Tiga Program Wirausaha PT Taspen Untuk Pensiunan ASN

PT Taspen sebagai pengelola dana pensiun ASN memberikan terobosan agar para ASN pensiunan bisa tetap produktif dan sejahtera meski sudah tidak menjadi ASN. Program ini mendorong para ASN untuk bisa berwirausaha.

Di balik hingar bingar pengangkatan ASN baru setiap tahunnya, PT Taspen menyadari bahwa ada banyak ASN yang sudah hampir selesai masa baktinya dan menunggu pensiun. Untuk para ASN yang sedang menunggu masa pensiun, biasanya mereka sudah merencanakan aktivitas usaha setelah pensiun.

Jika Anda atau orang tua Anda adalah salah satu ASN yang akan memasuki masa pensiun, alangkah baiknya untuk mulai memikirkannya dari sekarang.

Menurut aturan pemerintah, sejak dua tahun lalu pensiunan ASN diberikan dalam satu kali transfer dalam nominal yang mencapai ratusan juta.

Dalam pengamatan kami, banyak ASN yang tidak siap untuk menerima uang sebanyak itu dan kemudian mengalami kegagapan dalam mengelola uangnya.

Sebagian besar dari ASN kemudian menggunakan uang pensiunan untuk membeli barang – barang konsumtif seperti rumah atau mobil. Justru ini sebuah keputusan yang kurang tepat dan cenderung tidak produktif.

Jika menghabiskan uang pensiunan dalam waktu sekejap, lalu bagaimana teman – teman ASN ini akan menghidupi hari tua mereka. Dikhawatirkan malah tidak ada dana cadangan untuk hari tua dan mengalami kesulitan ekonomi.

Oleh karena itu PT Taspen membantu ASN untuk bisa merencanakan pensiun dengan memberikan aneka pelatihan aktivitas wirausaha. Ini tentu akan lebih bermanfaat dan membuat uang pensiunan mereka menjadi lebih produktif.

Program Kios Warga

Tiga Program Wirausaha PT Taspen

PT Taspen (Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri) sebagai bank yang mengelola tabungan pensiunan ASN, mencoba untuk memberikan solusi bagi ASN yang menjelang akhir masa bakti.

Meluncurkan program Kios Warga, PT Taspen ingin membekali ASN agar tetap berdaya dan produktif meski setelah pensiun.

Program ini juga untuk mencegah perilaku konsumtif yang berlebihan karena kebingungan menggunakan dana pensiun yang turun seperti uang kaget.

Program Kios Warga

Program yang sudah berjalan selama empat tahun ini memulai pembinaan bahkan sebelum ASN tersebut dinyatakan pensiun.

Hal ini dilakukan agar ASN ini terbiasa dengan aktivitas usaha ini, sehingga setelah benar – benar pensiun maka proses perpindahan kegiatannya bisa lebih smooth dan tidak gagap.

PT Taspen menyebut program ini dengan istilah extra miles, demi sebuah keberlangsungan kesejahteraan hidup meski sudah tidak lagi mengabdi pada negara.

Apakah semua ASN akan mendapatkan program pembinaan dari PT Taspen? Jawabannya adalah tidak. Hanya ASN yang terdaftar sebagai nasabah di PT Taspen yang bisa mengajukan sebagai peserta.

Calon ASN Pensiunan mesti terlebih dahulu terdaftar di Taspen. Kemudian melakukan pengajuan dan dilakukan validasi data dengan pengisian form.

Validasi ini mencakup validasi lokasi, validasi tempat usaha, hingga validasi dari bagian keuangan.

Ada 2 paket starter kit modal usaha untuk para Wirausaha Pintar, sebutan bagi peserta program Kios Warga ini. Ada peralatan berupa rak dan alat transaksi pintar (ATP) dan juga fasilitas pengiriman stok barang.

Terkait hal ini, Taspen menyiapkan Kios Warga untuk membantu PNS menjadi entrepreneur dan membuka usaha sehingga mereka dapat mandiri secara finansial, serta mengurangi risiko penurunan kesehatan dan mental karena mereka tetap produktif di hari tua.

“Besarnya minat Pegawai ASN yang akan memasuki pensiun untuk berwirausaha. Kami akan terus melakukan pendampingan terhadap pemilik Kios Warga yang telah dan ada dan membuka calon wirausaha baru dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama Taspen, Kosasih.

Ukuran kios dan jenis barang dagangan juga dibedakan dengan harga modal usaha yakni Rp 25 juta dan Rp 40 juta.

PT Taspen mengharapkan program ini mampu membawa dampak terhadap terbukanya lapangan kerja baru, sebagai sarana pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Sehingga, kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh pensiunan ASN, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.

Lalu bagaimana caranya agar kesejahteraan ini bisa sampai pada pada masyarakat sekitar?

Salah satunya adalah kerjasama dengan UMKM setempat. Kios Warga ini nantinya akan menjadi tempat penjualan bagi produk – produk UMKM.

Jadi Kios Warga ini bukan hanya menjual barang-barang komersil tapi juga menjadi hilir pemasaran bagi produk unggulan di sebuah desa.

Dalam laman resmi TASPEN menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk ikut mendorong ekonomi bangsa. Dengan upaya untuk menambah jumlah entrepreneur yang sejalan dengan target 14 persen entrepreneurship di Indonesia.

PT Taspen menargetkan pada tahun 2021 ini Program Wirausaha Pintar ASN dapat melakukan pelatihan dan pendampingan kepada 1000 orang ASN TASPEN untuk pembekalan kegiatan wirausaha.

Target ini merupakan bukti kepedulian TASPEN untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggotanya dalam mempersiapkan hari senja.

Program Wirausaha Pintar bahkan menjadi layanan unggulan dalam Top Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019 dan TOP Inovasi Pelayanan Publik Kategori Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2020.

Penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo ini membuktikan bahwa Taspen bisa memberikan solusi produktif pada ASN Pensiunan.

Rumah Pangan Kita

Selain Kios Warga, PT Taspen juga mempunyai program unggulan lain untuk para calon pensiunan ASN. Namanya adalah Rumah Pangan Kita.

Rumah Pangan Kita adalah program kerjasama dengan Bulog untuk menjadi pengecer produk Bulog berupa bahan makanan pokok.

Rumah Pangan Kita

Melansir dari halaman resmi PT Bulog, tujuan program Rumah Pangan Kita adalah untuk menyediakan produk yang murah, sehat dan memudahkan akses pangan kepada masyarakat.

RPK merupakan kerjasama wirausaha antara Bulog dengan masyarakat untuk membuka outlet penjualan pangan pokok. Tentu semua kebutuhan outlet bahkan hingga rak display disediakan oleh Bulog.

Dengan bimbingan dan pengawasan PT Bulog, diharapkan mampu menumbuhkan jiwa wirausaha dan sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Jaringan distribusi pangan ini juga menguntungkan bagi PT Bulog untuk stabilisasi harga bahan pangan dan pelayanan program pemerintah.

Selain pelayanan transaksi konvensional, RPK ini sudah mempunyai aplikasi resmi untuk transaksi berbasis digital. Aktivitas jual beli akan lebih mudah dengan teknologi. Anda tinggal mencatat apa yang pembeli butuhkan kemudian mengantar ke alamat pembeli.

Karena program RPK ini merupakan asuhan PT Bulog, tentu Anda tidak perlu susah payah mencari pelanggan karena PT Bulog sudah mempromosikan RPK Anda.

RPK juga biasa bekerja sama dengan program pemerintah lain misalnya penyaluran bantuan beras untuk warga miskin, penyaluran sembako untuk anggota PKH, dan bantuan untuk warga terdampak Covid-19.

Oleh karena itu RPK sudah mempunyai basis pelanggan yang jelas dan sangat potensial. Untuk menghindari persaingan dengan sesama RPK, PT Bulog mengatur bahwa dalam 1 RW (Rukun Warga) hanya boleh ada 1 RPK.

Bahkan jika Anda bukan pensiunan ASN, Anda tetap bisa lho mendaftarkan diri menjadi pengelola RPK.

Anda bisa mengajukan diri untuk membuka RPK dengan datang ke kantor Bulog Subdivre terdekat di daerah Anda atau bisa juga secara online di www.bulog.co.id.

Cukup dengan mengisi formulir, kemudian petugas dari bulog akan melakukan survei ke rumah Anda. Oh iya, pendaftaran program ini gratis lho.

Ada beberapa hal yang harus Anda siapkan ketika survey dari petugas antara lain :

1. lahan tempat outlet penjualan

2. fotokopi KTP dan Kartu Keluarga

3. mengurus izin usaha mikro dan kecil (IUMK) ke kecamatan

4. melakukan pembelian awal komoditas

Hidroponik dan Ternak Lele

Program ini disebut dengan Bektram atau pembekalan keterampilan. Sudah berjalan selama 3 tahun dengan peserta tidak hanya dari pegawai ASN di kantor pemerintahan atau guru namun juga dari TNI dan Polri.

Hidroponik merupakan metode budidaya sayuran ramah lingkungan karena tidak memerlukan pestisida atau herbisida yang beracun.

Hidroponik dan Ternak Lele

Serta tidak memerlukan banyak air seperti bercocok tanam dengan cara konvensial. Karena aktivitas menanam sayur menggunakan pipa pralon yang dilubangi dengan jarak kerapatan 5 cm.

Kemudian air mengaliri pipa pralon secara terus menerus dengan menggunakan mesin kecil. Petani secara rutin menambahkan nutrisi pada air agar sayuran bisa tumbuh dengan optimal.

Dalam beberapa metode, budidaya hidroponik diintegrasikan dengan kolam lele. Biasanya kolam lele pasti mengandung residu sisa makanan di bagian bawah kolam.

Agar tidak perlu menguras kolam terlalu sering, air kolam itulah yang digunakan untuk mengaliri tanaman hidroponik.

Air kolam disedot oleh mesin kemudian naik ke pralon, pada ujung pralon air dialirkan kembali ke kolam lele.

Air yang kembali lagi ke kolam lele ini bisa lebih bersih karena kotorannya nyangkut di akar – akar tanaman sebagai nutrisi.

Sehingga Anda tidak perlu sering menguras kolam karena dengan metode integrasi kotoran dari kolam secara efektif berguna untuk memupuk tanaman.

Pembinaan dari PT Taspen ini bukan hanya teori dan pelatihan, tapi juga modal untuk pelaksanaan program.

Program juka akan mendapatkan pendampingan secara terjadwal agar hasilnya bisa lebih optimal.

Penutup

Demikian tiga program unggulan PT Taspen untuk para calon ASN agar tetap bisa produktif meski sudah pensiun. Ini juga sebagai langka pencegahan agar ASN tidak menghambur – hamburkan uang pensiunan untuk hal konsumtif.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda atau kerabat yang kebetulan menuju masa purna tugas. Jangan lupa tetap memakai masker dan patuhi protokol kesehatan unutk mencegah kita dari penularan Covid-19.

Tinggalkan komentar