6 Tips Ampuh Membangun Branding Produk UMKM, Dijamin Sukses!

Tips ampuh membangun branding produk UMKM

Dibandingkan sektor-sektor bisnis lainnya, UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) memang dianggap memiliki daya tahan yang kuat saat menghadapi pergolakan ekonomi global. Apalagi untuk memulai sebuah bisnis UMKM, tidaklah harus memiliki dana besar atau ijazah sekolah bisnis. Dengan modal pas-pasan sekalipun, Anda bisa memulai bisnis UMKM yang menjanjikan dan menopang kehidupan sehari-hari.

Kemudahan inilah yang akhirnya menjadi penyebab utama kenapa pelaku bisnis UMKM di Indonesia terus meningkat sepanjang tahunnya. Setidaknya pada 2019 ini saja, disebutkan kalau sektor UMKM sudah menembus 50 juta pelaku. Sebuah jumlah yang luar biasa fantastis, membuktikan jika perekonomian di Tanah Air masih sangat menjanjikan. Hanya saja dari puluhan juta pelaku UMKM itu, tampaknya hanya segelintir yang mampu bertahan dalam hitungan tahun. Apa masalahnya? Karena tidak mampu bersaing bahkan di pasar lokal.

Baca juga: 7 Cara Manajemen Keuangan yang Profesional untuk Bisnis UMKM

Lhoh, apakah artinya produk UMKM ini tidak berkualitas dan memuaskan konsumen? Sebetulnya tidak. Karena faktanya, ada banyak sekali produk pelaku bisnis UMKM ini memiliki nilai yang berkualitas dan tidak jauh berbeda, bahkan mungkin lebih baik dibandingkan produk-produk perusahaan. Lalu apa masalahnya? Ada pada bagian branding yang amat sangat buruk. Yap, branding sejatinya memegang kunci utama ke kesuksesan sebuah produk, tak terkecuali bisnis kecil-kecilan ala UMKM.

Anda mungkin sering menemukan makanan ringan yang sangat lezat di warung dekat rumah, yang mungkin hanya dikemas menggunakan kertas polos. Tanpa menampilkan kode produksi, alamat produksi, bahan baku produksi hingga merek dagang. Dengan tampilan packaging yang sangat polos, bisa ditebak bahwa seenak apapun makanan ringan tersebut, tetap saja tidak akan menarik secara visual. Dan akhirnya, konsumen bakal kembali lagi beralih memilih makanan ringan pabrikan yang memiliki harga lebih mahal, dengan rasa yang mungkin kalah lezat. Untuk itulah berangkat dari fakta ini, pelaku bisnis UMKM harus mulai menyadari betapa pentingnya branding terhadap produk mereka.

6 Tips Membangun Branding yang Tepat untuk Pelaku Bisnis UMKM

1. Ciptakan Identitas yang Orisinil

es kopi susu kekinian

Salah satu manfaat yang diperoleh jika menerapkan branding pada produk adalah bisa bersaing di pasar lebih luas. Tak hanya dijual di warung dekat rumah, produk UMKM bahkan bisa saja menembus jaringan supermarket skala nasional. Hanya saja, hal ini bisa diperoleh jika Anda tepat dalam menentukan branding. Supaya bisa tepat, tips pertama yang bisa diterapkan adalah dengan membangun identitas yang orisinil dan pastinya otentik. Kenapa harus orisinil dan otentik? Supaya berbeda dengan kompetitor. Branding yang unik dan one of a kind, sudah pasti bakal lebih mudah diingat oleh para konsumen.

Misalkan saja, Anda menjual es kopi susu kekinian dengan merek dagang ES KOPI SUSU. Tentu saja jika menggunakan branding seperti itu, bakal tidak otentik karena ada banyak sekali kedai kopi lainnya yang menawarkan hal serupa. Supaya berbeda, gunakan nama yang unik dan benar-benar memberikan ciri khas diri Anda. Seperti memakai merek dagang WINGI, yang artinya adalah kemarin dalam bahasa Jawa. Kata WINGI juga bisa bermakna bahwa es kopi susu Anda memberikan sensasi kenangan hari kemarin yang menyenangkan. Terdengar otentik, bukan? Hal ini akan membuat konsumen menjadi lebih tertarik dan penasaran. Bahkan mereka pun bisa dengan mudah mengenalkan es kopi susu WINGI kepada rekan-rekannya karena unik, daripada mengenalkan merek ES KOPI SUSU saja.

2. Menciptakan Ciri Khas

Di media sosial Twitter, beberapa minggu lalu pernah terjadi kehebohan saat pengelola cafe di kawasan Duri Pulo, Jakarta Pusat mendadak viral lantaran ulahnya di aplikasi pesan-antar makanan online. Cafe bernama Asobi itu menuliskan deskripsi menu mereka dengan hal yang cukup nyeleneh dan malah berujung pada banyaknya orang yang penasaran. Langkah sederhana yang dipilih pengelola Asobi dalam hal deskripsi produknya ini sebetulnya merupakan salah satu penerapan tips branding yang tepat dalam hal menciptakan ciri khas.

Baca juga: 7 Strategi Jitu Kembangkan Bisnis UMKM Agar Siap Hadapi Pasar Global

Kebanyakan pelaku bisnis dalam hal branding bakal menggunakan kata-kata, tagline dan pilihan warna yang berkesan ‘wah’ dan kaku sehingga melupakan ciri khas. Mereka tidak berani berpikiran inovatif karena mungkin sekadar ingin cari aman. Tak ada yang salah dengan pilihan itu, tapi branding yang demikian hanya akan kembali membuat produk Anda tampak pasaran. Justru aksi berani yang dilakukan pengelola Asobi mampu menciptakan identitas branding terhadap produk mereka yang benar-benar kuat. Dengan identitas yang sangat kokoh seperti ini, Anda tak akan repot dalam hal promosi karena bahkan masyarakat sudah membicarakannya.

Memiliki ciri khas yang kuat juga berhasil dilakukan oleh Warung Spesial Sambal (SS). Berawal dari sebuah usaha pinggiran yakni berjualan di tenda tepi jalan, SS kini menjelma menjadi salah satu jaringan restoran yang laris manis, karena aneka jenis sambal yang ditawarkan. Yap, jika banyak penjual lalapan memberikan sambal secara gratis, SS justru mematok harga untuk masing-masing sambal. Dengan aneka jenis sambal yang ditawarkan, membuat SS begitu dicari lantaran berbeda dengan kebanyakan warung makanan. Ciri khas inilah yang akhirnya membuat SS memiliki konsumen setia dan pangsa pasar makin luas, karena mampu menciptakan branding secara tepat.

3. Terbuka Soal Proses Produksi

ruang produksi UMKM

Salah satu alasan konsumen mungkin enggan membeli produk dari pelaku bisnis UMKM adalah soal proses produksi. Masih banyak anggapan jika proses produksi usaha kecil-kecilan dilakukan dengan tidak memenuhi standar kelayanan seperti layaknya perusahaan besar. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena faktanya, banyak pelaku bisnis UMKM yang juga memperhatikan betul kebersihan ruangan produksi hingga peralatan yang digunakan, meskipun dalam jumlah satuan, tidak seperti bisnis pabrikan.

Nah, supaya semakin memperkuat bukti jika bisnis UMKM juga terjaga kualitasnya, Anda bisa mencoba untuk memperlihatkan proses produksinya. Bisa diabadikan lewat kamera foto atau mungkin direkam dalam bentuk video. Memperlihatkan proses produksi akan membuat konsumen yakin jika produk itu memang benar-benar dibuat oleh bisnis UMKM, sehingga akan muncul branding yang mampu lebih meyakinkan. Bahkan ke depannya, Anda bisa mencoba menciptakan ruang produksi terbuka supaya masyarakat umum bisa memperoleh pengetahuan dan informasi secara langsung. Dengan begitu, produk Anda bakal memiliki branding yang cukup kuat dan tak tergoyahkan.

4. Peduli Pada Hal-Hal Kecil

Tips berikutnya yang bisa dipertimbangkan untuk menciptakan branding secara tepat adalah mempedulikan hal-hal kecil. Misalkan saja saat Anda hendak menciptakan sebuah logo untuk produk bisnis, usahakan untuk tidak menggunakan gambar yang terkesan pasaran dengan warna ala kadarnya. Hmm, apakah memang berpengaruh? Jawabannya adalah iya. Bayangkan jika Anda memiliki usaha burger mini dan memilih logo dengan warna yang serupa McDonalds? Tentu akan membuat produk tersebut tidak unik dan tidak berkesan.

Baca juga: Ingin Bisnis UMKM Sukses? Terapkan 6 Langkah Manajemen SDM Ini!

Ada baiknya jika Anda banyak mencari informasi soal pemilihan warna sebelum menentukan sebuah logo. Bukan hanya perkara warna, Anda juga bisa mulai mempertimbangkan ingin menggunakan gambar seperti apa. Contohnya berjualan produk sambal rumahan dan ingin memakai logo bergambar cabe. Supaya berkesan unik, buat gambar cabe itu seperti kartun yang memilki mata dan mulut serta tangan. Bahkan jika Anda adalah seseorang yang berkacamata, beri tambahan kacamata pada logo cabe itu. Dengan demikian, logo cabe Anda bakal terkesan lucu dan menggemaskan.

Bukan cuma soal logo, hal-hal mendetail pada branding produk juga bisa dilakukan dalam pemilihan warna untuk outlet. KFC misalnya, apa satu hal yang membuat restoran cepat saji ini begitu diingat masyarakat? Tepat sekali, pemilihan warna merah untuk seluruh furniture yang digunakannya. Pemilihan warna ini mungkin dianggap sepele, tapi justru warna merah inilah yang membuat konsumen mudah mengingat KFC.

5. Jangan Remehkan Packaging

kemasan produk Markobar dan Sang Pisang

Satu hal yang kerap diremehkan pelaku bisnis UMKM adalah soal packaging. Mereka lebih memilih mengemas produk dengan plastik polos yang kemudian direkatkan dengan solasi bening. Lebih praktis memang, tapi ini jelas mengurangi nilai produk. Bandingkan dengan sebuah produk yang sudah dikemas dengan cup sealer dan diberi stiker logo produk, tentu akan lebih mudah menarik perhatian. Fakta inilah yang membuat packaging menjadi salah satu faktor penting dalam perkara branding.

Packaging juga yang akhirnya membuat Gibran Rakabuming, putra sulung Presiden Joko Widodo, berinovasi dengan salah satu bisnisnya, Markobar. Jika kebanyakan penjual martabak manis mengemas produknya dalam kardus putih polos, Gibran justru memilih kardus berbentuk segitiga atau berukuran besar layaknya pizza, lengkap dengan gambar ala logo Superman untuk kemasan Markobar. Hasilnya? Markobar jadi lebih eye catching dan menarik. Tampilan packaging yang unik pula akan membuat pelaku bisnis UMKM lebih percaya diri saat mempromosikan produk di media sosial.

Karena seperti yang sudah diketahui, pengguna media sosial tidak sembarangan dalam mengunggah konten. Jika mereka melihat sebuah produk dikemas cukup unik, tentu akan tergerak untuk mempostingnya di akun pribadi. Fakta ini tentu menjadi salah satu peluang digital marketing yang sangat menjanjikan. Karena promosi dari konsumen ke konsumen lebih mudah tersebar dan menjadi viral, sehingga Anda bisa menciptakan branding yang sangat kuat.

6. Sediakan Sarana untuk Belajar

Tips terakhir yang bisa dilakukan untuk memperkuat branding dalam produk UMKM adalah dengan menyediakan sarana untuk belajar. Berbeda dengan menyediakan tempat produksi terbuka yang bisa dilihat semua orang, sarana untuk belajar ini khusus disediakan kepada konsumen yang juga tertarik dengan cara memproduksi barang seperti bisnis Anda. Misalkan saja Anda memiliki bisnis olahan bandeng tanpa tulang, Anda bisa memberikan tips dan trik cara membersihkan bandeng hingga tidak memiliki tulang, tanpa mengurangi kualitas dagingnya.

pelatihan bisnis UMKM

Nantinya jika semakin banyak orang tertarik untuk belajar, sudah pasti akan membuat merek dagang Anda makin dikenal. Cara branding yang seperti ini dianggap lebih tepat guna karena langsung mengenai target konsumen. Bukan tak mungkin jika semakin rajin Anda memberikan pelatihan baik di rumah atau mengadakan kelas khusus, produk Anda akan makin terkenal karena sering memberikan sarana untuk belajar. Sehingga branding yang tercipta pun bisa sangat positif.

Melalui keenam tips yang sudah diulas di atas, terbukti bahwa pada dasarnya dalam membangun branding untuk produk UMKM bukanlah hal yang sulit. Asalkan memang Anda benar-benar memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas produk, maka bisa menciptakan branding yang berkualitas. Dengan begitu, dampak yang diperlihatkan ke bisnis pun sangat positif karena memang terbukti, bisnis UMKM yang dikelola profesional dengan branding sempurna akan mampu menguasai pasaran.

Scroll to Top