Waspada! Ini Tanda Keuangan Anda Tidak Sehat dan Solusi Mengatasinya

Setiap orang pastinya ingin memiliki kehidupan yang sejahtera dan lebih seimbang. Selain sehat secara lahir batin, salah satu hal yang cukup penting dalam kehidupan dan juga mempengaruhi kesehatan lahir batin tersebut adalah kondisi kesehatan keuangan.

Terkadang hal ini di sepelekan oleh banyak orang, penyebabnya entah karena ingin lari dari kenyataan bahwa sebenarnya kita membutuhkan kehidupan yang lebih baik tetapi enggan berusaha atau belum merasakan dampak yang begitu signifikan hingga pada suatu masa tiba-tiba mengalami kesulitan keuangan bahkan merambat pada masalah lainnya seperti keharmonisan keluarga, mentalitas dan sebagainya.

Bahkan saking sudah kompleks sekali masalahnya seperti benang kusut sehingga cukup sulit untuk mencari mana hal perlu di selesaikan terlebih dahulu. Dan ternyata dalam beberapa kasus, masalah ini ini bermula dari ketidaksadaran dalam mendeteksi kesehatan keuangan pribadi.

Mungkin selama ini kita merasa keuangan kita baik-baik saja tetapi ternyata tanpa kita sadari cicilan tiap bulan yang harus di bayar melebihi 50% pendapatan, belum lagi setiap menjelang akhir bulan terpaksa puasa dan beli obat maag.

Ingat, tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba. Begitupun dengan buruknya kondisi keuangan yang disebabkan faktor kebiasaan. Inilah saatnya kita lebih sadar dan bijak dalam mencari, menggunakan dan mengelola keuangan pribadi kita.

Jangan berkecil hati jika gaji Anda masih kecil dan jangan terlalu berbangga hati jika gaji sudah di atas pemasukan rata-rata. Karena kondisi keuangan yang sehat bukan hanya bicara tentang besarnya gaji, nyatanya orang yang bergaji besar pun bisa berada dalam kondisi keuangan yang bermasalah. Jadi keuangan yang sehat tidak bergantung pada besar kecilnya gaji Anda.

Itulah mengapa kita perlu mengetahui tanda-tanda keuangan yang tidak sehat supaya kita bisa mengidentifikasi kondisi keuangan pribadi dan segera memperbaiki hal tersebut sebelum masalahnya berkembang lebih besar.

Tanda Keuangan Tidak Sehat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa keuangan yang sehat tidak bergantung hanya pada seberapa besar pendapatan kita saja tetapi dengan gaji kecil, kita juga bisa tetap mengusahakan kesehatan keuangan yang lebih baik.

Begitupun sebaliknya, jika pengelolaan keuangan kita acak-acakan, gaji berapapun sepertinya akan bisa membuat orang berada dalam krisis keuangan yang tidak sehat. Maka dari itu mari kita coba bahas apa saja hal yang harus kita ketahui untuk mendeteksi kesehatan keuangan kita.

Berikut adalah tanda-tanda kalau keuangan Anda sedang tidak sehat!

1. Tidak Memiliki Pendapatan Tetap

Salah satu tanda bahwa keuangan Anda tidak sehat adalah jika Anda tidak memiliki pendapatan tetap. Karena dengan adanya pendapatan tetap kita jadi bisa lebih tenang tentang hari esok, bisa mengukur dan mengelola kebutuhan hidup sesuai kemampuan finansial saat itu secara stabil.

Anda tidak perlu berada dalam posisi was-was setiap hari seandainya besok tidak bisa memiliki pendapatan. Anda juga akan merasa lebih aman dan bisa dengan tenang serta fokus menjalankan berbagai aktifitas lain.

Jadi jika Anda tidak memiliki pendapatan tetap dan seringkali merasa tidak tenang dengan hal tersebut, Anda perlu berhati-hati karena itu artinya kemungkinan keuangan Anda sedang dalam kondisi yang tidak sehat.

Jika Anda sudah memiliki pendapatan tetap Anda perlu bersyukur dengan berapapun nominal angka yang Anda mulai. Karena itu artinya Anda sudah bisa memperhitungkan gaya hidup seperti apa yang cocok dengan Anda di angka pendapatan tersebut dan juga mencari strategi keuangan yang pas agar hidup Anda bisa tetap lebih seimbang.

2. Terpaksa Puasa Menjelang Akhir Bulan

Puasa merupakan hal yang baik untuk di lakukan, tapi jika puasa ini adalah cara bertahan dari kesulitan keuangan sepertinya Anda perlu memikirkan ulang hal tersebut.

Kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari bukan berarti Anda tidak bisa makan atau minum selama sebulan, mungkin itu kondisi ekstrim yang semua orang bisa cepat menyadari bahwa kondisi tersebut harus di ubah.

Tetapi sesimple Anda terpaksa puasa menjelang akhir bulan. Karena ini artinya besar kemungkinan Anda juga akan kesulitan me-manage alokasi keuangan untuk hal penting lainnya seperti dana darurat, dana masa depan (pernikahan, dana pendidikan anak) dll.

Ternyata pendapatan tetap saja juga tidak cukup menjamin kalau kondisi keuangan Anda baik-baik saja.

Hal yang perlu di sadari jika seandainya Anda sudah memiliki pendapatan tetap adalah apakah pendapatan tersebut mampu meng-cover kebutuhan hidup sehari-hari ataukah belum.

Tidak jarang juga orang mengaku bahwa mereka terpaksa puasa di akhir bulan karena uang dalam rekening tidak cukup memenuhi kebutuhan hariannya lagi. Kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih dari Anda sebelum Anda nyaman dengan hal tersebut.

Biasanya ini disebabkan bukan karena besaran gajinya, tetapi lebih pada gaya hidup dan pengelolaan yang keuangan yang kurang baik karena dengan gaji kecil pun Anda bisa hidup jika pengelolaannya benar.

Apalagi jika gaji Anda sudah di atas UMR kota tempat Anda bekerja, patut di pertanyakan mengapa untuk kebutuhan sehari-hari saja Anda cukup kesulitan. Apakah itu terjadi karena terlalu banyak minum kopi kekinian yang hampir di beli setiap hari, apakah terlalu banyak traveling dengan dalih menghilangkan stres padahal alasan untuk pemborosan saja, ataukah cicilan gadget baru, make up baru yang menumpuk?

3. Tidak Punya Catatan Keuangan Pribadi

Tidak Punya Catatan Keuangan Pribadi

Mungkin aspek kepemilikan pendapatan tetap masih lebih mudah terdeteksi, tetapi pencatatan keuangan pribadi-lah yang seringkali tidak tersadari. Padahal catatan keuangan pribadi adalah hal cukup penting untuk Anda karena disamping membuat track record pengeluaran secara rinci yang bisa digunakan untuk mengevaluasi pengeluaran kedepannya, dengan catatan keuangan pribadi Anda lebih bisa mengontrol gaya hidup.

Jangan heran jika uang seperti habis secara ‘ghaib’ karena Anda banyak melakukan pengeluaran secara impulsif dan akhirnya membuat Anda terpaksa puasa setiap menjelang akhir bulan karena semuanya berasal dari budgeting dan pencatatan keuangan pribadi.

Rasanya akan percuma jika Anda melakukan budgeting tanpa aksi untuk memastikan pengeluaran sesuai budget tersebut. Jadi berhati-hatilah jika pencatatan keuangan Anda kacau atau malah tidak punya sama sekali.

4. Tidak Punya Dana Darurat

Indikasi selanjutnya Anda bisa mengukur kesehatan keuangan Anda dari persiapan dana darurat. Jika sampai saat ini setelah bertahun-tahun Anda bekerja masih belum memiliki dana darurat, Anda sangat patut untuk berevaluasi. Karena dana darurat bisa di bilang merupakan dana yang paling penting yang harus di siapkan segera setelah memiliki penghasilan. Kenapa demikian?

Dana darurat, seperti namanya hanya di gunakan untuk keadaan darurat saja. Memang mungkin saat ini Anda bisa hidup dengan sejahtera, bisa beli ini itu, gadet baru, reparasi motor/ mobil kesayangan tiap bulan, intinya Anda merasa kebutuhan hidup Anda dapat terpenuhi.

Pertanyaannya, siapa yang bisa menjamin bahwa hidup Anda akan terus seperti itu selamanya? Banyak kondisi-kondisi tidak terduga yang membutuhkan biaya yang melebihi pendapatan kita selama sebulan misalnya untuk biaya operasi, jika terkena PHK mendadak, atau mendapat musibah. Tanpa ketersediaan dana darurat menandakan Anda tidak siap dan rawan untuk mudah tumbang ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

5. Kesulitan Melunasi Cicilan Tiap Bulan

Indikasi terakhir yang perlu Anda cek adalah tentang cicilan. Apakah tanpa di sadari saat ini Anda sebenarnya memiliki tanggung jawab cicilan yang ternyata sudah menumpuk dan membuat Anda terbaksa mensabotase dana kebutuhan harian? Atau Anda malah harus gali lobang tutup lobang untuk membayar cicilan tiap bulannya?

Jangan anggap cicilan adalah hal sepele hanya karena jumlah cicilan yang harus di bayarkan jumlahnya sangat kecil di banding pendapatan Anda. Sebab lama-lama cicilan kecil itu bisa menjadi sangat besar bahkan membuat Anda kesulitan membayar cicilan jika beli ini itu memakai metode mencicil.

Solusi Untuk Mengatasi Keuangan yang Tidak Sehat

Lantas bagaimana jika kita mendapati tanda keuangan yang tidak sehat terjadi dalam siklus finansial kita? Tentu saja kita harus mencegah masalahnya berkembang lebih besar dari yang sudah terjadi. Jadi hal yang perlu di lakukan adalah :

1. Miliki Pendapatan Tetap Minimal

Miliki Pendapatan Tetap Minimal

Saya tidak berbicara apakah pendapatan yang kecil atau besar, karena gaya hidup adalah hal yang hanya diri kita sendiri yang bisa menentukan dan mengendalikan. Jadi jika seandainya Anda memiliki gaji yang berupa pendapatan tetap tetapi masih kecil dibanding hanya mengeluh saja, lebih baik bersyukur, mengelolanya dengan baik sambil berusaha mencari peluang lainnya untuk menambah pendapatan tetap Anda.

Cara memiliki pendapatan tetap minimal pada umumnya adalah dengan cara menjadi pekerja. Tetapi dengan pesatnya kemajuan teknologi digital kita juga bisa mendapakan pendapatan tetap dengan melakukan usaha mandiri.

Untuk usaha yang bersifat jasa, kita bisa membangun portofolio digital lewat website misalnya, sementara untuk barang bisa Anda tawarkan lewat marketplace. Jika Anda memilih untuk memiliki usaha, tentu saja pendapatan tetap ini baru bisa Anda nikmati ketika usaha mulai lebih stabil ataupun sedari awal Anda menggaji diri Anda sendiri sesuai dengan pemasukan usaha saat itu.

2. Mulai Catat Pemasukan dan Pengeluaran Tiap Hari

Mulai Catat Pemasukan dan Pengeluaran Tiap Hari

Bisa di bilang bahwa pencatatan keuangan pribadi seperti halnya actuating sekaligus controling dalam dunia manajemen. Tanpa itu semua, maka rencana keuangan Anda akan sangat mungkin mengalami kegagalan.

Oleh karena itu sebaiknya Anda tidak menyepelekannya. Mulai catat keuangan Anda khususnya pada bagian pengeluaran di tempat yang mudah Anda jangkau, supaya tidak ada alasan lagi untuk mengikuti rasa malas untuk mencatat.

Saat ini sudah banyak aplikasi mobile yang berfungsi untuk mencatat keuangan pribadi dan itu gratis! Anda tinggal mendownloadnya di aplikasi store dan menginstallnya di smartphone Anda.

Fitur-fitur yang ada di dalamnya pun cukup beragam dan memberikan manfaat untuk kita seperti halnya Anda bisa melihat besaran persentase dan pada setiap pos alokasi dana Anda cukup dengan mengklik laporan saja. Mudah bukan?

3. Mulai Atur dan Disiplin Dalam Menggunakan Uang

Sebelum melakukan pencatatan keuangan, lebih baik jika Anda mulai mengatur dalam menggunakan uang. Dengan begitu, Anda bisa memasukan setiap alokasi dana dalam aplikasi.

Tidak lupa disertai komitmen dan disiplin untuk menggunakan alokasi uang sesuai budgetnya masing-masing. Kebiasaan ini akan berdampak besar pada kesehatan keuangan Anda dimasa depan. Aturlah mulai dari kebutuhan pokok sehari-hari, alokasi dana investasi, amal dan lain sebagainya.

4. Cicil Tabungan Dana Darurat Minimal 6 Bulan Pengeluaran

Masih ingat bahwa tanda-tanda kesehatan keuangan yang buruk salah satunya adalah jika kita tidak memiliki tabungan darurat yang cukup untuk digunakan saat situasi darurat saja. Memang berapakah batas kecukupan tabungan darurat itu?

Beberapa praktisi keuangan menyebutkan bahwa minimal kita memiliki dana darurat sebesar 6 bulan pengeluaran rutin kita. Sehingga seandainya Anda harus di hadapkan dengan situasi darurat, Anda tidak lagi terlalu was-was.

Baca juga : Gaji di Bawah Rp2 Juta juga bisa menabung, ini caranya!

Ketenangan dalam mengadapi situasi darurat sangat di perlukan untuk mengambil keputusan yang tepat. Jika dana darurat ini terpakai, diharapkan untuk segera mengisinya kembali sehingga bisa digunakan di saat darurat

5. Segera Lunasi Utang dan Lakukan Evaluasi Keuangan

Langkah terakhir untuk menghadapi situasi ketidaksehatan keuangan adalah dengan melunasi utang khususnya jika Anda memiliki utang dan cicilan.

Karena penambahan investasi akan sulit di lakukan dengan efektif dan efisien jika utang masih menumpuk. Jika pelunasan utang sudah berjalan maka lakukanlah evaluasi keuangan. Hal ini membantu Anda supaya tidak mengulangi kondisi pengelolaan keuangan yang tidak sehat dan meningkatkan kesempatan meraih kebebasan finansial lebih dini.

Loading...