tetapkan Target

Agar tabungan pendidikan anak bisa benar-benar berguna, Anda haruslah memiliki target yang wajib ditetapkan di awal. Contohnya Anda ingin buah hati bisa kuliah S1 atau S2 di luar negeri, tentu akan memiliki besaran dana yang dibutuhkan. Agar perhitungan perkiraan dana pendidikan ini tepat, pertimbangkan pula dengan faktor inflasi dan kisaran harga masuk kampus.

Makin tinggi jenjang pendidikan untuk anak di masa depan dan makin berkualitas sekolahnya, tentunya target dana yang harus dicapai makin besar. Sehingga berpengaruh ke besaran setoran tabungan pendidikan anak setiap bulannya. Jika Anda sudah menentukan target, maka bisa memilih produk yang tepat.

Baca juga: 8 Cara Mengatur Keuangan Mahasiswa Agar Bisa Nabung dan Investasi

3. Pahami Info Produk

kenali produk tabungan pendidikan anak
kenali produk tabungan pendidikan anak © moneycrashers

Tips berikutnya agar bisa memilih tabungan pendidikan anak yang tepat adalah Anda harus memahami info produk sepenuhnya. Jangan canggung untuk bertanya kepada petugas bank, mengenai fasilitas yang bakal diperoleh. Misalkan saja apakah ada fitur autodebet, apakah ada fitur tambahan asuransi gratis hingga berapa besar setoran minimal sampai aturan pencairan dana. Dengan memahami info produk menyeluruh di awal, Anda tentu tak akan merasa merugi nantinya.

4. Ketahui Biaya Tambahan

Setelah Anda cukup memahami info produk tabungan pendidikan, jangan lupa untuk mencari tahu biaya tambahan yang ditetapkan oleh pihak perbankan. Misalkan saja biaya administrasi bulanan, aturan saldo minimal hingga bagaimana tata cara pencairan sebelum jatuh tempo, seandainya Anda menggunakan tabungan pendidikan untuk anak dalam bentuk deposito berjangka.

5. Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial

kebutuhan finansial keluarga
kebutuhan finansial keluarga © gssd

Karena sumber tabungan pendidikan anak adalah orangtua, maka hal berikutnya yang wajib jadi pertimbangan ialah disesuaikan dengan kemampuan finansial. Memang siapapun ingin buah hati bisa menempuh pendidikan di institusi terbaik dan berkualitas, namun itu semua akan kembali ke kemampuan finansial.

Jangan sampai kebutuhan sehari-hari di rumah jadi bermasalah hanya karena alokasi dana untuk tabungan pendidikan anak terlalu besar. Untuk itulah pilihlah produk tabungan anak yang paling sesuai dengan kemampuan finansial orangtua.

6. Pastikan Memang Butuh

Tips berikutnya saat hendak memilih tabungan pendidikan anak adalah pastikan kalau memang Anda butuh. Maksudnya, jangan sampai keputusan membuka tabungan pendidikan ini dikarenakan hanya karena Anda tergiur marketing saat ada di bank dan langsung membuka tanpa pertimbangan lebih panjang.

Anda yang sudah mempunyai literasi keuangan cukup baik, tentu tahu bahwa tabungan pendidikan anak ini sesuatu yang memang wajib jadi pertimbangkan. Pastikan kalau Anda dan pasangan paham jika biaya pendidikan ke depannya akan terus meningkat, sehingga jika ingin merangkai masa depan yang lebih baik untuk buah hati, harus mempertimbangkan tabungan pendidikan anak di waktu yang tepat dan menjadi prioritas usai menikah.

Baca juga: 5 Pertanyaan Tentang Keuangan yang Harus Dijawab Sebelum Menikah

7. Cari Tambahan Penghasilan

keluarga cari tambahan penghasilan
keluarga cari tambahan penghasilan © marketwatch

Lantaran tabungan pendidikan anak mengharuskan setiap orangtua membayar setoran secara rutin jika ingin segera mencapai target, tentu beban finansial akan bertambah. Untuk itulah ada baiknya jika orangtua mulai mencari penghasilan tambahan. Anda yang sudah bekerja di kantor, bisa mempertimbangkan diri untuk bisnis sampingan seperti toko pulsa, usaha laundry atau lainnya.

Begitu juga dengan istri yang biasanya hanya sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga), bisa coba memaksimalkan hobinya. Entah berjualan baju atau makanan online hingga menjadi seorang blogger yang bisa memperolah uang lewat tulisan. Nantinya keuntungan dari bisnis sampingan ini bisa jadi sumber pendanaan tabungan pendidikan anak, sehingga buah hati tetap terjamin masa depannya.

8. Evaluasi Finansial

Tips berikutnya selain menambah penghasilan adalah coba untuk melakukan evaluasi finansial. Cari tahu pengeluaran yang biasanya dilakukan setiap bulan, lalu kemudian pilah-pilih lagi mana yang urgent. Lantaran ada kewajiban setor tabungan pendidikan anak, usahakan pengeluaran yang tidak penting seperti makan berdua di cafe, membeli kosmetik mahal hingga peralatan memancing, bisa lebih dipertimbangkan. Dengan finansial yang lebih bijak, pengeluaran tak penting dapat dialokasikan ke setoran tabungan pendidikan anak.

9. Diskusi dengan Pasangan

diskusi untuk tabungan pendidikan anak
diskusi untuk tabungan pendidikan anak © seacommblog

Tak kalah penting dari tips-tips sebelumnya, pastikan kalau Anda juga aktif berdiskusi dengan pasangan. Ingat, urusan tabungan pendidikan ini menjadi masa depan kedua orangtua, sehingga segala keputusan yang diambil harus melalui diskusi bersama. Mulai dari memilih bank penerbit produk tabungan pendidikan untuk anak, hingga menentukan apakah tabungan biasa atau deposito.

Begitu pula dalam perhitungan setoran minimal hingga target pendidikan yang ingin dicapai, bukanlah dominasi suami atau Ayah. Istri wajib terlibat dan mengutarakan pendapatnya, karena memang bertugas untuk mengatur keuangan rumah tangga. Dengan diskusi yang tepat, tabungan pendidikan bagi buah hati jelas bisa sangat berkualitas.

Baca juga: Tips Keuangan yang Harus di Biasakan Mulai dari Usia 20-30 Tahun-an

10. Wajib Disiplin

Nah, tips terakhir dari seluruh rangkaian pembahasan ini adalah Anda harus disiplin. Yap, sekalipun Anda memiliki rencana pendidikan anak yang sempurna dan memilih bank penerbit produk tabungan pendidikan berkualitas, semua tak akan berhasil kalau tidak disiplin dalam mengelola finansial. Karena itulah setiap pasangan suami istri harus benar-benar paham pentingnya tabungan pendidikan bagi buah hati, lalu menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk ditabung. Disiplin melakukannya sebulan sekali selama beberapa tahun saja, akan membuat masa depan anak terjamin.

Untuk itulah bagi Anda yang saat ini tengah merencanakan memiliki momongan atau baru saja menikah, tak ada salahnya mulai berdiskusi mengenai tabungan pendidikan untuk anak. Semakin dini pembicaraan ini dilakukan, maka persiapan dana bagi masa depan pendidikan buah hati jelas bisa terwujud dengan tepat. Pendidikan yang berkualitas untuk anak, akan membuat mereka lebih sejahtera dan pastinya orangtua bangga.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar