10 Tips Agar Lolos KPR Rumah dan Disetujui Bank

KPR adalah salah satu cara yang bisa meringankan masyarakat dalam memiliki rumah impian. Lewat KPR, peluang untuk memiliki rumah terbuka lebar bahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Belum memiliki uang cash untuk membeli rumah bukan lagi masalah karena Anda bisa membayar pembelian rumah dengan cara mencicilnya.

Tetapi, perlu di ketahui bahwa pengajuan KPR memerlukan proses dan waktu yang cukup panjang. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh Anda sebagai pemohon KPR sebelum akhirnya KPR disetujui oleh pihak bank.

Walaupun sudah melewati berbagai proses, nyatanya pengajuan KPR tidak selalu berjalan mulus. Banyak pemohon KPR yang ditolak pihak bank karena dianggap tidak memenuhi syarat dan ketentuan KPR ataupun ada yang salah dalam prosesnya.

Maka dari itu, mari kita bahas 10 tips yang bisa Anda lakukan supaya pengajuan KPR di setujui Bank!

1. Memahami Kemampuan Dalam Mencicil KPR

Tips Agar Lolos KPR Rumah dan Disetujui Bank

Banyak orang tidak menyadari kemampuan dirinya sendiri dalam membayar kredit tapi langsung melakukan pengajuan KPR begitu saja. Berharap mungkin saja KPR-nya bisa di setujui. Sebenarnya ini termasuk dalam kesalahan mendasar yang membuat KPR tidak di setujui oleh pihak bank.

Baca juga : Mau Investasi Apartemen Terbaik? Ketahui Dulu Hal-Hal Berikut Ini!

Sebaiknya Anda mulai menghitung berapa kemampuan Anda dalam membayar cicilan KPR perbulannya. Bank akan menilai apakah penghasilan Anda cukup untuk membayar cicilan KPR nantinya. Menurut beberapa pakar properti dan media informasi bank, secara gambaran besar jumlah cicilan KPR paling maksimal adalah 1/3 dari total pendapatan Anda.

Misalnya, gaji Anda adalah Rp.9.000.000/bulan, maka kemampuan cicilan KPR Anda adalah Rp.3.000.000/bulannya. Itu jika Anda mengambil KPR secara personal. Lain lagi jika Anda sudah berpasangan dan hendak memiliki rumah bersama.

Jika pasangan Anda memiliki penghasilan Rp.10.000.000/bulan tetapi memiliki tanggungan cicilan motor sebesar Rp.2.000.000 sehingga sisanya adalah Rp. 8.000.000. Sedangkan Anda berpenghasilan Rp.4.000.000/bulannya tanpa tanggungan cicilan apapun.

Maka penghasilan tersebut bisa di gabungkan, itu artinya Anda dan pasangan memiliki kemampuan membayar cicilan KPR sebesar Rp.4.000.000. Pengajuan KPR diatas nilai itu maka kemungkinan KPR akan ditolak.

Hal ini diberlakukan bank karena pastinya Anda tidak mungkin membayarkan seluruh pendapatan Anda untuk membayar KPR saja. Tapi Anda juga Anda harus membayar kebutuhan hidup Anda yang lain. Bank sudah memikirkan hal ini, jadi pastikan bahwa pendapatan Anda cukup untuk membayar KPR dan kebutuhan lainnya.

2. Ketahui Harga Pasaran Rumah yang Akan di cicil

Ketahui Harga Pasaran Rumah yang Akan di cicil

Tips yang kedua yakni Anda sebaiknya mengetahui harga pasaran rumah yang akan Anda cicil menggunakan KPR. Jangan sampai memilih rumah di atas harga pasaran. Bank akan melakukan analisis harga properti yang Anda ajukan terlebih dahulu (appraisal). Jika harga rumah Anda di atas pasaran, maka biasanya hanya memberikan KPR seharga pasarannya saja.

Contohnya, harga rumah yang hendak KPR adalah Rp.450.000.000. Harga tersebut adalah harga di atas pasaran, karena seharusnya harganya adalah Rp.300.000.000. Bank mungkin hanya akan memberikan limit KPR sebesar Rp.300.000.000 saja. Bank pastinya tidak mau repot dan rugi jika seandainya sewaktu-waktu terjadi kredit macet dan akhirnya harus menjual rumah yang harganya di atas pasaran.

Untuk mengetahui harga pasaran ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti :

  • Lokasi rumah
  • Kondisi eksterior
  • Konstruksi rumah
  • Kelengkapan fasilitas
  • Pasokan dan permintaan

3. Perhatikan Rekam Jejak Kredit Supaya Lolos BI Checking

Perhatikan Rekam Jejak Kredit Supaya Lolos BI Checking

Apakah Anda pernah mendengar istilah BI checking dalam pengajuan KPR?

BI checking adalah data Bank Indonesia yang dapat memperlihatkan rekam jejak kredit Anda selama ini. Proses pengecekan rekam jejak kredit akan di lakukan oleh bank yang Anda ajukan KPR. Baik dalam bentuk credit card, pinjaman online, dan lain sebagainya.

Pihak bank akan menilai bagaimana kebiasaan Anda dalam hal peminjaman. Jika Anda tidak pernah melakukan pinjaman apapun maka dapat dipastikan catatan Anda akan bersih. Tetapi jika Anda pernah meminjam sejumlah dana atau mencicil suatu barang maka BI akan mengecek seberapa lancar pembayaran kredit tersebut.

Kalau seandainya terdapat track record tunggakan dan hal ini terjadi berulang atau dalam jangka waktu lama, maka bisa jadi KPR Anda tidak disetujui. Jadi, apabila Anda masih memiliki tunggakan lebih baik untuk melunasinya terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR supaya KPR bisa lebih mudah di setujui bank.

4. Pastikan Sertifikat Rumah Lengkap & Tidak Bermasalah

Cara lolos KPR ke bank

Sebelum mengajukan KPR, Anda harus memastikan bahwa legalitas rumah yang hendak Anda cicil dengan KPR lengkap dan tidak ada masalah. Jika Anda membeli rumah baru, coba tanyakan pada pihak developer atau marketing tentang kelengkapan dan legalitas sertifikat rumah. Tetapi jika Anda membeli rumah second maka Anda harus membeli perhatian lebih untuk memastikan hal ini.

Jangan mau jika ditawarkan rumah dengan AJB (Akte Jual Beli) saja karena biasanya bank di menyetujui. Sebaiknya Anda memilih rumah dengan SHM (Sertifikat Hak Milik) atau HGB (Hak Guna Bangunan). Berikut adalah daftar beberapa legalitas rumah yang lebih lengkap. Pastikan bahwa rumah tersebut :

  • Sudah SHM (Sertifikat Hak Milik)/ HGB (Hak Guna Bangunan)/ Strata Title
  • Memiliki izin mendirikan bangunan
  • Memiliki denah bangunan
  • Akte jual beli
  • Pajak bumi & bangunan

5. Mengambil Tenor Dengan Jangka Waktu yang Panjang

Mengambil Tenor Dengan Jangka Waktu yang Panjang

Tips selanjutnya supaya KPR bisa di setujui bank yakni dengan mengambil tenor dengan jangka waktu yang panjang. Tenor pembayaran cicilan KPR paling panjang maksimal adalah 20 tahun, bahkan ada juga yang memberi tenor hingga 30 tahun.

Anda bisa mengambil tenor paling panjang ini untuk mendapatkan cicilan paling rendah perbulannya. Cicilan menjadi lebih enteng, sehingga Anda lebih bisa mengupayakan sisa penghasilan untuk menyiapkan kebutuhan lainnya. Selain itu, peluang di setujui KPR akan lebih besar karena dapat lebih dipastikan bahwa Anda mampu membayar cicilan KPR.

Sekilas mungkin tenor yang berlangsung lebih lama seperti lebih merugikan, karena itu artinya kita harus membayar bunga KPR jauh lebih besar. Tetapi, Anda perlu mengingat bahwa ada yang namanya kenaikan nilai properti setiap tahunnya.

Harga rumah yang Anda beli, pada 20 sampai 30 tahun ke depan nilainya akan jauh lebih tinggi bahkan melebihi harga KPR yang Anda bayarkan.

6. Usia Tidak Melebihi Batas KPR

Usia Tidak Melebihi Batas KPR

Apakah ada usia yang pas untuk mulai mengajukan KPR? Dan mengapa ada standar demikian?

Hal ini sebenarnya berhubungan dengan kemampuan pembayaran cicilan KPR yang di lihat dari usia maksimal masa produktif seseorang pada umumnya. Semakin muda seseorang dalam mengambil KPR, maka akan semakin panjang tenor cicilan yang bisa di pilih.

Bank biasanya memberi batas usia untuk menyelesaikan cicilan KPR yakni 55 sampai dengan 65 tahun. Oleh karena itu, jika Anda dalam range usia 25-35 tahun maka inilah saat yang tepat untuk Anda memulai KPR. Anda bisa memaksimalkan tenor KPR selama 20 hingga 30 tahun.

7. Pastikan Masa Kerja Minimal 2 Tahun

Pastikan Masa Kerja Minimal 2 Tahun

Selain usia, hal penting lainnya yang di perhatikan bank dalam menilai kelayakan pemohon KPR adalah lama masa kerja Anda. Jika Anda seorang pegawai/karyawan, setidaknya Anda harus memiliki minimal 2 tahun masa kerja. Karena masa kerja yang terlalu pendek di anggap belum mapan secara finansial untuk bisa mencicil KPR.

Apalagi jika Anda sering berganti-ganti perusahaan kurang dari satu tahun. Mungkin pihak bank akan meragukan komitmen pembayaran KPR Anda nantinya. Tapi jika Anda mampu bertahan bekerja di perusahaan yang sama selama minimal 2 tahun, artinya Anda dinilai cukup bisa memegang komitmen untuk tetap memenuhi kebutuhan dan membayar berbagai kewajiban.

Sehingga itu lebih menjamin bahwa pembayaran cicilan KPR nantinya akan bisa berjalan lebih lancar dan biasanya KPR bisa lebih mudah di setujui. Selain minimal 2 tahun bekerja di perusahaan yang sama, akan lebih baik lagi jika Anda berstatus sebagai karyawan tetap.

8. Berkonsultasi Tentang Tenor & Cicilan Kepada Pihak Bank

Berkonsultasi Tentang Tenor & Cicilan Kepada Pihak Bank

Jangan lupa untuk berkonsultasi tentang tenor dan juga cicilan kepada pihak bank. Hal ini penting untuk membantu Anda menyesuaikan antara harga rumah, tenor dan juga cicilan yang harus di bayar perbulannya. Hasil yang di dapatkan dari konsultasi ini pada akhirnya akan menentukan berapa cicilan dan tenor yang perlukan sesuai kemampuan Anda saat ini.

Jangan sampai mengambil tenor yang pendek tetapi kebutuhan hidup lainnya tidak terpenuhi. Lebih baik tenor nya lama tetapi kita tetap bisa menggunakan alokasi dana dari pendapatan kita untuk kebutuhan lainnya. Seperti yang telah di jelaskan, bahwa pengambilan tenor panjang sebenarnya tidak merugikan karena harga properti akan terus naik dari tahun ke tahun.

Dengan begitu, Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan lainnya dan tetap bisa memiliki rumah sendiri. Perlu di ketahui bahwa proses ini (appraisal) akan membutuhkan biaya, sehingga jangan lupa untuk menyiapkannya.

9. Membayar DP Lebih Besar & Menyiapkan Biaya Lainnya

Membayar DP Lebih Besar & Menyiapkan Biaya Lainnya

Tips selanjutnya supaya KPR Anda lolos dan disetujui adalah dengan membayar lebih besar dari ketentuan minimal. Dengan begitu pihak bank akan bisa melihat kesungguhan kita dalam melunasi KPR. Misalnya jika minimal DP yang harus di bayarkan adalah 10% maka kita siapkan 15% atau lebih dari itu.

Tapi jika Anda berniat untuk tidak memberikan uang DP lebih dari minimal maka Anda tetap wajib menyiapkan dana lebih. Karena jika penghasilan Anda di nilai kurang, maka bank akan meminta uang DP lebih besar supaya cicilan KPR Anda lebih kecil lagi.

Selain itu, Anda wajib menyiapkan biaya untuk notaris, pajak, administrasi, biaya provisi, appraisal, hingga asuransi. Jadi sebaiknya jangan siapkan uang DP pas-pasan.

10. Tetap Menjaga Kepercayaan Bank

bank-Syariah-Mandiri

Setelah mendapatkan persetujuan KPR dari pihak bank, maka jagalah kepercayaan bank tersebut dengan membayar KPR tepat waktu. Usahakan jangan sampai menunggak supaya jika suatu hari Anda memerlukan pinjaman lagi, secara otomatis pengajuan tersebut bisa lebih mudah di setujui.

Baca juga :

Karena jika seandainya Anda menunggak pembayaran KPR, apalagi tanpa adanya komunikasi dengan bank maka nama Anda bisa masuk dalam daftar hitam bank. Konsekwensinya, Anda akan sangat sulit untuk meminjam kembali uang pada bank ketika benar-benar memerlukannya.

Setelah mengetahui 10 tips agar KPR di setujui bank diatas, apakah Anda sudah cukup siap mengajukan KPR? Ataukah ada hal-hal yang perlu di perbaiki dan dipenuhi terlebih dahulu? Semoga pengajuan KPR Anda disetujui bank dan pembayaran cicilan bisa berjalan lancar hingga lunas.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar